Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode13 Nabila Florist


__ADS_3

Suasana pagi yang begitu menyejukkan memberikan semangat baru bagi para penduduk bumi untuk mengawali aktivitasnya, matahari disambut dengan kokokan ayam yang begitu merdu, burung burung bersautan melantunkan kicauannya, hari ini sangat cerah membuat Nabila sangat bersemanngat untuk menimba ilmu dikampusnya.


Nabila dan Aditya terlihat sedang dalam perjalanan menuju sekolah, seperti biasa mereka berdua berboncengan menggunakan motor matic yang biasa Nabila pakai. Beberapa bulan belakangan selalu Aditya yang memegang kemudi motornya sedangkan Nabila duduk dijok belakang, sekarang Aditya memang sudah tumbuh besar menjadi sosok remaja yang sangat tampan, baik, dan juga pintar tak hanya itu sekarang dia menjadi idola bagi kaum hawa di sekolahnya namun hal itu tak membuat dirinya besar kepala ia masih menjadi Aditya yang berperilaku baik dan memiliki kepribadian yang baik , hal itu juga menambah point plus untuk dirinya dimata kaum hawa. Aditya sangat menyayangi kakak perempuannya itu, Ia berjanji pada dirinya sendiri akan berusaha menjaga dan melindungi Nabila sebagai pengganti Ayah mereka yang telah lama tiada.


Aditya menghentikan motornya setelah tiba di sekolahnya, kemudian Ia turun dan mencium tangan kakak perempuannya itu lalu Nabila melanjutkan perjalanannya menuju kampus, setengah jam kemudian Nabila telah sampai di kampusnya, Ia mengendarai motornya menuju parkiran motor saat Nabila hendak meninggalkan motornya yang sudah terparkir dengan baik tiba tiba terdengar suara Rendy memanggilnya sontak membuat Nabila menyapu pandangan disekelilingnya dan benar saja Rendy sedang berjalan kearahnya dari arah yang tidak begitu jauh darinya.


"Pagii Bil". Sapa Rendy dengan semangat tak lupa Ia menyelipkan senyum manisnya disana.


"Pagi Ren". Nabila membalas sapaan Rendy sambil tersenyum.


"Oiya Bil , aku udah dapet ruko yang kamu bilang kemarin, pulang kuliah nanti kamu ada waktu?, Aku mau ajak kamu melihat rukonya". Rendy dan Nabila berjalan beriringan menuju kelas mereka masing - masing, karena kebetulan kelas mereka satu arah.


"Boleh, nanti kamu tunggu aku di taman deket fakultasku aja ya".


"Oke. Jadi kapan kamu mau opening toko bunga kamu Bil?". Tanya Rendy lagi.


"Paling hari Minggu besok lah Ren, aku harus nyiapin semuanya dulu". Sahut Nabila.


"Aku bantu ya persiapannya". Ucap Rendy antusias, Ia berharap bisa membantu Nabila.


"Boleh Ren". Jawab Nabila singkat.


Tak terasa setelah mereka berjalan benerapa saat mereka harus berpisah di depan lapangan basket dekat taman kampus, Nabila menuju kelasnya begitu juga dengan Rendy menuju kelas yang berada lawan arah dengan kelas Nabila.


"See you". Rendy melambaikan tangan ke arah Nabila, dan Nabila hanya membalasnya dengan senyuman.


-----


Hari sudah hampir sore, Rendy terlihat sedang duduk di taman dekat fakultas kedokteran menuggu Nabila keluar dari kelasnya sambil memainkan ponselnya. Tak berapa lama Nabila keluar dari kelas dan bergegas menghampiri Rendy, saat Nabila sedang berjalan menuju ke arah Rendy tiba - tiba Rangga datang bersama Alan mensejajarkan langkahnya dengan Nabila. Nabila tak menghiraukan mereka dan memilih untuk tetap berjalan tanpa menatap kedua pemuda yang berada di sampingnya secara tiba - tiba.


"Bil, aku antar pulang ya". Ucap Rangga penuh harap, namun tak ada jawaban apapun dari Nabila.


"Bil, kamu masih marah?, Maafkan aku soal kemarin". Rangga mempercepat langkahnya mengikuti langkah Nabila yang semakin cepat sementara Alan berjalan santai mengekor keduanya.


Nabila menghentikan langkahnya saat sudah berada di depan Rendy yang masih sibuk dengan ponselnya, Rendy mengulas senyum saat Nabila sudah berada dihadapannya namun senyum itu seketika hilang saat melihat Rangga di belakang Nabila. Kedua mata pemuda itu beradu dengan tatapan tajam, bekas luka dan memar di wajah keduanya masih sangat terlihat jelas tapi sepertinya itu tidak menjadikan mereka alasan untuk hendak mengulang kejadian kemarin. Nabila yang melihat keadaan sudah mulai memanas segera menarik tangan Rendy untuk meninggalkan Rangga dan Alan yang berdiri di belakangnya. Rangga terlihat sangat kesal Ia mengikuti Nabila dan Rendy yang berjalan menuju parkiran.


"Bil tunggu Bil". Teriak Rangga namun tetap tak di hiraukan oleh Nabila.


"Bil, motor kamu di tinggal sini aja ya, kamu ikut motorku aja biar cepet". Ucap Rendy yang tak sengaja di dengar juga oleh Rangga. Nabila hanya mengagukkan kepalanya.


Sialan mereka berdua mau pulang bareng!!. Umpat Rangga di dalam hatinya.


"Bil, aku mohon jangan begini, kasih aku kesempatan buat minta maaf sama kamu". Rangga mencoba menarik lembut dan mengenggam tangan Nabila namun Nabila dengan cepat melepaskan tangannya dari genggaman Rangga. Rendy yang melihat itu semua hendak maju memberikan pelajaran kepada Rangga tapi dengan cepat Nabila menahannya dan menggelengkan kepalanya memberi isyarat kepada Rendy, dengan terpaksa Rendy mengurungkan niatnya.


"Aku udah maafin kamu, sekarang aku mau pulang jadi berhentilah mengikuti" ucap Nabila kemudian berlalu meninggalkan Rangga menuju motor Rendy. Rangga hanya bisa melihat mereka berdua berboncengan menggunakan motor Ninja ZX10-R milik Rendy.


Rangga berdecak kesal saat motor mereka melewati dirinya yang masih berdiri mematung, seketika itu Alan menghampiri Rangga mengusap - usap punggung Rangga.


"Sabar Bro". Alan mengusap - usap punggung Rangga.


"Ayo cabut". Rangga mengajak Alan menuju mobilnya.

__ADS_1


"Lo ikut gue ?", Tanya Rangga yang melihat Alan hendak masuk ke mobilnya.


"Ikut lah bro, gue kan ngga bawa mobil". Ucap Alan memelas.


"Gue harus ke restoran , Leon bilang banyak berkas yang harus gue tanda tangani". Rangga mendudukkan tubuhnya di depan kemudi.


"Lo ngga lama kan?, Lagian gue laper sekalian numpang makan di restoran lo boleh kan bro". Ucap Alan sambil terkekeh.


"Ya udah lo aja nih yang bawa mobilnya, gue lagi males nyetir". Rangga melempar kunci mobil ke arah Alan yang sudah duduk di kursi samping kemudi.


"Jadi supir lagi kan gue". Sungut Alan sambil membuka pintu mobil dan berputar menuju kemudi mobil.


"Lo duduk di depan jangan di belakang". Seru Alan dengan nada sedikit kesal.


"Gue maunya di belakang kok, suka suka gue dong". Jawab Rangga ketus.


"Iya dah, bos mah emang paling bener". Sungut Alan.


-----


Setelah hampir 40 menit menempuh jalanan yang sedikit macet akhirnya Rendy dan Nabila telah sampai di ruko yang akan Nabila tempati untuk membuka toko bunganya, ruko itu letaknya cukup strategis terletak di pinggir jalan raya yang cukup ramai, di samping ruko itu juga terdapat coffe shop dan mini market serta ada juga food court yang terletak tidak jauh dari sana.


Rendy mengeluarkan kunci dari dalam tas nya dan segera membuka ruko itu ,Nabila pun mengernyitkan alisnya.


"Ren kok, kunci ruko ini udah sama kamu?". Selidik Nabila.


"Kemarin aku sudah menyewanya selama 1 tahun". Jawab Rendy berbohong, sebenarnya ruko itu udah Ia beli kemarin , Ia tahu kalau Nabila sampai tahu kalau dia sudah membelinya pasti Nabila akan sangat marah padanya. Lihat ini saja dia sudah terlihat kesal.


"Maaf Bil, aku hanya ingin membantumu".


"Lalu berapa biaya sewa selama 1 tahun, buar aku ganti". Ucap Nabila lagi.


"Kamu tidak usah pikirkan itu Bil , kamu...". Belum sempat Rendy menyelesaikan ucapannya Nabila dengan cepat memotongnya.


"Itu lah yang aku ngga suka Ren, kamu selalu menolak setiap kali aku akan mengganti uangmu". Nabila memanyunkan bibirnya.


"Kamu ngga usah pikirkan untuk menggantinya Bil, kamu bisa pakai uang kamu untuk modal". Ucap Rendy sambil terkekeh melihat bibir Nabila yang sudah manyun dari tadi.


"Ya tapi kan Ren, biaya pengobatan nenek yang waktu itu sisa nya aja belum aku lunasin".


"Kamu kaya sama siapa aja sih Bil, aku juga kan ngga minta kamu buat balikin uang yang udah aku pinjemin ke kamu Bil". Rendy menepuk pelan punggung Nabila yang berdiri di sampingnya itu.


"Udah ayo , kita lihat lihat ruko nya dulu". Rendy menarik tangan Nabila memasuki ruko itu.


"Tapi aku akan tetep mengganti biaya sewa nya". Nabila kekeh dengan pendiriannya.


"Ya sudah terserah kamu aja Bil". Jawab Rendy pasrah.


Rendy dan Nabila mengedarkan pandangan mereka di setiap sudut ruangan, mengelilingi setiap sudut ruangan, lalu dilanjutkan dengan mengecek ruangan yang berada di lantai dua. Setelah lama berkeliling dan mengecek ruko itu mereka pergi menuju food court untuk makan siang yang berada di seberang jalan, tak jauh dari ruko milik Rendy yang baru tempo hari dibelinya.


----

__ADS_1


Keesokan harinya, bertepatan dengan hari Minggu , pagi - pagi sekali Nabila dan Aditya sudah berada di ruko dan hendak mempersiapkan semuanya, terlihat disana neon box dengan bertuliskan " Nabila Florist " sudah terpasang di depan ruko, menata bunga bunga segar yang baru saja diantar oleh supplier , bunga bunga bermekaran nan indah itu hendak dipajang dan di tata di dalam ruko lantai bawah sedangkan lantai atas hanya ada satu springbed single dan lemari kecil, serta karpet untuk mengalasi lantainya. lantai atas akan digunakan untuk beristirahat di sela sela kesibukqn menjaga rukonya.


Nabila dan Aditya begitu semangat menata bunga bunga nan indah itu, karena punya toko bunga adalah salah satu impian Nabila, meneruskan usaha mamanya dulu yang sempat bangkrut karena musibah meninggalnya orang tua mereka. Selain itu juga toko bunga ini memudahkan Nabila membagi waktunya di sela sela kesibukan kuliahnya, selain menjual secara offline Nabila juga berniat memasarkannya secara online. Ditokonya akan ada 1 karyawan yang menjaganya disaat Nabila kuliah, setelah Nabila selesai kuliah Ia akan membantu menjaga toko bunganya. Setelah semuanya rapi Nabila dan Aditya istirahat sejenak sambil menikmati makan siang mereka yang mereka pesan secara online, tak lupa mereka juga melaksanakan sholat duhur dilantai dua setelah melaksanakan kewajibannya Nabila dan Aditya kembali turun ke lantai satu dan disana terlihat sudah ada beberapa pengunjung, Nabila sangat antusias melayani mereka. Beberapa saat kemudian Rendy bersama kedua sahabatnya datang berkunjung ke toko bunga yang baru saja resmi di buka itu.


"Haii Bil". Teriak Maya dari luar ruko berjalan menuju ruko dan menghampiri Nabila yang sedang sibuk melayani beberapa pengunjung.


"Wah baru buka udah mulai rame aja nih". Sahut Rendy sambil membuntuti Maya dan Lisa memasuki ruko. Nabila tersenyum menyambut kedatangan ketiga sahabatnya itu.


"Kalian tunggu diatas dulu aja ya". Ucap Nabila yang masih sibuk melayani pembeli pertamanya.


"Santai aja Bil, kita mau liat liat dulu". Ucap Lisa sambil menyapu pandangannya mengitari bunga - bunga bermekaran di sana.


Setelah beberapa pembeli itu menerima pesanan mereka berupa buket bunga cantik yang baru selesai Nabila rangkai Nabila dan ketiga sahabatnya itu berbincang bincang dengan pandangan yang masih setia mengagumi keindahan bunga bunga yang bermekaran disana.


"Adit tolong kamu beliin minuman sama cake ya di coffee shop sebelah". Ucap Nabila sambil memberikan uang beberapa lembar.


"Mau pada di beliin minum apa nih". Aditya menatap ketiga sahabat kakaknya itu bergantian.


"Aku Starwberry milkshake aja ya dit ". Ucap Maya.


"Kalau aku chocolate ice blend aja dit". Sahut Lisa


"Kak Rendy mau apa kak?". Tanya Aditya.


"Aku coffe latte aja dit". Jawab Rendy


"Kalau kak Nabil apa?" . Tanya Aditya kepada Nabila.


"Kakak chocolate milk shake aja ya". Jawab Nabila sambil membereskan peralatan yang habis digunakan untuk merangkai buket bunga.


Aditya pergi meninggalkan ruko menuju coffe shop yang ada di samping ruko, Rendy dan kedua sahabat nya duduk di sofa panjang yang sengaja di sediakan untuk pembeli yang sedang menunggu pesanan. Sementara Nabila masih sibuk dengan aktivitasnya.


Beberapa saat kemudian Aditya datang dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi 5 minuman di tangannya, dan cake tart, Aditya memberikan minuman itu sesuai dengan pesanan masing - masing dan meletakkan cake tartnya di meja depan sofa yang di duduki ketiga sahabat kakaknya, sesaat kemudian Nabila bergabung dengan mereka berbincang bincang santai dengan ketiga sahabtnya dan juga Aditya.


"Eh Bil, selama kamu kuliah siapa yang akan jaga tokonya". Tanya Lisa sambil menyedot strawberry milkshake di tangannya.


"Nanti ada Dea yang jaga, dia besok baru mulai masuk kerja. Dea itu tetangga belakang rumah aku, dia akan bantu bantu aku kerja disini". Jelas Nabila.


"Dea yang mana?". Tanya Maya.


"Dia dulu sekolah di SMA kita juga kok, tapi dia anak IPS". Jawab Nabila.


"Dia ngga lanjutin kuliah ?". Tanya Maya lagi.


"Ngga May, katanya ngga ada biaya. Dia sama sepertiku May bukan anaknya orang mampu". Ucap Nabila sambil mengambil cake tart yang ada dimeja kemudian memasukkannya kedalam mulutnya.


"Kasian ya". Ucap Lisa menimpali. Rendy dan Aditya hanya mendengarkan perbincnagan ketiga gadis di dekatnya itu.


Mereka ngobrol ngalor ngidul menghabiskan waktu bersama, moment yang sudah sangat jarang mereka lakukan, sambil sesekali Nabila dan Aditya melayani pengunjung yang datang, Maya dan Lisa pun tak segan membantunya begitu juga dengan Rendy.


.

__ADS_1


__ADS_2