Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode7 Trending Topic


__ADS_3

Hari sudah mulai berganti, Nabila menyambut hari ini dengan malas rasanya Ia tak ingin melakukan aktivitas apa pun, Nabila masih terlalu sakit, kecewa dan malu bercampur jadi satu mengingat kejadian yang menimpanya tempo hari. Hari ini hari k2 Ujian Nasional mau tidak mau Nabila harus tetap datang ke sekolah.


Nabila memarkirkan motornya di parkiran sekolah, terlihat semua orang yang ada disana menatap Nabila dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti oleh Nabila. Nabila berjalan menyusuri lorong sekolah tanpa menghiraukan semua tatapan orang-orang yang berpapasan dengannya. Nabila berpikir tatapan aneh mereka itu karena kejadian tempo hari.


Ya Tuhan kenapa orang-orang menatapku seperti itu ?. ini pasti gara-gara kejadian kenarin.huhh. Batin Nabila.


Nabila terus melanjutkan langkahnya menuju kelasnya. Tiba-tiba ada seorang siswi yang menghentikan langkah Nabila.


"Bil, lo hebat ya bisa sampe jadi trending topik bahkan beritanya masuk media luar negeri juga". Ucap salah satu siswi sekolah itu saat berpapasan dengan Nabila di lorong sekolah. Nabila hanya mengernyitkan alisnya Ia benar-benar tidak mengerti apa yang gadis itu maksud, Namun Nabila memilih untuk terus berjalan menuju kelas meninggalkan gadis tadi.


"Bil, lo hebat". Salah seorang siswa mengacungkan jempolnya saat Nabila melintas di hadapannya. Nabila semakin tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan mereka. Nabila memilih untuk berjalan cepat menuju kelas, sampai akhirnya Ia tidak sengaja menabrak Rendy . Tubuh Nabila menabrak tubuh Rendy yang muncul tiba-tiba , sontak itu membuat Rendy membalikkan badannya menghadap Nabila.


"Maaf ". Ucap Nabila kemudia berlalu meninggalkan Rendy.


"Kamu tidak apa-apa?". Tanya Rendy sambil menahan tangan Nabila yang hendak pergi.


"Lepaskan aku Ren". Nabila menatap tajam Rendy , wajah Rendy masih terlihat kacau banyak luka memar di sekitar wajahnya namun tak mengurangi ketampanannya.


"Sorry". Rendy melepaskan tangan Nabila, Nabila berlari menuju kelasnya. Rendy berusaha mengejarnya namun bell sekolah berbunyi dan Rendy berbalik menuju ruang kelasnya.


Setelah kejadian perkelahian itu Nabila memang seperti menghindari Rendy, terlihat Nabila mengabaikan semua pesan, panggilan dari Rendy bahkan menonaktifkan ponselnya. Sama halnya kepada Rangga. Nabila memang sengaja ingin menghindari kedua pria itu.


Semua siswa-siswi mengikuti Ujian Nasional dengan baik sampai bell pulang berbunyi, Nabila dan kedua sahabatnya keluar dari ruang kelas.


"Bil, kita boleh ngga pulangnya mampir tempat kamu". Tanya Lisa kepada Nabila yang sedari pagi terlihat sangat murung. Nabila hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Bil, kamu kenapa?, Bukankah kemarin kamu bilang ngga akan mikirin kejadian perkelahian itu". Ucap Maya dengan hati-hati Ia takut kata-katanya akan menyakiti Nabila.


"Aku sudah ngga mikirin masalah itu lagi". Ucap Nabila sambil terus berjalan menuju area parkir bersama kedua sahabatnya disisinya.


"Terus kamu kenapa Bil?, Kok murung gitu". Tanya Lisa.


"Nanti saja aku ceritakan dirumah". Nabila tersenyum dan mencoba menghilangkan masalah yang sedari tadi mengganggu pikiran Nabila.


Ketiga gadis itu mengendarai motor mereka masing-masing keluar dari sekolah dan melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Nabila. Sepanjang perjalanan ketiganya hanya diam seribu bahasa tidak seperti biasanya yang selalu ada ocehan-ocehan konyol atau gelak tawa menemani perjalanan mereka.


Sesampainya di rumah Nabila , Nabila segera membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan kedua sahabatnya masuk.


"Ayo masuk, pilih baju kalian di lemari ya". Nabila memasuki kamarnya dan meletakkan tasnya di atas nakas disudut kamarnya.


Nabila segera mengganti bajunya dan mengambil air wudhu Ia hendak melaksanakn sholat zuhur, Lisa dan Maya segera mengganti baju mereka dengan baju milik Nabila. Mereka memang sudah tidak sungkan memakai barang-barang milik Nabila karena sudah terbiasa bagi mereka begitu pun Nabila tidak sungkan memakai barang-barang milik kedua sahabatnya jika Ia sedang berkunjung ke rumah Lisa ataupun Maya.


Setelah Nabila selesai melaksanakan kewajibannya kepada Sang Pencipnta giliran Lisa menunaikan shalat zuhur, sedangakn Maya lebih memilih untuk memainkan ponselnya sambil berbaring karena Maya sedang datang bulan.


"Ayo kita makan siang dulu Lis, May". Ajak Nabila kepada kedua sahabatnya. Merekea bertiga berjalan menuju meja makan. Nabila menyiapkan piring dan gelas ke meja makan dibantu kedua sahabatnya. Tadi pagi Nabila masak Gulai ayam, Tumis kangkung dan ikan bawal kuah pedas. Mereka bertiga begitu menikmati makan siangnya, sederhana namun membuat lidah tak berhenti mengunyah.


"Bil, Aditya belum pulang ya?". Tanya Maya sambil memasukkan suapan ke mulutnya.


"Belum May, akhir-akhir ini Aditya sangat sibuk dengan eskulnya". Jawab Nabila.


"Aditya ikut eskul apa Bil?".Tanya Lisa.


"Eskul Basket lis, dia masuk tim basket sekolahnya". Jawab Nabila.


"Emmmm keren banget sih Adik kamu Bil". Sahut Maya. Nabila hanya terkekeh melihat tingkah Maya.


Setelah selesai makan Lisa dan Maya membantu Nabila membersihkan dan merapikan meja makan dan piring-piring kotornya. Mereka terlihat sangat cekatan membantu Nabila mencuci piring, padahal Lisa dan Maya adalah anak dari orang cukup berada, mereka juga punya beberapa pelayan untuk melayani kebutuhan mereka di rumahnya mereka tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah mereka, mereka banyak belajar dari Nabila bagaimana caranya mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehingga mereka terlihat sangat cekatan.


Sesaat kemudian ketiga gadis itu kembali memasuki kamar Nabila, berbincang-bincang ngalor ngidul sampai akhirnya Nabila bercerita sesuatu yang masih mengganggu pikirannya sejak pagi tadi. Nabila menceritakan kejadian tadi pagi dari Ia masuk gerbang sekolah sampai masuk kelas, tentang siswa siswi yang menatap Nabila aneh, tentang ucapan-ucapan siswa-siswi tentang trending topic yang membuat Nabila bertanya-tanya. Nabila menceritakan semua yang dialaminya tadi pagi.


Lisa dan Maya sejenak terdiam dan saling pandang, kemudian mereka menundukkan kepala mereka tak berani menatap wajah Nabila. Kedua sahabat Nabila itu memang sudah mengetahui berita yang sempat menghebohkan itu dari semalam namun mereka memang sengaja tidak mau memberi tahu Nabila akan hal itu. Mereka tidak mau membuat Nabila bersedih, dan mereka tidak mau masalah itu mengganggu fokus Nabila menghadapi Ujian Nasional.


"Kalian berdua kenapa?".Tanya Nabila. Lisa dan Nabila masih diam tak menjawab apapun membuat Nabila semakin penasaran dengan apa yang sudah terjadi. Nabila mulai membaringkan tubuhnya diatas kasur, Lisa dan Maya pun mengikutinya. Mereka berbaring disisi kanan dan kiri Nabila.


"Apa ada yang kalian tutupi dari aku?". Tanya Nabila kembali. Lisa dan Maya saling tatap seperti saling lempar pandangan. Terlihat Lisa memberikan isyarat kepada Maya untuk mrnjelaskan semuanya kepada Nabila. Begitupun sebaliknya Maya seperti menyuruh Lisa yang menjelaskan semuanya kepada Nabila.


"Kalian ngga ada yang mau ngasih penjelasan apa pun kepadaku?". Nabila melemparkan pandangannya ke arah dua sahabatnya itu bergantian.


"Baiklah Bil, aku akan menjelaskan semuanya tapi kamu harus Janji tidak akan marah ataupun sedih lagi". Ucap Lisa. Nabila pun mengangguk tanda menyanggupi syarat dari Lisa.


"Sebenarnya Bil, semalam itu semua media memberitakan perkelahian antata Rangga dan Rendy tempo hari, bahkan videonya pun viral Bil, berita itu menjadi tranding topik dalam sekejap, berita nya sampai keluar negeri juga mungkin karena ini menyangkut pemberitaan keluarga Pramudita". Ucap Lisa sambil menoleh ke arah Nabila yang berbaring diantara Lisa dan Maya.


Nabila langsung beranjak dari tempat tidur mengambil ponselnya yang Ia letakkan di laci meja belajarnya. Nabila mengaktifkan ponselnya yang semalaman Ia matikan karena menghindari Rangga dan Rendy.


Nabila duduk di bibir ranjangnya, Lisa dan Maya segera bangun dan duduk di samping Nabila. Nabila terlihat sedang mencari berita yang Lisa maksud , namun Ia benar-benar tidak menemukannya.


"Kamu cari berita itu Bil?". Tanya Maya. Nabila menganggukan kepala sambil tak berhenti menatap layar ponsel ditangannya.


"Sepertinya berita itu sudah dibersihkan sama keluarga Pramudita Bil". Jawab Lisa.


"Maksud kamu Lis?". Nabila bertanya tak mengerti.


"Aku lihat tadi pagi berita itu benar-benar sudah tidak ada satu pun, kalau aku sih mikirnya pasti keluarga Pramudita sudah membereskannya tanpa sisa. Kamu kan tau mereka siapa". Ucap Lisa.


"Tapi kenapa kalian tak memberitahuku?".


"Kami hanya ngga mau kamu sedih Bil, kami juga ngga mau mengganggu konsentrasi kamu menghadapi ujian". Ucap Maya.


"Kalian memang sahabat terbaikku". Nabila memeluk kedua sahabatnya. Tak terasa bulir bening itu menetes dengan sendirinya dari mata indah Nabila. Nabila terisak sejenak kemudian Ia segera menghapus air matanya.


"Kamu Jangan sedih Bil, semuanya sudah berlalu dan berita itu pun sudah hilang jadi ngga usah kamu pikirkan". Lisa mengusap-usap punggung Nabila.

__ADS_1


"Apa kalian punya rekaman video itu?". Tanya Nabila sambil melepaskan pelukannya bersama dua sahabatnya.


"Aku punya". Teriak Maya reflek kemudian Ia langsung memukul mulutnya sendiri. Lisa pun mencubit perut Maya , Lisa cuma tidak mau Nabila kembali bersedih.


Ya Tuhan kenapa mulutku jadi lemes begini. Mays merutuki kebodohannya.


"Kamu mau apa dengan video itu ?". Tanya Lisa.


"Aku hanya penasaran saja". Jawab Nabila.


"Coba lihat May mana videonya?". Nabila mengadahkan tangannya di depan Maya meminta ponsel Maya.


"Sebaiknya jangan deh Bil". Ucap Lisa.


"Iya Bil, kamu ngga usah deh liat videonya nanti kamu bakal sedih lagi". Ucap Maya.


"Kalian ngga usah khawatir aku sudah baik-baik saja". Nabila tersenyum. Maya pun memberikan ponselnya kepada Nabila dengan ragu-ragu.


Ketiga gadis itu melihat ulang video amatir yang direkam oleh salah satu siswa sekolahnya yang sempat viral itu. Ekspresi mereka begitu tegang sepanjang video itu di putar. Tak hanya itu Nabila juga melihat beberapa berita mengenai dirinya dan Rangga yang berhasil di screenshoot Maya.


Nabila hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar kemudian membanting tubuhnya dikasur.


"Bil, sepertinya mereka berdua memang benar-benar cinta sama kamu". Ucap Lisa.


Nabila menatap langit-langit kamarnya tak menghiraukan apa yang diucapkan Lisa.


"Bil, kamu lihat ini sorot mata mereka bener-bener tulus sama kamu". Maya menunjukkan rekaman itu kembali kepada Nabila.


"Aku bingung harus bagaimana nyikapin mereka, aku hanya ngga mau nyakitin salah satu dari mereka". Ucap Nabila sambil menatap langit- langit kamarnya.


"Itu artinya kamu mau milih salah satu dari mereka?". Tanya Lisa kepada Nabila.


"Aku ngga tau Lis, aku sendiri masih belum kepikiran untuk pacaran". Jawab Nabila yang masih setia menatap langit-langit kamarnya.


"Tanyakan sama hati kecil kamu Bil". Ucap Lisa.


"Eh Bil, jadi sebenarnya kamu sama Rangga itu belum pacaran?". Tanya Maya. Nabila menggeleng.


"Aku pikir kamu udah jadian sama dia, makanya kamu manggil dia mas Rangga". Sambung Maya.


"Aku manggil dia mas Rangga itu karena memang umur dia kan lebih tua 3 tahun dari aku, lagian kan dia bosku May, mana mungkin akau manggil dia namanya saja". Nabila menjelaskan alasannya memanggil Rangga dengan sebutan mas Rangga.


"Oo begitu". Maya manggut manggut.


"Tapi Bil, apa Rangga udah nyatain perasaannya ke kamu?". Tanya Lisa.


"Udah". Jawab Nabila singkat.


"Serius kamu Bil?, Kapan?". Maya makin penasaran.


"Kapan Bil?, Kamu kok ngga cerita apa-apa ke kita?".Sahut Lisa ngga kalah penasaran.


"Kalian ini kenapa sih?". Nabila tersenyum melihat ekspresi antusias kedua sahabatnya, mereka sangat antusias ingin mendengar cerita Nabila.


"Ayo dong Bil cerita". Maya menggoyang goyangkan tubuh Nabila mulai merengek.


Nabila menceritakan kepada kedua sahabatnya itu tentang waktu itu, saat Rangga menyatakan perasaannya di bukit cinta.


"Emmmmm So sweet banget sih dia Bil?". Maya senyum-senyum sendiri sambil memeluk bantal yang ada didepannya dan menelengkan kepalanya.


"Ciyeee yang udah pernah kencan sama tuan muda". Lisa menggoda Nabila dan menyenggol tangan Nabila yang berbaring di sampingnya.


"Apaan sih kamu, Lis?". Nabila senyum-senyum melihat kelakuan kedua sahabatnya.


"Kamu sendiri gimana perasaanya Bil sama Rangga?". Tanya Lisa.


"Aku ngga tau Lis dengan perasaannku sendiri". Ucap Nabila.


"Aku dukung banget Bil kalau kamu sama Rangga". Tutur Maya .


"Aku dukung apapun keputusan kamu, mau sama Rangga mau sama Rendy , mereka sama-sama tulus sama kamu". Lisa menggengam tangan Nabila.


"Makasi ya kalian memang sahabat terbaikku". Nabila memeluk kembali kedua sahabatnya.


Hari sudah mulai sore Lisa dan Maya berpamitan kepada Nabila. Tak berapa lama dari itu Aditya pulang dengan perasaan cemas, Aditya baru saja dikirimi video yang sempat viral itu dan beberapa screenshoot beritanya dari teman sebangku Aditya yang merupakan sahabat dekat Aditya.


Aditya langsung mencari keberadaan Nabila sesampainya Ia dirumah, Aditya mendapati Nabila yang sedang membaca buku dimeja belajarnya . Aditya bersyukur melihat kondisi kakaknya yang baik-baik saja , Aditya memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dulu dan menunaikan sholat ashar setelah itu Ia akan menemui Nabila.


Tok..


Tok..


Tok..


"Kak boleh Adit masuk?". Aditya mengetuk pintu kamar Nabila yang setengah terbuka.


"Masuk aja dit". Sahut Nabila.


Aditya duduk dipinggir ranjang menghadap Nabila.


"Kamu udah pulang dit?, Udah sholat ashar?, Udah makan?". Tanya Nabila.

__ADS_1


"Udah kak Adit udah sholat ashar, Adit juga udah makan di rumah temen Adit sebelum pulang".


"Oo begitu, kamu kenapa dit sepertinya ada yang mau kamu bicarakan sama kakak?".


Nabila menatap wajah Adiya terlihat sangat cemas.


"Kakak baik-baik aja?".Tanya Adit cemas.


"Kamu ini kenapa dit?, Kok pertanyaanmu aneh gitu?".


"Kak, jawab aja pertanyaan Adit".


"Kamu lihat sendiri kan kakak baik-baik aja". Nabila heran dengan pertanyaan Aditya.


"Syukurlah kalau begitu". Aditya menghembuskan nafasnya merasa lega.


Sepertinya kakak belum tahu tentang video viral itu dan berita dirinya yang menjadi trending topik tempo hari, aku sebaiknya tidak beri tahu kakak daripada nantinya kakak akan bersedih .Batin Aditya.


Aditya beranjak dari kasur Nabila, Ia memilih untuk tidak menanyakan apapun, Ia takut malah akan membuat Nabila bersedih jika menanyan berita atau video itu.


"Kamu ini kenapa dit?".


"Tidak apa-apa kak, Adit hanya khawatir keadaan kakak saja, syukurlah kalau kakak baik-baik saja". Aditya berlalu meninggalkan Nabila.


Tok..


Tok..


Tok..


Aditya hendak membuka pintu, Namun dicegah oleh Nabila yang baru saja berlarian dari kamarnya.


"Tunggu dit, jangan dibuka dulu". Nabila berlari dari kamarnya untuk mencegah Aditya.


Aditya mengernyitkan Alisnya, dan mengurungkan niatnya, melepaskan tangannya dari gagang pintu.


"Coba kamu intip dulu dari jendela, siapa yang datang". Perintah Nabila kepada Aditya , Aditya pun mengikutinya Ia mengintip dari jendela.


"Kak Rangga kak". Aditya mengepalkan kedua tangannya, Ia merasa sangat marah ketika melihat wajah Rangga. Semburat emosi kian terpancar dari wajah Aditya.


"Tolong kamu yang temuin dia dit, bilang kalau kakak tidak ada atau sedang tidur" . Ucap Nabila kemudian kembali ke kamarnya.


"Baik kak". Aditya membuka pintu dengan emosi yang menggebu-gebu.


"Haii Dit". Rangga menepuk punggung Aditya yang langsung ditepis oleh Aditya. Pandangan Aditya tertuju pada pemuda yang berdiri di belakang Rangga.


"Kenalin dit, ini Leon Asisten pribadiku". Rangga menjawab pertanyaan dari sorot mata Aditya. Leon membungkukkan badannya memberi hormat kepada Aditya, Namun Aditya mengacuhkannya.


"Mau apa kak Rangga kemari?". Ucap Aditya penuh emosi.


"Kita duduk dulu dit, Rangga menarik tangan Aditya untuk duduk dikursi yang ada di depan teras rumah.


"Aku kesini cuma ingin minta maaf sama kakak kamu". Rangga sangat yakin Aditya sudah mengetahui semuanya tentang video maupun berita yang menyangkut kakaknya itu , Rangga bisa melihatnya dari emosi yang terus terpancar di wajah Aditya.


Aditya memang sudah cukup besar untuk paham semua yang terjadi, tinggi badannya saja sudah hampir sama dengan Nabila. Ia sudah menjadi remaja. Dan Ia merasa sangat tidak terima kakaknya dipermalaukan seperti tempo hari.


"Maaf kak Rangga bilang?, Setelah apa yang kak Rangga lakukan sama kak Nabil, kak Rangga udah mempermalukan kak Nabila!!". Ucap Aditya berapi-api.


"Dit, aku tahu aku salah maka dari itu aku ingin minta maaf sama kakak kamu, kamu bisa tolong panggilkan dia". Ucap Rangga.


"Kak Nabil tidak ada dirumah, sebaiknya kak Rangga pulang dan tidak usah ganggu kak Nabila lagi!!". Ucap Adity penuh penekanan kemudian berlalu meninggalkan Rangga.


"Adit tunggu, aku akan jelasin semuanya sama kamu tolong tenanglah dulu". Ucap Rangga. Adit kembali duduk di kursinya.


Sejenak Rangga menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya pelan.


"Dit, Aku benar-benar cinta sama kakak kamu, aku tulus sama Nabila jadi tidak mungkin aku sengaja nyakitin dia".


"Tolong kamu mengerti dit, kejadian kemarin benar-benar diluar kendaliku". Sambung Rangga.


"Terus berita itu?!!, Aku yakin kakak pasti terpukul kak jika kakak tahu berita-berita itu". Ucap Aditya kesal.


"Aku sudah membereskannya dit, kamu lihat kan hari ini sudah tidak ada satu pun media yang berani up berita itu". Ucap Rangga.


"Dan aku pastikan para pencari berita dari media manapun tidak akan ada yang berani mendekati Nabila". Jelas Rangga.


"Baiklah tapi aku minta kak Rangga jangan dulu hubungin atau temuin kakak?".


"Loh kenapa dit?". Rangga mulai gusar.


"Biarkan kak Nabil fokus dengan Ujiannya dulu, lagian kakak juga akan mengikuti serangkaian tes program beasiswa. Adit cuma ngga mau kak Nabil jadi ngga fokus".


Aditya sudah terlihat tenang dibandingkan awal pertemuannya dengan Rangga tadi.


"Baiklah kamu benar dit, aku tidak akan mengganggu konsentrasi belajar Nabila dulu".


"Makasi kak Rangga udah mau ngerti". Aditya menoleh ke arah Rangga yang duduk di sampingnya, ada dimeja yang memisahkan jarak mereka. sementara Leon masih tetap setia berdiri di sisi Rangga.


"Iya Adit, sepertinya kamu sangat menyayangi Nabila".


"Tentu saja, kak Nabil adalah hidupku kak".

__ADS_1


"Baiklah, tolong sampaikan salam aku pada Nabila ya, aku cabut dulu". Rangga menepuk punggung Aditya dan berlalu menuju mobilnya , diikuti dengan Leon di belakangnya.


__ADS_2