Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 75 Kakak ipar ngga pernah naksir dia?


__ADS_3

"Kakak ipar aku boleh tanya sesuatu?". Rania mengambil sepotong pizza lalu mulai memakannya.


"Tanya apa?".


"Apa benar Rendy itu sahabat kakak ipar?". Tanya Rania sambil mengunyah pizza yang ada di mulutnya.


Nabila terbelalak dengan pertanyaan Rania, kenapa adik iparnya itu tiba tiba menanyakan Rendy?, Ah Nabila jadi ingat acara pesta pernikahan waktu itu Rania memang berdansa dengan Rendy. Nabila jadi penasaran sebenarnya apa hubungan mereka berdua?, Apa mereka saling kenal?, apa mereka sudah berteman lama?.


"Rendy malik Alfarizy maksud kamu dek?".


"Aku ngga tahu nama lengkapnya, tapi dia pernah bilang dia adalah sahabat kakak ipar".


"Maksud kamu Rendy yang waktu itu dansa sama kamu?".


"Aaaaa, kakak ipar tahu aku berdansa dengannya?". Wajah Rania memerah menahan malu, Nabila bisa melihat ada ketertarikan Rania terhadap Rendy.


"Iya aku tahu kalian berdansa dengan begitu mesranya, ciyeee...". Nabila menyenggol lengan Rania sambil tersenyum.


"Apa Rendy yang itu yang kamu maksud?". Lanjutnya. Rania mengangguk cepat membenarkan.


"Iya dia memang sahabatku Ran, aku jadi penasaran sebenaranya apa hubungan kamu dengannya?, atau kalian sudah jadian?".


"Belum kak, aku sama dia baru kenal beberapa hari ini, aku kenalnya itu di cafe waktu itu aku lupa bawa dompet eh dia yang bayarin semua tagihan ku padahal kita ngga saling kenal". Rania menceritakan awal pertemuannya dengan Rendy, wajahnya beseri seri menceritakan orang yang dia sukai membuat hatinya merasa bahagia.


"Lalu kalian bertukar nomer ponsel?". Tanya Nabila menebak.


"Ngga kak, waktu itu dia pelit aku minta nomer ponselnya agar aku bisa ganti uang dia untuk bayar tagihanku tapi dia ngga mau kasih nomernya, dia cuek pokoknya menyebalkan deh!". Wajah Rania membrengut mengingat Rendy yang cuek kala itu.


"Terus?, Sepertinya kalian sudah dekat sekarang".


Rania tersenyum, Nabila semakin yakin kalau adik iparnya itu menyukai Rendy.


"Aku ngga sengaja ketemu dia lagi di night club, aku diundang temanku ulang tahun acaranya disana, eh ngga sengaja ketemu dia lagi disana".


"Tapi apa kakak ipar tahu siapa kekasihnya?".

__ADS_1


"Kekasih?, Kenapa memangnya?".


"Waktu malam itu di night club dia terlihat seperti orang yang patah hati ditinggal pergi kekasihnya kak, dia mabuk sampai meracau ngga jelas aku bisa lihat dia sangat mencintai kekasihnya, dia hancur banget kak waktu itu, bahkan aku lihat dia menangis".


"Menangis?".


"Iya kak, dia pikir aku ini kekasihnya, dia mohon mohon di kakiku untuk tidak meninggalkannya, dia bilang dia sangat mencintainya hidupnya hancur tanpanya".


Nabila menutup mulutnya tak percaya, benarkah Rendy sehancur itu ditinggal nikah olehnya.


"Aku bisa melihat kalau dia benar benar terpukul atas kepergian kekasihnya itu, bahkan dia terlihat sangat putus asa ngga ada semangat hidup lagi, apa kakak tahu kekasihnya dia itu siapa?".


Degg!...


Nabila terdiam, apa mungkin yang dimaksud Rania itu benar dirinya?, Selama ini satu satunya wanita yang dicintai Rendy adalah dirinya bahkan sampai saat ini Nabila masih melihat sorot cinta dari mata Rendy saat menatapnya tadi pagi di kampus.


"Kakak ipar?". Nabila tersentak.


"Eh, iya Ran".


"Aku tidak tahu Ran". Nabila jadi merasa sangat bersalah, dirinya seperti sudah menjadi orang paling jahat sedunia membuat hati Rendy hancur, orang yang sudah bertahun tahun menjadi sahabatnya.


"Mana mungkin kakak ipar ngga tahu, bukankah kalian sahabatan sudah lama".


"Iya Ran, ta..tapi Rendy ngga pernah seterbuka itu masalah perasaannya sama kami, Rendy juga pasti sudah cerita kan kalau kita bersahabat ngga hanya berdua tapi ada Lisa dan Maya juga yang jadi sahabat kami".


"Bisa gawat kalau Rania sampai tahu kalau wanita itu adalah aku, dia pasti akan membenciku apalagi dia kelihatannya memiliki perasaan kepada Rendy, aku juga ngga mau nyakitin perasaan Rania sebaiknya aku diam dan pura pura tidak tahu". Batin


Nabila.


"Iya dia sudah cerita itu, apa sahabat kalian yang lainnya juga ngga tahu siapa kekasih Rendy?". Tanya Rania penuh selidik.


"Sepertinya ngga Ran".


"Aneh ya, kalian bersahabat sudah lama tapi kalian ngga tahu siapa kekasih sahabat kalian sendiri".

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak coba tanyakan langsung saja sama dia Ran?".


"Sudah kak, kata dia kekasihnya itu pergi ke luar negeri dan dia ngga mau bahas masalah itu setiap aku menanyakannya".


"Ran, apa kamu menyukainya?".


Rania tersrenyum malu terlihat sekali jika gadis itu memang sedang jatuh cinta.


"Sepertinya aku bukan hanya menyukainya kak tapi juga, mencintainya". Ujar Rania pikirannya sudah terbang membayangkan wajah tampan Rendy.


Nabila terperangah, ia tidak tahu harus senang atau bagaimana. Disatu sisi ia senang siapa tahu dengan kehadiran Rania gadis itu bisa membuat Rendy jatuh cinta kepadanya dan melupakan dirinya.


Disisi lain ia yakin Rangga tidak akan merestui hubungan mereka bahkan akan menentangnya jika Rangga mengetahuinya.


"Aku juga ngga tahu kak apa aku benar benar mencintainya?, perasaanku memang mengatakan demikian tapi aku bingung kenapa aku bisa secepat itu jatuh cinta padanya". Rania menyandarkan tubuhnya di sofa menghembuskan nafas panjangnya.


"Rendy laki laki yang baik dek, wajar saja kamu bisa secepat itu jatuh cinta kepadanya".


"Apa kakak ipar ngga pernah naksir sama dia?, aku dengar kalian sudah bersahabat lama sebelum kakak ipar kenal kak Rangga".


Tiba tiba saja menanyakan hal yang memang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.


Rania heran saja jika diantara Rendy dan Nabila tidak pernah tumbuh rasa cinta, Rendy laki laki yang baik, tampan sangat menghargai dan menghormati perempuan. Begitu juga sebaliknya Nabila cantik juga baik sepertinya tidak mungkin jika Rendy tidak pernah memiliki perasaan kepada Nabila, sedangkan kakaknya yang terkenal dingin dan acuh sama perempuan saja bisa jatuh cinta kepada Nabila.


Nabila yang baru saja menyedot minuman dinginnya tiba tiba saja tersedak.


"Aku dan Rendy cuma sahabatan dek, ngga lebih, aku ngga pernah naksir sama dia dek karena aku memang cuma menganggapnya sahabat". Jawab Nabila setelah tenggorokannya merasa lebih baik.


"Kalau Rendy sendiri gimana kak?, apa dia ngga pernah naksir kakak ipar?".


Nabila bingung harus jawab apa?, lama Nabila terdiam memikirkan jawaban yang pas.


"kakak ipar?".


"Aku ngga tahu dek, tapi sepertinya ngga. Mana mungkin dia naksir aku dek".

__ADS_1


Rania mengangguk paham.


__ADS_2