Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 76 Aku mau makan masakan padang!


__ADS_3

"Kakak ipar, menurutmu aku termasuk tipe cewek Rendy ngga?".


"Aku rasa begitu dek, kamu cantik, baik pasti dia juga menyukaimu. Kalau kamu menyukainya aku mendukungmu". Tutur Nabila. Rania langsung menghambur memeluk Nabila.


"Terimakasih kakak ipar". Rania memeluk Nabila begitu erat.


"Oiya kak, kemarin aku pergi dengannya seharian, kakak ipar mau lihat foto foto kami?". Rania dengan antusiasnya mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan menunjukkan foto fotonya dengan Rendy saat bermain di taman Nusantara.


"Coba lihat". Nabila meraih ponsel Rania, mulai melihat lihat satu persatu foto foto mereka.


"Ishh pemandangannya bagus bagus banget dek, aku jadi ingin mengajak mas Rangga kesana". Tutur Nabila.


"Iya kakak ipar sama kak Rangga harus kesana kak, kalau ngga kakak ipar bisa nyesel melewatkan pemandangan yang sangat indah begitu saja".


"Iya, kalau mas Rangga ngga sibuk aku akan mengajaknya kesana".


Nabila menggeser slide demi slide di galeri milik Rania, Nabila terkesiap saat melihat foto berdua Rendy dengan Rania yang terlihat begitu mesra.


Rendy terlihat memeluk pinggang Rania dengan mesra, mereka pun tersenyum lepas tanpa beban walaupun sorot mata Rendy masih terlihat menyendu.


"Ciyeee...mesranya kalian". Seloroh Nabila membuat Rania terkekeh.


"Kakak ipar Rendy sangat pintar memotret ya, lihat semua hasil jepretannya sangat bagus seperti fotografer handal".


"Iya Ran, dia memang hobi fotografi". Sahut Nabila.


Dering ponsel milik Nabila membuyarkan fokusnya melihat foto foto di galeri milik Rania, Nabila menyerahkan ponsel milik Rania lalu ia bergegas meraih ponselnya dari dalam tas miliknya.


Terlihat dari layar ponsel Rangga melakukan panggilan video.


Nabila segera menerima panggilan itu dan tampaklah wajah tampan Rangga memenuhi layar ponsel Nabila.


"Sayang, kamu lagi apa?. Aku kangen!". Seru Rangga sambil mengembangkan senyum.


"Ahh kak Rangga lebay, mentang mentang pengantin baru". Rania menyela menongolkan wajahnya di depan kamera ponsel Nabila hingga wajahnya ikut muncul memenuhi layar ponsel Rangga.


"Heii dek, kamu ada disana juga?, ngapain kamu disana?, jangan ganggu kakak iparmu ya".


"Aku bosan dirumah kak, memangnya kenapa kalau aku ganggu kakak ipar?". Rania menjulurkan lidahnya ke arah Rangga, Nabila hanya tersenyum melihatnya.


"Tidak ada uang jajan untukmu nanti". Cetus Rangga.


"Selalu saja itu ancamannya". Rania memberengut, memundurkan tubuhnya dari layar ponsel Nabila.


"Hahaha, kemana dia yank?". Tanya Rangga saat tak melihat lagi wajah Rania di layar ponselnya.


"Ini disampingku sedang asyik dengan ponselnya".


"Ooo, sayang mau makan siang bareng?".


"Ngga usah deh mas kamu kan lagi kerja". Tolak Nabila membuat wajah Rangga di layar ponselnya terlihat kecewa.


"Kenapa sayang?, Mumpung aku ngga ada meeting siang ini aku mau kita makan siang bareng".

__ADS_1


"Ya sudah mau makan dimana?, biar nanti aku dan Rania kesana mas".


"Aku ngga ikut kak, aku mau makan siang dengan si dia". Sahut Rania dengan raut wajah yang begitu bahagia.


"Mas Rania ngga jadi ikut, dia mau makan siang bareng temannya".


"Ya sudah setengah jam lagi aku akan jemput kamu yank, nanti biar aku yang atur tempatnya".


"Ya sudah sampai ketemu nanti ya yank, I Love U"


"Love u too mas".


"Cium dulu yank". Rangga menempelkan bibirnya di layar ponsel miliknya Nabila mengikuti saja kemauan suaminy itu padahal ia benar benar malu melakukannya di hadapan adik iparnya.


Rania yang mendengarnya hanya bisa mengusap dadanya, sabar jomblo, ini ujian begitu pikirnya.


"Kak Rangga romantis juga ya kakak ipar, so sweet banget deh, jadi pengen". Tutur Rania.


"Nanti kamu juga dapat pasangan yang ngga kalah romantis dari mas Rangga dek, aku doain kamu bisa dapet jodoh terbaik".


"Terimakasih kakak ipar". Rania kembali memeluk Nabila.


"Kak aku pergi dulu ya mau makan siang". Rania beranjak dari sofa setelah mencium pipi kanan dan kiri kakak iparnya.


"Mau makan siang sama Rendy dek?". Rania mengangguk cepat sambil cengengesan.


"Ya sudah kamu hati hati ya dek".


Nabila mengantar Rania hingga gadis itu masuk ke mobilnya, menunggu hingga mobil Rania keluar dari pelataran tokonya.


Rangga dan Nabila sedang berada di dalam mobil menuju restoran tempat mereka akan makan siang, seperti biasa Rangga selalu memamerkan kemesraannya dengan Nabila di depan Leon, bermanja manja kepada Nabila di depan Leon membuat Leon semakin merana meratapi kejombloannya.


Entah lah Leon sendiri tidak mengerti dulu Rangga yang ia kenal sangat menjaga image baiknya di manapun ia berada tapi lihatlah semenjak tuan mudanya itu jatuh cinta ia menjadi tidak tahu malu begini, ya walaupun memang ia bersikap seperti itu hanya dengan Nabila, sikapnya terhadap wanita lain masih sama seperti dulu dingin dan angkuh bahkan acuh, tidak hanya dengan wanita dengan semua orang yang tidak ia kenal ia akan bersikap demikian.


Mungkin memang benar jika cinta bisa membuat orang jadi gila, orang yang sedang dimabuk cinta akan mau melakukan hal hal gila demi menunjukkan rasa cintanya terhadap pasangan, rela terlihat gila hanya untuk membuat pasangannya bahagia. Ahh sudahlah Leon masih belum bisa membayangkan jika dirinya juga akan bersikap demikian jika sedang dimabuk cinta.


Tak terasa mobil yang ia kemudikan sudah sampai di parkiran restoran jepang yang menjadi tujuan mereka kali ini, tuan mudanya ingin mengajak Nabila makan siang di restoran jepang, sebelumnya Leon sudah melakukan reservasi ruang VVIP untuk bosnya itu.


Dengan cepat Leon membukakan pintu kedua bosnya itu.


Rangga menggandeng tangan Nabila memasuki restoran diikuti dengan Leon di belakangnya, terlihat seorang manager dan beberapa pelayan menyambut hangat kedatangan mereka membuat Nabila berpikir apakah restoran ini juga milik keluarga Rangga?.


Mereka diantar oleh salah satu pelayan perempuan menuju ruang VVIP.


"Mas, restoran ini milik keluarga kamu juga?".


"Bukan, memangnya kenapa sayang?".


"Ti...tidak..". Jawab Nabila tergagap, Nabila melihat Rania sedang duduk dibalik tirai bambu di ujung sana, Rania sedang makan siang bersama seorang laki laki namun Nabila tidak bisa melihat siapa laki laki itu karena tertutup oleh tirai bambu, hanya terlihat sebagian punggungnya saja.


Seingat Nabila Rania bilang akan makan siang dengan Rendy, berarti laki laki itu adalah Rendy.


"Astaga!, mereka makan siang disini juga? , Bisa gawat kalau mas Rangga tahu". Gumam Nabila dalam hati.

__ADS_1


Nabila menghentikan langkahnya dan berdiri di depan tubuh Rangga, menutupi pandagan suaminya agar tak melihat Rania dan Rendy yang sedang asyik makan siang.


Nabila tidak mau merusak kebahagiaan adik iparnya itu.


"Mas, kita makan di restoran lain saja ya". Nabila menggenggam kedua tangan Rangga.


"Memangnya kenapa yank?". Tanya Rangga penuh selidik, ia curiga melihat istrinya tiba tiba saja bersikap aneh.


"Aku..aku ngga suka masakan jepang mas". Sahut Nabila tergagap, ia benar benar bingung alasan apa yang harus ia pakai agar mereka tidak jadi makan siang disini.


"Kamu yakin?, kamu coba dulu sayang nanti pasti kamu suka".


"Mas, aku ngga mau aku ngga suka". Nabila pura pura merajuk.


"Ayo dong..ayo dong pergi dari sini. Astaga! Kenapa susah sekali membujuknya". Gerutu Nabila dalam hati.


"Tapi Leon sudah memesan tempat VVIP disini untuk kita makan siang yank". Rangga masih kekeh mau makan disini.


"Ya Tuhan bagaimana ini?, Kalau kelamaan disini Rangga akan melihat Rania dan Rendy". Batin Nabila.


Tiba tiba seorang manager yang menyambut kedatangan mereka pun datang menghampiri saat melihat mereka berdua tak juga memasuki ruangan VVIP yang sudah dipersiapkan.


"Maaf tuan Rangga?, Apa ada masalah?". Tanya sang manager restoran.


"Tidak tuan, biarkan kami menyelesaikan masalah kami sendiri. Bisakah anda dan pelayan ini tinggalkan kami sebentar?". Sahut Leon.


"Tentu tuan Leon". Sang manager membungkuk hormat lalu pergi bersama dengan sang pelayan meninggalkan Rangga dan Nabila dan juga Leon.


"Mas Rangga aku ngga mau makan disini, ayo kita cari restoran lain".


"Sayang kamu ini kenapa tiba tiba seperti itu?, apa ada yang kamu sembunyikan?". Rangga semakin curiga.


"Sembunyikan apa sih mas, aku kan sudah bilang aku ngga suka makanan jepang aku lagi pengen makan masakan padang!". Seru Nabila.


Pengunjung restoran cukup ramai, untung saja Rangga masih belum menyadari keberadaan Rania dan Rendy yang berada di balik tirai bambu yang berada di ujung ruangan.


Rangga berdecak kesal.


"Ya sudah kalau kamu ngga mau, biar aku sendiri saja makan nasi padang". Nabila berjalan meninggalkan Rangga.


"Sayang tunggu". Rangga berjalan cepat mengejar Nabila yang sudah hampir keluar restoran.


"Iya kita makan di restoran padang". Tuturnya sambil meraih tangan Nabila lalu menggandengnya.


Nabila bernafas lega, akhirnya berhasil juga membujuk Rangga keluar dari restoran ini.


"Yon, lo urus semuanya ya kita ngga jadi makan siang disini. Kalau mau lo aja yang makan disini kita akan makan di restoran padang, nanti kita ketemu di kantor aja". Tutur Rangga kepada Leon yang berdiri di belakangnya.


Rangga dan Nabila meninggalkan restoran jepang itu dan meluncur menuju restoran padang sesuai permintaan Nabila, sebenarnya Rangga sangat kesal dengan kelakuan istrinya yang tiba tiba minta makan di restoran padang, padahal waktu perjalanan menuju restoran jepang ia sudah bilang kalau mereka akan makan di restoran jepang dan Nabila pun mengiyakan tapi tiba tiba saja istrinya itu tidak mau makan disana.


Namun Rangga lebih memilih mengalah daripada harus melihat Nabila ngambek. Itu akan lebih membuatnya tersikasa.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya kakak...


Tinggalkan komentar kalian untuk penyemangat author, terimakasih sudah mampir😘🙏


__ADS_2