Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 65 Pesta pernikahan


__ADS_3

Setelah acara akad nikah berjalan dengan lancar kini Rangga dan Nabila merayakan resepsi pernikahan mereka masih di hotel yang sama.


Dekorasi yang mewah dan megah bak hutan bunga, pesta bertema internasional ini mengusung dekorasi modern bertabur bunga.


Standing flower berlapis kaca di kanan kiri pelamainan, bunga bunga berwarna pastel dan putih menghiasi setiap sudut ruangan.


Lampu gantung dan ornamen kristal di area masuk pengantin menambah kesan mewah serta langit langit ballroom yang dipenuhi lampu lampu kristal ala berlian yang berkilauan membuat dekorasi terlihat begitu megah , lantai dan pilar kaca yang berkilat kilat menambah sentuhan glamour disetiap sudutnya.


Pohon Cerry blossom buatan berdiri sepanjang jalan menuju pelaminan, dan ada juga beberapa potobooth salah satunya di depan pintu masuk ballroom.


Semua dekorasi di setiap spot yang begitu cantik membuat para tamu undangan betah dan tak kuasa menahan hasrat untuk berfoto.


Dalam acara resepsi kali ini Nabila mengenakan gaun putih yang begitu mewah ala princess tak ketinggalan mahkota berlian menghiasi kepalanya serta sebuah buket bunga berwarna abu abu di tangannya.


Sementara itu Rangga tampak sangat tampan dengan setelan tuxedo warna putih dengan dasi berwarna abu abu, di bagian dadanya terdapat boutteniere atau bunga hiasan yang diselipkan di jas, yang senada dengan buket bunga yang Nabila pegang.


Para tamu undangan begitu terkesima menyaksikan sepasang pengantin yang terlihat begitu serasi bak raja dan ratu sedang berjalan anggun melewati red karpet menuju pelaminan saat acara penyambutan kedua mempelai.


Semua lampu dipadamkan hanya ada sorot lampu yang mengikuti kedua mempelai berjalan di atas red karpet, Nabila menggandeng lengan Rangga, pria yang sudah sah menjadi suaminya melewati red karpet yang menjulur panjang menuju pelaminan, aura kebahagiaan terpancar jelas dari wajah keduanya, senyum mengembang terus mereka sunggingkan di wajah cantik dan tampan mereka.


Setelah kedua mempelai telah duduk dengan sempurna di pelaminan semua lampu kembali dinyalakan.


Kali ini awak media tidak diperbolehkan memasuki tempat acara, dikarenakan pesta pernikahan kali ini dihadiri banyak sekali tamu kehormatan dan tamu penting keluarga Pramudita, mereka hanya diperbolehkan mengambil gambar dari sebuah monitor besar yang menayangkan siaran langsung serangkaian acara pesta di luar tempat acara.


Para tamu undangan yang hadir dipersilahkan memberikan ucapan selamat dan menyalami kedua mempelai di atas pelaminan.


Nampak juga disana Rendy beserta kedua orang tuanya hadir dalam pesta tersebut, Rendy menggunakan setelan tuxedo berwarna biru muda membuatnya terlihat sangat tampan.

__ADS_1


Sebenarnya kedua orang tua Rendy sudah melarang anak semata wayangnya itu untuk datang ke pesta itu namun Rendy sangat keras kepala, ia ngotot ingin ikut hadir di acara bahagia wanita yang sangat dicintainya.


Walaupun hatinya tidak baik baik saja ia berusaha menyembunyikannya dari dunia terutama dari Nabila, Rendy tidak mau Nabila merasa bersalah atas kehancuran hatinya saat ini.


Rendy berjalan mengekor kedua orang tuanya memberikan selamat kepada kedua mempelai, langkah Rendy terasa berat seperti enggan melangkah, sekujur tubuhnya mendadak lemas serasa ia tak kuasa menahan berat tubuhnya.


Dengan sekuat tenaga Rendy berjalan akhirnya ia sampai juga di atas pelaminan, bertatap langsung dengan kedua pengantin yang membuat hidupnya hancur seketika.


Rendy menangkap jelas rona kebahagiaan dari wajah Nabila membuat hatinya meringis perih, seperti ada belati menancap pada luka yang menganga disana.


"Selamat ya". Rendy menjabat tangan Rangga dengan penuh kekesalan, Rangga tak mengeluarkan sepatah katapun ia lebih memilih acuh.


Rendy bergeser menjabat tangan Nabila, menatap wajah Nabila dengan sendu. Bulir bening tiba tiba saja menggenang dikedua bola matanya, membuat Rendy beberapa kali mengerjapkan matanya agar bulir bulir itu tak jatuh di depan Nabila.


"Selamat ya Bil, semoga kamu bahagia". Ucap Rendy dengan nada sedikit bergetar.


"Terimakasih Ren". Tutur Nabila tersenyum, Nabila merasa bersalah kepada Rendy namun Nabila berdoa semoga Rendy bisa melupakan dirinya dan mendapatkan wanita yang lebih baik darinya.


Rendy tak mau berlama lama ada di atas pelaminan takut kalau ia tidak akan bisa mengontrol dirinya, sebenarnya ingin sekali ia bersimpuh memohon kepada Nabila untuk membatal pernikahan ini tapi itu adalah hal gila yang tidak mungkin ia lakukan.


Kedua orang tua Rendy bergabung dengan para pengusaha lainnya yang mereka kenal disana, Rendy memilih pergi mencari minuman yang bisa menenangkan hati dan pikirannya.


Lama Rendy mencari cari keberadaan minuman itu di antara semua hidangan pesta namun tak menemukannya juga, akhirnya ia berpapasan dengan seorang pria dengan setelan kemeja putih dan rompi hitam serta dasi kupu kupu di lehernya tengah membawa nampan dengan beberapa gelas cairan berwarna merah yang ia yakini itu adalah anggur.


Rendy menghentikan langkah sang pelayan pembawa minuman itu, lalu ia mengambil dua gelas anggur tanpa menunggu lama ia segera menenggak habis isi dari dua gelas yang ada di genggamannya.


Tidak bisa dipungkiri minuman itu sedikit membuat Rendy lebih baik, walaupun tidak bisa menyembuhkan rasa sakit dan perih di hatinya setidaknya bisa mengurangi rasa itu walaupun sedikit.

__ADS_1


Rendy tersentak kaget saat punggungnya ditepuk oleh seseorang.


"Ren, kamu datang juga?, aku pikir kamu ngga akan datang Ren!". Tanya Maya setelah menepuk bahu Rendy.


"Aku ingin menyaksikan sahabatku bahagia, mana mungkin aku ngga datang dihari bahagianya". Tutur Rendy sambil tersenyum kecut, hatinya kembali teriiris mengingat ini adalah hari bahagia Nabila namun hari kepedihan baginya.


"Yang sabar Ren, kita mendoakan yang terbaik untuk kalian. Untuk kamu dan juga Nabila semoga kalian bahagia dengan jodoh kalian masing masing". Timpal Lisa sambil menepuk nepuk punggug Rendy.


"Terimakasih Lis". Rendy meletakkan dua gelas kosong yang di pegangnya di meja bundar yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Pembawa acara mempersilahkan semua tamu undangan yang hadir untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.


Para tamu diarahkan untuk mengambil hidangan lalu diarahkan untuk duduk di kursi dengan meja bundar yang jumlahnya ada ratusan disana.


"Ren ayok kita makan". Maya menarik tangan Rendy untuk mengekor dirinya dan lisa yang hendak mengambil hidangan.


Selama para tamu menikamati hidangan, Nabila dan Rangga sibuk dengan sesi foto dengan keluarga, serta para tamu undangan yang meminta foto bersama.


Rendy, Lisa dan Maya nampak sedang menikmati hidangan pesta, sesekali Lisa dan Maya membuat lelucon atau candaan untuk menghibur sahabatnya yang sedang patah hati itu.


Rendy benar benar bosan denga acara pestanya, entah karena hatinya yang sedang tidak baik atau apa namun ia merasa benar benar ingin meninggalkan pesta itu secepatnya berharap tidak melihat lagi kebahagiaan antara Rangga dan Nabila yang membuatnya iri setengah mati.


Rendy membeliak saat manik hitam miliknya menangkap sosok gadis cantik yang tengah tersenyum lepas bersama teman temannya, gadis cantik dengan balutan gaun pesta berwarna merah dengan bordiran dan renda mengelilingi bagian bawahnya yang berbentuk lebar dan panjangnya hanya sampai di atas lutut gaun tanpa leher membuat bahu putihnya terekspos jelas begitu juga dengan leher jenjang yang di hiasi kalung berlian membuat penampilannya tampak sempurna.


Rendy beranjak dari kursinya tidak melanjutkan makannya membuat Maya dan Lisa bertanya tanya.


"Kamu mau kemana Ren?". Tanya Lisa sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Ada urusan, aku tinggal dulu ya". Tuturnya, matanya tak lepas dari gadis cantik yang hendak ia hampiri.


__ADS_2