
"Sayang lihat, disana ada penyewaan sepeda, ayo kita naik sepeda". Rangga menunjuk sebuah tempat penyewaan sepeda dan motor.
Nabila mengangguk antusias, Rangga berdiri tangannya membersihkan celananya dari pasir yang menempel "Kamu tunggu disini saja ya, biar aku yang kesana".
"Ya sudah, jangan lama lama mas". Sahut Nabila, Rangga yang sudah mulai menjauh hanya mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.
Tak lama kemudian Rangga kembali dengan membawa sebuah sepeda tandem, Nabila yang sudah sejak tadi menunggu Rangga beranjak duduk, matanya berbinar senyumnya merekah sempurna melihat Rangga datang dengan membawa sepeda.
Rangga mulai menaiki sepedanya, mengulurkan tangannya kepada Nabila yang masih bergeming.
"Ayo sayang naik". Rangga sedikit menggerakkkan kepalanya ke belakang mengisyaratkan agar istrinya itu segera naik di bagian belakang.
Nabila pun beranjak dari duduknya, Nabila segera menaiki sepeda yang memang sengaja dirancang untuk dikendarai dua orang pengendara sepeda.
Rangga dan Nabila mengayuh sepedanya berkeliling pantai, rona bahagia terpancar jelas dari wajah keduanya.
Semua wisatawan disana yang sedang duduk dan berbaring di bawah tenda payung besar turut merasakan kebahagiaan Nabila dan Rangga saat mereka berdua melintas dihadapan mereka.
Rangga dan Nabila menyusuri pantai berkeliling kesana kemari menghabiskan waktu bermain sepeda.
Nabila merentangkan kedua tangannya sambil tertawa bahagia, mereka pun tak mau melewatkan moment itu segera Rangga meraih ponselnya dan mengambil foto mereka berdua, berselfie ria.
Tak puas bermain sepeda Rangga pun memutuskan mengajak Nabila untuk bermain jet ski, water sport yang banyak diminati para wisatawan jika bermain di pantai.
"Sayang, ayo kita bermain jet ski". Ujar Rangga setelah mengembalikan sepedanya ke tempat penyewaan.
"Aku ngga mau, aku takut mas".
"Kenapa takut kan ada aku yank, Aku sudah sering bemain jet ski jadi kamu tenang saja".
__ADS_1
"Tapi mas, aku benar benar takut".
"Apa yang kamu takutkan?, lihat ombak disini tidak terlalu besar dan airnya cenderung lebih tenang, semuanya akan baik baik saja. Percayalah".
"Kamu yakin mas?".
"Sangat yakin, ayo kita kesana". Rangga menggandeng Nabila menuju tempat penyewaan jet ski.
Sebelum bermain jet ski Rangga dan Nabila terlebih dahulu mendengarkan sedikit penjelasan pemandu tentang tata cara mengendarai jet ski, pengenalan mesin, rem, gas dan teknik mengendarai jet ski yang benar serta tentang keamanan untuk menghindari terjadinya tabrakan dengan pengendara jet ski lainnya.
"Mas aku takut". Nabila bersembunyi di balik tubuh Rangga saat pemandu jet ski menjelaskan beberap hal kepada mereka.
"Tenang sayang jangan takut, ini hanya permainan". Rangga merangkul bahu Nabila, menenangkan istrinya yang terlihat gelisah dan ketakutan.
Pemandu menyerahkan kedua jaket pelampung berwaran oranye untuk dikenakan kepada Rangga dan Nabila, Rangga meraihnya dari tangan pemandu lalu memberikannya kepada Nabila.
"Pakai ini sayang". Rangga menyerahkan sebuah jaket pelampung untuk Nabila kenakan.
"Sayang, ini adalah salah satu olahraga air favoritku jadi kamu tenang saja semuanya akan baik baik saja, sini biar aku pakaikan". Rangga memakaikan jaket pelampung itu ke tubuh Nabila, lalu ia pun segera memakainya.
Rangga menuntun Nabila mendekati jet ski yang sudah disiapkan untuk mereka, Rangga sudah naik ke atas jet ski namun Nabila bergeming.
"Ayo sayang, kamu akan merasakan keseruannya bermain jet ski nanti". Rangga mengulurkan tangannya membimbing Nabila untuk segera menaiki jet ski.
Dengan takut takut akhirnya Nabila memberanikan diri untuk naik jet ski, kini ia sudah duduk di belakang Rangga, memeluk erat suaminya itu dengan mata terpejam membuat Rangga terkekeh saat dirinya menoleh kebelakang.
Sang pemandu jet ski pun ikut tersenyum melihat Nabila yang terlihat begitu ketakutan dan enggan menaiki jet ski.
Rangga mulai mengemudikan jet ski dari tepi pantai menuju tengah laut, berputar mengelilingi pantai, Nabila semakin memeluk Rangga erat saat berada di tengah lautan.
__ADS_1
Memacu adrenalin sambil mengangumi dan menikmati pemandangan laut yang spektakuler adalah keseruan yang tak akan terlupakan, Nabila akan menjerit histeris saat Rangga menerjang ombak, memejamkan matanya kuat kuat membuat Rangga tertawa geli.
"Sayang buka matu, lihat ini sangat seru!". Seru Rangga di tengah tengah permainannya.
"Aku ngga mau!". Nabila semakin erat memejamkan matanya.
"Sayang, lihatlah pemandangannya sangat bagus. Bukalah matamu dan nikmati permainannya".
Nabila penasaran, ia membayangkan betapa indahnya pemandangan laut lepas jika dilihat dari tengah tengah laut seperti sekarang ini, tapi sungguh ia sangat takut, tidak berani untuk membuka matanya.
"Sayang, kamu relaks saja ngga usah tegang begitu. Coba buka matamu perlahan".
Nabila mencoba mengintip dengan membuka perlahan satu matanya, wow sangat menakjubkan ia membuka kedua matanya bersamaan pemandangan yang spektakuler benar benar sangat indah ah Nabila tidak ingin melewatkannya begitu saja.
Kini ia mulai mencoba menikmati permainannya, tertawa dan menjerit saat Rangga kembali menerjang ombak.
Setelah beberapa menit berada di atas jet ski akhirnya Nabila mulai menikmatinya, memeluk Rangga dengan erat sambil menikmati pemandangan pantai yang sangat indah itu.
Mereka berdua begitu bahagia menikmati keseruan bermain jet ski, tertawa lepas di tengah lautan melepas segala penat, stress, keluh kesah mereka membiarkannya lenyap terbawa angin pantai yang berhembus kencang.
Setelah puas bermain jet ski Rangga dan Nabila memutuskan untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan, namun sebelun itu mereka terlebih dulu mampir ke toko baju yang ada di sekitar pantai untuk membeli baju mereka yang sudah basah terkena air laut.
Nabila dan Rangga membeli baju pantai couple dengan warna dan motif yang sama di padukan dengan celana pendek berwarna putih.
Kini mereka berdua sedang asyik menikmati makanan mereka di sebuah cafe di pinggir pantai, mengisi perut yang sudah keroncongan, menambah energi yang sudah banyak terkuras setelah hampir seharian bermain di pantai.
Setelah mereka selesai makan Rangga dan Nabila kembali ke pantai untuk menikmati indahnya sunset, hari semakin sore justru wisatawan semakin berdatangan untuk menikmati moment indah saat sang mentari kembali ke peraduannya.
Ada banyak sekali tempat nongkrong di tepi pantai untuk bisa melihat sunset di tepi pantai, tempat duduk warna warni terlihat sangat unik dan asyik.
__ADS_1
Menikmati suasana senja di pantai memang sangat menyenangkan dan menenangkan, terlebih lagi menikmatinya dengan pasangan akan terasa sangat romantis.
Rangga dan Nabila juga tak mau melewatkan moment yang sangat jarang mereka saksikan itu begitu saja, mereka ingin mengabadikan setiap moment indah saat sang mentari kembali ke peraduannya itu menjadi sebuah kenangan indah nan romantis.