Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 101 tidak akan meninggalkanmu


__ADS_3

Satu tahun sudah berlalu namun Nabila dan Rangga masih belum juga diberikan momongan, ada rasa kecewa dalam diri Nabila saat tamu bulanan datang.


Pasalnya ia sungguh sangat menginginkan agar cepat memiliki anak bersama Rangga, walaupun Rangga tidak terlalu menekannya untuk segera memiliki anak tentu saja ia sendiri tahu bagaimana sumaminya itu sangat menginginkan kehadiran buah cinta mereka, Nabila tahu Rangga juga tidak sabar menunggu kehadiran malaikat kecil untuk melengkapi kebahagiaan mereka namun Rangga memang sengaja tidak menunjukkan itu kepada Nabila, Rangga tidak mau Nabila merasa sedih dan bersalah karena belum bisa memberikannya anak.


Kedua orang tua Rangga juga tidak begitu mendesak Nabila dan Rangga untuk segera memiliki anak mereka takut jusrtu akan membuat anak dan menantunya itu stres.


Nyonya Rani dan tuan Angga menyarankan Nabila dan Rangga mengikuti serangkaian program hamil namun sampai saat ini Tuhan masih belum memberikannya.


Rangga dan Nabila baru saja keluar dari ruangan Dokter OBGYN, raut wajah Nabila begitu sedih walaupun Dokter bilang tidak ada masalah yang berarti pada kesuburan dirinya dan Rangga namun Nabila tetap merasa sangat sedih.


Dokter meminta Rangga dan Nabila menjalani pola hidup sehat, pola makan sehat, dan mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan kesuburan secara rutin sesuai anjuran Dokter.


Program kehamilan yang mereka jalani juga dalam pengawasan ketat Dokter ahli, Dokter juga menyarankan keduanya untuk tidak terlaku kelelahan dalam menjalani aktivitas sehari hari.


Hal itu membuat Rangga melarang Nabila untuk datang setiap hari ke tokonya, ia hanya mengijinkan Nabila kuliah saja.


Awalnya Nabila menolak Namun ia juga sangat menginginkan anak jadi mau tidak mau ia menuruti semua aturan yang telah dibuat suaminya itu.


Tokonya diurus oleh Aditya dan Dea, Nabila hanya berkunjung sesekali saja itu pun harus di temani Rangga, karena Rangga takut jika membiarkan Nabila pergi sendiri istrinya itu akan melakukan pekerjaan berat yang bisa membuatnya kelelahan.


"Sayang jangan sedih, kita akan terus berusaha, kita pasti bisa mendapatkan buah cinta kita," Rangga menangkup wajah Nabila yang sendu lalu mengecup keningnya sekilas.


"Mas, bagaimana kalau aku ngga bisa ngasih kamu anak?, apa kamu masih tetap mencintaiku?" Mata Nabila berkaca kaca.


"Sssstt, kamu ini ngomong apa yank, kamu ngga dengar tadi Dokter bilang apa! Dokter bilang tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan kita berdua subur hanya Tuhan memang belum mengijinkan kita punya anak," pungkas Rangga, ia memeluk Nabila yang sudah menitikan air mata.


"Lagi pula kita baru satu tahun menikah yank, wajar saja kita belum di kasih momongan bahkan di luar sana banyak yang bertahun tahun menikah baru bisa punya anak."


"Tapi mas, aku takut aku ngga bisa ngasih kamu anak," Tubuh Nabila bergetar karena tangis, air matanya membasahi jas hitam yang Rangga kenakan.

__ADS_1


"Jangan berpikir begitu nanti kamu stres yank, yang penting sekarang kita berdoa dan berusaha. Kita akan melakukannya lebih rajin lagi," Rangga melepas pelukan Nabila tersenyum jahil.


"Sudah ya, jangan mikirin itu lagi. Sekarang kita pulang," Rangga menyapu air mata Nabila dengan kedua ibu jarinya.


"Asal kamu tahu walaupun kamu ngga bisa ngasih aku anak, aku tidak akan meninggalkanmu aku akan tetap mencintaimu, menua bersamamu sampai ajal menjemput,". Rangga menggenggam erat kedua tangan Nabila, kata kata Rangga membuat Nabila terharu , air matanya kembali menyeruak membasahi pipinya.


"Aku mencintaimu mas," Nabila kembali menghambur di pelukan Rangga.


"Aku juga sangat mencintaimu sayang. Masalah anak kita bisa mengadopsinya kalau kamu mau, tapi sekarang kita berusaha saja dan berdoa yank, kita baru setahun menikah mungkin usaha kita kurang giat."


"Ya sudah kita pulang ya," Rangga melepas pelukannya, menggandeng tangan Nabila menuju parkiran rumah sakit.


Di dalam perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka, Rangga tengah fokus mengemudi sementara Nabila hanyut dalam pikirannya sendiri.


Kruuuuyukkk...kruyyuukk...


Suara keroncongan perut Nabila memmecah keheningan, Rangga menoleh sambil tersenyum membuat Nabila ingin menenggelamkan wajahnya di dasar laut.


"Sabar ya, sebentar lagi sampai rumah," ujar Rangga mengusap pelan rambut Nabila.


"Kenapa kita ngga mampir makan malam di luar saja mas?"


"Ngga yank, kamu harus menjaga pola makanmu, di luaran belum tentu sehat makanannya. Lebih baik makan di rumah ada chef yang sudah mengatur pola makan sehat kamu," terangnya.


Semenjak Rangga dan Nabila melakukan program hamil, Rangga meminta chef di rumahnya untuk selalu menyediakan makanan sehat untuknya dan untuk Nabila serta mengonsultasikannya terlebih dulu kepada ahli gizi dan Dokter ahli.


"Iya mas," Lagi lagi Nabila harus menurut.


Setelah sampai di rumah Nabila dan Rangga segera menuju ruang makan, semua hidangan sudah tetats rapi di meja makan.

__ADS_1


Rangga dan Nabila pun menikmati makan malam berdua saja, karena kedua orang tua Rangga sedang berada di luar negeri.


Beberapa saat kemudian Rangga dan Nabila menuju kamar mereka berdua setelah selesai makan menghabiskan makan malamnya.


Nabila berjalan menuju tempat rias, untuk membersihkan make up tipis di wajahnya sementara Rangga masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.


Rangga keluar dari kamar mandi dan hanya memakai celana pendek dengan betelanjang dada, pakaian yang ia kenakan sudah ia letakkan di keranjang loundry.


Rangga menghampiri Nabila memeluknya dari belakang.


"Mas aku mau ke kamar mandi dulu," Nabila melepaskan tangan Rangga yang melingkar di perutnya.


"Baiklah, jangan lama lama, aku akan menunggumu di tempat tidur sayang," bisiknya.


Rangga berjalan menuju tempat tidur setelah Nabila meninggalkannya ke kamar mandi.


Nabila menggosok giginya, mencuci mukanya lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidurnya.


Nabila keluar dari kamar mandi, ia menghentikan langkahnya saat melihat Rangga telah duduk menunggunya sambil mengerlingkan matanya.


Sudah bisa Nabila pastikan malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk dirinya dan Rangga, memanskan ruangan dengan gelora cinta mereka.


****


Haaii readers terimakasih sudah mampir, tetap ikuti terus kelanjutan novel ini yaa..


Jangan lupa like, vote dan ratenya kakak..


tinggalkan komentar kalian sebagai penyamangat author

__ADS_1


Siapa yang kangen sama Rania? besok Rania pulang lohh, tungguin kisahnya ya.. hehe


__ADS_2