Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 113 Bertemu dengannya


__ADS_3

Nabila menjalani tri semester pertamanya tidak mudah, setiap pagi ia mengalami morning sickness, mual dan muntah setiap pagi dan setiap mencium bau yang terlalu menyengat, seperti bau parfum, bau bensin, bau masakan baru matang pun Nabila tidak suka bahkan bau nasi hangat pun perutnya akan langsung mual.


Nabila juga tidak bisa makan apapun kecuali yang ia benar benar inginkan, hal itu membuat Rangga kualahan menghadapinya belum lagi moodnya yang cepat sekali berubah, namun Rangga menjadi suami yang siaga siap melakukan apapun yang Nabila minta, Rangga berpikir mungkin perjuangan dirinya menghadapi Nabila tidak ada apa apanya jika dibandingkan perjuangan Nabila menjalani harinya dalam masa ngidamnya.


Perutnya akan menolak makanan yang masuk terlebih lagi nasi, mencium baunya saja sudah membuat Nabila mual, Nabila hanya memakan potongan buah segar, bubur kacang hijau, roti atau apapun yang ia inginkan.


Setiap pagi Rangga akan memijat tengkuk Nabila saat istrinya itu mulai muntah muntah, Rangga akan terjaga tengah malam jika istrinya sudah mulai keinginan yang aneh aneh saat orang orang sedang terlelap tidur, Rangga juga meminta Nabila untuk mengambil cuti kuliahnya selama dua semester, dikarenakan kondisi Nabila yang tidak memungkinkan untuk masuk kuliah setiap harinya.


Setelah kedua orang tua Rangga tahu kabar mengetahui kabar kehamilan Nabila mereka rutin mengadakan pengajian tiap bulan di kediamannya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus untuk mendoakan calon bayi yang ada di dalam kandungan Nabila.


Tiga bulan sudah berlalu Nabila sudah berhasil melewati masa ngidamnya, kini selera makannya sudah kembali normal rasa mual dan muntah pun sudah jarang ia rasakan, namun Rangga tetap tidak memperbolehkan Nabila untuk beraktivitas berlebihan.


Sekarang Nabila tengah asyik menonton film drama kesukaannya sambil memeluk setoples cookies, mulutnya tak henti mengunyah cookies coklat yang kini tinggal setengah toples.


"Kakak nanti kalau kak Rangga pulang bilang aku pergi hangout sama teman temanku," tiba tiba Rania duduk di samping Nabila mengejutkannya.


"Ya ampun dek, kamu bikin kaget saja," Nabila memegangi jantungnya berdetak lebih cepat. Rania terkekeh.


"Kamu sudah hubungi kakakmu? Kamu tahu sendiri bagaimana kalau sudah marah, mending kamu ijin dulu dek," tutur Nabila.


"Aku sudah mengiriminya pesan tapi belum di balas kak, sampaikan saja ya," Rania mengerlingkan matanya.


"Ya sudah tapi kamu jangan pulang larut malam, nanti kakakmu marah!" Ujar Nabila memperingati.

__ADS_1


"Siap bos," Rania hormat ala militer sambil terkekeh.


"Sudah ah aku mau pergi, teman temanku sudah menungguku," Rania beranjak dari sofa meninggalkan Nabila.


Kata orang malam Minggu itu malamnya anak muda, bagi rania ia wajib hangout bersama teman temannya, ya walaupun dirinya jomblo setidaknya ia bisa menghabiskan malam Minggu dengan bercanda tawa bersama teman teman temannya.


Rania melajukan mobilnya menuju sebuah club malam, ya teman temannya sudah menunggunya di club malam, sudah lama mereka tidak masuk kesana dan malam ini teman temannya mengajaknya untuk menikmati malam Minggu disana.


Rania pun berpikir tidak ada salahnya memenuhi ajakan teman temannya untuk sekedar bersenang senang melepaskan penat setelah satu minggu bergelut dengan pekerjaan sekaligus untuk mengalihkan pikirannya dari Rendy, sampai saat ini gadis itu masih belum bisa melupakan pria itu.


Rania mencari cari keberadaan teman temannya, Rania menajamkan indera penglihatannya karena lampu yang temaram, Rania menghampiri segerombolan gadis yang tengah berjingkrak jingkrak di bawah gemerlap lampu warna warni menikmati dentuman jedag jedug musik yang dimainkan seorang Dj profesioanal yang di datangkan langsung dari luar negeri.


Mereka adalah teman teman Rania yang sejak tadi dicarinya, Rania pun ikut menikmatinya bersenang senang bersama teman temannya, sejenak melupakan segala masalah percintaan rumit yang ia alami.


Jika Rania menuruti mereka mungkin dirinya bisa pulang pagi tentu saja Rangga akan murka, jam segini saja sudah terlambat pulang bagi Rania dan sudah pasti Rangga akan memarahinya.


Rania berjalan menuju parkiran, menyalakan mesin mobilnya saat dirinya sudah berada di balik kemudi, namun ia kembali mematikannya saat ia melihat seorang pria berjalan terhuyung huyung seperti kehilangan keseimbangan, sepertinya pria itu sedang mabuk dan sialnya Rania mengenali pria itu, pria itu adalah Rendy.


Rania segera turun dari mobilnya, menghampiri Rendy yang benar benar sudah tidak bisa mengendelikan keseimbangan tubuhnya.


"Rendy," Rania memanggil nama pria itu, membuatnya mendongakkan wajahnya menatap Rania.


Rendy tersenyum, namun ia kembali berjalan meninggalkan Rania, pria itu berjalan sempoyongan hingga hampir menabrak deretan mobil yang berjajar disana.

__ADS_1


Raniapun tidak tega membiarkannya pulang dalam kondisi seperti itu.


"Rendy, biar aku antar kamu pulang," ujar Rania, tangannya sudah mulai memapah Rendy menuju mobilnya.


"Kamu siapa?" Tanya Rendy menatap lekat wajah Rania yang sedang memapahnya. Kesadaran Rendy sudah melayang layang membuatnya tak mengenali gadis yang kini ada di sampingnya.


"Aku Rania Ren," tutur Rania, hidungnya mengernyit saat aroma alkohol yang menguar menelasak masuk ke indera penciumannya.


"Rania?" Tanyanya sambil menangkup wajah Rania membuat Rania tersentak.


"Kamu kemana saja, kenapa kamu menghilang?" Racaunya.


"Aku sangat merindukanmu Rania," racaunya lagi, Rania terperangah. Benarkah Rendy merindukannya?


Rania seperti baru saja merasakan sejuknya air pegunungan mendengar ucapan Rendy, ada rasa bahagia dalam dirinya.


Selama ini ia mati matian melupakan pria itu, dan sekarang dirinya bertemu lagi dengannya, rasanya perjuangannya untuk melupakan pria itu sia sia saja, hanya dengan mendengar kata rindu dari Rendy dirinya sudah kembali terperangkap dalam cintanya.


****


Jangan lupa like, vote dan ratenya ya kakak..


Tinggalkan komentar kalian juga ya...

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti novel ini


__ADS_2