Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode14 Jangan Menghindariku


__ADS_3

Hari senin mungkin bagi sebagian orang adalah hari yang paling menyebalkan, hari yang panjang untuk memulai kembali rutinitas harian, namun tidak untuk Nabila Ia selalu semangat untuk menjalani hari hari nya, seperti sekarang terlihat Nabila dengan semangat mengerjakan tugas kuliahnya dibawah tenda payung dengan meja bundar yang ada di dekat taman yang tak jauh dari kelasnya. Nabila mengerjakan tugasnya dengan sangat serius sampai sampai Ia tidak menyadari ketika kedua sahabatnya bergabung duduk bersamanya.


"Eheem, serius banget kayaknya". Maya berdehem sambil mendudukkan tubuhnya bergabung dengan Nabila di bawah tenda payung.


"Heyy, kalian udah disini?". Ucap Nabila sambil tersenyum.


"Kamu ngerjain apa Bil?, Kayaknya serius banget". Lisa menatap buku buka yang ada di depan Nabila.


"Aku lagi ngerjain tugas kuliah , ini nanggung sedikit lagi". Jawabnya sambil terus melanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya.


"Makan siang yukk aku udah laper banget nih". Maya memegangi perutnya yang tidak berhenti berbunyi.


"Tunggu 5 menit lagi ya May, please". Nabila mengatupkan kedua tangannya kepada Maya dan memasang muka memelas.


"Baiklah". Ucap Maya. Maya dan Lisa menemani Nabila menyelesaikan tugas kuliahnya. Beberapa saat kemudian ketiga gadis itu seperti mendengar suara Rendy yang mendekat, mereka bertiga menoleh mencari sumber suara dan benar saja Rendy sedang berjalan menuju arah mereka.


"Kalian disini ?". Rendy berjalan menuju tenda payung tempat ketiga gadis itu berada.


"Haii Ren". Maya menyapa nya.


"Kalian udah makan siang?". Tanya Rendy.


"Belum, nanti ini nunggu Nabila menyelesaikan tugas kuliahnya dulu". Jawab Lisa.


"Akhirnya selesai juga". Ucap Nabila sambil merapikan buku buku nya dan memasukkannya ke dalam tasnya.


"Ayo kita makan siang". Ajak Nabila mulai beranjak dari duduknya, begitu juga dengan Lisa , Maya dan Rendy.


Ketiga gadis itu beserta Rendy berjalan menuju cafe kampus yang terletak tak jauh dari taman, setelah sampai di cafe mereka mendudukkan tubuhnya di kursi setelah mendapatkan meja kosong untuk mereka tempati. Mereka memesan beberapa makanan untuk jadi menu makan siang merera, tak berapa lama pesanan pun datang, tak menunggu waktu lagi mereka segera menikmati makanan yang sudah mereka pesan, setelah selesai makan siang mereka tak langsung meninggalkan cafe melainkan tetap melanjutkan obrolan mereka, saat mereka sedang asyik mengobrol tiba tiba Rangga dan Alan datang menghampiri meja yang mereka tempati.


"Nabila, bisa kita ngobrol sebentar ?". Tanya Rangga kepada Nabila.


"Mau ngomong apa?, Ngomong aja disini. Ucap Nabila tanpa menatap Rangga.


"Tidak bisa disini". Rangga menatap Rendy yang tak berhenti menatapnya.


"Baiklah". Nabila beranjak dari duduknya dan mencari meja kosong untuk Rangga dan dirinya mengobrol, setelah menemukan meja kosong Nabila segera menarik kursi dan mendaratkan pantatnya di sana, diikuti dengan Rangga yang juga duduk di kursi di hadapan Nabila. Sementara Alan memilih untuk bergabung ke meja Lisa, Maya dan Rendy.


"Mau ngomong apa?".Nabila mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


"Kenapa kamu ngga mau lihat lawan bicara kamu?, Bukankah itu sangat tidak sopan?". Ucap Rangga.


"Buruan mau ngomong apa , aku ngga punya banyak waktu". Tutur Nabila masih tetap mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Semenjak peristiwa di rooftop kampus tempo hari membuat Nabila kecewa sekaligus malu kepada Rangga, itulah sebabnya Ia enggan menatap wajah Rangga.

__ADS_1


"Udah beberapa hari ini kamu ngga masuk kerja, kenapa?". Tanya Rangga.


"Aku udah mengundurkan diri, apa pak Iwan tidak memberi tahumu?".Jawab Nabila.


"Iwan udah memberitahuku tapi apa alasan kamu sampe mengundurkan diri, apa gara gara kejadian tempo hari?". Tanya nya lagi.


"Aku sudah punya kerjaan lain, maaf". Ucap Nabila mencoba menatap Rangga saat pandangan mereka beradu dengan cepat Ia melempar pandangannya ke sembarang arah kembali.


"Kamu kerja dimana sekarang?". Tanya Rangga penasaran.


"Bukan urusan kamu mas". Jawabnya cepat.


"Apa kamu belum maafin aku?, Tolong jangan menghindar dari aku Bil". Rangga mencoba meraih tangan Nabila yang berada di atas meja namun Nabila segera menarik tangannya dari atas meja.


"Aku udah maafin kamu mas, dan aku juga ngga menghindar dari kamu".


"Terus kenapa sikap kamu kayak gini?, Tiba tiba kamu mengundurkan diri dari restoran, dan kamu ngga pernah balas pesanku, ngga pernah mau angkat telfonku, apa itu namanya kalau bukan menghindar". Ucap Rangga dengan nada sedikit kesal.


"Aku cuma ngga mau kamu berantem terus sama Rendy gara gara aku, itu saja".


Tiba tiba datang wanita cantik dengan pakaian yang begitu seksi memasuki cafe dan datang menghampiri Alan.


"Alan ternyata lo disini, gue cari lo kemana mana , dimana Rangga ?". Wanita itu menepuk bahu Alan , dan sekilas menatap Rendy, Lisa dan Maya dengan tatapan dan senyuman sinis.


"Sania?, Gue kira lo udah lenyap dari muka bumi ini". Sahut Alan sambil terkekeh.


"Sialan lo !!, Dimana Rangga?". Tanyanya lagi.


"Bentar deh gue mau nanya, selama beberapa bulan ini lo ngilang kemana?". Tanya Alan penasaran.


"Kenapa?, lo kangen sama gue?".


"Cihh, PD banget lo".


"Lo ngga lihat perubahan wajah gue?, Lihat gue makin cantik kan?, Gue habis dari Korea Selatan , gue habis operasi plastik ". Jawab Sania dengan bangganya.


"Operasi plastik?". Alan menahan tawanya sambil memperhatikan dengan seksama perubahan wajah Sania.


"Perasaan sama aja, apa bedanya? ".


"Lo ngga lihat hidung gue lebih mancung dari sebelumnya ?". Tanya nya lagi.


"Hahaha". Alan tertawa lepas yang membuat Sania meradang, wanita itu mencubit perut Alan dengan sangat kuat hingga Ia memekik kesakitan.

__ADS_1


"Awwwwww , sakit . Sialan lo!!". Alan memekik kesakitan.


"Rasain lo, suruh siapa lo ngetawain gue". Tutur Sania dengan nada penuh emosi.


"Sorry, sorry, habisnya gue lihat hidung lo malah jadi seperti hidung pinokio , hahaha". Ucap Alan sambil menahan tawanya. Lisa dan Maya dan Rendy hanya memperhatikan mereka dan tanpa memberi komentar apapun, hanya sedikit menahan tawa saat mendengar ucapan Alan.


"Sudah lah ngga ada gunanya ngomong sama lo, buang waktu. Dimana Rangga cepat kasih tahu gue?".


"Itu dia ada disana". Alan menunjuk Arah meja Rangga dan Nabila.


"Sialan !!, Siapa cewek itu ?!". Umpat Sania dan hendak menghampiri Rangga dan Nabila namun dengan cepat Alan menahannya.


"Lo mau kemana?, Biarin Rangga selesaikan dulu urusannya dengan Nabila, lo tunggu di sini". Alan menahan tangan Sania yang hendak menghampiri Rangga.


Sementara di meja Rangga dan Nabila, Nabila hendak pergi meninggalkan Rangga saat dirasa sudah tidak ada lagi hal yang perlu dibicarakan diantara mereka.


"Sudah ngga ada lagi yang mau dibicarakan kan, kalau begitu aku pergi dulu". Nabila betanjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan Rangga.


"Nabila tunggu, Bil..Nabila..!". Rangga memanggil Nabila namun Nabila tak menghiraukannya, Ia terus saja berjalan menuju meja teman temannya.


Bersamaan dengan itu Sania dengan cepat melepaskan tangan Alan yang sedari tadi menahan tangannya.


Sania berjalan menuju meja Rangga dan saat berpapasan dengan Nabila Ia menatap Nabila penuh kebencian, memperhatikan penampilan Nabila dari atas sampai bawah lalu melempar senyuman yang mengejek, Nabila hanya mengernyitkan dahinya merasa bingung dengan tingkah wanita yang tidak Ia kenal itu.


"Haii Rangga". Sapa Sania sambil menarik kursi di depan Rangga kemudian mendudukkan tubuhnya disana.


"Ngapain dia muncul lagi sih, sudah bagus dia ngilang, Siall !!". Umpat Rangga dalam hati.


"Rangga , coba lihat bagaimana wajah baruku?, makin cantik bukan?". Ucap Sania dengan bangganya.


"Wajah baru ?". Tanya Rangga tidak mengerti maksud arah pembicaraan Sania.


"Iya, gue habis perbaikan wajah sama operasi hidung, Lihat Cantik kan?".


"Maksudnya lo habis operasi plastik?". Tanya Rangga sambil memperhatikan wajah Sania.


"Iya, bagaimana menurutmu?". Tanyanya lagi.


"Wajah lo makin mirip boneka chucky".


Rangga beranjak dari duduknya kemudian berlalu meninggalkan Sania.


"Sialan!!, gue udah operasi plastik milyaran dia masih ngga tertarik juga, malah ngatain wajahku kaya boneka chucky lagi !!". Umpat Sania.

__ADS_1


Sania berlari mengejar Rangga dan menggelayuti lengan Rangga saat mereka berdua melewati meja Nabila dan teman temannya. Sania melempar senyum mengejek penuh kemenangan kepada Nabila. Wajah Nabila berubah pucat seketika saat melihat Sania bergelayut manja di lengan Rangga, ada sakit yang teramat dalam dan sesak yang tiba tiba menyelimuti dada Nabila. Rendy pun melihat mimik wajah Nabila yang tiba tiba saja berubah pucat dengan tatapan sendu.


__ADS_2