Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 82 Aku sudah tidak tahan


__ADS_3

Melihat Nabila basah kuyup membuat Rangga jadi bergairah, ia mulai menciumi istrinya itu dengan panas, mereka berc*mb* dengan mesranya di dalam kolam renang.


Rangga sejenak melepaskan tubuh Nabila, mereka berenang kesana kemari sambil bergandengan.


Beberapa saat kemudian Rangga sudah tidak bisa menahan lagi gairah yang hampir meledak, ia kembali merapatkan tubuhnya dengan Nabila, lalu kembali m*nc*mb* istrinya dengan penuh gairah.


"Sa..sayang aku sudah tidak tahan". Ucapnya tersenggal.


"Kita lanjutkan di kamar ya". Bisiknys membuat Nabila semakin meremang.


Rangga membawa istrinya menepi, membantunya naik ke tepi kolam lalu tanpa menunggu lama ia segera menggendong Nabila ala bridal style dan membawanya ke kamar, menaiki tangga yang sempat Nabila lewati tadi.


Tak ada penolakan dari Nabila seperti sebelum sebelumnya ia akan menolak jika Rangga menggendongnya namun kaki ini Nabila menurut, ia mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


Tetesan tetesan air dari tubuh mereka memberikan jejak kemana kaki Rangga melangkah.


Setelah sampai di atas balkon dengan susah payah Rangga menggeser pintu kaca yang menjadi pintu masuk kamar itu dibantu oleh Nabila yang masih berada dalam gendongannya.


Rangga segera menanggalkan mini dress yang masih membalut tubuh Nabila, dilanjutkan dengan menanggalkan celana pendek yang ia kenakan.


Kini mereka berdua bergelung di bawah selimut tebal dengan tubuh polos mereka, kembali melakukan percintaan yang begitu panas.


----


Rangga terlihat sangat tampan dengan balutan setelan jas berwarna navy, ia berjalan dengan begitu gagahnya menyusuri koridor kantor dengan kedua tangan yang ia sematkan di kedua saku celananya.


Leon pun tak kalah tampan dengan tuannya, ia memakai setelan jas berwarna hitam berjalan mengekori tuan mudanya.


Suara satu pantofel berwarna hitam mengkilat menggema di sepanjang koridor yang mereka lewati, membuat semua orang yang berada disana memusatkan attensi mereka kepada kedua pria tampan yang sedang berjalan dengan penuh wibawa.


Mereka membungkuk hormat memberi sapaan kepada dua orang penting di perusahaan tempat mereka bekerja.


Hari ini adalah hari yang sangat sibuk buat Rangga jadwal meeting yang hampir setiap jam memenuhi agendanya hari inu.

__ADS_1


Rangga dan Leon menaiki lift yang membawa mereka ke ruangan mereka memulai aktifitas hari senin mereka dengan setumpuk pekerjaan.


"Tuan nanti siang akan ada pertemuan penting dengan calon investor, namun beliau meminta ketemu di saat jam makan siang karena beliau ingin sekalian makan siang bersama".


"Baik, ikuti saja maunya. Persiapkan presentasi yang jelas dan menarik". Sahut Rangga.


"Baik tuan muda". Leon berlalu pergi meninggalkan ruangan Rangga kembali menuju ruangannya yang tak jauh dari ruangan Rangga.


------


Sementara di kediaman Pramudita Rania sedang asyik telfonan dengan Rendy, di dalam kamarnya.


Gadis itu sangat bahagia karena Rendy mengajaknya makan siang bersama hari ini.


Dan akhirnya waktu yang ditunggu tunggu telah tiba, Rania tengah sibuk mempercantik dirinya di depan cermin, dirinya tersenyum puas saat melihat pantulan dirinya yang nampak begitu cantik dengan balutan mini dress berwarna khaki, mini dress yang baru dibelinya kemarin.


Tak lupa dengan tas dan heels baru nya pun menjadi pelengkap penampilannya hari ini.


Rania berjalan keluar dari rumahnya dengan langkah yang begitu ceria, senyuman di wajahnya tak memudar sejak dirinya menerima telefon dari Rendy.


Setelah beberapa menit perjalanan kini Rania telah sampai lebih dulu daripada Rendy, sepertinya gadis itu sangat bersemangat.


Ia mencari meja kosong dan segera menempatinya, memainkan ponselnya menunggu kehadiran Rendy, bahkan ia juga berselfie seorang diri untuk ia upload di akun media sosialnya.


Saat Rania sedang berselfie ria, tiba tiba datang Rendy dan ikut berselfie saat tangan Rania hendak membidik tombol kamera.


"Kamu sudah datang?". Rania menoleh ke arah Rendy yang sudah duduk di sampingnya.


"Sudah, ayo lanjutkan lagi selfienya aku temani". Tuturnya, jadilah mereka berselfie ria sebelum memesan makanan.


"Sudah ah ini sudah banyak banget". Rania mengakhiri kegiatan selfie mereka saat sudah terdapat banyak jepretan mereka berdua memenuhi galerinya.


Mereka pun mulai memesan makanan, tak berapa lama pesanan mereka pun datang dan mereka segera menyantapnya dengan nikmat.

__ADS_1


"Ran, setelah ini kamu mau kemana?". Tanya Rendy sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Ngga kemana mana Ren, kenapa?".


"Gimana kalau kita pergi nonton". Ucap Rendy membuat Rania tersenyum senang ia langsung mengangguk cepat mengiyakan.


Di meja yang lain masih dalam satu restoran, tepatnya di sebuah ruangan VVIP Rangga tengah melakukan pitching di depan kedua calon investornya dengan slide power point, Rangga melakukan presentasi dengan singkat dan padat , mengulas profil perusahaan dan mengenalkan produk yang akan di tawarkan, menguraikan strategi pemasaran yag unik, selain itu Rangga juga menjelaskan mekanisme pengembalian modal yang menguntungkan bagi investor.


Tak memakan banyak waktu akhirnya kedua investor tersebut setuju untuk menanamkan modal di anak perusaahaan Pramudita yang bergerak dalam bidang ekektronik.


Mereka mengakhiri pertemuan mereka dengan berjabat tangan.


"Terimakasih karena tuan bersedia menanamkan modal di perusahaan kami, untuk pertemuan selanjutnya kita akan membicarakan jadwalnya kembali". Rangga menjabat tangan kedua calon investor itu bergantian.


Setelah kedua investor itu meninggalkan ruangan VVIP, Rangga dan Leon pun segera keluar ruangan setelah sebelumbya membereskan berkas berkas materi presentasi.


Sayup sayup Rangga mendengar suara cekikan Rania di sekitar restoran, laki laki itu mencoba mencari cari darimana suara itu berasal, suara yang sangat ia kenali.


Rangga mengedarkan pandangannya menyapu ruangan, dan matanya membeliak saat ia mendapati Rania tengah duduk tertawa dengan seorang laki laki yang paling ia benci.


Rahang Rangga tiba tiba mengetat, giginya mulai terdengar bergemelutuk, kedua tangannya mengepal kuat menahan emosi yang tiba tiba saja menyeruak masuk dalam dirinya.


Dengan langkah lebar ia berjalan menuju meja Rania dan Rendy yang berada di sudut restoran, Leon pun mengikuti kemana kaki tuannya melangkah.


"Rania sedang apa kamu disini dengannya!". Seru Rangga, netranya menghunus tajam ke arah Rendy.


Rania begitu terkejut dengan kedatangan Rangga yang tiba tiba, ia bertambah bingung saat menangkap jelas kemarahan di raut wajah sang kakak.


Rendy pun tak kalah terkejutnya dengan Rania, namun laki laki itu bisa mengontrol emosinya hingga membuatnya terlihat tenang.


"Aku sedang makan siang dengannya, memangnya kenapa kak?". Tanya Rania tidak mengerti.


****

__ADS_1


Haii Readers terimakasih sudah mampir, ikuti terus kelanjutan novel ini ya...


Jika kalian suka tolonh like dan vote novel ini ya jangan lupa tinggalkan komentar kalian untuk penyemangat author🙏😘


__ADS_2