
Hari ini adalah hari dimana acara pertunangan Rangga dan Nabila akan berlangsung, pesta pertunangan yang mengusung tema outdoor di tepi pantai.
Keduanya memilih konsep rustic yang berpadu dengan pemandangan di tepi pantai.
Lokasi acara yang di hias dekorasi cantik yang mencuri perhatian dengan konsep modern rustic garden.
Dekorasi utama dipasang hiasan berbentuk gapura berwarna putih berbalut rambut pampas dihiasi bunga berwarna putih dan pastel.
Venue outdorr memiliki amfiater bergaya eropa, Bunga bunga berwarna putih dan pastel menghiasi setiap sisi venue menambah kesan mewah nan elegant.
Meja tamu undangan pun tak lupa dipenuhi dekorasi bunga dan beberapa batang lilin nan cantik.
Gate kayu tiga lapis dengan dekorasi bunga terpasang menghiasi pintu masuk dengan bunga bunga dan hiasan daun yang merambat di setiap sisinya, rangkaian baby breath menghiasi sepanjang jalur masuk dengan beralaskan rumput sintetis yang membentang.
Sepasang cake pertunanangan yang berbentuk miniatur Rangga dan Nabila menambah kesan mewah di sudut sana.
Semua para tamu undangan terlihat sudah memadati lokasi acara, begitu juga para wartawan dan pencari berita yang tak ingin melewatkan moment ini untuk dijadikan bahan berita.
Serangkaian acara di mulai dengan kedatangan rombongan calon mempelai pria, kunjungan ini disambut hangat oleh keluarga Nabila yang tak lain adalah Aditya dan sahabat sahabat Nabila serta kedua orang tua sahabat sahabat Nabila.
Kedua orang tua Lisa dan Maya sebagai perwakilan keluarga menyambut hangat rombongan dan mempersilahkan mereka duduk di tempat yang sudah disediakan.
Setelah semua duduk acara dibuka oleh MC yang mengucapkan selamat datang, bercerita sedikit tentang calon mempelai lalu menanyakan maksud kedatangan keluarga Rangga menemui keluarga calon mempelai wanita yang tak lain adalah Nabila.
Keluarga Rangga menyampaikan maksudnya, menjawab pertanyaan MC tuan besar Angga menyampaikan tujuan kedatangan mereka yaitu melamar Nabila sang calon mempelai wanita.
__ADS_1
"Assalamualaikum wr wb, sebelumnya saya menghaturkan salam yang diiringi ucapan terimakasih atas penerimaan kami sekeluarga yang telah disambut baik". Tutur tuan besar Angga, berdiri penuh wibawa dengan tangan kanan memegang sebuah mic.
"Perkenankanlah saya menyampaikan tuturkata, untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami, pada hari ini kami hadir ditengah tengah keluarga bapak ibu dalam rangka silaturahmi untuk saling mengenal lebih dekat antara yang satu dengan yang lainnya".
"Serta untuk menyampaikan hajat anak kami Rangga Pramudita untuk meminang Nabila Ramadani Gunawan, mudah mudahan keluarga calon mempelai wanita berkenan untuk menerima lamaran ini, hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada bapak/ibu tak lupa kami mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ada tutur kata yang kurang berkenan di hati, billahittaufik wal hidayah wassalamualaikum wr wb". Tuan besar Angga tersenyum hangat kemudian duduk kembali di kursinya.
Setelah itu MC mempersilahkan Rangga untuk mengucapkan sepatah dua patah lamaran kepada Nabila.
Rangga yang kali ini memakai kemeja batik tulis dengan corak berwarna senada dengan warna kebaya yang Nabila kenakan berdiri dari duduknya, lalu berkata.
"Assalamualaikum wr wb, pertama tama saya ucapkan terimakasih atas penyambutan yang diberikan oleh keluarga calon mempelai wanita, setelah mengenal Nabila cukup lama saya yakin Nabila adalah wanita yang tepat untuk mendampingi hidup saya, saya juga yakin Nabila dapat membawa kebaikan, berkah, dan kebahagiaan dunia akhirat kelak. Karena saya senang dengan kepribadian Nabila yang baik saya merasa nyaman berada disampingnya, tidak lupa juga parasnya yang anggun dan menawan membuat saya tidak pernah bosan memandanginya". Tutur Rangga sambil menatap Nabila yang berada di hadapannya dengan penuh cinta membuat para tamu undangan heboh riuh bersorak sorai.
Semua wartawan dan pencari berita tak kalah heboh sibuk merekam dan mengambil gambar mencari angle yang bagus, mereka tak melewatkan sedikitpun acara demi mendapatkan bahan berita yang bagus.
"Nabila, insyaAllah saya berjanji untuk selalu berusaha dengan segenap kemampuan saya untuk menjagamu sebgaimana orangtuamu menjagamu dulu, maka dari itu kepada keluarga calon mempelai wanita saya mohon ijin untuk meminangnya agar dapat menyempurnakan separuh agama saya, jika keluarga calon mempelai wanita berkenan ijinkan saya untuk membahagiakan Nabila di dunia dan di akhirat dengan menerima lamaran ini". (dikarenakan ortu Nabila sudah tidak ada maka Rangga memintanya kepada keluarga Nabila).
Aditya berdiri dengan tegap "Assalsmualaikum wr wb, saya mewakili keluarga Gunawan menyampaikan selamat datang dan menghaturkan terimakasih yang sebesar besarnya atas kehadiran bapak/ibu sekalian wabil khusus kepada keluarga besar tuan Angga Pramudita yang telah berkenan menyambung silaturahmi dengan keluarga kami, sehingga kita dapat mengenal lebih dekat lagi satu dengan yang lainnya".
"Selanjutnya kami menyampaikan gayung bersambut atas apa yang telah disampaikan oleh keluarga besar tuan Angga Pramudita tentang maksud khitbah atau melamar kakak saya yang bernama Nabila Ramadani Gunawan, bapak/ibu sekalian saya selaku perwakilan dari almarhum orang tua kami menerima kak Rangga Pramudita menjadi bagian dari keluarga kami, akan tetapi kami akan menanyakan terlebih dahulu kepada kakak saya Nabila yang akan menjalani rumah tangga dengan kak Rangga, bagaimana kak apa kakak bersedia menerima lamaran ini?". Tutur Aditya panjang lebar.
"Bismillahirrohmanirrohim, papa dan mama yang Nabila sayangi dengan memohon ridho Allah SWT lalu dengan insyaAllah restu dari mama papa yang ada di surga sana serta restu keluarga besar, Nabila bersedia lahir batin menerima lamaran dari Rangga Pramudita". Ucap Nabila denga diiringi isak tangis, ia sangat merindukan kehadiran orang tuanya disaat moment bahagia seperti ini membuatnya tak bisa menahan tangisnya.
Suasana berubah menjadi haru, semua tamu undangan terlihat berkaca kaca merasa ikut hanyut dalam kesedihan Nabila yang sudah tidak bisa didampingi kedua orang tuanya di moment penting nan bahagia ini.
Setelah mendengar jawaban resmi bahwa lamaran mereka telah diterima, rombongan keluarga Rangga menyerahkan seserahan kepada keluarga calon mempelai wanita yaitu keluarga Nabila.
__ADS_1
Setelah penyerahan seserahan acara dilanjutkan dengan prosesi tukar cincin, pada prosesi ini nyonya Rani yang menyematkan cincin di jari manis Nabila dan Aditya mewakili menyematkan cincin di jari manis Rangga.
Suara riuh tepuk tangan terdengar dari semua tamu undangan yang hadir setelah kedua cincin sudah tersemat di jari kedua calon mempelai.
Rangga dan Nabila berdiri berdampingan sambil menunjukkan punggung tangan yang terdapat jemari yang tersemat cincin dengan senyum bahagia.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan ramah tamah, bercakap cakap saling mengenal satu sama lain antara keluarga calon mempelai, menikmati jamuan pesta untuk tamu undangan yang telah hadir serta sesi foto foto dan bermain di pantai.
Rangga dan Nabila terlihat begitu bahagia namun tidak dengan Rendy, ya pemuda itu juga datang dalam acara pertunangan itu, walaupun orang tuanya melarangnya namun ia tetep kekeh datang alasannya ingin meyakinkan dirinya bahwa Nabila benar benar bahagia, menyaksikan kebahagiaan Nabila dengan mata kepalanya sendiri.
Jika memang gadis itu bahagia dia akan mengikhlaskannya, sulit memang namun dia akan berusaha tapi tidak untuk melupakan hanya mengikhlaskan.
Namun jika tidak terlihat raut kebahagiaan dari wajah cantik Nabila ia bertekad akan membawa Nabila lari dari acara pertunangan ini, begitulah pikiran Rendy.
Acara ramah tamah ini Rendy lebih memilih menyendiri bermain air pantai, berharap segala kesedihannya bisa ikut tersapu ombak yang kini menerpa sebagian tubuhnya.
"Ren". Lisa menepuk bahu Rendy yang tengah duduk menekuk kakinya memandangi lautan lepas.
"Haii Lis". Rendy menoleh sambil mengerjapkan matanya berharap buliran buning yang sudah menggenang tidak jatuh membasahi pipinya.
Lisa mendaratkan tubuhnya duduk disamping Rendy.
"Ren harusnya kamu ngga usah datang, Nabila pasti mengerti". Lisa mengusap bahu Rendy pelan.
"Ngga apa apa Lis, mana mungkin aku ngga datang di hari bahagia sahabatku". Rendy tersenyum getir.
__ADS_1
Lisa sangat paham bagaimana perasaan Rendy saat ini, maka dari itu ia bermaksud menghibur sahabatnya itu dengan mengajaknya mengorol dan bercerita, dan itu sedikit membantu Rendy teralihkan dari rasa sakit hatinya kini ia sudah bisa tersenyum dan tertawa walaupun raut kesedihan masih terlihat jelas diwajahnya.
Sedangkan Maya terlihat sedang asyik memakan jamuan pesta sambil bercanda tawa dengan Alan dan beberapa teman temannya.