Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 107 Mie ayam


__ADS_3

"Kakak ipar?" Rania yang baru saja keluar dari ruangan Rangga berlari menghambur memeluk Nabila.


"Kakak ipar sedang apa disini?" Tanya Rania setelah melepas pelukannya.


"Mau ketemu mas Rangga dek, eh gimana hari pertama kerja?" Tanya Nabila kepada Rania.


"Capek kak, banyak sekali yang harus di urus sampai mau meledak kepalaku" tutue Rania membuat Nabila terkekeh.


"Yang sabar dek namanya juga kerja, di manapun tempatnya pasti ada enak dan tidak enaknya, jalani saja jangan dibuat beban nanti yang ada kamu malah stres sendiri," pungkas Nabila menepuk bahu adik iparnya itu.


"Iya kakak ipar benar, ya sudah aku harus menyelesaikan pekerjaaanku kak, aku tinggal dulu ya," ujar Rania.


"Apa mau aku antar ke ruangan kakak?" Tawar Rania.


"Tidak usah dek, lanjutkan saja pekerjaanmu," ucap Nabila.


Nabila berjalan menuju ruangan Rangga setelah Rania masuk ke dalam ruangannya, gadis itu sebelumnya telah memberitahukan kepada Nabila letak ruangan Rangga.


"Permisi, boleh saya masuk pak?" Ujar Nabila setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.


Leon dan Rangga yang sedang duduk berhadapan membicarakan prkerjaan menghentikan pembicaraannya.


"Masuk," ujar Rangga ia kembali fokus kepada berkas berkas yang ada di meja kerjanya.


Sementara Leon menatap pintu yang masih tertutup rapat itu, menantikan pintu terbuka dan melihat siapa yang datang.


Perlahan pintu berwarna coklat pekat itu terbuka dan menampakkan sesosok wanita cantik yang tak lain adalah istri tuan mudanya.


"Nona Nabila," ucap Leon lirih membuat Rangga mengalihkan atensinya ke pintu.


"Sayang, itu kamu?" Wajah Rangga berbinar saat melihat Nabila berjalan masuk ke ruangannya.


Rangga menutup map berwarna merah yang berisi berkas berkas penting yang harus di pelajarinya, ia berjalan menyambut Nabila. Memeluk dan menciumi wajah istrinya itu.

__ADS_1


"Saya permisi dulu tuan," Leon yang merasa menjadi obat nyamuk pun sadar diri, bergegas keluar ruangan yang sudah mulai menghangat itu.


"Iya keluar sana, nanti lo pengen kan bahaya," ledek Rangga kepada Leon, rasanya Leon ingin sekali mengumpati bosnya itu yang selalu saja meledek kejombloannya.


Rangga membimbing Nabila duduk di sofa yang berada di samping jendela dengan kaca yang begitu jernih menampakkan deretan gedung gedung pencakar langit ibu kota.


Rangga duduk disamping Nabila memutar sedikit tubuhnya sehingga ia bisa leluasa menatap wajah cantik Nabila.


"Ada apa sayang kamu ke kantor? Kenapa tidak memberitahuku? Kamu naik apa kesini?" Rentetan pertanyaan Rangga lontarkan kepada Nabila.


"Kamu kangen ya sama aku," timpal Rangga sebelum Nabila sempat mejawab rentetan pertanyaannya itu.


"Aku cuma mau tahu kantor kamu saja mas, kenapa? Aku ganggu ya? Kalau begitu aku pulang saja," Nabila hendak beranjak dari duduknya namun dengan cepat Rangga menahannya.


Ah Nabila terlalu malu jika harus mengakui bahwa dirinya sangat merindukan suaminya itu, ya Nabila malu karena baru beberapa jam mereka berpisah dia sudah sangat merindukan Rangga pasti orang yang mendengar itu pasti akan mengatainya lebay.


Tapi entahlah Nabila juga tidak mengerti apa yang terjadi padanya, padahal awal awal menikah tidak seperti ini. Bahkan saat ini hatinya sedang berbunga bunga karena bisa menatap wajah suaminya itu.


"Siapa yang bilang ganggu, aku justru sangat senang kamu datang sayang," Rangga memegang kedua tangan Rangga.


"Aku ngga mau makan dirumah mas, aku lagi ngga selera," ujar Nabila.


"Kenapa yank? tadi pagi kamu hanya makan buah jadi sekarang kamu harus makan yang banyak," tegas Rangga.


"Ya tapi aku ngga mau kalau makan dirumah."


"Terus kamu mau makan dimana sayang?" Tanya Rangga.


"Aku lagi pengen banget makan mie ayam mas," Nabila mencecap bibirnya membayangkan semangkok mie ayam yang sangat lezat.


"Mie ayam?" Nabila mengangguk cepat.


"Ngga boleh, itu ngga sehat. Kita kan lagi jaga pola makan sehat yank, dan itu ngga termasuk makanan sehat," ujar Rangga membuat Nabila mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Kita makan dirumah saja ya, pasti chef Ardi sudah menyiapkan makan siang sehat untuk kita," bujuk Rangga.


"Mas aku lagi ngga selera makan dan cuma mie ayam yang pengen aku makan saat ini," ucap Nabila mengiba.


Tapi sungguh Nabila tidak bohong, hari ini memang ia tidak selera memakan apapun tapi entah tiba tiba saja ia ingin sekali makan mie ayam, rasanya di depan matanya seperti ada semangkuk mie ayam dengan potongan ayam dan bumbunya yang kental serta taburan bawang goreng diatasnya ditambah saos dan sambal yang menambah kelezatannya.


"Yank itu ngga sehat, kita kan lagi promil tolong nurut dulu ya," bujuk Rangga lagi.


Wajah Nabila terlihat sangat kecewa, padahal ia hanya ingin makan mie ayam tidak ada yang lain tapi Rangga malah melarangnya.


Air matanya tiba tiba saja keluar, Nabila pun terkejut kenapa dirinya tiba tiba menangis cuma karena tidak dibolehin makan mie ayam, entah lah tapi sekarang ia benar benar sedih dan kecewa.


Rangga yang melihat Nabila menangis pun tidak tega, akhirnya ia mengijinkan istrinya itu makan mie ayam.


Wajah Nabila seketika berubah, ia memeluk Rangga dan menciumi wajah Rangga.


"Kamu boleh makan mie ayam, tapi ada syaratnya," ujar Rangga.


"Apa?" Nabila melepas pelukannya, perasaannya sudah tidak enak.


Rangga tak menjawab ia menggendong Nabila membawanya ke tempat istrihatnya yang berada di dalam ruangan kerjanya, Nabila terkesiap ada sebuah kamar dengan tempat tidur king size lengkap dengan kamar mandinya.


"Mas kok ada kamar disini?" Tanya Nabila sambil menatap sekeliling kamar yang tertata sangat rapi itu.


"Ya untukku beristirahat di sela sela kerjaku," jawab Rangga tangannya sudah mulai melucuti pakaian yang dikenakan Nabila.


"Dan untuk tempat kita bercinta saat berada di kantor," sambungnya sebelum ia menyatukan bibirnya dengan bibir Nabila.


Dan terjadilah percintaan panas di ruang kerja Rangga.


***


Haii readers jangan lupa like, vote dan ratenya ya..

__ADS_1


serta tinggalkan komentar kalian untuk penyemangat author, karena kadang author ga mood nulis karena liat pembacanya terjun payung hehe...


Ikuti terus kelanjutan kisah Rangga dan Nabila juga Rania dan Rendy, terimakasih.


__ADS_2