Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 72 Taman bunga


__ADS_3

Rendy dan Rania memilih untuk pergi ke taman bunga Nusantara yang ada di bogor, menikamati keindahan bunga bunga bermekaran disana sekaligus menyegarkan pikiran dari penatnya aktivitas ibu kota.


Taman bunga yang memiliki banyak wahana dan hamparan rumput yang cantik ini memang cocok sekali untuk sejenak menjernihkan pikiran, merefresh otak dan pikiran.


Pemandangan yang sangat indah benar benar dapat memanjakan mata Rania dan Rendy, seperti sekarang Rendy sedang sibuk mengambil foto Rania yang tak mau melewatkan setiap spot yang instagramable.


Sedangkan Rendy yang memang hobi dengan fotografi tak henti hentinya memotret Rania dengan berbagai sisi pengambilan mencari angle yang benar benar bagus.


Mereka sedang berada di taman Perancis, area taman yang sangat khas dengan gaya taman istana Eropa jama dulu, taman ini juga sangat serasi, rapi dan indah dengan rangkaian tanaman yang dibentuk sedemikian rupa.


Setelah puas mengambil gambar kini mereka menjelajahi, taman mawar, taman Amerika, taman jepang, dan rumah kaca serta danau angsa pun tak luput mereka kunjungi tak lupa mereka mengabadikan setiap moment saat berada di spot spot yang bagus.


Sejak tadi memang belum ada foto mereka berdua, yang ada mereka foto sendiri sendiri namun kali ini Rendy ingin foto berdua dengan Rania, Rendy meminta salah satu orang yang kebetulan lewat dekat situ untuk membantunya mengambil foto mereka berdua.


"Tuan, bisa tolong fotokan kami berdua?". Tanya Rendy kepada seorang pemuda yang tengah berjalan melewati mereka dengan seorang gadis.


"Tentu tuan, saya akan fotokan kalian berdua". Cicitnya.


"Terimakasih tuan". Rendy menyerahkan kamera DSLR miliknya.


Rendy mendekatkan dirinya dengan Rania yang tengah berada di sebuah spot foto yang bagus, hamparan bunga yang indah dan pemandangan unik ala Amerika.


Rendy meraih pinggang Rania hingga membuat Rania sedikit terkejut, saat pemuda yang mengambil foto mereka mulai berhitung, dengan cepat mereka tersenyum menghadap kamera, ada beberapa foto mereka berdua yang namapak romantis yang berhasil diabadikan.


"Terimakasih banyak ya tuan". Tutur Rendy saat pemuda tersebut telah selesai memfoto mereka dan mengembalikan kamera milik Rendy.


"Sama sama tuan". Tuturnya, lalu pemuda tersebut kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Rendy dan Rania bersama teman wanitanya

__ADS_1


"Ran, kamu ngga capek?". Rania mengeleng dirinya sangat senang berada di tempat ini terlebih lagi perginya bersama orang yang ia sukai jadi ia tak merasakan lelah sedikitpun.


"Istirahat dulu yukk". Rendy menggandeng tangan Rania menuju gazebo yang tersebar di seluruh taman.


Rendy dan Rania meluruskan kakinya duduk menyandar di gazebo, walaupun bukan weekend tapi cukup banyak orang yang berkunjung, kini mereka berdua tengah menikmati pemandangan dan orang orang yang sedang sibuk berpose untuk mengabadikannya di galeri mereka.


"Ran, aku tinggal sebentar ya, aku mau beli minum dan cemilan untuk kita". Tutur Rendy, tubuhnya sudah mulai bergerak bangkit.


"Aku ikut ya, memang kamu belinya dimana. Aku ngga mau ditinggal sendiri". Rania mencebikkan bibirnya.


"Itu di cafe deket sini". Rendy menunjuk sebuah cafe yang memang tak jauh dari sana.


"Apa kita berdua makan disana saja". Lanjutnya.


"Ya sudah kita makan disana saja sekalian istirahat". Rania pun ikut bangun dari duduknya.


Ada perasaan bahagia menjalar di hatinya, hal itu pun membuat jantung gadis itu kembali berdetak lebih cepat.


Setelah mereka sampai di cafe Rendy menarikkan kursi untuk Rania duduk dan segera memesan menu yang mereka inginkan.


Kali ini Rendy dan Rania memesan 2 porsi roti panggang dan ice cappuccino serta strawberry milkshake.


Mereka menikmati menu yang mereka pesan sambil menikmati pemandangan yang disuguhkan di area cafe yang tak kalah bagus.


Saat mereka sedang asyik makan tiba tiba Rendy mengulurkan tangannya untuk menghapus coklat yang menempel disudut bibir Rania, seketika gadis itu tersentak namun detik berikutnya wajahnya memerah karena tersipu dengan tindakan manis yang biasa ia lihat di film film drama korea yang biasa ia tonton namun kini gadis itu baru saja merasakannya.


Semua perlakuan manis sekecil apapun yang dilakukan Rendy untuk Rania memang bisa membuat gadis itu terbang melayang ke angkasa, hatinya sangat bahagia dan berbunga bunga kalau ia boleh minta ia tidak mau hari ini berakhir.

__ADS_1


Rendy dan Rania kini sudah berada dalam perjalanan pulang, Rania tertidur di mobil karena kelelahan Rendy tersenyum hangat melihat Rania tertidur dengan pulasnya, wajah cantik yang selama seharian ini menemaninya mampu sedikit mengalihkan pikirannya dari Nabila, mampu mengobati sedikit luka di hatinya.


Rania meminta Rendy mengantarnya di restoran cepat saji tempat mereka makan siang karena mobil gadis itu terparkir disana, Rania memutuskan untuk pulang sendiri ke rumahnya tidak mau diantar oleh Rendy.


Rania tersentak kaget saat mendapati lampu di rumahnya yang sudah dimatikan tiba tiba menyala, Rania berjalan mengendap endap saat memasuki rumah berharap tidak ada yang mengetahuinya, sial tuan Angga sudah berdiri di bawah tangga smbil berkacak pinggang.


"Rania darimana saja kamu, jam segini baru pulang!". Seru tuan Angga sambil berkacak pinggang.


"Rania main sama teman pa, ini juga baru jam 10 malam pa".


"Baru jam 10 malam katamu?, Kamu pergi sudah seharian lalu kamu bilang baru jam 10 malam?!". Tuan Angga melipat kedua tangan di dada.


"Maaf pa". Meminta maaf untuk saat ini adalah pilihan terbaik.


"Rania kamu itu perempuan, papa tidak mau lagi lihat kamu pulang larut malam begini!".


"Baik pa". Menurut saja daripada urusan berabe nantinya.


"Padahal ini masih sore, tuan raja sudah ngomel ngomel huhh". Sungut Rania dalam hati.


"Sudah sana istirahat!". Seru tuan Angga.


"Iya pa, makasi pa". Rania bernafas lega tuan Agga tidak menghukumnya hanya menasehati padahal sejak tadi tubuhnya sudah mulai gemetar.


Secepat kilat Rania berlari menaiki tangga, takut kalau kalau papanya akan berubah pikiran.


Tuan Angga memang sangat ketat kepada anak perempuannya itu, walaupun Rania tinggal di Amerika pun gadis itu tak bisa hidup sebebas teman temannya, waktu mainnya sangat dibatasi.

__ADS_1


Tuan Angga sengaja meminta gaby adik kandungnya yang menjaga Rania di Amerika dengan baik, mengawasi pergaulan gadis itu dengan ketat termasuk membatasi jam keluarnya.


__ADS_2