Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode32 Seperti ABG jatuh cinta


__ADS_3

Pagi pagi sekali Nabila sudah terlihat sibuk membuat buket bunga pesanan dari pelanggan, hari ini hari Minggu sehingga membuat tokonya kebanjiran pesanan.


Ditambah lagi toko onlinenya juga semakin ramai, membuatnya sedikit kualahan, maka dari itu Ia memutuskan untuk datang ke toko pagi pagi dan segera membuat pesanan pesanan pelanggannya.


Tringg...


Satu pesan masuk di ponsel Nabila.


Nabila segera mengambil ponsel yang Ia letakkan di atas meja tak yang jauh dari jangkauannya.


"Mas Rangga?". Nabila tersenyum simpul saat pesan yang Ia terima adalah pesan dari Rangga, dengan cepat Ia membuka pesannya.


**Rangga : Morning sayang, hari ini aku ke toko ya.


Rangga : Morning kissnya mana sayang😘**?.


Nabila seketika mengernyitkan dahinya saat membaca pesan Rangga yang ke 2.


"Ini beneran mas Rangga?, Kenapa dia jadi seperti anak ABG yang lagi jatuh cinta". Gumam Nabila sambil tersenyum.


**Nabila : Datang saja ke toko mas, tapi hari ini aku sibuk nanti aku cuekin ngga apa apa kan?.


Rangga : Kenapa gitu?, Aku mau ngajak kamu jalan.


Rangga : Morning kissnya mana sayang?, Tadi belum dibalas**.


"Astaga, beneran kayak anak ABG!!. Ngga nyangka orang se angkuh dan se dingin Rangga bisa gitu juga". Nabila terkekeh.


**Nabila : Aku ngga bisa, aku sibuk banyak pesanan. Kita ngobrol saja di toko mas😘


Rangga: Aku mau kita jalan, setelah sarapan aku kesitu😘**.


"Dia memang selalu memaksa". Gumam Nabila sambil meletakkan ponselnya lalu kembali melanjutkan menyelesaikan pesanan.


"De ini catatan beberap pesanan yang harus dikirim hari ini ya, nanti jangan lupa di cek kembali sebelum kurir mengambilnya". Nabila memberikan catatan kepada Dea yang baru saja menghampirinya .


"Baik mbak, yang ini sudah selesai mbak? biar saya satukan dengan pesanan yang lain". Dea meunjuk beberapa buket bunga yang baru saja dibuat oleh Nabila.


"Iya De, bawa saja kesana, makasi ya". Ucap Nabila sambil mengulum senyum.


Beberapa saat kemudian Rangga datang di saat toko sedang banyak pengunjung, Rangga berjalan memasuki toko dengan santai, kedua tangannya Ia masukkan kedalam saku celana, raut wajahnya nampak angkuh namun tetap menawan.


Semua mata tertuju padanya, hal itu sudah biasa bagi Rangga, Ia acuh seolah enggan menebar senyum kepada sembarang orang.


Rangga duduk di sofa menunggu Nabila yang tengah sibuk, Ia duduk sambil memainkan ponselnya.


"Haii mas Rangga, sudah lama?". Tanya Nabila yang baru saja mendudukkan tubuhnya di sofa.


" Lumayan". Jawabnya singkat.


"Kita ngobrol saja ya disini, ngga usah keluar, kasian Dea sendirian Adit masih ada tugas kelompok di rumah temannya jadi belum bisa kesini". Nabila berharap Rangga bisa memakluminya agar tidak memaksanya lagi.


"Tapi sayang ini hari Minggu, waktunya aku menghabiskan waktu denganmu". Rangga mengulum senyum terbaiknya membuat Nabila meleleh terpesona akan ketampanannya yang betambah jika pria itu tersenyum.


"Ya Tuhan dia sangat tampan jika tersenyum seperti ini, tap dia lebih sering menampakkan wajah datar dan angkuhnya itu". Batin Nabila.


"Tapi mas, aku benar benar sibuk ditambah lagi banyaknya pesanan".


"Sayang kenapa kamu ngga cari karyawan tambahan saja, biar kamu ngga terlalu capek". Rangga membelai lembut rambut indah yang terurai itu.

__ADS_1


"Nanti akan kupikirkan". Jawabnya singkat, sebenarnya Nabila ingin sekali menambah karyawan namun Ia takut tidak sanggup untuk menggajinya, karena pendapatannya tiap bulan saja masih belum stabil.


"Tapi hari ini kita jalan ya sayang". Bujuk Rangga.


"Maaf banget mas aku ngga bisa".


Rangga menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar.


"Yang, hari ini mumpung aku ngga kerja besok aku sudah harus kerja dan kuliah, aku sibuk banget yang. Kan kamu tahu papa belum pulang dari Jepang, jadi ya aku harus benar benar kerja keras di kantor". Pungkas Rangga.


"Untuk masalah toko kamu, kamu tenang saja nanti aku kirim 2 orang dari pabrik untuk bekerja disini". Sambung Rangga sambil mengeluarkan ponsel lalu mencari cari kontak Leon untuk memghubunginya.


Nabila hanya diam dan mencoba mencerna ucapan Rangga.


"Yon, lo bawa 2 orang dari pabrik dari bagian produksi untuk bekerja di toko Nabila hari ini, hari ini orang pabrik ada yang overtime kan?, Bawa kesini dua orang sekarang!". Titah Rangga kepada Leon setelah sambungan telefon berlangsung.


"Baik tuan muda, saya akan segera membawanya kesana". Seru Leon dari balik telefon.


"Cepat Yon, gue ngga mau nunggu lama lama". Cetus Rangga lalu segera mengakhiri sambungan telefonnya.


Rangga menatap Nabila lalu tersenyum.


"Masalah selesai!". Serunya sambil tersenyum menatap Nabila.


"Astaga, dia sampai melakukan itu, menyuruh karyawan pabriknya untuk bekerja disini". Batin Nabila.


"Tapi kamu tidak perlu melakukan itu mas, mereka bukan pegawaiku mana bisa kamu suruh mereka kerja disini". Protes Nabila.


"Siapa bilang tidak bisa, perusahaanku membayar mereka jadi tersershku saja mau menempatkan mereka dimana termasuk di toko kekasihku". Sahut Rangga sambil mencubit manja pipi Nabila.


"Sepertinya semua masalah yang sulit akan gampang di tangannya, dia melakukan apapun walaupun itu hal yang tidak seharusnya". Gerutu Nabila dalam hati.


Leon datang dengan membawa dua orang gadis berseragam tempat mereka bekerja, pabrik elektronik milik keluarga Rangga yang ada di kawasan Jakarta.


Dengan cepat Leon berjalan menghampiri tuan mudanya diikuti dua orang karyawan pabrik dengan ekspresi wajah dipenuhi ketakutan.


Bagaimana tidak, pegawai rendahan sekelas buruh pabrik seperti mereka harus menemui anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja, untuk membayangkan saja mereka belum pernah. begitu pikir mereka.


Pun tidak ada yang bisa menemui bos bos besar di perusahaan kecuali mereka memang terkena masalah itupun hanya bertemu dengan supervisor mereka di pabrik paling mentok dengan bagian personalia saja.


Leon menundukkan kepalanya memberi hormat kepada tuannya, diikuti kedua karyawan pabrik itu.


"Ini tuan, dua karyawan pabrik yang tuan minta". Ucap Leon sambil menunjuk kedua gadis yang ada di belakangnya.


"Bagus, Terimakasih Yon". Ujarnya.


"Kalian berdua hari ini overtime bukan?". Tanya Rangga kepada kedua orang karyawan pabrik.


"I..Iya tuan". Jawab mereka terbata sambil menunduk.


"Kalian tidak perlu takut, saya menyuruh kalian kesini untuk bekerja. Perusahaan akan tetap gaji kalian hanya saja kalian akan ditempatkan disini untuk hari ini". Tutur Rangga menjelaskan.


Kedua orang karyawan pabrik itu saling tatap, pasalnya selama mereka bekerja baru kali ini mereka ditempatkan di tempat yang tidak seharusnya, biasanya mereka hanya akan di transfer ke bagian lain yang masih satu departemen masih di bagian produksi untuk membantu produksi yang urgent di pabrik.


Tapi ini di tempatkan di luar perusahaan sepertinya hal yang pertama terjadi di dalam sejarah selama mereka bekerja, namun bagaimana lagi mereka hanyalah seorang karyawan yang tetap harus mematuhi setiap titah dari bos besarnya, apalagi ini perintah langsung dari anak pemilik perusahaannya.


"Sayang, kamu bisa jelaskan sekarang kepada mereka bagaimana cara kerjanya". Rangga beralih menatap Nabila.


Tidak ada pilihan lain, Nabila mengikuti apa yang diucapkan Rangga untuk menerima mereka bekerja di toko hari ini.

__ADS_1


"Kenalkan saya Nabila". Nabila menyodorkan tangannya sambil mengulas senyum kepada kedua karyawan pabrik itu.


"Sayang ngga usah pakai acara perkenalan segala, biar cepat!. Aku ngga mau buang banyak waktu!". Sela Rangga sebelum Nabila melanjutkan ucapannya.


"Astaga, kenapa dia seenaknya begitu?!!". Batin Nabila.


"Mas, bagaimanapun juga mereka akan bekerja disini membantuku jadi ya sudah sewajarnya aku memperkenalkan diri lagian aku ngga mau memperlakukan mereka dengan tidak baik". Pungkas Nabila.


"Hemm, cepatlah!!". Ucap Rangga.


" Kalian berdua bisa ikut saya sekarang". Nabila mengajak kedua karyawan pabrik itu menuju tempat Dea berada.


"Dea, ini ada dua orang yang akan membantumu disini soalnya hari ini aku ada urusan dan sepertinya akan lama". Ucap Nabila memperkenalkan kedua keryawan pabrik itu kepada Dea.


"Apa mereka pegawai baru disini mbak?". Tanya Dea dengan senyuman mengembang, sepertinya Dea sangat senang jika ada pwgawai baru di toko, selain bisa berbagi tugas, bisa juga menjadi teman ngobrolnya disaat Nabila dan Aditya sedang tidak ada di toko.


"Buka De, mereka hanya akan membantu untuk hari ini saja, nanti deh aku carikan pegawai baru buat bantu kamu". Nabila seakan mengerti dengan ekspresi wajah Dea yang begitu senang.


"Oo begitu, iya mbak ngga apa apa". Sahut Dea.


"Ya sudah sekarang tolong kamu jelaskan apa saja tugas mereka disini". Tutur Nabila yang dibalas anggukan pelan dari Dea.


"Kalian berdua bisa berdiskusi dengan Dea ya mengenai tugas kalian hari ini". Ucap Nabila kepada kedua karyawan pabrik itu.


"Baik nona". Jawabnya bersamaan.


"Panggil saja saya Nabila". Gadis itu mengulas senyum ramahnya.


Kini Nabila meninggalkan kedua karyawan pabrik itu dengan Dea untuk membagi membicarakan tugas mereka hari ini.


Nabila kembali menghampiri Rangga yang sepertinya sudah gelisah karena menunggu Nabila cukup lama.


"Kenapa lama sekali?!". Seru Rangga saat Nabila sudah mendaratkan tubuhnya di sofa.


"Ayo kita pergi sekarang". Imbuh Rangga yang kini sudah bediri dari duduknya.


"Memangnya kita mau kemana mas?". Tanya Nabila.


"Sudah kubilang aku ingin menghabiskan waktu hari ini berdua dengamu". Ucap Rangga.


"Sebentar aku ambil tas dulu". Nabila beranjak dan pergi mengambil tas yang Ia simpan dilantai atas.


Nabila berjalan dengan cepat menuju lantai atas untuk mengambil tasnya, setelah itu Ia berpamitan kepada Dea dan dua orang karyawan pabrik yang kini tengah sibuk dengan tugas mereka masing masing.


Ranga berjalan dengan merngkul pesesive pinggang Nabila dan satu tangannya lagi Ia masukkan kedalam saku celana, Nabila menebar senyum di setiap pengunjung yang baru saja memasuki toko, tapi tidak dengan Rangga yang konsisten memasang wajah acuh dan angkuhnya walaupun begitu ketampanannya tak berkurang sedikitpun.


Sedangkan Leon berjalan di belakang mengikuti Rangga dan Nabila.


"Yon lo pulang aja, ini kan hari Minggu waktuny lo libur lagian gue ngga mau ada nyamuk". Seru Rangga yang mendapat anggukan dari Leon.


Rangga dengan cepat membukakan pintu untuk Nabila, menuntunnya memasuki mobil, setelah Ia pastikan sudah menutup pintunya dengan baik Ia berjalan menuju kemudi dan segera memacu mobilnya membelah jalanan ibu kota yang cukup padat.


"Kita mau kemana mas?". Tanya Nabila di tengah keheningan yang sempat menyusup diantara keduanya.


"Kamu maunya kemana?, Rencananya aku mau ajak kamu nonton". Ucap Rangga dengan tatapan masih fokus ke jalanan.


"Boleh, kebetulan ada film bagus yang baru tayang". Seru Nabila antusias, ada senyuman tipis terukir di bibir Rangga ketika melihat gadis itu begitu bersemangat.


"Okay kita nonton". Rangga sejenak membelai lembut rambut Nabila sebelum kembali fokus dengan kemudinya.

__ADS_1


__ADS_2