Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 92 Direct massage


__ADS_3

Rangga yang baru saja keluar dari kamar mandi bergegas memakai baju koko dan sarung tak lupa kopiah berwarna hitam menutupi kepalanya.


Mereka berdua menunaikan sholat shubuh berjamaah, Rangga mengimami Nabila dengan sangat khusuk. Sepertinya ia sudah kembali mempelajari tata cara sholat dengan benar.


Setelah salam, Nabila mencium punggung tangan suaminya dan Rangga mencium kening Nabila dengan begitu dalam, mereka terlihat sangat romantis.


Mereka lanjutkan dengan memanjatkan doa kepada Sang Pencipta dengan penuh haru.


****


Rangga dan Nabila dedang menikmati rooftop Villa yang menampakkan pemandangan sawah hijau yang sejuk nan indah di pandang mata.


Ditemani secangkir kopi hitam untuk Rangga, dan secangkir coklat hangat untuk Nabila dan sepiring jagung rebus dan singkong rebus tersaji di meja.


"Sayang kita keluarnya malam saja ya, rasanya malas sekali kalau harus keluar sekarang". Ujar Rangga sambil mengaduk kopi hitam miliknya.


"Kenapa memangnya, aku maunya sekarang mas".


"Kamu tidak lihat yank langit sudah mendung". Rangga menunjuk langit yang memang meredup kala itu.


Awan yang berarak pun berwarna hitam tak seperti biasanya.


"Nanti kita kehujanan yank, hujan hujan mending di kamar enak". Cetus Rangga membuat Nabila melototkan matanya.


"Mau apa?, aku ngga mau ya aku sudah capek!". Seru Nabia kesal.


Nabila sudah paham apa yang dimaksud suaminya itu membuatnya kesal, pasalnya setelah sholat subuh itu mereka kembali bergumul di tempat tidur melepaskan hasrat suami istri hingga berkali kali membuat tubuh Nabila terasa remuk.


Rangga terkekeh melihat istrinya yang terlihat sangat kesal karena ulah dirinya tadi pagi.


"Memangnya mau apa yank?, kamu ke PD an". Rangga kembali terkikik.


"Mau apa lagi mas, kamu kan omes aku sudah tahu apa yang kamu pikirkan". Nabila melipat kedua tangannya di dada.


"Kamu sangat menggemaskan membuatku tidak sabar menunggu hujan datang". Ujar Rangga sambil terkekeh.


Nabila menatap langit yang tampak semakin menghitam, suara gemuruh guntur pun sudah mulai terdengar padahal ia ingin sekali menghabiskan waktunya dengan jalan jalan namun sepertinya alam sedang tak berpihak kepadanya.


Nabila sibuk memainkan ponselnya, membuka akun social medianya bermaksud ingin mengunggah beberapa foto dirinya dan Rangga saat di pantai kemarin.


"Mas, aku upload foto foto kita yang kemarin ya".


"Jangan banyak banyak dan harus foto yang berdua dengan ku". Ujar Rangga sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, mencari posisi duduk ternyaman.

__ADS_1


"Fotoku yang ini juga aku upload ya". Nabila menunjukkan foto dirinya sendiri tengah duduk bermain air dengan topi lebar menutupi kepalanya dan senyum merekah membuatnya terlihat sangat cantik.


"Jangan, upload foto yang berdua denganku saja".


"Kenapa?". Tanya Nabila kesal.


"Aku ingin semua orang tahu kalau kamu itu milikku, aku ngga mau sampai mereka menikmati kecantikanmu. Setidaknya kalau kamu foto berdua denganku tidak akan ada yang berani mengganggumu". Ujar Rangga setelah menyesap kopi miliknya.


"Baiklah, yang akan aku upload foto kita berdua saja". Cebik Nabila.


Sebenarnya ia sangat kesal dengan aturan yang baru saja dibuat oleh suaminya itu, tidak boleh upload foto nya sendiri, harus foto berdua dengan Rangga. Ya sudahlah daripada urusan jadi panjang lebih baik ia menurut saja begitu pikirnya.


Akhirnya Nabila mengupload fotonya dengan Rangga hingga beberapa foto yang menurutnya bagus dan romantis, tak berapa lama kemudian banyak komentar dari teman temannya memenuhi akun sosial medianya, mereka megomentari beberapa foto yang baru saja di upload Nabila.


Nabilla_Ramadani Menikmati indahnya sunset bersamamu🌞❤️


Maya_1706 Aaaaa romantis banget sihh, jadi pengen😭😭


Nabilla_Ramadani cepat nyusul sayang @Maya_170😘


Alancakep @Maya_1706 ayo kita bikin foto kayak gitu❤️


Nabilla_Ramadani @Alancakep jangan mau sama playboy @Maya_1706😜


Nabilla_Ramadani @LisaAnandita_21 ajak mas Leon cepet nyusul 😂😂


Dan masih banyak lagi komentar komentar dari teman teman Nabila lainnya di setiap foto yang Nabila unggah di akun sosial medianya.


Tiba tiba saja hujan turun dengan deras membuat Nabila dan Rangga berlari dari rooftop memasuki villa, membiarkan minuman dan makanannya terkena hujan.


"Kita ke kamar aja yuk yank". Rangga mengerling nakal sambil menggandeng Nabila menuju kamar.


"Jangan macam macam loh mas, aku capek".


"Ngga janji ya sayang". Ucap nya sambil cengengesan.


Nabila dan Rangga berjalan menuju kamarnya merangkak naik ka atas tempat tidur, hujan hujan begini memang paling enak adalah bemalas malasan di atas tempat tidur.


Nabila duduk menyandar di tempat tidur dengan kaki selonjoran, menarik selimutnya hingga menutupi setengah tubuhnya. Rangga pun demikian duduk disamping Nabila, kepalanya ia sandarkan di bahu Nabila.


Nabila masih terlihat sibuk dengan ponselnya membuta Rangga memiringkan kepalanya mencari tahu apa yang sedang dilakukan istrinya itu.


"Aduh..aduhh..". Nabila meletakkan ponselnya sembarang di atas kasur, menyingkap selimutnya lalu berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Rangga yang melihatnya hanya tertawa keheranan.


Nabila segera berlari untuk buang air kecil, tiba tiba rasa itu datang dan tak bisa di tahannya lagi.


Rangga meraih ponsel Nabila saat banyaknya notifikasi masuk disana hingga membuat layar ponsel itu menyala dengan sendirinya.


Rangga menautkan alisnya tajam saat ia melihat sebuah direct massage masuk ke akun sosial media milik Nabila, Rangga mengeram kesal saat ia tahu siapa pengirim dan apa isi pesan yang masuk dalam akun sosial media milik istrinya.


Dari sebuah akun bernama @RendyAlfarizy_NR dengan foto profil yang tak asing bagi Rangga.


@RendyAlfarizy_NR Aku turut bahagia melihatmu bahagia, namun jika kau tak merasakan itu aku akan menjemputmu dan membahagiakanmu.


Itu isi pesan direct massage yang Rendy kirimkan untuk Nabila, ya akun itu adalah milik Rendy, ia mengirim DM setelah sesaat melihat foto foto unggahan Nabila.


Rangga naik pitam setelah membaca isi pesan itu, mengepalkan kedua tangannya, menggenggam kuat ponsel milik Nabilla.


Rahangnya mengetat, nafasnya memburu karena amarah yang meletup letup.


Nabila yang baru saja keluar dari kamar mandi terheran heran kenapa Rangga tiba tiba seperti orang sedang marah.


"Apa dia marah gara gara aku, mengunggah foto di akun sosial mediaku?, tapi aku kan sudah ijin sama dia dan lagi yang ku unggah fotoku dengannya, lalu kenapa dia tiba tiba marah begitu?". Gumam Nabila dalam hati.


"Mas kamu kenapa?". Nabila berjalan mendekati Rangga yang kini duduk di tepi ranjang dengan kedua kaki menapak lantai, tatapannya tajam menghunus Nabila.


"Astaga, apa yang sudah kuperbuat?, kenapa dia begitu marah?". Batin Nabila, ia menggigit bibir bawah bagian dalamnya kuat, melihat Rangga seperti itu membuatnya takut.


"Mas?". Nabila duduk di samping Rangga memegang paha Rangga namun dengan kasar Rangga menepisnya membuat Nabila tersentak.


"Ka..kamu kenapa mas tiba tiba marah?". Tanyanya ragu.


"Kamu lihat sendiri". Ujarnya sambil memberikan dengan kasar ponsel milik Nabila.


Nabila membeliak saat membaca isi pesan pribadi dari Rendy, menutup mulutnya yang terbuka dengan telapak tangannya.


Pantas saja Rangga sangat marah, Rendy mengirimkan pesan pribadi di akun sosial medianya dengan kata kata yang tidak pantas di ucapkan kepada wanita yang sudah berstatus istri orang lain.


Rangga berdiri , mengusap wajahnya frustasi, menendang tempat tidur berkali kali, mengeram kesal sambil mengumpat tiada henti.


Kemarahan Rangga membuat Nabila takut, tubuhnya gemetar ia memang sudah beberapa kali melihat kemarahan Rangga saat berkelahi dengan Rendy, namun melihat kemarahannya kali ini sungguh membuat Nabila sangat takut terlebih di kamar itu cuma ada mereka berdua, Nabila takut Rangga akan menghabisinya.


Nabila menundukkan kepalanya, tak punya nyali untuk melihat suaminya yang tengah murka itu.


"Bereskan semua barang barang kita, kita pulang ke Jakarta sekarang!". Serunya penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2