
Sania berlari mengejar Rangga dan menggelayuti lengan Rangga saat mereka berdua melewati meja Nabila dan teman temannya. Sania melempar senyum mengejek penuh kemenangan kepada Nabila. Wajah Nabila berubah pucat seketika saat melihat Sania bergelayut manja di lengan Rangga, ada sakit yang teramat dalam dan sesak yang tiba tiba menyelimuti dada Nabila. Rendy pun melihat mimik wajah Nabila yang tiba tiba saja berubah pucat dengan tatapan sendu.
"Gue cabut dulu ya , kapan - kapan kita ngobrol lagi". Ucap Alan sambil berlalu mengikuti Rangga dan Sania. Lisa dan Maya juga Rendy hanya tersenyum menanggapi ucapan Alan, tapi tidak dengan Nabila raut wajahnya masih terlihat sendu.
Alan berjalan mengikuti Rangga dan Sania berjalan meninggalkan cafe.
"Lepasin tangan lo!!" . Rangga mencoba melepaskan tangan Sania dari lengannya, namun dengan cepat Sania kembali meraih lengan Rangga.
"Sania lepasin tangan lo !!, Apa perlu gue berlaku kasar sama lo !!". Ucap Rangga dengan nada kesal penuh penekanan. Sania langsung beringsut takut segera melepaskan tangannya dari lengan Rangga, Ia tahu betul siapa Rangga , laki laki itu bisa saja berbuat kasar padanya saat pikirannya lagi kalut. pikirnya.
"Jangan ikutin gue lagi !!, Ngerti lo !!". Rangga memberikan peringatan sambil menunjuk tajam wajah Sania yang membuat wanita itu menurutinya.
Rangga dengan cepat meninggalkan Sania diikuti Alan di belakangnya. Sania masih mematung di tempatnya dan berdecak kesal atas perlakuan Rangga padanya.
"Sialan !!, Ini semua gara gara cewek kampungan itu!". Umpatnya.
"Gue harus beri cewek itu pelajaran !". Gumamnya sambil berbalik menuju cafe kembali untuk menghampiri Nabila. Nabila dan teman temannya sudah keluar dari cafe hendak menuju area parkir namun mereka berpapasan dengan Sania yang memang sengaja hendak menghampiri Nabila.
Sania berjalan begitu cepat menghadang Nabila dan teman temannya.
"Heii cewek kampungan!!, Awas saja lo ya kalau berani deketin cowok gue !!" . Ucap Sania dengan nada tingginya sambil mendorong tubuh Nabila, untung saja Nabila bisa menjaga keseimbangannya hingga tak membuatnya terjatuh.
"Apa mkasud kamu ?". Tanya Nabila tak mengerti.
"Jangan pura pura bodoh deh lo, Rangga itu cowok gue jadi jangan coba coba kamu dekatin dia!!. Ngerti lo !!". Sania kembali mendorong Nabila.
"Dasar Pelakor !!". Teriaknya lagi
Nabila begitu terkesiap dengan ucapan Sania, wajahnya kembali memucat . Dadanya sangat sesak, rasa panas tiba tiba menjalar di sekujur tubuhnya itulah yang Ia rasakan saat itu.
"Heii jaga bicaramu !!". Maya mendorong Sania dan hendak menarik rambut wanita yang berpakaian seksi itu. Namun Rendy segera menahan Maya.
"May , jangan ladenin dia. Mending kalian bawa Nabila pergi dari sini, biar aku yang akan urusin dia". Ucap Rendy sambil menahan tubuh Maya.
Lisa dan Maya menuruti perkataan Rendy segera membawa Nabila pergi dari sana menuju parkiran tempat yang memang hendak mereka tuju.
__ADS_1
"Heii nona, Lo harusnya cari tahu dulu kebenarannya sebelum lo maki maki orang !!". Ucap Rendy penuh emosi sambil menunjuk wajah Sania.
"Sekali lagi lo berani ganggu dan nyakitin Nabila , lo akan berhadapan dengan gue!!. Gue ngga akan segan segan matahin tangan dan kaki lo !!. Inget itu !!". Rendy mendorong tubuh Sania kemudian berlalu meninggalkan wanita itu.
"Bil, kamu ngga usah dengerin kata - kata cewek tadi ya". Ucap Maya.
"Iya May, aku ngga apa apa kok". Nabila tersenyum , senyum yang tidak bisa diartikan bahwa dia sedang baik baik saja.
Nabila masih memikirkan ucapan Sania yang menyatakan bahwa Rangga adalah kekasihnya itu membuat Ia tidak habis pikir tujuan Rangga mendekati Nabila selama ini untuk apa?, Jika dia memang sudah memiliki kekasih lantas apa maksudnya menyatakan cinta dan perasaannya kepada Nabila beberapa waktu yang lalu.
"Kalau benar dia itu kekasih mas Rangga , lantas buat apa waktu itu mas Rangga menyatakan cintanya dan meminta aku untuk menjadi kekasihnya". Gumam Nabila dalam hatinya. Bulir bening tiba tiba lolos begitu saja dari pelupuk matanya , dengan cepat Ia segera menepisnya.
"Dia bukan laki laki baik, jadi buat apa aku nangis, lagian aku memang bukan siapa siapa dia buat apa aku cemburu". Gumamnya lagi.
"Nabila , lebih baik kamu tanyain sama mas Rangga apa benar cewek tadi itu kekasihnya, biar kamu ngga salah paham". Tutur Lisa mencoba memberi saran.
"Ngga perlu Lis, aku sama mas Rangga memang ngga ada hubungan apa apa, jadi aku juga ngga peduli mau dia pacarnya atau bukan aku benar benar ngga peduli". Jawab Nabila mencoba menepis rasa cemburu yang saat ini Ia rasakan yang entah dari mana datangnya.
"Aku harus ke toko sekarang, aku balik dulu ya". Pamit Nabila.
"Tunggu Bil, aku sama Lisa juga mau main ke toko mu, boleh kan?". Maya mengikuti langkah Nabila hingga ke parkiran kampus.
"Kalau begitu biar aku sama Maya yang bawa motor kamu Bil, kamu ikut motor Rendy saja katanya dia juga mau main ke toko mu". Ujar Lisa .
"Baiklah , dimana Rendy ?". Nabila mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Rendy.
"Itu dia orangnya". Sahut Maya saat melihat Rendy sedang berjalan menghampiri mereka.
"Ren kamu jadi ikut ke tokonya Nabila kan?, Kalau jadi Nabila ikut motor kamu , biar aku sama Maya naik motor Nabila". Ujar Lisa.
"Okay, tunggu aku ambil motorku dulu". Rendy berjalan menuju tempat motornya terparkir.
Rendy berboncengan motor dengan Nabila sedangkan Lisa berboncengan dengan Maya, hari ini jalanan terlihat cukup lengang tidak seperti biasanya, mereka hanya menempuh perjalanan sekitar 20 menita saja lebih cepat dari biasanya. Sepanjang perjalanan Nabila tak berhenti memikirkan pernyataan Sania yang mengaku sebagai kekasihnya Rangga, hingga Ia tidak menyadari bahwa mereka telah sampai ditoko bunga miliknya.
"Kenapa hati ini rasanya sakit sekali setelah tahu mas Rangga memiliki kekasih, bukankah aku sendiri yang tidak mau menerimanya". Gumam Nabila dalam hati. Iya, bukan kata kata makian dari mulut Sania yang membuat Nabila sakit hati justru kenyataan bahwa Rangga mempunyai hubungan spesial dengan Sania lah yang membuatnya sakit hati. Ia tidak begitu memikirkan kata kata pelakor yang ditujukan padanya karena memang Ia tidak merasa menjadi pelakor dalam hubungan mereka jadi Nabila tidak begitu memikirkannya.
__ADS_1
"Wanita itu sangat cantik, modis dan seksi, sangat jauh berbeda denganku yang jelek dan kampungan. Aku memang tidak pantas untuk mas Rangga". Gumamnya lagi.
"Aku saja yang bodoh terlalu percaya dengan perasaan mas Rangga, mana mungkin mas Rangga mencintaiku". Rasa sesak itu semakin membuncah tatkala Nabila memikirkan hubungannya dengan Rangga.
"Ahh sudahlah, aku harus akhiri semua ini. Aku harus buang rasa ini, rasa cinta dan sayangku kepada Rangga yang entah sejak kapan mulai bersemi dihatiku". Gumam Nabila dalam hatinya . Tak terasa air mata yang sempat Ia tahan kini mengalir begitu saja membasahi pipinya.
"Nabil, kita sudah sampai ayo turun". Ucap Rendy membuyarkan lamunan Nabila.
"Eh , iya Ren". Nabila segera menghapus sisa air mata yang menempel di pipinya itu.
Nabila dan ketiga sahabatnya itu memasuki toko bunga miliknya yang sedang ramai pengunjung kala itu, terlihat Dea teman sekaligus karyawan yang bekerja menjaga tokonya terlihat kualahan melayani pengunjung, dengan cepat Nabila membantunya melayani pengunjung dan membuatkan pesanan buket bunga untuk para pembeli begitu juga Lisa dan Maya turut serta membantu Nabila, sementara Rendy memilih untuk membeli minuman dan beberapa cemilan untuk teman temannya dan juga untuk Dea.
-------
Di kediaman Rangga telihat Rangga sedang berdiri termenung diatas balkon kamarnya ditemani Alan yang sedang duduk memainkan gitar. Alan menghentikan permainan gitarnya saat salah satu pelayan di rumah Rangga datang membawakan dua cangkir kopi dan sepiring cheese cake kesukaan Rangga.
"Permisi tuan , ini kopinya silahkan diminum". Ucap pelayan itu sambil meletakkannya di meja.
"Terimakasih Bik". Ucap Alan kepada pelayan yang sudah paruh baya itu.
"Bro , minum dulu nih kopinya . Dari tadi galau mulu lo". Tutur Alan sambil menyesap kopi miliknya.
"Gue heran deh sama lo bro, lo tu kaya bukan Rangga yang gue kenal, dulu lo tuh paling anti sama cewek padahal banyak tuh cewek yang ngejar ngejar lo mana cantik cantik semua tuh cewek, tapi sekarang sama Nabila lo malah jadi budak cinta, kayak cabe cabean lagi jatuh cinta tahu ngga lo". Sahut Alan sambil terkekeh.
"Sialan lo !!". Umpat Rangga.
"Lo tiap hari galau begini apa lagi namanya kalau ngga kayak cabe cabean lagi jatuh cinta". Ucapnya lagi.
"Gue ngga ngerti kenapa bisa susah banget dapetin hati Nabila, padahal benar apa yang lo bilang tadi cewek mana yang ngga suka sama gue, cewek mana yang ngga mau jadi cewek gue, cewek cewek selalu ngejar ngejar gue sampai sampai gue risih dibuatnya". Tutur Rangga sambil berjalan menghampiri Alan dan duduk di kursi di samping Alan, lalu menyesap kopi miliknya.
"Gue juga ngga tahu bagaimana perasaan dia ke gue, sampe sekarang dia belum mau nerima cinta gue". Sambungnya lagi.
"Nabila beda bro, dia bukan cewek gampangan seperti mereka. Dia cewek baik baik , menurut gue dia pantas buat lo perjuangin bro". Sahut Alan.
"Iya , itu lah salah satunya yang buat gue jatuh cinta sama dia, dia beda dari cewek cewek yang lain". Ucap Rangga.
__ADS_1
"Lo harus perjuangin cinta lo bro, gue sih yakin banget Nabila punya perasaan sama seperti lo". Tutur Alan.
"Gue harap begitu". Ucap Rangga.