
Kemarahan Rangga membuat Nabila takut, tubuhnya gemetar ia memang sudah beberapa kali melihat kemarahan Rangga saat berkelahi dengan Rendy, namun melihat kemarahannya kali ini sungguh membuat Nabila sangat takut terlebih di kamar itu cuma ada mereka berdua, Nabila takut Rangga akan menghabisinya.
Nabila menundukkan kepalanya, tak punya nyali untuk melihat suaminya ysng tengah murka itu.
"Bereskan semua barang barang kita, kita pulang ke Jakarta sekarang!". Serunya penuh penekanan.
Nabila tersentak dengan ucapan Rangga, bukankah dia sendiri yang memintanya menginap disini 5 hari lalu kenapa dia meminta pulang sekarang, ah dia benar benar marah.
Nabila bergeming, masih tetap menundukkan wajahnya.
"Kamu dengar tidak!!". Serunya lagi membuat Nabila lagi lagi tersentak.
"Ta..tapi kenapa mas?". Tanya Nabila tergagap, ia memberanikan diri berdiri dan menghampiri Rangga yang tengah berdiri menatap tajam keluar jendala menatap derasnya hujan yang membasahi bumi dengan tangan yang masih mengepal kuat, raut wajahnya masih diselimuti amarah yang membara membuat wajah Rangga merah padam.
"Aku akan menghabisi cowok sialan itu sekarang juga!!".
Pranggg... Rangga memukulkan tinjunya ke kaca jendela yang sejak tadi di pandanginya hingga darah segar mengucur dari sela sela buku jarinya.
"Mas Rangga!". Teriak Nabila sambil menghambur memeluk Rangga.
"Apa yang kamu lakukan mas?, aku mohon jangan lakukan itu". Nabila memeluk Rangga dengan erat, memohon sambil menangis meminta suaminya untuk tidak menyakiti dirinya sendiri.
Emosi Rangga masih belum mereda, saat isi pesan dari Rendy teringat kembali ia semakin murka ditambah lagi saat dirinya mengingat kalau rivalnya itu juga mendekati Rania adik kesayangannnya sungguh membuatnya ingin segera menghabisi laki laki si*lan itu saat itu juga.
Laki laki mana yang tidak murka jika istrinya menerima pesan seperti itu, laki laki mana yang tidak marah jika istrinya diinginkan oleh laki laki lain, laki laki mana yang tidak cemburu jika istrinya masih dicintai sebesar itu oleh laki laki lain.
"Mas, aku mohon jangan sakiti diri kamu sendiri hanya karena cemburu". Nabila tak mau melepaskan pelukannya dari suaminya walaupun Rangga tak membalas pelukannya ia tak peduli, ia hanya tidak mau melihat Rangga melampiaskan emosinya dengan menyakiti dirinya sendiri.
Derasnya hujan diluar seakan turut mencurahkan rasa simpatinya dengan perasan sepasang suami istri itu, suara hujan semakin makin membuat dramatis, dinginnya angin yang berhembus dari jendela yang telah retak membuat suasana kamar semakin dingin dan mencekam.
Rangga bergeming, entahlah emosinya masih belum menguap.
__ADS_1
"Mas, apa yang kamu cemburukan?, apa yang kamu takutkan mas?".
"Aku sudah menjadi istrimu, sudah menjadi milikmu jadi buat apa kamu memikirkan isi pesan itu". Sambung Nabila dengan terisak.
"Dia masih sangat mencintaimu, sampai detik ini dia masih mengharapkanmu, bukan tidak mungkin dia akan merebutmu dariku!". Seru Rangga berapi api.
"Itu tidak akan terjadi mas, percaya padaku. Aku hanya mencintaimu mas dihatiku hanya ada kamu". Nabila mengadahkan wajahnya menatap wajah Rangga yang masih ia peluk erat.
Rangga menatap Nabila, wajahnya dipenuhi air mata membuat hati Rangga terasa teriris, ia tidak tega melihat Nabila menangis.
Nabila melihat darah yang masih menetes deras dari tangan Rangga.
"Tunggu sebentar aku akan mengobati lukanya". Nabila melepas pelukkannya berlari keluar kamar untuk mencari kotak P3K untuk mengobati luka di tangan Rangga.
Tak lama kemudian Nabila datang dengan tergopoh gopoh membawa kotak P3K berwarna putih.
Nabila menghampiri Rangga yang masih bergeming menatap ke luar jendela kamar, darahnya masih menetes dari tangannya tercecer di lantai.
Nabila mengajak Rangga untuk duduk di tepi tempat tidur, dengan telaten membersihkan lukanya dari serpihan serpihan kecil kaca yang menancap di jemari Rangga, membalu luka nya dengan perban.
Bagaimanapun juga ini bukan salahnya, Nabila tidak bersalah dalam hal ini.
"Selesai". Ucap Nabila setelah selesai membalut luka di tangan Rangga.
Rangga menarik tubuh Nabila ke dalam dekapannya, menciumi puncak kepala Nabila berkali kali.
"Maafkan aku sayang, tidak seharusnya aku marah kepadamu". Ujar Rangga.
"Aku mengerti bgaimana perasaanmu mas, aku tahu apa yang kamu rasakan jadi wajar saja kamu marah padaku karena semua ini salahku".
"Tidak sayang, ini bukan salahmu, jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti itu".
__ADS_1
"Sayang, kamu harus janji apapun yang terjadi kamu tidak akan pergi dariku". Rangga melepas pelukannya, menangkup kedua pipi Nabila dan menatapnya lekat.
Nabilar mengangguk, air matanya kembali tersapu di pipinya.
"Janji dulu".
"Aku janji mas, aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi, aku akan tetap bersamamu sampai kapanpun karena aku sangat mencintaimu".
Rangga kembali memeluk Nabila erat, menghujani wajah Nabila dengan ciuman singkat.
"Terimakasih sudah mau mencintaiku sayang, terimakasih sudah menerimaku apa adanya, menerima semua sifat jelekku yang seperti ini".
"Apaansih kamu mas, justru aku sangat bersyukur bisa punya suami seperti kamu, bisa mendapatkan cinta yang begitu besar dari kamu".
"Aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini karena bisa menjadi istri kamu". Nabila mengadahkan wajahny menatap Rangga yang juga menatapnya sambil tersenyum.
"Kamu bahagia menjadi istriku?".
Nabila mengangguk cepat, "Aku sangat bahagia mas menjadi istrimu".
Rangga tersenyum lalu melepaskan pelukannya, menarik tengkuk Nabila dan menyatukan bibir mereka dengan begitu dalam dan mesra.
Tak hanya sampai disitu, derasnya hujan diluar sana membuat tubuhnya ingin mencari kehangatan, mendorong tubuh Nabila perlahan hingga berbaring di atas tempat tidur.
Rangga segera melancarkan aksinya di iringi derasnya hujan melakukan percintaan p*nas.
*****
Haii Readers terimakasih sudah setia mengikuti kelanjutan novel ini, jangan lupa like dan vote serta rate nya ya kakak..
Tinggalkan komentar kalian untuk penyemangat author❤️🙏
__ADS_1
Untuk yang menunggu Rania dan Rendy bersatu harap bersabar ya, karena perjalanan cinta mereka tidak mudah mengingat besarnya cinta Rendy untuk Nabila.
Tapi kalian tenang saja mereka akan bersatu kok😀