
Hari ini adalah hari pertama Nabila dan Rangga honeymoon di bali, mereka menginap di sebuah Villa pribadi milik keluarga Pramudita.
Villa yang terletak di kawasan seminyak tepatnya di pinggir pantai, Villa yang menyuguhkan panorama indah memanjakan mata bisa di dapatkan dari berbagai sudut Villa.
Villa dengan desain elegant namun mewah yang memiliki beberapa fasilitas, 3 kamar tidur dengan ketiga kamar mandi di dalamnya, ruang tamu dan ruang makan dengan tema terbuka, suite kamar tidur yang menghadap langsung ke kolam renang yang sudah dipenuhi taburan bunga mawar merah, dan ada bentuk love dari taburan bunga mawar ditengah tengah kolam renang yang dipenuhi taburan bunga itu.
Nabila berdecak kagum dengan view di sekitar Villa yang sangat memanjakan mata, Nabila dan Rangga berjalan menaiki lantai dua tempat dimana kamarnya berada, Nabila berjalan lebih dulu diikuti Rangga di belakangnya dengan menarik dua buah koper berwarna hitam.
Rangga membuka kamar dengan menggunakan kunci yang di berikan penjaga villa saat baru memasuki villa, Nabila memasuki kamar diikuti Rangga, meletakkan kopernya di samping lemari berbahan kayu jati yang cukup besar disana.
Nabila melihat ke luar jendala, menyingkap tirai berwarna putih itu perlahan, tampaklah pemandangan sawah menghijau membentang luas dengan petak petak yang baraturan membuatnya terlihat sangat indah.
Nabila mencoba membuka kaca jendela, udara bersih bebas dari polusi menyapu kulitnya, angin segar menerbangkan helaian rambut Nabila, senyuman bahagia tak surut ia sunggingkan di wajah ayunya.
"Kamu suka heum?". Rangga memeluk tubuh Nabila dari belakang, turut menatap view yang begitu indah sangat sayang jika harus dilewatkan.
Nabila mengangguk cepat, Rangga tersenyum puas melihat istrinya terlihat begitu bahagia.
"Kalau kamu suka, kita akan sering sering menginap disini". Rangga menggendong Nabila tanpa aba aba, membawanya menuju tempat tidur yang dipenuhi taburan kelopak bunga mawar merah, hingga harum bunganya menyeruak memenuhi kamar.
"Mas, kamu mau apa?, cepat turunkan aku". Nabila mencubit hidung suaminya itu hingga memerah, namun Rangga tak jua menurunkan tubuh istrinya itu.
"Tujuan kita kesini itu untuk honeymoon sayang, jadi jangan buang buang waktu lagi". Rangga menurunkan Nabila di tempat tidur sambil menyeringai.
"Kita baru sampai mas, apa kamu ngga capek lagian ini masih sangat pagi". Cebik Nabila.
"Ngga akan capek sayang, justru aku bersemangat". Ujar Rangga sambil membuka satu persatu kancing kemeja yang ia kenakan, melemparnya hingga semua pakaiannya teronggok di lantai.
Rangga merangkak naik ke atas tempat tidur dengan tubuh yang sudah polos, menciumi istrinya sambil melucuti pakaian yang dikenakan istrinya.
Terjadilah pergumulan panas yang membuat udara sejuk di sekitar menjadi menghangat, suara d*sahan dan l*nguhan menggema memenuhi ruang kamar.
#Sensor yaa.. adegan berbahaya..hehe
*****
Nabila dan Rangga menikamati makan siang mereka di ruangan terbuka, beratapkan langit biru yang cerah, awan putih berarak menghiasinya.
__ADS_1
Terik matahari tak terasa, hanya sejuknya angin sepoi sepoi menyejukkan yang mereka rasakan.
"Sayang, setelah ini kamu mau kemana?". Tanya Rangga sambil menyuapkan potongan steak ke dalam mulutnya.
"Aku mau main di pantai mas". Jawab Nabila antusias dengan mata berbinar.
"Baiklah, nanti setelah ini kita akan main ke pantai". Tutur Rangga.
"Cepat habiskan makananmu". Lanjutnya, Nabila mengangguk rasanya sudah tidak sabar Nabila ingin bermaian air di pantai.
"Mas, berapa hari kita menginap disini?".
"Kamu maunya berapa hari, satu minggu?, satu bulan?, dua bulan?, selamanya juga aku ngga masalah". Jawabnya enteng.
"Apaan sih kamu mas?, kamu juga kan harus kerja mana mungkin bisa tinggal disini selama itu".
Rangga meletakkan pisau dan garpunya di atas piring, melipat kedua tangannya di atas meja.
"Kalau kamu mau aku akan usahakan, aku bisa mengurus beberapa hotel dan resort yang ada di Bali jika kamu mau kita tinggal disini selamanya".
"Kuliahmu bisa dilanjutkan disini sayang, toko mu bisa buka disini". Ucap Rangga setelah meneguk segelas air putih miliknya hingga habis.
"Ngga mas, aku ngga mau".
"Ya sudah kalau begitu satu minggu kita disini".
"Ku rasa 4 hari cukup mas".
"Kamu yakin?, 5 hari bagaimana?". Rangga menaik turunkan alisnya.
"Baiklah".
Mereka pun kembali menikmati makan siang mereka sambil menatap indahnya panorama persawahan yang membentang hijau disana.
***
Teriknya matahari tak menyurutkan keinginan Rangga dan Nabila untuk menikmati dan menghabiskan waktu di pantai.
__ADS_1
Kini mereka berdua sudah berada di sebuah pantai. Pantai yang memiliki kontur landai, berpasir putih dengan garis pantai yang memanjang, aura ketenangan yang disuguhkannya menjadi daya tarik tersendiri bagi Nabiila dan juga para wisatawan lainnya.
Rangga dan Nabila berjalan menyusuri pantai dengan berjalan kaki sambil menikmati panorama laut, berjalan santai bergandengan tangan menikmati hembusan angin, pasir lembut berwarna putih menerpa kaki telanjang mereka masuk ke sela sela jari kaki.
Tak lupa mereka pun mengabadikan moment indah itu dengan berswafoto, Nabila yang kala itu mengenakan mini dress berwarna putih dengan motif floral di padukan topi pantai yang memiliki tepian lebar membuatnya terlihat cantik dan keren.
Puas mengambil foto istrinya dengan berbagai gaya kini Rangga meminta salah satu wisatawan untuk membantunya mengambil gambar dirinya dan Nabila dari foto dengan gaya romantis hingga gaya yang kocak.
Terakhir mereka berfoto dengan posisi Nabila berada dalam gendongannya, dari gendong belakang, gendong ala bridal style, gendong seperti membawa karung beras dan gendong Nabila di pundaknya dengan jemari yang saling bertautan sambil merentangkan tangan mereka tertawa bahagia.
Sepertinya mereka tidak mau kehilangan moment terbaik mereka berdua, hingga sudah puluhan foto diambil tapi tak jua membuat mereka merasa puas.
Rangga dan Nabila kini bermain air pantai, duduk ditepi pantai dengan menekuk kedua kaki mereka membiarkan ombak menerpa kaki dan sebagian tubuh mereka.
"Mas, pantainya indah banget , Aku mau kita sering sering ya libuaran ke pantai kayak gini". Ujar Nabila tangannya tak henti memainkan air laut.
"Siap Nyonya Rangga, apapun yang Nyonya Rangga mau siap di laksanakan". Sahut Rangga sambil tersenyum simpul.
"Apaansih kamu mas". Nabila memercikkan air laut ke wajah Rangga hingga pria itu tersentak.
"Rasakan ini, rasakan ini". Nabila memercikkan air laut ke wajah Rangga sambil tertawa.
Rangga pun tak mau kalah ia balas memercikkan air laut ke wajah istrinya, dengan cepat Nabila berlari menghindar hingga terjadilah aksi kejar kejar di antara dua insan yang sedang di mabuk cinta itu.
Mereka berlarian kejar kejaran hingga Nabila terjatuh dan bergulingan di tepi pantai, ombak pun menerpa keduanya membuat mereka basah kuyup, tawa bahagia terdengar begitu nyaring hingga lenyap terbawa angin pantai.
Mereka berdua merebahkan tubuh mereka di atas pasir outih, menatap birunya langit dan awan putih yang berarak kesana kemari.
"Sayang lihat, disana ada penyewaan sepeda, ayo kita naik sepeda". Rangga menunjuk sebuah tempat penyewaan sepeda dan motor.
Nabila mengangguk antusias, Rangga berdiri tangannya membersihkan celananya dari pasir yang menempel "Kamu tunggu disini saja ya, biar aku yang kesana".
"Ya sudah, jangan lama lama mas". Sahut Nabila, Rangga yang sudah mulai menjauh hanya mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.
****
Jangan lupa like, vote dan ratenya ya kakak🙏😀
__ADS_1