Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Ikhlas dan Pasrah "


__ADS_3

Bab 2


Dengan sikap yang Demokrasi dari kedua orang tuanya, nampaknya fikirannya mulai terbuka, penglihatannya mulai bisa membaca dan melihat.


Betapa tidak pantas dirinya yang sudah menerima wejangan seperti itu, kalau dirinya masih berperilaku seperti yang sudah-sudah". Kalimat seperti itu yang kini hadir di benaknya.


Di dalam lubuk hatinya dia berucap:" Gua ada darah Jepang, yang memegang teguh prinsip. " Lahir untuk bertahan hidup, bukan menyerah lantas pasrah tanpa upaya".


Rangkaian kalimat itu dia dengar dari kakeknya yang asli anggota Militer Negri Matahari Terbit yang di tugaskan oleh pimpinan kesatuannya di divisi tempur.


Beliau salah satu yang beruntung, masih bisa menikmati hidup sampai sekarang, padahal waktu di zaman perang Dunia ke dua, beliau sudah bersedia dan sudah terdaftar sebagai anggota dalam pasukan legiun khusus militer Jepang , " KAMIKAZE "


Yang telah ditorehkan dalam sejarah. Akan tetapi, karena Kota Hiroshima dan Nagasaki telah kadung di jatuhi Bom oleh pasukan perang Angkatan Udara Amerika, maka kakeknya luput dari Maut.


Hingga kini Kakeknya yang sudah menginjak usia 90 Tahun, masih hidup dan masih sehat, walau kadang mengalami sakit karena faktor usia.


Namun Jiwa nya yang Heroik telah memberi dampak terhadap kejiwaan cucunya yang tegar dan tidak cepat menyerah, tawaran kedua orangtuanya kepada dirinya dengan memberi tempo dua bulan itu saja sudah menunjukkan kepercayaan kepada dirinya dia masih di anggap layak untuk mendapatkan lagi wanita pendamping, tentu saja bukan wanita yang asal-asalan.


Haruki teringat akan salah seorang pekerja di bengkel " Nagasaki Motor ", yang jalinan pertemanan dengannya cukup erat, melebihi jalinan pertemanan dengan pegawai yang lainnya.


Serta Merta dia hubungi ke nomor yang di safe nya di daftar memory Call. Pada Telepon genggamnya.


Ketika dia panggil, nomor telepon pribadi seseorang


atas nama Burhanudin, terdengar nada sambung di Hape yang di hubunginya itu.


Bunyi nada sambung pun terdengar jelas, untuk beberapa saat kemudian," Halo.! Assalamu Alaikum". nada sapa dari seberang.


" Ya ..Halo..! " Jawab Haruki.


" Halo.., ini siapa, dan mau bicara dengan siapa ya.?" tanya pemilik Telepon dari seberang.


" Halo... Ini gua, Haruki, ini Luh kan Han..?" Jawab Haruki, dalam tanya.


" Iy...ya ya ini aku. Boss Haruki ya?" sambut Lelaki bernama lengkap Burhanudin itu, dan lanjutnya lagi,

__ADS_1


" Tumben Boss menelepon aku, ada apa rupanya ?"


" Kangen Han, gua kepingin ketemu Luh! Ada waktu nggak untuk hari ini saja!" Sela Haruki yang terdengar nada sungguh-sungguh nya.


" Ada Boss, ada. Pokoknya kalau untuk Boss, ada lah.." Jawab Burhan dengan bersungguh-sungguh pula.


" Terimakasih banget dah Han, sebelumnya, gua sudah pilih tempat yang pas buat kita ngobrol nanti, ajak anak Ama istri luh,"


" Aku ajak kemana Boss.?"


" Iya yah.?.. Hampir gua lupa kasih tahu Luh dimana tempatnya, di Kelapa Gading Mall, di Restauran ala Jepang, HANAMASA namanya, Luh browsing aja Han, pasti bakalan ketemu.tuh tempat." Ujar Haruki.


" Jangan sampe kagak luh ajak sekalian, Bokap Ama nyokap Luh kalau lagi ada di rumah.?" Ujar Haruki penuh harap.


" Siap Boss..!"


" Oke kalo gitu, langsung yah! gua tunggu disana, gua juga masih di rumah nih, jangan pada makan dulu, nanti di sana aja makannya, ya Han?!" Pesan haruki.


" Oke Boss, by the way, anakku tiga lho Boss ! adikku dari Bogor lagi ada di rumah, baru saja dia tiba di rumah, mau di tinggalkan, nanti sendirian dia di rumahku Boss.! Lagian dia baru ketemu aku, belum sempat ngobrol-ngobrol". Sela Burhanudin.


Gua ada perlu bingit ma Luh Han.": Seru Haruki, dengan semangat menggebu.


" Ah si Boss..! Siap lah kalau begitu, langsung nih tancap ke kelapa Gading Mall." Ujar Burhanudin.


Panjang Ceritanya, kalau di uraikan, perjumpaan yang tidak di sengaja dan tanpa rencana, antara dua insan berbeda jenis, Haruki Gawa dengan Lestari binti Abdul Bakir yang mempunyai garis keturunan dari Timur Tengah tepatnya Arab Saudi dari garis Ayah, yang asli dari sana.


Sedangkan Burhanudin bin Abdul Bakir adalah kakak kandung dari Wanita bernama Lestari.


Saat ini, Burhanudin sudah bekerja di Kantor pusat Mitsubishi, pindah bekerja di sana atas referensi dari Papi nya Haruki, berkat ketekunan dan kejujurannya dalam bekerja di PT NAGASAKI MOTOR SERVIS dalam pengabdiannya yang cukup lama.


Hubungan terjalin dengan baik diantara Haruki dengannya, hingga perihal kesehatan kedua orang tua Burhanudin pun mendapat perhatian dari Haruki dengan bertanya tentang mereka berdua kepada Burhanudin dengan mendapat jawaban.


Kedua Orang tua mereka masih ada yang tinggal di


" Empang " nama sebuah tempat di kota Bogor, yang penduduknya mayoritas keturunan Arab..

__ADS_1


Seakan Judul sebuah tembang lawas di tahun enam puluhan yang berjudul " The First Time " kembali berkumandang, yang terdengar penggalan dari liriknya sebagai berikut. " The first time ever i love, for you...🎢🎼🎡..


Kumandang lagu itu di rasakan oleh hati kedua insan berlainan jenis, yakni Haruki dan Lestari, mereka tidak kuasa menampik untuk tidak ada mempunyai perasaan itu.


Haruki dihadapkan kepada pengingkaran akan Rasa yang sudah cukup lama melekat dan bersemayam di dalam rongga batinnya, akan Fobia. Apapun istilahnya selain dari sebutan Cinta. Terhadap perasaan tersebut.


Kenyataan yang ada saat ini, tercium semerbak harum aroma dari bunga-bunga Cinta yang tengah mewangi.


Tidak direncanakan juga tanpa sebuah rekayasa, kemiripan dari wacana akan calon yang Tuan Hanura Gawa beserta istri, yang aliasnya adalah Kedua orang tua Haruki.


Akan halnya dengan gadis bernama Lestari ini yang juga belum bersedia untuk bersanding di pelaminan sebelum selesai meraih gelar kesarjanaannya di sebuah perguruan tinggi Negri di Kota Bogor, Jawa Barat.


Bilamana tidak ada kendala atau aral melintang di hadapan dalam perjalanan studinya, Bisa dipastikan nanti dia akan berani menjawab " Yes !" ketika Haruki mengajukan pertanyaan :" Do You Merry me ?!"


Itulah cuplikan sejarah Haruki yang telah di anggap oleh kedua orang tuanya mengerti dan mau menuruti apa yang di inginkan oleh mereka berdua, hingga dia mendapat Hadiah sebuah Rumah yang di huninya sekarang.


Adapun rencana pernikahannya bilamana segalanya berjalan sesuai dengan harapan, maka hanya tinggal menghitung Bulan saja, maka dia akan mengakhiri masa Hidup kesendiriannya. Itu dari sisi pribadinya.


Hujan belum lagi kunjung mereda, sedangkan Hari mulai beranjak ke waktu Subuh.


Waktu untuk Shalat Subuh baginya akan segera tiba, terdengar suara Bilal dari arah salah satu mesjid yang terdekat, suara lantunan Tarkhim, pertanda, tidak lama lagi Adzan akan dikumandangkan.


Hari ini jatuh pada hari Jum'at. Besok mereka berdua, akan melakukan perjalanan yang lumayan jauh dan menurut trayek di jadwal penerbangan, Pesawat yang akan mereka tumpangi, akan transit di beberapa pelabuhan udara, tetapi tidak lebih hanya di tiga pelabuhan udara besar saja, diantaranya Changi Singapore Airport.


Ada perasaan senang, bahagia, dan banyak lagi perasaan yang tidak dapat dikemukakan melalui lisan maupun tulisan, dan entah mengapa perasaan itu hadir saat menjelang keberangkatan ke Brazil.


Padahal jika ini di karenakan dia akan bertemu lagi dengan wanita yang sempat membuat dirinya terpesona, akan tetapi, wanita itu kini, dia akan menyongsong kebagian dengan pria pilihannya, bukan dirinya.


Ataukah dia merasa bahagia karena akan melihat wanita yang semula dia kira tidak akan di terima oleh calon suaminya dalam hal ini Alfonzo, yang mendapatkan calon Mempelainya telah berbadan dua, yang diprediksi tragedi bakal menanti. Akan tetapi....


Pada kenyataannya sekarang, justru berakhir dengan mereka akan menyambut kebahagiaannya.


Inilah yang seringkali di katakan oleh banyak orang,


* Seorang Sahabat sejati, atau kekasih sejati,, adalah seseorang yang merasa Bahagia, ketika orang yang di kasihinya mendapatkan kebahagiaan.

__ADS_1


Dengan tidak mengharuskan orang yang di kasihinya itu berdampingan dengan dirinya *.


__ADS_2