Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Gagal Total "


__ADS_3

Bab 5


Nampaknya suasana yang sedang berlangsung, tidak sebagaimana yang mereka harapkan, baik oleh Aji maupun Fitrie, tujuan semula Aji mendatangi gadis itu, dia ingin menceritakan kejadian yang sebenarnya tentang Shinta.


Dari soal sakit yang sedang di idapnya dan metode pengobatan apa yang didapatkan nya dari ibu Sarinah, hingga kenapa dia di akuinya di hadapan Umi juga Fitrie sebagai adiknya Emah.


Semua tindakan yang di tempuhnya, bukan tidak ada tujuan, namun perjalanan belum sampai kesana sudah di temukannya kendala.


Apabila di ibaratkan dengan sepeda motor yang sedang menghantarkannya pergi ke sebuah tempat yang ingin dia sambangi. Tiba-tiba harus Mengalami pecah ban, karena menggilas paku.


Naasnya lagi, tidak ada tukang tambal ban untuk di pintai pertolongannya di sekitar tempat kejadian itu.


Dengan sangat terpaksa didorongnya sepeda motor itu, sedangkan jarak tempat yang di tuju masih lumayan jauh.


Tapi.., " biarlah semua berjalan seiring dengan bergulirnya waktu.." Ucapan dari seorang yang pasrah, " ya mau apa lagi kalau bukan pasrah. " Dia membatin.


Dirinya sudah pasrah, kalau memang oleh sebab pertanyaan Emah tadi, menjadi sebab semakin bertambah dan meyakinkan Gadis yang dia idamkan jadi menjauh dari jangkauannya,?


Pergilah🎶kasih, jangan hiraukan diriku, selagi masih ada waktu,.🎵🎼


Bukan tidak pernah, apalagi tidak ada. Beberapa orang wanita yang dia coba untuk berkenalan lebih dekat, namun selalu terbentur dengan image


profesi yang di sandangnya.


Perlahan namun pasti gadis-gadis itu mundur hingga Aji sendiri lagi.


Tidak semua kebaikan akan mendapat balasan kebaikan yang sama, sebagaimana yang telah dilakukan.


Seperti itulah yang dia tahu dari ilmu yang ditimba nya.


Dahulu sewaktu masih sempat tinggal di pondok pesantren masih di tempat kelahirannya, dan kala itu usianya masih sangat muda.


Salah satu dari beberapa pengajar yang ada di pondok pesantren itu dalam salah satu kajian ilmu yang sedang disampaikannya yaitu bab Tasawuf.


Ustadz yang mengajarkan ilmu itu kepada para Santri, menyampaikannya dengan penuh ke hati-hatian.

__ADS_1


Diantaranya mengenai bab beramal, mau itu berupa bantuan material atau pun immaterial, kalau semua keikhlasan setelahnya mengharap imbalan entah itu dari manusia maupun dari Rabb yang tidak di pinta pun dia memberi, itu sebuah keniscayaan karena sifat nya yang Maha pemberi.. Namun keikhlasan kita menjadi patut untuk di pertanyakan.


...ΩΩΩΩΩΩ...


Seorang ibu yang melihat putranya yang telah memberikan klarifikasi siapa Ibu Sarinah, Keahlian apa yang dipunyainya., selanjutnya memaparkan.


Siapa Shinta, kenapa jauh-jauh datang ke ahli pengobatan kelas kampung dan adanya pun di pelosok desa Cimanuk Kabupaten Pandeglang.


Dengan gamblang sudah di jelaskannya kepada Fitrie di hadapan Emah juga sengaja Ajie minta keluarga yang sedang ada di rumah, dipinta nya untuk ikut berkumpul dan turut menyimak, akan penuturannya.


Demi mengetahui betapa Shinta adalah orang yang seyogianya mendapatkan apa yang telah Aji lakukan maka Fitrie pun memakluminya akan alasan yang dikemukakan kenapa ketika malam Minggu itu dia mengatakan bahwa Shinta adalah Tantenya.


" Begitu Emah., Aku kebingungan bagaimana mungkin kalau menginap di Rumah adiknya Teh Shinta di Serang, datang kesana Malam hari, dengan laki-laki yang belum dia kenal sebelumnya?" Papar Aji.


" Aji anak Emah, maksud Emah bertanya seperti itu bukan ingin mencampuri urusan pribadimu. Maafkan ibumu nak." Dengan terbata-bata Emah mengutarakannya.


" Tidak Mah, tidak apa-apa, justru semua harus menjadi jelas duduk persoalannya." Papar Aji.


Kini jelas sudah, bagi semua anggota keluarga yang hadir dan yang semula mereka juga menyangka kalau saudara mereka, Aji lah yang mempunyai ulah tidak terpuji.


...ΩΩΩΩΩΩ...


Syahdan...Ada seorang pria yang sejak lama mendambakan sosok wanita untuk menjadi pendampingnya, dia salah seorang santri di pondok pesantren asuhan ayahanda nya Fitrie.


Pria tersebut telah menginjak dewasa dan sudah mendambakan untuk hidup berumahtangga, pria yang menyandang nama Aceng Koswara putra seorang pemuka agama di desa tempat tinggalnya.


Tempat tinggal Orang Tua Aceng Koswara, satu wilayah dengan tempat tinggal Ibu Ratu Atut Chosiyah, putri dari bapak Tubagus Hasan Sohib sesepuh Banten kala itu, ibu Ratu Atut Chosiyah saat itu menjabat sebagai Gubernur Banten.


Bagi Fitrie saat itu belum terfikir untuk berumah tangga, jangankan berfikir sampai kesitu, senang terhadap pria saja belum.


karena Aceng Koswara memang tertarik habis dengan sosok gadis yang dalam anggapannya memenuhi kriteria sebagai gadis dambaannya,


maka berbagai cara pun dilakukannya, baik dengan cara pendekatan melalui tetangga sang gadis yang belum menginjak puber itu, ataupun langsung dengan menegur sapa.


Namun berbagai cara yang di tempuhnya itu, semua nya tidak mendapat sambutan sebagaimana yang di harapkannya.

__ADS_1


Alih-alih dapat sambutan, Fitrie saat itu sering menangis karenanya, hingga kyai Sahamah sempat menjumpai dengan tidak sengaja sang Arjuna yang menurut pak Kyai kurang tepat sasaran.


" Sep Aceng, nampaknya putri bapak, Fitrie masih belum terfikir untuk kenal dekat dengan pria manapun, bukan kepada Asep saja, harap di maklum dan di maafkan ya sep. " Tutur pak Kyai dengan ucapan yang santun.


Aceng Koswara menyambutnya dengan adab yang takzim. Sebagaimana sikap hormat seorang Santri tehadap pengasuhnya.


Namun ternyata rasa harga dirinya sebagai putra dari seorang Pemuka agama di daerah kelahirannya yakni Ciomas, yang dikenal di kawasan Banten sebagai gudangnya para Jawara saat itu, di dalam hatinya tersimpan rasa tidak terima seakan harga dirinya merasa dilecehkan.


" Ayeuna masih Aya Abah kyai, tunggu dia Mun geus euwueh Abah na, di Asihan ke ku Aing ." Dumel Aceng Koswara. dengan geraham terkunci rapat.


( Bahasa Banten : " Sekarang masih ada Abah Kyai, tunggu kau ya ! kalau sudah tidak ada ayahnya, di Pelet nanti oleh aku " ).


Panca kaki, adalah sebutan terhadap sebuah istilah penelusuran silsilah dan keturunan keluarga dan kerabat.


bercermin kepada hasil panca kaki tadi, keturunan Tubagus dari jalur Ayah, yang menyandang gelar Tubagus, maka di temukan silsilah keturunannya apabila ditarik keatas maka kakek dari mang Onon yang tetangga dari Ibu Sarinah, dengan kakek kyai Tubagus Sadeli ayahnya Aceng Koswara adalah kakak beradik dari satu bapak dan satu Ibu pula.


Jadi sangat erat kaitannya dengan kejadian dibawah payung berdua berpelukan langsung saat itu juga naik ke Dunia Maya karena pemilik warung di perempatan yang dikenal dengan Mang Saliman yang menyandang Gelar Tubagus juga, itu adalah saudara misan alias sepupu dengan ayah dari Aceng Koswara.


Bukan main kalau sudah Asmara melanda, pakar beragam ilmu termasuk ilmu pelet pun bertindak.


dan diumpamakan seorang pengelana yang berilmu dan telah lama mengasingkan diri untuk mencari keabadian hidup yang abadi pun turun kembali.


Yang lebih populer dengan sebutan Pendekar turun gunung. Dan Kota Pandeglang itu memang terletak tepat di kaki Gunung Karang.


...ΩΩΩΩΩ...


Demi mendengar langsung pemaparan dari Aji yang sungguh masuk di akal semua orang yang hadir saat itu termasuk Fitrie , maka tidak ada lagi keraguan dirinya terhadap lelaki bernama Aji Swakarsa.


Lepas dari siapa dan apa profesi nya. Karena kini kebenaran telah menampakkan di hadapannya.


Pertanda sebuah rencana berupa rekayasa yang telah Fitrie dapatkan dari salah seorang santri yang menggeluti Broadcasting di Pondok pesantren asuhan Almarhum Ayahnya.


Yang di Fasilitasi dan di jadikan sebagai ajang penyalur Hobby yang positif dari para Santri yang berminat di bidang Komunikasi jalur Radio, juga banyak berbagai ragam info bisa di temukan di kegiatan broadcast itu.


Termasuk rencana pembunuhan karakter terhadap Aji. Yang sedang menggalang niat baik dengan cara yang baik pula. Oleh oknum yang berkepentingan untuk mendapat asmara dengan caranya yang di tempuhnya tidak dengan jalur yang elegan itu pun mendapatkan jalan yang buntu dan boleh di katakan Gatot, alias gagal Total .

__ADS_1


__ADS_2