
Bab 1
Hati yang berbunga-bunga mewarnai perjalanannya menuju Jakarta, di sepanjang jalan yang di lalui nya,
Semua indah di dalam pandangan matanya.
" Aku sedang jatuh cinta." celotehnya sendirian. " Statusku saat ini adalah Pengacara yang sedang jatuh cinta ." lanjutnya lagi.
" Kalau di usulkan ke MNC TV, untuk di jadikan judul pada sebuah tayangan sinetron di sana, ada kemungkinan akan meletup meledak di Hasanah dunia sinetron. Judul yang langka". Gumamnya.
Status dirinya saat ini, memang seperti itu. Dibutuhkan tenaganya, minimal oleh saudara dan kalangan dekatnya, dia merasa bangga, bisa berguna bagi sesama.
Contoh konkret sekarang ini, kalau tidak di butuhkan, untuk apa juga dari jarak 120 kilometer jauhnya, di pinta untuk datang dengan tanda kutip " segera ". Atau bahasa gaulnya " ASAP ". teman- teman dekatnya suka mengatakan kalimat itu. Atau bahasa lainnya GPL yang artinya, gak pakai lama, masih dengan gumam di dalam hatinya.
" Lumayan sebagai hiburan untuk membunuh rasa sepi karena sendiri di perjalanan," celotehnya sendirian.
Begitu dia tiba di rumah Anggi, kakak perempuannya, yang tinggal di Jakarta, benar saja. Disana sudah menunggu tugas yang kakaknya katakan di telepon tadi sore, selagi dia masih di rumah Fitrie.
Sebagai Prakata lazimnya orang yang baru saling bertemu lagi dengan Barmanto suami dari kakaknya itu, yang biasa di panggil Barma, yang berdinas di Bali, saat ini sedang ada urusan kantor mangkanya dia berada di Jakarta.
Aji memberi salam yang dia tujukan kepada semua orang yang berada di rumah itu.
" Apa kabar mas Barma!, juga kamu Wulan, tumben ada disini." Sapa Aji
" Alhamdulillah sehat-sehat saja, kau sendiri sehat juga kan ?, ku lihat badan kau sedikit ramping Ji ?" ujar Barmanto.
Belum pertanyaan Barmanto yang di tujukan kepada nya terjawab, " Wajar langsing, sibuk terus bekerja di bengkel, bikin mobil orang lain jadi bagus sementara mobil Empoknya kagak di openi, tidak ada waktu." Ujar Anggie sambil menjulurkan lidahnya, pertanda tidak serius. Dia berseloroh. Dan di sambut oleh tawa yang serempak Ha..ha .ha dari orang banyak yang sedang berada di suasana gembira itu.
" Ngomong - ngomong mas Barma bisa bareng datang kesini dengan Wulan, setahuku, Mas Barma dinas di NTT. Bukan ?" Tanya Aji.
" Benar, aku dinas disana Ji, beberapa hari yang lalu, aku dapat tugas di kantor pusat di Jakarta," Ujar Barmanto, " setelah di pikir-pikir, mumpung ada waktu seperti sekarang, ya sekalian menjenguk orang tua di Bandung.Kerika aku mau kembali ke Bali dengan penerbangan dari Jakarta, di karenakan oleh satu dan lain sebab, jadwal penerbangan di tunda hingga semalam penuh, kebetulan Wulan ada keperluan ke Jakarta, ya dia ikut, tadi siang saat aku mau berangkat ke mari." Tutur Barmanto.
__ADS_1
" Kebetulan sekali ini, mas mau ke Jakarta, Wulan mau ikut Aaah !" ujar Wulan yang di jawab oleh Barmanto, " lantas nanti pulangnya ke Bandung di antar siapa kamu Lan ?" Ujar Barmanto.
" Pakai angkutan umum saja mas, tidak sulit kok. Begitu keluar dari halaman gedung airport, tidak pakai lama banyak Taksi sewaan, mau naik kendaraan dari jasa travel, atau Bus DAMRI." Timpal Wulan.
Pembicaraan antara kakak beradik itu berlangsung di tempat tinggal orang tua mereka tadi siang ketika masih di Bandung.
⚓⚓⚓
"Mas Barma, booking Tiket untuk penerbangan yang jam berapa?" tanya Aji.
" yang pukul 08:20 Ji ." jawabnya.
" Sebaiknya, kita berangkat lebih awal saja mas, besok kan masih hari kerja, siang sedikit, alamat terjebak macet." Tutur Aji.
Acara keluarga temu kangen, berlanjut berjalan hingga hampir tengah malam, beberapa saat sebelum larut malam bercengkrama pun di akhiri dengan masing-masing berpamitan untuk pergi ke peraduan.
Waktu terus berjalan, hingga menjelang Subuh, mereka bangun dan melakukan Kegiatan rutinnya.
Begitu mereka berangkat dengan tanpa sesuatu pun yang tertinggal, belum lagi kendaraan yang mereka pergunakan jauh keluar dari halaman, terdengar dengan jelas suara seorang penyiar radio dari salah satu stasiun Radio yang cukup di kenal oleh banyak pendengar, di Frekwensi FM1.
" Sahabat Del Viera dimanapun kini anda berada, selamat pagi dan selamat beraktivitas," ( Bla..bla ..bla ) hingga , " itu alangkah baiknya bila kami sarankan bagi yang akan melakukan perjalanan ke luar rumah baik menuju luar kota, ataupun sebatas tujuan ke arah Bandara, kami sarankan untuk pagi ini, sebaiknya anda berangkat lebih awal, karena kami mendapat info dari hasil pantauan melalui kamera CCTV di stasiun pengendalian pengaturan arus lalulintas di Kodak metro Jaya. Bahwasanya arus kendaraan yang terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan." banyak lagi pesan yang di sampaikan oleh penyiar itu.
Benar saja, mereka melihat jumlah kendaraan yang berpapasan hampir bisa dikatakan padat namun masih tetap bergerak walau kadang tersendat, namun belum masuk kategori macet.
Berangkat dari Cipete Jakarta Selatan, tidak begitu memakan waktu lama blok A pun sudah terlewati kemudian Mampang, masih dengan kondisi jalan yang belum macet, hingga Pancoran baru saja mereka lalui, begitu juga ketika mereka mulai masuk ke daerah Cawang, tidak akan memakan waktu yang lama mereka akan tiba di Halim Perdana Kusuma.
" Kalau kondisi keramaian seperti ini sih mas, Insya Allah tidak akan sampai 30 menit atau lebih sedikit, kita akan tiba disana " Kata Aji begitu yakin.
" Alhamdulillah, padahal tadi kita berangkat dari rumah tidak pagi-pagi amat ya Ji ?" seru Barmanto antusias, dengan mendapat tanggapan dari Aji dengan anggukan kepala, berulangkali.
Mereka tiba di pelataran parkir Halim Perdana Kusuma tepat pukul 07:00 WIB. " Perhitungan yang matang ini Ji ." Ucap Barmanto dengan mengacungkan jempol tangannya.
__ADS_1
" Ya mas, Alhamdulillah. " Sahut Aji.
🛫
Sebagaimana lazimnya calon penumpang ketika akan Check-In ke dalam pesawat yang akan membawanya terbang, terlebih dahulu mereka harus melewati pemeriksaan untuk keamanan.
Mereka akan lebih banyak berdiam diri, sambil melangkah maju, tanpa bisa menghindar pemeriksaan melalui sinar tembus pandang yang memperlihatkan di layar monitor segala macam barang bawaan dari para -penumpang.
Termasuk pemeriksaan KTP dan Tiket , sedang di jalani oleh Barma, sementara para pengantar, ada jalur sendiri, yakni jalurnya menuju ke lantai dua. Disana sudah di siapkan ruangan terbuka berupa balkon yang naungi oleh Kanopi.
Ada bagian depan dari balkon itu berupa teras yang sengaja disediakan untuk para pengantar keluarga yang berangkat mengucapkan selamat jalan.
Walau hanya dengan isyarat bahasa tubuh sekalipun.
Tanpa ada maklumat bagi orang yang ramai berkerumun untuk para pengantar, entah sejak kapan di mulainya mereka mengelompokkan diri bagi pengantarnya.
Untuk pengantar wanita menuju balkon melalui pintu lorong utama dan belok ke kanan. Sedangkan untuk Pria masuk lorong yang berlawanan arah dengan yang wanita pergunakan.
Begitu pula dengan Wulan dan Aji. Mereka terpisah oleh jarak dan terhalang oleh kerumunan pengantar lain yang sudah lebih dahulu tiba di sana.
Suara pengumuman bagi para penumpang untuk menuju pesawat yang akan menghantarkan mereka ke tempat tujuannya masing-masing.sudah dikumandangkan.
Mereka berdua belum melihat Barmanto melintas di sepanjang penglihatannya, sementara beberapa orang yang melintas sudah lumayan banyak, mereka berbondong-bondong berjalan menuju pesawat terbang yang sedang parkir. " Ada apa gerangan dengan mas Barmanto?" gumam Aji, maupun Wulan.
Tetapi , tidak lama berselang, Susan berteriak sambil telunjuknya dia tuding kan ke arah kakaknya yang terlihat sedang berjalan percis di bawah teras para pengantar yang sedang melepas, dengan berat keluarga yang akan meninggalkannya. Walau penuh keyakinan, keluarganya itu akan kembali kepada mereka juga.
" Mas Barma ! Serunya , mengalahkan suara ributnya anak- anak yang berkerumun di sana.
Dia yang entah karena suaranya yang keras, atau pendengaran Barmanto yang masih cukup baik, dia menoleh ke arah suara yang memanggilnya, dia tahu itu suara adiknya, lantas diapun serta merta membalasnya dengan lambaian tangan.
Semakin jauh dari jangkauan penglihatan, semua penumpang sudah tidak ada yang terlihat, mereka semua telah masuk kabin pesawat melalui tangga yang tersedia.
__ADS_1
Sesaat kemudian terlihat Pesawat mulai bergerak perlahan namun pasti, pergerakannya mulai bertambah untuk kemudian berbelok dan berhenti di landasan pacu. Pertanda Pesawat akan mengambil ancang-ancang untuk mengawali penerbangan dengan terlebih dahulu meningkatkan putaran mesin turbin pendorongnya.