Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Awal Pencarian "


__ADS_3

Bab 3


Begitu besar rasa tidak percayanya Maemanah maupun kembarannya, kepada setiap orang yang baru di kenalnya, apalagi kepada orang yang berwujud laki-laki, dan belum mereka kenal sama sekali.


Begitu juga terhadap Aji, bagi Maemanah seakan dia melihat sosok lelaki yang pernah berbuat culas kepada kakeknya.


Sehebat apapun kedigjayaan dan betapa sakti mandraguna kakeknya itu, akan tetapi, ketika yang membuatnya tersungkur tidak berdaya adalah orang yang tahu percis titik kelemahannya.


Legenda Betawi tempo dulu, terulang di Zaman satelit telah merambah ke Peradaban Dunia.


Alkisah Etos perjuangan di Jakarta Tempo Doeloe oleh sosok putra Bangsa bernama Jampang, yang lebih dikenal dengan sebutan Bang Jampang membuat Kompeni Belanda di buat kewalahan oleh kemampuan ilmu kedigdayaannya.


Namun Kehadiran Yudas Iskariot, tidak hanya ada di zamannya Kenabian Isa Alaihi Salam saja.


Penghianatan dari saudara satu perguruan nya yang tergiur dan silau oleh gemerincing suara logam bernama Gulden.


Nilai tukar yang berlaku hingga saat ini di negri Kaum penjajah saat itu, telah membuat mabuk kepayang teman seperguruan dari sang legendaris.


Saudara satu perguruan telah melanggar sumpah persaudaraan yang dahulu di ikrarkannya ketika sama-sama menuntut ilmu Laduni pada seorang guru yang sama.


Tidak heran ketika Aji berkunjung ketempat kediaman Fitrie, dilihatnya seorang gadis tanggung yang oleh Fitrie di panggil " Maemanah."


Dia yang menghantarkan suguhan berupa kudapan juga air minum, dan meletakkannya di atas meja yang berada di hadapan tempat Aji sedang duduk.


Ada kesan sikap Maemanah kurang bersahabat, roman wajahnya seperti wanita pada umumnya saat akan mendapat sakit rutin bulanannya.


Beruntung bagi Maemanah, telah bersikap demikian terhadap Aji, yang menanggapinya seakan itu tidak pernah terjadi, karena dia memegang teguh prinsip.


Tidak ingin masalah orang lain menjadi masalah dirinya.


Disamping sikapnya memang seperti itu, dirinya hadir ke Dunia dengan keberuntungan yang sepantasnya dia syukuri, telah terlahir dengan fisik juga kejiwaan yang sempurna, tanpa kekurangan.


Namun, sepanjang yang di ingatnya, dia tidak pernah mencela terhadap kekurangan orang lain.


Ini salah satu kebiasaan yang dia rasakan, banyak mendapatkan kemanfaatan atas sikapnya tersebut, ini yang pertama.


Yang kedua, dia adalah seorang pencinta keindahan.


Ada keindahan dari sekian banyak keindahan lainnya yang tidak terhitung jumlahnya, yang hampir tidak lepas dari rasa kagum dan takjubnya.


Salah satu keindahan itu adalah Wanita dewasa, dari sejak mulai tidur, hingga saat terbangunnya lagi, wanita didalam pandangannya senantiasa tampak tetap Indah.


Akan tetapi, cara dia menikmatinya, cukup hanya dengan memandanginya, itupun tidak ada muatan syahwat, dalam terawangan indra matanya.


Ya...., hanya memandanginya, tidak lebih dari itu. Karena akan beda lagi ceritanya, kalau tatapan tersebut telah terkontaminasi dengan Fikiran yang menjurus ke Vulgar dan mesum.

__ADS_1


Yang mulanya sebuah keindahan yang murni dan alami, yang mengundang decak kagum pun akan sirna dalam sekejap.


Selebihnya, yang tinggal dan kalaupun ada, hanyalah pemandangan biasa.


Tidak terlihat lagi unsur sebuah Keindahan yang istimewa, karena dia telah bias, tidak lagi bersisa.


Tidak di pungkirinya, keindahan tersebut dia temukan pada sosok wanita bernama Fitrie, yang tidak lekang oleh berjalannya sang waktu.


Yang maha Kuasa, telah membuktikan kesanggupannya menciptakan Makhluk indah yang bernama Manusia, dan berjenis wanita


Hanya karena berlainan jenis, sehingga timbul rasa saling mengagumi satu terhadap lainnya. Dan oleh fikiran yang terprogram dari rasa kagum itulah maka menghasilkan nuansa angan yang identik dengan keindahan yang hakiki.


Betapa karya cipta yang tidak mungkin ada tandingannya, itulah Sifat yang maha pencipta.


Yang maha berkemampuan adalah salah satu sifat dari seluruh sifat yang di milikinya, sebagai lambang kesempurnaan


berupa namanya yang terangkum dalam sifatnya sebagai Asma UL Husna.


Berjumlah 99 sifat Allah SWT, satu lagi sifat yang lainnya diantaranya adalah;


Dia yang tidak pernah merasa Bosan dan Lelah.


Yang maha pencipta, dalam menciptakan beragam macam keindahan tersebut. Dan maha memelihara.


Segala puji bagi Allah SWT, yang maha Pencipta, yang tiada satu makhluk pun yang sanggup menyamainya.


Dilain waktu, Batinnya yang senantiasa menyebut kalimat Toyyibah itu di setiap denyut nadinya yang masih terasa olehnya, masih ada.


Manakala baik itu dengan sengaja, ataupun karena kebetulan, dirinya melihat salah satu keindahan tersebut.


Begitu juga di saat dia bertemu dan bertatap muka bahkan beradu pandang dengan Melindari, diamatinya bola mata yang bundar dan bersinar itu dengan seksama.


Bola Mata dari wanita yang bernama Melindari Wahyu Ningtias.


Ditemukannya bulatan bola mata yang berbeda, dari umumnya mata orang Indonesia yang berwarna Hitam, pada bagian tengah di bola matanya yang dominan dikelilingi oleh warna Putih bersih itu.


Tetapi kali ini dirumah Haruki, ada sepasang bola mata yang warnanya sama dengan yang Fitrie miliki. Yakni berwarna Cokelat. Bening indah dan berkilau.


Batinnya berkata ;


" Nikmat mana lagi yang ku Dustai? Di saat melihat dan menyaksikan sesuatu yang mendatangkan rasa Kagum dan membuat terperangah.


Itulah Kenikmatan yang mutlak milik kita. Telah timbul karena di topang oleh unsur-unsur campur tangan yang maha menciptakannya."


...ΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


" Melin, Aku pamit dulu ya !? untuk besok Insya Allah aku akan datang lagi, kita pergi ke Kantor urusan keimigrasian, untuk mengambil buku pasport. Dan


nanti kita dipinta untuk membubuhkan tanda tangan, sebagai syarat registrasi, bahwa buku sudah selesai dan sudah kita terima." Ujar Aji.


" Bang Aji, nggak tunggu bang Ruki pulang dulu?"


" Tidak Mel., nanti aku akan kasih khabar via telepon.


Tolong kasih tahu saja ke dia langsung, begitu dia datang, urusan di kantor Imigrasi sudah selesai !" Sahut Aji sambil menghidupkan mesin mobil.


Aji berlalu dengan tujuan Jakarta Selatan, tempat tinggal Anggie kakak wanitanya. Tempat dia ikut tinggal.


Perjalanan menuju pulang dari Kelapa gading Jakarta Selatan ke Cipete Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di jalaninya


Lagi-lagi dia sendirian diperjalanan tidak pakai lama.


Dia tancap pedal gas, demi mata yang sudah ingin segera merasakan lagi isi lagu Dangdut koplo.dari suara lantunan pengamen kemarin di Restoran.


" Kulit bertemu kulit, bulu bertemu bulu, semakin rapat...🎶, semakin nikmat rasanya.


Kewajiban shalat isya sudah dikerjakannya. berjamaah pula dengan Melindari dan Maemunah.


Dia sudah merasakan kantuk yang luar biasa, ini sudah di cita-citakannya, begitu sampai. Tidak akan pakai banyak Cing-cong lebih dahulu, Cuci kaki dan mau langsung tidur., dur.., dur..jedur...


Walau dalam kondisi mengantuk, masih sempat dirinya merenungkan misteri hidup yang dia lakoni,


Dia selaku manusia tidak sanggup mengungkapkan tabir tersebut.


Karena memang yang maha kuasa berkata, jelas tertera di dalam kitab yang di yakini nya, " Tidak semata-mata engkau mengetahui hal yang ghaib, kami berikan ilmu untuk mengetahuinya kecuali hanya sedikit."


Aji menyadari semua yang akan dia jalani, di kemudian hari, mutlak sebuah kemustahilan untuk bisa di ketahui nya, atau di deteksi dengan kecanggihan teknologi yang mutakhir dan maha modern sekalipun.


Namun apabila kejadian yang terpahit tengah menantinya didepan kehidupan yang saat ini sedang di jalaninya.


Akan dihadapinya dengan tiga kiat, yang pertama ialah Ikhtiar, selanjutnya Berdo'a. Dan yang ketiga


atau yang terakhir, adalah. "Pasrah."


Manakala ketiga kiat telah dilaksanakannya dengan penuh keyakinan, bahwa ikhtiar itu wajib hukumnya, sedangkan keberhasilan itu justru berbanding terbalik.


Dengan kata lain, keberhasilan itu hukumnya. Tidak wajib.


Tetapi jika kenyataan yang terjadi kemudian, di ujung Do'a nya tidak sesuai dengan harapannya, maka dirinya akan menerimanya sebagai sebuah Takdir.


Sebagaimana takdir atas dirinya yang terlahir melalui Rahim seorang Ibu yang bukan istri dari petinggi Militer, atau istri seorang pengusaha yang Tajir Melintir.

__ADS_1


Dia tidak akan menyesalinya. Biarlah dirinya adalah dirinya, tidak ingin jadi anak dari orang lain.


.


__ADS_2