
Bab 2
Berita hari ini untuk Aji datang dari Agen perwakilan, tentang besok pagi dirinya lah yang akan mengantar Aji ke Bandara, semua dokumen yang di perlukan untuk perjalanan pulang ke Indonesia sudah dipersiapkan nya. Kendati dilihat dari tiket pesawat yang diperlihatkan , berupa soft copy nya, di lihat pada kolom waktu terbang, tertulis disana pukul 11:46 waktu setempat.
Memang tidak keliru, pada tiket di tulis negara tujuan. Indonesia, akan tetapi, kenyataannya suka berbeda, Transit terlebih dahulu ke beberapa pelabuhan udara yang tidak di sebutkan oleh Agen perusahaan yang memberangkatkannya.
Beragam pengalaman teman-teman yang pernah mengalami hal serupa, walau tidak setiap kepulangan dari luar negri mendapatkan pengalaman semacam itu.
" Tidak masalah, kalau mau pulang sih senang saja yang ada," Tanggapnya.
Setiba nya di Kapal dengan perjalanan yang lancar sejak dari Rumah Sakit, hingga tiba di Kapal FSO MT.FORMOSA.
Yang pertama dia sempatkan untuk di temui, adalah Kapten Hendrik dengan di sertai oleh petugas keagenan di Santos, menyerahkan dokumen berupa laporan hasil kesehatan Aji pasca rawat inap 2 hari di RSU Santos.
Selang beberapa saat kemudian, Kapten Hendrik minta Aji untuk meninggalkannya berdua dengan Agen perusahaan itu, selain memberi waktu kepada Aji, untuk melakukan serah terima tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya di kamar Mesin.
Selain semua yang erat hubungannya dengan kegiatan sebagai Juru rawat Mesin, yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, dan sekarang dia limpahkan, diserahterimakan nya kepada Juru mesin yang ada untuk di sampaikan kepada yang menggantikannya, saat nanti dia datang.
Selain telah di buatnya rangkuman untuk bahan serah terima dalam bentuk tulisan, juga dia info kan pekerjaan yang belum selesai yang dalam tanggung jawabnya.
⚓⚓⚓
Singkat cerita Aji telah tiba kembali di tanah air tercinta, dan pulang ke rumah orang tuanya. Beberapa pekan telah berlalu.
Di suatu sore, dia terperanjat dari tidur yang tidak di sengaja, dan demi melihat jam telah menunjukkan waktu untuk melaksanakan salat asar, yang hampir habis waktunya, dengan tergopoh-gopoh dia pergi untuk berwudhu, dan sejurus kemudian dia dirikan salat wajib Asar.
Seusai salat dia pun duduk termenung, pikirannya menerawang jauh sekali, dengan tatapan yang hampa.
Dalam renungannya, ada yang sudah tertanam jauh di dalam benaknya, bahwa dirinya tidak ingin hanyut oleh masa lalu, kejadian itu sepantasnya dia buang jauh-jauh, " Pelaut gitu lho," kata suara hatinya .
Di raihnya ponsel yang sejak dia merasa tersingkir dari ranah Fitrie, tidak pernah lagi ponsel kesayangannya itu dia pergunakan untuk urusan asmara, atau menelepon lebih dulu kepada siapa pun, tapi untuk kali ini.
Di hubunginya nomor seseorang yang sudah lama tidak pernah dia hubungi. Terdengar nada sambung di Ponsel seberang, dan seseorang meresponnya.
__ADS_1
" Halo., dengan siapa ya ?" suara seorang wanita
" Halo, selamat sore mbak, saya Aji, betulkah yang saya hubungi ini nomor ponsel Faizal ?" tanya Aji dengan harap-harap cemas.
" Faizal ? nomor saya ini tidak pernah ganti, dan di rumah ini tidak ada yang bernama Faizal," dengan nada suara ketus.
" O., begitu ya mbak, maaf kalau begitu, saya salah sambung,"
" Waduh," keluh Aji , " Tapi kenapa koq bisa salah sambung ya ?" Aji merasa penasaran, tidak yakin dengan yang baru saja di dengarnya, karena beberapa hari yang lalu dia mengobrol dengan Faizal, melalui nomor ponsel yang tadi. Hingga keningnya berkerut mengingat itu.
Suara nada panggil berdering kencang pada telepon genggamnya, dengan gerakan yang kurang bergairah di ambilnya ponsel itu, kemudian, terdengar suara seorang wanita mengucapkan salam dengan suara yang lembut dan ramah.
Pendengarannya tidak akan keliru, karena beberapa hari yang lalu, dia baru saja di nyatakan lulus dengan hasil baik, tes MCU di sebuah Rumah sakit umum di Kota Santos, Brazil. Segala macam di tes termasuk tes pendengaran, di poli bagian THT.
Dia yakin, suara wanita di panggilan ponsel ini, adalah dia yang bicaranya ketus di ponselnya Faizal, tadi.
" mohon maaf bila keliru, betul ini saya bicara dengan mas Aji,?" terdengar suara merdu, tanpa beban.
Aji yakin suara wanita ini, dialah yang baru saja bicara di telepon milik Faizal, masih segar di dalam ingatannya, wanita ini yang berkata di ponsel,
" Eeeh sekarang telepon balik, beramah-ramah pula."
Komentar Aji. Dia tidak paham apa maksud wanita itu, di angkat dan dia jawab ;
" Salah sambung mbak." tanpa ekspresi
" Masak sih salah sambung ?" Jawab wanita itu,
" anda kan pemilik telepon seluler ini ."
" Mbak., saya ini bandar ayam potong, memangnya si mbak ada perlu mau membeli Ayam ke saya?" jawab Aji sekenanya.
Hening untuk beberapa saat, terdengar suara wanita di seberang itu berbicara dengan suara berbisik, namun masih bisa Aji mendengarnya.
__ADS_1
" Bang., sepertinya dia kesal ."
" Kau sih ..nakal suka iseng .!" Sahut yang di panggil nya Abang, yang tertawa, hafal dengan sahabatnya yang suka balik iseng kalau dia merasa di bikin iseng.
Tampaknya suara laki-laki dari HP itu asli dia adalah Faizal. Aji pun spontan berteriak.
" Hey semprul !, tadi yang terima panggilanku, suaranya merdu, dia bilang , salah sambung, radarku mendeteksi dan menyatakan yang bilang begitu tadi orangnya jutek, tapi manis, he..he..he.," goda nya kepada Faizal. BTW apa khabar sohib ?". sahut Aji
" Alhamdulillah sehat Ji, ini gak pakai basa-basi, langsung gaspol, ada yang sampai ke pendengaran ku Ji, dan bikin aku juga teman seangkatan di Mess pada memperbincangkan kau, jadi berita yang viral di kalangan Pelaut Indonesia, apa betul tuh Ji."
Faizal memberondong dengan pertanyaan yang Aji belum faham kemana arahnya.
" Faiz, pertanyaanku saja belum kau jawab...itu yang ngomong di telepon, yang aku bilang judes itu siapa rupanya ." sergah Aji.
" Owh itu ? , dia teman satu asrama dengan Fitrie, tapi beda generasi, mereka bareng menuntut ilmu di pasantren Al-Huda di Garut, dia adikku yang bungsu sedang libur sekolah, aku minta kau maafkan, memang dia suka iseng, dulu waktu kita masih Taruna Pelayaran, adik ku itu kan masih duduk di kelas 5 sekolah dasar, pasti kau masih ingat dia." sergah Faizal.
" Ok.. Sohib, lupakan tentang keisengan adik kita itu, dari tadi sudah aku maafkan, yang kau bikin aku ingin tahu, sedikit info juga tidak apa-apa. Yang kau katakan viral tadi Brow..!" ucap Aji.
" Viral, dengan kejadian yang dramatis semacam adegan di Sinetron, kau lakon utamanya, aku turut prihatin Ji !, swear ..Tapi tentang tuntutan cewekmu dengan angka yang fantastik dan berhasil, itu yang jadi viral " sahut Faizal bersemangat, tapi membuat Aji tertegun.
" Gawat!, kalau ini sampai ke pendengaran Ortu ku, bisa di rajam seratus kali cambukan rotan nih." Gumamnya.
Begitulah suasana yang tercipta kalau dia bertemu dengan sahabat yang nama nya Faizal, teman dan sahabat sewaktu kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran di Jakarta.
Ini baru bertemu via medsos WA. Bisa di bayangkan bagaimana kalau live ?. banyak cerita mereka berdua, terutama di saat mereka sedang berada di dalam kelas. lebih sering duduk berdekatan, di kenal sebagai pasangan nyontek yang solid.
Masih teringat betul ketika salah satu Dosen yang mengajar mata kuliah Kemaritiman Global.
Beliau berkata sebelum memulai menyampaikan materi pengajarannya. hingga sekarang ucapan beliau masih tetap terkenang.
" Peluang dan keberuntungan berbeda satu dengan lainnya, walaupun sumber Ilmu yang dituntut berasal dari tempat dan sumber yang sama, itu sebuah keniscayaan ." dan di akhirinya dengan .
" Sampai disini, ada yang saudara tanyakan ?" Kami menjawab serentak , " Tidak ada ! pak.." dan kelas pun bubar... untuk coffee break.
__ADS_1
.