
Bab 3
Pelayanan yang paripurna dan berkualitas membuat pengunjung yang baru pertama datang ke restauran disana, belum lagi hidangan di piringnya habis, mereka sudah merencanakan kepingin datang lagi untuk entertainment di waktu yang akan datang,
Itu semua berkat pelayanan dari para Pramusaji yang hampir semua wanita muda, yang berkisar di usia sekitar dua puluh tahunan.
Itu menurut taksiran Aji ataupun Melindari, hanya satu atau dua saja dari Pramusaji yang menurut perkiraan mereka berdua, yang usianya lebih sedikit dari mereka yang jumlahnya mayoritas.
Ternyata Aji, kalah cepat oleh Haruki San, yang telah tahu Restauran itu jauh lebih dulu dari padanya.
" Wajar dong, disini kan daerah kekuasaannya, coba di Cipete, Jakarta Selatan, dia masih banyak tahu seperti disini.? Tanya nya kepada Melindari.
Wanita itu menanggapi dengan senyuman sekilasnya, sambil menyeruput Air Teh Lemon panas, kesukaannya, lagi-lagi dengan mengangkat kedua bahunya. Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh Melindari yang juga Susan.
Semua yang dilihatnya dan terjadi di penglihatannya masih menjadi teka-teki yang membuat kepalanya jadi mumet.
...*******...
Persahabatan yang sudah tidak ada lagi perhitungan untung atau rugi bagi mereka berdua, terutama bagi Aji.
Setidaknya penilaian seperti itu adalah untuk ukuran sahabat, bagi dirinya.
Lantas apa feedback yang di peroleh Haruki dari persahabatannya dengan Aji ? menurut penilaian yang objektif
* Kalkulasi ....
Selama hampir setahun sang Sohib Aji, bekerja di Bengkel, ibarat omong sombongnya, dia yang dapat kepercayaan penuh memegang kunci gudang.
Selama itu pula bekerja hingga detik dirinya meminta untuk mengundurkan diri berhenti bekerja di Bengkel, bukan di berhentikan.
Tidak ada satu buah Baut pun yang hilang, kejadian itu, Haruki yakini karena Sohibnya itu menjalankan keyakinannya seiring dan sejalan dengan perbuatan kesehariannya di dalam bekerja.
Sedangkan yang pernah bekerja di Bengkelnya sebagai pemegang gudang, bukan baru satu atau dua orang.
Beberapa orang silih berganti, entah yang ke berapa, sebelum Aji masuk bekerja disana.
Kesemuanya dari mereka tidak ada satupun yang membuat hati sang manager bisa istirahat di saat Jeda waktu istirahat makan siang, apalagi di saat hari libur, di saat mereka para Montir ada pekerjaan lembur dan sang Manager memilih mengambil istirahat hari libur di Rumah.
Raga yang berada di rumah, sementara pikirannya melayang ke Bengkel dengan berbagai macam prediksi.
Haruki sebagai Manager disana, merasa punya beban moril dalam penggunaan dan stok suku cadang yang ada di Gudang.
Itu alasan pertama kenapa Aji begitu istimewa dalam pandangannya.
__ADS_1
Yang kedua, ketika Adik sepupunya berada di sanggar White Horse, ada seorang pengunjung yang menjadi tamu tetap nya sang Primadona, lelaki itu berpenampilan rapi, resik juga bermoral dalam memperlakukan Susan sang primadona Sanggar itu.
Sang pengagum yang berstatus sebagai pengusaha di bidang Besi tua yang berhasil dalam bidang usaha yang di tekuninya, berstatus sebagai Ayah dari beberapa orang anak yang masih belum dewasa dan suami dari seorang istri, yang berparas cantik.
Entah karena kemungkinan dia itu adalah salah satu yang memegang teguh faham tentang ; " Rumput tetangga terlihat lebih Hijau. Atau........
Akan sangat membosankan manakala makan setiap hari selalu dengan sayur SOP, atau sayur Asam. Sesekali syah-syah saja lah memilih untuk makan sayur Lodeh."
Maka diapun bertekad untuk mendapatkan Susan sebagai Sayur Lodeh yang ingin dia nikmati tapi nanti setelah diambilnya dengan cara yang Halal, yang menurut rencananya akan di tempuhnya dengan cara Nikah Siri.
Sang pengusaha Besi Tua ini bukan seorang lelaki yang berumur tua dengan anak tiga, dan tidak bermoral.
Dia mengenal Susi bukan dengan cara mereka bergelut tanpa busana, justru dia seorang yang Agamis dan mengatakan kepada Susan ;
" Susan, kau mau bukan untuk meniti hidup dengan Akang? Kau tinggalkan kehidupan di tempat yang tidak pantas untuk wanita secantik mu." Ujarnya.
Tapi alasannya tidak cukup jelas bagi Susan, untuk menikahinya sekalipun itu syah dan cara yang di Halalkan oleh Agama.
Susan punya pertimbangan akan Etika dan Budaya, Tempeleng lah lebih dahulu wajah sendiri sebelum menempeleng wajah orang lain.
Betapa akan hancur perasaan sang istri, yang setia dan taat kepada suaminya saat mengetahui sang suami membagi dua hatinya kepada orang lain.
Tidak terbayangkan ketika diketahui di belakang hari, siapa dan apa status sang Madu, yang tidak lebih dari seorang yang jauh di bawa martabatnya. Bahkan sangat jauh berbeda.
" Susan., Akang ingin mengangkat kebaikanmu asal baik kembali menjadi baik." Jawabnya.
" Terimakasih atas niat baik Akang kepadaku kang, semoga niat baikmu di catat oleh para Malaikat nya Allah SWT , sebagai amalan yang baik.
Susan menolak dengan cara yang santun namun dia tidak pernah memberi harapan kepada sang Juragan Besi Tua tersebut.
Bukan dia tidak senang dengan tawaran itu, namun dia tidak ingin jika nanti ada Hati yang terluka.
Kejadian di saat Haruki mengajak dan mengundang Sohibnya ke sebuah acara ulang tahunnya Susan, sang juragan Besi Tua pun, hadir di sana tanpa di undang.
Aji telah mengerahkan berbagai ilmu yang dia peroleh dari sang Guru dadakan, sewaktu dia masih berstatus sebagai seorang Taruna di perguruan tinggi Ilmu Pelayaran di Jakarta , salah satu dari sekian banyak tetangga nya, ada yang berprofesi sebagai Pesulap seperti Pak Tarno, juga sedikit kemampuan dalam penguasaan ilmu telepati dan Hipnotis seperti Dedy Corbuzier.
Dirinya sering di ajak oleh sang tetangga ikut nanggung berkeliling dari satu pesta perayaan ke pesta perayaan lainnya, saat dirinya sedang vakum di kegiatan perkuliahannya.
Kejadian yang tidak di inginkan ya pun terjadi, dimana sang Pengusaha Besi Tua, terbakar api cemburu, melihat Susan begitu lengket kepada seorang pria yang belum pernah dilihatnya, tapi selalu di Pepet terus oleh sang Wanita yang di puja dan di pujinya.
Dengan meminjam tangan dua pemuda berbadan kekar yang konon pengawal tetap nya sang juragan Besi Tua.
Terjadilah sebuah kekerasan yang semula akan berakhir dengan minimal korban dengan luka yang parah.
__ADS_1
" Ingat ya! Jangan di bikin mati, cukup di kasih pelajaran saja " Ujar sang Boss.
Kejadian begitu cepat, dengan skenario yang baik sehingga terjadi ke salah pahaman, dan orang banyak yang berada di sekitar kejadian menganggap wajar kalau keributan itu sampai terjadi.
Semua orang melihat salah seorang dari pengeroyok menggenggam sebuah botol minuman keras yang di keluarkan dari balik Jacket yang di kenakannya. Dan dengan cepat mengayunkannya ke arah kepala lelaki yang tidak lain dari Aji.
Hanya berselang beberapa detik saja, beberapa orang yang berkerumun menjerit, terutama para wanitanya, ketika terdengar suara Beletrak !! suara benda keras yang pecah.
banyak orang menyangka Aji akan tergeletak, dan berlumuran darah, namun justru yang terjadi sebaliknya, kedua lelaki kekar itulah yang tersungkur dan terkapar, yang satu dengan posisi tubuh tengkurap dengan wajah menelungkup ke tanah, yang satu lagi terlentang seperti orang sedang tidur.
Tidak percuma sewaktu dia remaja , tinggal di Pandeglang dan ikut belajar ilmu pencak silat aliran Cimande. Di bawah asuhan sang guru silat. Di salah satu tempat bernama " Kebon Cau ", di sana ada seorang yang mengajar ilmu silat dan beladiri. Dengan beberapa murid yang termasuk daftar murid salah satunya bernama Aji Swakarsa.
Di dalam pandangan kasat mata, kepala Lelaki Itu yang kena pukulan begitu keras dari sebuah Botol yang berisikan cairan Alkohol yang masih penuh,
Padahal tiang yang berada dekat dengan Aji, itulah yang jadi pelampiasan pemukulan tanpa perhitungan yang matang, sehingga situasi yang terjadi justru diluar dugaan semua orang termasuk sang Boss yang menyuruh kedua orang tersebut.
Urusan belum selesai dan tidak akan pernah selesai kalau saja saat itu, yang Boss tidak konfirmasi lebih dahulu kepada Tante Mey.
"Benar Mam..itu cowok, orang Pandeglang ?" Tanyanya.
" Benar, untuk apa Mami berbohong, Tanya saja langsung kepada orangnya." Saran Meyriska.
" Nggak lah Mam.aku percaya Mami." Ujarnya sembari berlalu, dengan terlebih dahulu memberi salam tempel, membuat si Mami terkekeh kekeh tertawa senang.
Sang Boss berjalan menuju halaman dan membangunkan kedua orang yang telah menjadi pecundang itu, untuk kemudian dia naikkan ke mobilnya.
Dengan sudah payah di bantu oleh petugas keamanan di tempat itu, dan mereka pun berlalu dari sana.
Ketika kedua orang itu siuman dari tidur pendeknya.
" Gila Luh pada ...gak pake tanya dulu siapa calon ikan yang Luh pada mau santap, itu ikan Hiu tahu?! Omel sang Boss, kesal.
" Maaf Boss, dia kedot, kita kayak mukul Angin," Papar salah satu dari kedua Jago pukul itu.
" Jelas dia kedot, Luh pukul pake balok kayu juga, patah kayunya bisa, tahu nggak siapa yang Luh pada keroyok tadi ?"
" Emang siapa dia Boss?! " penasaran ingin tahu.
" Dia si Aji anaknya Haji Imanudin, dia cucunya Jaro kyai Haji Surawijaya dari Cimanuk." papar sang Boss.
" Maaf Boss, kita kan baru sekarang gagal lakuin perintah Boss " Jawab sang Jago pukul memelas
" Nggak apa, Luh pantas buat kalah, kalau menang justru gua yang Kaget nanti." Ujar sang Boss.
__ADS_1