
Bab 3
Wanita itu menjawab ," Tidak Bang, aku bukan menangis, hanya terharu karena takjub, betapa impianku akan menjadi kenyataan, bukan melihat dari tayangan film atau berita manca negara.
Negri Samba yang kini sudah ada di pelupuk mata.
bahkan saat ini aku takut untuk mengedipkan mataku walau sekali saja, bagaimana kalau impian yang hampir nyata ini hilang." Tuturnya panjang.
Di sisi lain, dia masih berfikir keras akan teman satu angkatannya sewaktu masa kuliah yang ada potensi untuk dia pintai tolong.
Tapi bagaimana caranya, dia tidak tahu lagi dimana rimbanya rekan yang senasib sepenanggungan ketika tinggal di asrama, entah sudah pada kemana mereka, dia kehilangan kontak.
" Tidak semestinya di zaman now ini, kesulitan setingkat Dewa sekalipun tidak teratasi, dan mustahil tidak menemukan solusi, sepanjang ponsel masih ada pada genggaman." Batinnya.
Sikap optimistis seperti inilah, yang menghantarkannya terpilih sebagai asisten dari Dokter Teja WD, yang terkesan terhadap penampilan suster Melindari.
Dibuktikan dengan kesanggupannya yang telah menyisihkan pelamar lain yang jumlahnya tidak cukup bila dihitung memakai jumlah seluruh jari di tubuhnya.
Dia tidak langsung diterima begitu saja, dengan melalui tahapan tes keterampilan dan wawasan juga berbagai pengetahuan yang erat kaitannya dengan bidang kesehatan.
Di tes oleh Dokter Teja WD sendiri sebagai sesi akhir dari persyaratan untuk diterima.
Dirinya telah di nyatakan lulus tes dan diterima. Ketika berselang tiga hari dari saat pengetesan.
Dokter Teja sendiri yang menyampaikan melalui email, bahwa Melindari, murni lulus dalam tes, dan berhak untuk memulai bekerja keesokan harinya.
" Besok sekretaris saya akan memberikan kepada suster, lembaran kertas kontrak kerja untuk anda, dan juga di minta anda membubuhkan tanda tangan persetujuan kontrak dimulai.
Dengan satu catatan harus anda baca terlebih dahulu, dan di mengerti, seluruh isi kontrak tersebut.
Karena harus atas dasar azas Tahu dan Mau.
Oleh Karena Itu, nanti perjanjian kontrak ini akan di lakukan di depan pejabat Notaris yang akan saya hadirkan sekaligus sebagai saksi sahnya perjanjian kerja." Papar Dokter Teja.
...***********...
__ADS_1
Suster pengganti sebagai syarat mutlak yang diajukan oleh Dokter Teja WD yang menjadi beban pikirannya itu pun, telah diutarakan nya kepada Haruki.
Melindari sebuah nama yang di sematkan oleh orang tuanya di saat ritual Aqiqah, di usianya yang baru menginjak empat puluh hari.
Melindari Wahyu Ningtyas nama lengkap yang di harapkan dengan nama tersebut sang Bayi yang nantinya tumbuh kembang dan menjadi manusia dewasa bisa menjadi tumpuan harapan kedua orang tua dan sanggup menjaga dan mengangkat martabat keluarga.
Ketika dia beranjak dewasa dan telah melewati kelulusan dari sekolahnya di Akademi Perawat dengan nilai yang menggembirakan, itu satu sisi yang membuat bangga kedua orang tuanya.
Namun ada satu sisi lain, yang justru tidak membuat bangga mereka.
Yaitu ketika dia terlalu percaya kepada sosok seorang lelaki yang sudah menyandang calon Suami baginya, yang konon mengenyam bangku pendidikan di bidang Agama secara formal maupun informal.
Akan tetapi, di ujung cerita, sang pria idaman itu telah pergi dengan meninggalkan titik Noda, setelah terlebih dahulu dia mengambil mahkota lambang kesuciannya, dan raib entah kemana.
Noda yang ditinggalkannya berdampak terdamparnya sekuntum bunga harapan orang tua dan Bangsa, dia telah menghinakan dirinya dengan berada di tempat yang hampir setiap orang cenderung mencibirnya, malah lebih dari itupun bukanlah hal mustahil, semua dia tempuh semata-mata demi meniti hidup dan menyambung nyawa.
Keluarga yang terlunta akibat tragedi yang melanda, sedangkan dirinya sebagai harapan kedua orang tua.
Ayah tercintanya yang telah dua periode di percaya oleh Pemerintah sebagai abdi Negara dan PNS yang memegang tampuk pimpinan di kantor Koperasi cabang, di kota Tangerang.
Telah di tengarai melakukan penyimpangan dana koperasi dalam jumlah yang tidak sedikit, oknum pelaku yang seharusnya bertanggung jawab telah raib pula entah kemana.
* Malang tak dapat di tolak mujur tak dapat diraih ujian datang beruntun, sudah jatuh tertimpa tangga.
Apa daya, sang Ayah sebagai pencari nafkah tunggal di keluarganya harus berada di belakang jeruji besi, sebagai konsekuensi atas perbuatan yang dituduhkan kepadanya.
Entah sampai kapan dia harus berada disana, yang telah di nyatakan sebagai penanggung jawab tunggal berdasarkan bukti-bukti yang kongkrit dan kuat dari hasil penyidikan dan penyelidikan, yang dilakukan oleh aparat dari Instansi yang mendapat mandat dan kewenangan untuk melaksanakannya.
berlandaskan hukum yang berlaku di NKRI.
Ditengarai, pelaku utama penggelapan dana yang di kelola oleh instansi di bawah kepemimpinannya itu adalah oknum pegawai bawahannya yang berlatar belakang, asal muasal anak tetangga yang kurang beruntung dalam kehidupannya.
Jauh sebelum Ayah Melindari menduduki tampuk pimpinan di kantor Koperasi itu.
Seorang anak laki-laki dari keluarga yang kurang beruntung itu di bawa dari desa kelahirannya, di Bojonegoro.
__ADS_1
Di asuh dan di besarkan oleh keluarga Subagio, dan di beri pasilitas pendidikan yang standar, hingga meraih gelar kesarjanaan di bidang Ekonomi.
Atas referensi dari bapak Subagio, ( Ayah dari Melindari ) pemegang pucuk pimpinan, dia pun bekerja di kantor koperasi, di bawah kepemimpinannya itu.
Merintis dari kedudukan sebagai staf biasa, dengan penuh ketekunan dan kesabaran, hingga anak tersebut menggapai kedudukan sebagai kepala seksi di kantor itu.
...*********...
Sambil berdoa menadahkan tangan, menundukkan pandangan penuh rasa malu kepada Allah SWT selaku Rabb yang di akui sebagai sesembahannya nya, mengharapkan sebuah keajaiban.
Ingin dia melompat keluar dari lingkungannya saat itu. Pergi ke tempat yang layak dan terhormat.
Itulah sekelumit kisah berupa Elegi Cinta dari wanita bernama Susan, yang seharusnya jangan pernah ada wanita bernama itu.
Apalagi nama yang tertera di surat Akte Kelahiran yang sekarang disimpannya di lemari pakaian. Terbaca dengan jelas, " Melindari Wahyu Ningtias".
Adapun penyematan nama Profesional " Susan" itu pemberian tanpa di iringi oleh pembacaan Do'a selamat dari sang Mamasan Mamie Meyriska yang pada saat itu begitu menyayanginya.
" Sayang di balik kepentingan ", karena dia adalah Primadona di tempat yang pemiliknya namakan Sanggar, di pusat pembinaan Rehabilitasi Wanita Jakarta Utara, yang kini telah di bumi hanguskan oleh Pemkot Setempat, dan berganti dengan di dirikannya sebuah Mesjid terbesar se Jakarta Utara. Yang dan di fungsikan sebagai pusat kegiatan umat Islam di Jakarta Utara.
Seiring dengan kepergian Susan dari sanggar White Horse yang tidak pernah lagi di dengarnya, dan entah dimana keberadaannya hingga saat ini, hilang tanpa jejak, hanya satu orang saja yang tahu.Haruki.
Wanita yang aslinya bernama Melindari Wahyu Ningtias.
Berlatar belakang pendidikan yang lumayan memadai, dia pernah duduk di bangku sekolah Islam terpadu tingkat Ibtidaiyah setaraf Sekolah Dasar, dengan dilanjutkannya ke tingkat Tsanawiyah, untuk selanjutnya dia bersekolah hingga lulus dan berijazah di Sekolah setingkat SMU Negri. Yakni Tingkat Aliyah, di kota Serang, Banten.
Meraih Piagam penghargaan sebagai pembaca dan penghafal surat panjang dan terbanyak kitab Al Qur'an se kota Serang.
Terhampar dan terpuruk di tempat yang tidak sejalan dengan prestasi yan pernah di raihnya.
Pemegang panji lambang kesucian kini berada di lembah Nista....
* Ya Allah ya Tuhanku. Aku tidak pantas berada di syurga mu, namun aku tidak akan kuat berada di Nerakamu...
* Ampunilah Hamba yang berlumur Dosa ini.....
__ADS_1
* Semoga Engkau mengampuni, karena hanya Engkau lah maha pengampun dan maha penerima Taubat.
Melindari tafakur dan merintih dalam tangis .....