Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Gelora Api Cinta "


__ADS_3

Bab 1


Berkecamuk berbagai macam perasaan di dalam benaknya, dia yakin dengan apa yang dilihatnya tadi. Sayangnya, dia tidak sempat melihat wajah wanita itu.


Akan tetapi dia sempat memperhatikan bagian bawah dari wanita tersebut, diperhatikannya dengan seksama, ditemukannya kaki wanita itu menapak ke lantai dan berjalan sebagaimana layaknya manusia berjalan


Hanya yang tidak kunjung habis di pemikirannya, bagaimana menyikapinya, koq dalam waktu yang hanya berbeda beberapa menit saja, dia menemukan dua orang yang mirip bagai pinang di belah dua dengan dua orang yang tidak berada si tempat itu.


Baru Kali ini dia mendapatkan dirinya berubah seketika menjadi TOBING yang bukan Fam suku Batak.


Semua itu membuatnya tersenyum sendiri saat teringat seorang Dosen yang mendapat julukan Killer, atas kesepakatan seluruh Taruna dan Taruni menyematkan predikat Killer kepada bapak dosen tersebut.


Padahal sang dosen itu terkadang suka membuat kelucuan yang membuat Taruna dan Taruni tergelak, di lain waktu, pada saat menguraikan materi pada mata kuliah yang jadi tanggung jawabnya. Dia sanggup memancing suasana yang penuh dengan Humor.


Tapi di lain waktu, suara pak Dosen yang mendayu-dayu merdu mirip dengan suara penyanyi yang berasal dari Sumatera Barat, telah membuat beberapa Taruna di buat mengantuk di dalam kelas.


Untuk akibat yang di sebabkan olehnya, Pak Dosen sanggup tidak perduli, cuwek bebek dan EGP saja,


( Emang Gue Pikirin ). Bahkan beliau pernah berkata dengan gaya dan aksen kental Sumatera Utaranya.


" Kliyen tidur itu urusan Kliyen, aku datang ke depan kelas, ku sampaikan mata kuliah vak ku, lantas terima bayaran, sudah itu, aku pulang, habis cerita." Sahutnya.


Akan tetapi, kalau dia bertanya kepada salah satu Taruna yang dia pilih secara acak, namun sang Taruna tadi ketiduran dan mendadak terjaga oleh suara gelegar pak Dosen.


" Eeeemh ...., apa itu ?" Sang Taruna gelagapan karena kepergok tertangkap basah, ketiduran.


" Apa itu...apa itu ! Killer nya mulai muncul, untuk selanjutnya....


" Hai Taruna ! sebutkan nama beserta NRP mu. Dan siap di depan kelas, untuk mengambil sikap siaga.!"


Perintah Dosen Killer pak Guntur Sibutar Butar..


" Siap! Nama, Karnadi Pergok.

__ADS_1


NRP : 2340


Jurusan : Tek Pel ( Tehnik Pelayaran ), siap ambil sikap siaga.!! Jawab Taruna yang di kenakan sanksi oleh sang Dosen, yang dikenal suka bersikap mood-moodan itu.


Tidak pelak lagi, kalau sudah seperti itu, Scott-Jump atau Push-Up sudah jatah mutlak. Paling mujur di kenakan sanksi Set-Up.


Kalau yang memberinya belum menganggap, itu sudah cukup. bakalan akan ada sanksi-sanksi susulan berupa sanksi efek jera.


Yang lebih dikenal dengan sebutan, Jurus ampuh mempermalukan diri sendiri. seperti keliling kampus beberapa putaran, dengan orasi tunggal mengaku kesalahan, justru kata ini yang di hindari sedapat mungkin oleh para Taruna maupun Taruni di sekolah tingkat Akademi Pelayaran , Jakarta. Tersebut.


Setelah sanksi selesai di laksanakan, dengan sengaja di saksikan oleh seluruh rekan satu kelas.


...*******...


Sang Dosen pun di beri waktu untuk berorasi, yang bermuatan masukan dan wejangan. Diantara isi wejangan tersebut adalah seperti berikut ;


" Kliyen harus sayang orang tua yang membiayai dan juga harus kliyen sadari.


Mereka dari Perguruan Tinggi Pelayaran lain, menjadi saingan kliyen dalam berebut posisi di meja HRD di kantor-kantor yang kliyen masukkan lamaran ke sana, jangan sampai kliyen jadi orang TOBING, disana nanti, apalagi kalau sampai di Tobing-tobing.


Kliyen bukan orang dari Tarutung, atau Sibolga, maupun dari Simalungun, karena TOBiNG yang ku maksud tadi, orang Batak pun tidak Suka itu.


Sampai di sini ada yang kliyen tanyakan?" Semua Taruna terdiam, dan di ulangi nya sekali lagi ," Ada yang mau bertanya,? Ujar Dosen itu.


Ternyata ada salah seorang Taruna mengacungkan telunjuknya, dan , " Siap bertanya !" mohon penjelasan maksud kata TOBiNG, yang bukan Marga, terimakasih.!!".


" Arti dari TOBING kau bilang? Bah..! Kau lah Tobing itu. Engkau kan yang tadi aku tanya pelajaran ulangan ? itu kan materi bulan lalu, sekarang hanya mengulang, kau tak bisa menjawab, malah kau clingukan ke kiri ke kanan, macam orang pengangguran sedang cari puntung rokok saja kau Bah! semakin tampak saja TOBiNG kau kulihat.."


" Aku bilang untuk kliyen semua ya, apa itu artinya Tobing yang bukan Fam? Itu artinya Tolol Bingung.


Jelas ya ?.


Oke berhubung waktu sudah habis, untuk kuliah hari ini, ku cukupkan sampai di sini. Selamat Sore." pungkas pak Dosen.

__ADS_1


Dengan mendapat jawaban serentak dan semangat dari para Taruna. " Selamat Sore pak Dosen !! "


Para Taruna pun membubarkan diri keluar dari kelas dengan berhamburan mencari tempat yang strategis untuk mengisi jam istirahatnya yang hanya 15 menit.


Kembali ke Aji yang tengah larut, dan asyik dalam ketermenungan nya, terkejut dia ketika Haruki bertanya sesuatu yang tidak dia sangka kalau sohibnya mempunyai perhatian sejauh itu.


" Ji.., tinggal sisa berapa hari lagi kesempatan Luh untuk mengurus surat kelengkapan penerbangan ke sana ?" Tanya Haruki.


" kurang lebih lima belas hari lagi Broo!" Jawabnya singkat.


" Lantas, Dokumen apa saja yang sudah Luh selesai urus?" Tanya Haruki lagi


" Sudah komplit Ruki, tinggal nunggu ijin Visa nya saja, tapi semua kan sudah diurus oleh agen biro perjalanan."


" Ya sudah enak kalau begitu sih Ji."


" Jujur, aku semakin tambah bingung lagi saja nih, waktu semakin mepet, tetapi pendampingku belum kelihatan tanda-tanda keberadaannya " Ujar Aji.


" Cari dong via on line, kasih fhoto close up Luh, masak sih nggak ada yang nyangkut, Luh kan gak jelek-jelek amat he..he..he.mau di ajak ke luar negri, Brazil lagi?! he...he..he.. Ini bukan ngajak ke Cihampelas Bandung, Broo!" support Haruki.


" Kalau nyari pasangan untuk dua Minggu saja, mana ada yang mau? Mana ke tempat yang jauh, dan menginap, kalau pun ada yang mau, orang tuanya belum tentu kasih izin, argh. Pusing nih Ruki!"


Keluh Aji.


" Oh ya... Aji, malam ini Luh mau nginap di rumah gua, apa Luh mau pulang? Gua nggak ngusir Luh, justru gua nanya Luh, karena gua mau mengantar sodara gua dari kampung, sudah lumayan lama dia tinggal di sini." Jelas Haruki.


" Saudara dari kampung, beneran sodara ?" Tanya Aji tidak percaya.


" Beneran.., hampir sebulan dia tinggal di sini, dia lagi rajin ikut pengajian yang sesi malam. Di Islamic Centre, Jakarta Utara." Kata Haruki.


" Saudara perempuan ? Apa wanita yang tadi terlihat sepintas ?" Tanya Aji dalam hatinya.


Tidak berselang lama dari itu, keluar dari arah bagian dalam rumah, sosok perawakannya, tidak salah lagi,......siapa dia ?

__ADS_1


__ADS_2