Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Jebakan Bat Man "


__ADS_3

Bab 1


Debar jantung Susan mengalahkan suara dentuman alat musik Bas gitar pada lagu yang di putarnya, setiap pergerakan jarum jam yang menempel di dinding ruang tamu, menjadi pusat perhatiannya, untuk saat ini baginya waktu terasa berjalan begitu lamban.


Sebuah kendaraan model Van berwarna putih tulang metalik melintas kedepan sanggar White Horse, di lihatnya dari ruang tengah rumah melalui kaca jendela ruang depan, seakan mobil itu tidak akan berhenti, jalannya begitu laju.


Sedangkan sanggar itu sendiri letaknya kedua dari dinding benteng beton, penghalang antara komplek perumahan dengan rumah penduduk setempat. Artinya jalan di depan Sanggar itu buntu.


" Itu Bang Aji bukan ya ?, atau tamu ke rumah sebelah." gumam Susan dalam kesendiriannya.


Tidak lama kemudian...


" Ting -Tong" suara bell berbunyi, di susul oleh seseorang mengucapkan uluk Salam, hening beberapa saat, " Ting-Tong" suara bell kembali di bunyikan oleh seseorang dari pintu bagian luar, tombol bell itu terpasang 10 centimeter jaraknya dari daun pintu masuk rumah yang tanpa pagar.


Seperti hari-hari yang berlalu, di dalam rumah begitu sunyi, belum ada tanda-tanda kesibukan sebagaimana hari biasa dia melewatinya tanpa kesan apapun, setiap hari rutinitas seperti itu, setelah tengah hari, satu-persatu penghuni sanggar bermunculan keluar dari kamarnya, oleh sebab tuntutan perut. Karena yang tadi malam mereka dapatkan dengan kepuasan itu tuntutan di bawah perut.


.


Untuk suara bell yang berulang kedua kalinya, Susan segera datang ke arah pintu. dia lihat melalui lubang intai yang terpasang di pintu masuk.


Demi yang di lihatnya adalah orang yang tadi sempat membuatnya keluar peluh, yang di akibatkan oleh degupan jantungnya melebihi batas jumlah degupan normal, mengakibatkan badannya terasa lemas seketika itu juga.


Bagi Susan kejadian ini bagaikan mimpi di siang bolong, berapa puluh orang bahkan ratus atau mungkin hitungan lebih dari itu, laki-laki dari berbagai kalangan dengan berbagai macam status, yang pernah datang mencari dan menemuinya hanya untuk melampiaskan rasa penasarannya, semua dia hadapi dengan penuh percaya diri, dan semua berjalan lancar tanpa ada suatu kendala sedikitpun juga, tapi sekarang.?


Dia tahu betul yang berdiri di hadapannya, hanya terhalang oleh lembar pintu yang belum dia buka, itu adalah Manusia sama seperti dirinya, tapi kenapa hati ini berdebar tidak menentu? sedangkan perjumpaan dengannya bukan baru sekarang, malah tadi malam dia berpelukan begitu rapat saat berdansa. Pertanyaan " kenapa hatiku harus berdebar?" itu terus menggelayuti pikirannya.


Terdengar pintu di ketuk oleh Aji, untuk yang kali ini,


tidak boleh dia bersikap seperti anak ABG yang baru pertamakali akan mulai mengadakan kencan.


Aji memaklumi bagaimana kesibukan atau Aktivitas di tempat seperti ini, jam sepuluh masih terlalu pagi bagi mereka untuk bangun, karena aktivitas mereka di malam hari, apalagi tadi malam telah ada pesta, oleh sebab itu sengaja ketika mengetuk pintu tadi, dia lakukan tidak begitu keras.

__ADS_1


Dilihatnya pegangan untuk membuka pintu bergerak kebawah dengan perlahan pertanda ada seseorang yang sedang membuka pintu, untuk kemudian....


Mendadak sontak daun pintu terbuka dan, sosok yang belum terlihat dengan jelas oleh Aji membaur keluar melewati pintu yang baru saja di bukanya,


Dalam hitungan detik tubuh seorang wanita yang kini jelas dalam penglihatannya adalah Susan, sudah merapat ke tubuhnya dengan pelukannya yang terasa sangat erat, dan dengan gerakan yang sangat cepat dia ***** bibir Aji oleh bibirnya.


Walau tidak memakan waktu yang lama, namun Susan meresapinya. Usai adegan singkat tadi, tanpa seorangpun yang melihatnya.


Sambil berkata perlahan ke kuping Aji, Susan sampaikan dengan nafas yang memburu. " Bang Aji, tadi itu baru DP nya ya?" masih banyak sisa empat menit lebih, yang baru saja Abang kasih aku DP, seperempatnya juga belum," pungkas nya..


Aji tidak ingin menjawabnya, dia inginkan hari yang cerah mentari dengan sinar lembutnya, belum terasa mencubit ke permukaan kulit, bisa dia nikmati, dia tidak ingin merusak suasana yang cerah ini dengan ber bantah-bantahan. Biarlah apa yang Susan mau.


Aji tahu apa yang di maksud oleh Susan, yaitu tadi malam Aji di bebaskan oleh Panitia dari sanksi, karena ketika dia menunggu giliran dikenakan hukuman Aji dan Susan dapat giliran terakhir.


Sedangkan pada saat tiba gilirannya, kedapatan Aji mabuk berat dan dinyatakan tidak layak untuk di kenakan sanksi. Atas kebijaksanaan panitia, maka pasangan Aji dengan Susan di nyatakan bebas dari Sanksi. Keputusan Panitia mutlak , tidak bisa di ganggu gugat.


⚓⚓⚓


Tanpa keraguan atau rasa sungkan, Susan sudah tidak canggung lagi menghadapi pria yang di kagumi nya ini.


Di helanya tangan pria itu untuk masuk kerumah, langsung ke ruang tengah melalui beberapa pasangan yang sedang asyik bercengkerama, entah siapa mereka, Susan pun tidak memperkenalkan mereka kepada Aji, tanpa berhenti lebih dahulu di ruangan itu, Susan langsung mengajak Aji untuk masuk ke kamarnya.


Sejak berkenalan dengannya tadi malam, dia tidak melihat tanda-tanda keanehan pada wanita ini, dia merenungi untuk hal itu, kendati dia belum faham atas perilaku yang wanita itu perbuat terhadap dirinya.


" Biar.., Akan aku ikuti apa sih maunya cewek ini ." Celetuk Aji di dalam hatinya.


Setelah mereka berdua sudah berada di dalam kamar, Susan mempersilahkan Aji untuk duduk di kursi yang kelihatannya sengaja di siapkan khusus untuknya. Karen di atas sebuah Meja, di depannya ada sebuah kue Tart ulang Tahun yang masih utuh. pada bagian permukaannya terdapat hiasan miniatur berupa dua sejoli masih dari bahan kue yang di beri nama, yaitu nama mereka berdua.


Sampai saat dia memperlihat kan kue tart yang di hiasi oleh boneka hiasan tadi, terlihat Susan begitu antusias dan berbahagia, dan berkata," Bang Aji mau kah demi hari bahagiaku, Abang tidak segera pulang?" bernada memohon.


" Boleh saja, asal jangan sampa di suruh menginap.

__ADS_1


Karena tadi malam aku tidak pulang, pasti keluargaku di rumah akan bertanya pergi kemana sampai semalam suntuk tidak pulang." Papar Aji.


" Bilang saja kepada mereka, bang Aji menginap di rumahku," jawabnya polos.


Belum lagi mereka melanjutkan percakapannya, dari luar terdengar suara nyaring, yang Aji tahu suara khas dari Haruki yang sedikit serak itu.


" Itu suara Haruki., ya dia,!" lirih suara Aji, hampir tidak terdengar oleh pendengaran sendiri sekalipun.


Sebaiknya justru suara Haruki yang sedang berbicara dengan seseorang di luar, yang terdengar jelas hingga ke dalam kamar, Susah belum mengenal percis Haruki hanya dengan mendengar suaranya saja.


Baru saja dia mau membuka mulutnya untuk bertanya sesuatu kepada Aji, karena takut terlambat kalau memberi tahu wanita itu untuk tidak bersuara, sedangkan saat itu wajah mereka tidak begitu jauh jaraknya, satu sama lain.


Posisi seperti itu, di saat Susan tidak yakin kalau Aji tidak, atau bukan perokok.


" Benar Bang Aji nggak merokok ?" tanya Susan untuk ke dua kalinya. " Sumpah?" katanya lagi, dengan nada tidak yakin.


" Nggak perlu juga kelles, sampai harus sumpah segala !?" jawab Aji


" Aku nggak percaya tuh, gini hari laki-laki tidak merokok, pelaut lagi !" sergah Susan. " Coba aku endus!" Dan dilakukannya, hingga jarak bibir keduanya tinggal tidak lebih dari satu sentimeter saja.


" Siapa takut!" Jawab Aji karena merasa di tantang. Nah... Di saat itulah, demi mendengar suara langkah kaki lebih dari satu orang mendekati area pintu kamar dimana Aji dan Susan tengah berada di dalamnya. Demi untuk memenuhi apa yang Haruki inginkan, Aji menutup mulut Susan, agar supaya tidak bersuara. Bukan dengan tangan...


👀( " ayo tebak..oleh pembaca dengan apa Aji menutupnya ??" )........


Yang semula hanya suara langkah kaki, kemudian jelas-jelas Haruki sengaja bicara dengan volume suara agak keras, seakan dia memberi isyarat kepada mereka berdua akan kedatangannya,


🎀


* Untuk maksud Apa, Haruki datang dan ingin menemui Aji ?... jawabannya sudah pasti di


* GARIS TANGAN * Episode " Jebakan Bat Man"

__ADS_1


Bab 2. tentunya. Jagan lupa Like dan komentarnya ya pembaca ..! untuk author lebih bersemangat lagi dalam berkarya ..


__ADS_2