Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Nyaris "


__ADS_3

Bab 2


Ketika Haruki mempertanyakan tentang fasilitas apa saja dari pihak yang mengundang Aji dan Melindari yang di rekomendasikan Aji untuk turut menyertainya.


Dalam hal ini Haruki minta kepada Aji untuk memberikan bukti kongkret bukan sekadar jaminan akomodasi penginapan dan konsumsi semata, tapi jaminan keamanan yang akan di berikan bagi mereka berdua.


" Gua nggak cuma mikirin si Melin doang, luh juga gua pikirin Ji.!" Ujarnya.


" Terimakasih Sohibku , Aku sudah browsing penginapan yang akan kami berdua tempati, juga termasuk keabsahan seremoni itu, sudah on line, bisa di lihat di Internet, Ruki." Timpal Aji.


" Nah.., itu baru aman buat luh juga, tapi masih belum komplit pemaparan Luh buat gua sih!" Timpal Haruki.


" Pemaparan dalam hal yang mana lagi Ruki?" Tanya Aji


" Pasilitas di Penginapan nanti, gua udah browsing, dan penginapan Luxury Mack.! si Josette tuh keluarga Tajir rupanya ya.?" Jawab Haruki


" Kenapa jadi ke status Josette, memangnya tadi yang kau mau tanyakan perihal itu ke aku Ki ?"


" O..iya ya.! Hampir gua lupa padahal ini yang gua kepingin tanya ma Luh, nanti Luh tidur di Hotelnya masing-masing kamar kan?!" Tanya Haruki


" Semua pertanyaan yang kau ajukan bisa ku jawab


Karena aku tidak akan pernah jadi pecundang lagi Ruki " Jawab Aji yakin.


Ingatannya kembali memutar kejadian ketika di jebak oleh teman sejawat di Kapal. ketika Kapalnya lego Jangkar di Sriracha Thailand, dengan memasukkan wanita bayaran ke kamarnya, mempergunakan Kunci cadangan.


" Dari mana lebih dulu Luh mau jawab pertanyaan gua Ji?!" Tanya Haruki dengan nada menantang.


" Aku tidak ingin mendahului, tapi apa boleh buat ?karena kau tadi menanyakan 'Dari mana Dulu' itu artinya, aku bisa menjawab dari perihal yang mana-mana saja pun boleh, begitu kan Ruki.?"


" Ya begitu . , gua gak butuh Luh pakai ngejawab sesuai susunan Abjad...He.,, he..., he. " Kali ini sikap Haruki kurang bersahabat, berkesan sedikit iritan.


" Ruki., Aku mengerti arti keberadaan Melindari buat kau, tapi untuk menjamin keselamatannya selama pergi denganku, seperti yang pernah aku katakan, dia akan ku perlakukan dia sebagaimana aku memperlakukan adik Perempuanku, paham ?!" Tidak kalah sengitnya jawaban yang Aji berikan.


" Aku percaya untuk yang satu itu, tapi jawaban Luh belum usai, lanjuuut !" Timpal Haruki.


" Oke Boss..! Begitu dong kalau nanya... Boss harus ingat disini Indonesia, nanya nya harus sembari tersenyum, ini macam Boss Yakuza nanya anggotanya yang ditengarai telah bikin kekeliruan saja !" Goda Aji kepada Sohibnya yang terlihat sudah mulai slow down itu.


" Soal yang Boss ingin tahu perihal, jaminan keamanan kan ? Alhamdulillah mereka sudah siapkan orang untuk bagian penjemputan.


Orang sewaan dari Biro khusus pula, yang bekerja di bidang perlindungan keselamatan baik pribadi, maupun rombongan,.


Seandainya yang datang bersamaku jumlahnya lebih dari sepuluh orangpun akan Josette fasilitasi, dari kebutuhan akomodasi inap, makan minum termasuk entertainment, begitu Boss, yang aku tangkap di saat dia sampaikan berita rencana resepsi pernikahannya." Papar Aji detail.

__ADS_1


Mendengar penuturan yang Aji uraikan, membuat Haruki mengangguk-angguk dan terlihat dari sinar matanya menunjukkan hatinya merasa lega.


Untuk lebih meyakinkan Sohibnya itu, Aji menjelaskan kepada Haruki dengan transparan dan terperinci.


Bagaimana Ketika Josette pertama kali membuka percakapan dengannya, mengenai kemungkinan kedepannya akan jabang Bayi yang beberapa bulan lagi akan lahir dari rahimnya, yang mutlak dari sisi hukum Manusia Bayi itu adalah anak Biologis mereka.


Namun ada sesuatu yang ingin Wanita itu sampaikan, atau lebih tepat lagi kalau di katakan, di rundingkan bukan dengan dia saja, akan tetapi juga dengan Alfonso sebagai, calon suaminya.


Ada sebuah tanda tanya besar dalam pikirannya.


" Kenapa harus melibatkan Alfonzo?, bukankah


Dengan demikian, sama saja Josette memberitahu bahwa Dirinya denganku telah melakukan percintaan yang melewati batas?" Gumamnya.


Sampai detik ini dia masih merasa bingung dengan cara berfikir wanita bernama Josette, yang menyandang dua Gelar di bidang Kedokteran.


Atau mungkin seperti itu cara berfikir orang-orang di belahan Bumi bagian sana.


Mumet Otaknya di bikin oleh pola pikir wanita yang dulu pertamakali mereka bertemu, Aji menganggap wanita itu begitu brilian cara berpikirnya, tetapi yang ditemuinya sekarang?, hanya sebegitu saja.!"


Alfonzo pria yang belum pernah dia temui, tetapi dia tahu cukup banyak dari cerita Josette.


Aji mengangkat Topi atas segala prestasi pria itu di berbagai Bidang yang telah di raihnya. yang konon ketika meraihnya dengan hasil nilai di atas uluran rata-rata pula.


Tetapi dimata Aji saat ini, lelaki itupun tidak jauh berbeda dengan wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya.


Sebagai analisa awal menurut pemikiran nya, Aji mempunyai dugaan kuat, walau belum tentu mutlak benar.


Mereka akan menyelenggarakan pesta pernikahannya lebih awal dari yang mereka rencanakan semula, dengan asumsi tatkala resepsi usai terlaksana, maka untuk beberapa bulan kedepannya, saat kandungan Josette mulai nampak dengan kasat mata.


Saat itulah, kejadian yang semestinya dianggap istimewa akan menjadi tidak istimewa, apalagi di saat kelahiran jabang Bayi yang berselisih lebih dari satu Bulan.


Disulapnya menjadi bukan hal yang luar biasa di sertai dengan argumen Josette sebagai seorang Dokter. Itu adalah PARTUS yang Prematur.


Tetapi semua Analisa tadi, belum menjadi sebuah jawaban, yang membuatnya mengerti.


Mengapa sampai uang hasil Klaim yang jumlahnya tidak sedikit, dengan perjalanan mengorbankan waktu, fikiran dan tenaga, bahkan hingga melibatkan pejabat dari institusi yang erat hubungannya dengan kemungkinan besar dalam perkara ini Josette.lah yang akan berada di fihak yang memenangkan perkara. dan kemungkinan besar Tuntutannya akan di kabulkan, setinggi apapun nilai tuntutan tersebut.


Telah terbukti dengan jumlah separuh dari jumlah seluruh tuntutan telah masuk ke Rekening atas nama Aji Swakarsa. Transfer yang dilakukan oleh Josette.


Ini bukan kejadian Fiktif, ini nyata, yang bisa membuat banyak orang tidak percaya, bahwa ini benar terjadi.


Apalagi uang tersebut bila di Konfersikan ke Hasil bekerjanya di Kapal, dengan asumsi gajinya saat ini.

__ADS_1


Tigaa Tahun bekerja dengan tanpa di pergunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Baru lah akan dia peroleh sejumlah angka nominal yang tertera di jumlah saldo akhir, di laporan debit pada sejumlah uang yang didapatnya dari transfer yang belum lama ini oleh Josette dan Alfonzo telah lakukan.


Uang tersebut, satu rupiah pun belum dipergunakan nya. Dia ingin mendapat penjelasan terlebih dahulu dari orang yang mentransfernya, dalam hal ini tentu saja Josette.


Banyak pertanyakan yang akan diajukannya kepada Josette, nanti saat berjumpa.


Terutama yang berkenaan dengan jumlah uang yang cukup Fantastik, dan alasan yang mendasar apa hingga di lakukan transfer tersebut ? Dan apa tujuan juga peruntukannya.


Baru kali ini Haruki selaku Sohib yang dapat dipercaya, segala urusan yang sifatnya pribadi, namun terlanjur terlontarkan oleh sebab kondisi dan situasi, di jamin hanya sampai disitu. ( Haruki ).


Ibaratnya, kalau dia tidak ada umur. Maka, tidak akan ada yang tahu semua rahasia dari siapapun yang masuk ke memori pikirannya. putus sampai ke dia. tidak ada akses kepada siapapun.


Haruki merasa pikirannya plong, tidak ada lagi beban di dalam batinnya, karena Konon kisahnya..


Bapaknya sewaktu masih ada, menitipkan Melindari kepada maminya Haruki dan Haruki di beri tanggung jawab untuk melakukannya mewakili Maminya.


Oleh Maminya meminta Haruki untuk mencari dimana keberadaan Melindari saatbitu, dan Haruki pun melaksanakan permintaan Maminya tersebut.


" Buat gua Ji, udah cukup jelas yang Luh paparkan duduk permasalahannya, Sekarang Luh pada mau pergi ke Kantor Keimigrasian kan.? Gua sendiri mau cabut ke bengkel." Ujarnya.


"Ya baiklah Ruki, selamat bekerja semoga sukses selalu, memang aku dan Melindari akan kesana, supaya lebih cepat urusan pasport dan Visa ijin kunjungannya sudah harus di tangan, hari ini.


Untuk memudahkan Josette mwlakukan pemesanan Tiket untuk Melindari. agar tetap duduknya nanti bersebelahan denganku.


" Ya ..Ji. Luh hati-,hati juga di jalan, " Timpalnya


Gaya Bahasa dalam penyampaiannya Haruki memang seperti itu, bagi Aji yang sudah hafal dan memakluminya.


HARUKI....


Biografinya, dia dibesarkan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kesehariannya hidup berdampingan dengan pendatang dari beragam suku dan adat.


Ketika itu, Papinya baru merintis dalam usaha perbengkelannya, dengan kondisi kemampuan Finansial seperti itu, keluarga Tuan Hasan, Orang Jepang yang sudah asimilasi dan menjadi WNI,


Tinggal dan mengontrak sebuah Rumah di lingkungan yang kurang kondusif untuk membesarkan anak-anak dengan seratus persen pendidikan mengikuti metode yang diterapkannya.


Lingkungan disekitar tempat tinggalnya terlalu kuat dalam menjadikan dan membentuk anak-anaknya bergaya disiplin papinya yang ala Jepang, realita yang terjadi, Disiplin ala Jepang pun berlangsung, namun di gabung dan bercampur dengan gaya Preman Pelabuhan Tanjung Priok, yang setiap hari di lihatnya.maka jadilah Haruki yang sekarang.


Melindari sudah siap untuk pergi, begitu juga Haruki.


Merekapun pergi meninggalkan rumah pada saat yang bersamaan, namun dengan arah yang akan ditempuhnya berlainan.


Di perempatan pertama yang di jumpai, mereka berpisah, Aji dengan Melindari mengarahkan kendaraan yang mereka naiki berbelok ke Kanan, sedangkan Haruki dengan Mogenya mengambil arah Ke kiri.

__ADS_1


Mereka berpisah di perempatan itu.......


.


__ADS_2