Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Fatamorgana "


__ADS_3

Bab 3


Fitrie telah memasuki ruangan studio, untuk memulai acara siaran langsung agenda hari ini, yaitu tajuk remaja berkiprah dalam Dakwah dengan memilih Thema, " Ghibah Atau Fitnah ? "


...*****...


Di mulai dengan sapaan penyiar, Fitrie kepada pemirsa dengan salam jumpa berupa uluk salam. Dan untuk selanjutnya....


" Pemirsa..., kali ini di sore menjelang petang, anda di temani saya Fitrie dan telah hadir pula di ruangan studio kali ini, seorang mubaligh muda kita yang tidak lain dari Al ustadzah, Hafsah Narulita Al Atas.


Beliau ini selain menyandang gelar sarjana Agama, juga menyandang status Syarifah, garis keturunan Habibana Nabiyullah Muhammad Rasulullah SAW.


Alhamdulillah pendengar sekalian, Beliau kali ini berkenan Hadir, di tengah-tengah kita sebagai tamu kehormatan dan sekaligus sebagai narasumber yang akan berbagi ilmu kepada kita.


Nah., sahabat pendengar radio El- Mubarak di manapun anda berada, yang dapat menangkap siaran kami, salam jumpa dan semoga Allah SWT senantiasa memberkahi kita semua, dalam kebersamaan anda bersama kami di acara ini. "


Begitu lah mukadimah yang Fitrie ucapkan dan di sampaikannya dengan lancar.


Selain di tujukan kepada Narasumber, juga kepada pendengar siaran radio yang telah mengudara di sepanjang waktu, sejak berdirinya hingga saat itu.


Telah banyak pendengar yang mengikuti dan menyimak setiap acara yang di selenggarakan oleh siaran radio amatir tersebut.


Sementara Sang penyiar menyampaikan isi dari program yang menjadi agenda rutinnya di setiap akhir pekan.


.


" Pencinta siaran Radio Tunggal Islami El - Mubarak dimanapun anda berada.


Topik hangat yang akan kami suguhkan ke hadapan pendengar El- Mubarak yang setia di penghujung hari ini, dalam kondisi mendung berawan pertanda hujan akan turun.


Cuaca yang mulai terasa dingin ini, tidak mengurangi hasrat terpendam tak sabar tentunya untuk segera mendengarkan uraian Al mukarom ustadzah Hafsah Narulita.


Sementara itu, di tempat lain di waktu yang bersamaan, Aji merenungi kejadian demi kejadian yang dia lalui dengan begitu mudahnya tanpa kendala yang menghambat perjalanan sejak dia berangkat hingga sekarang.


Kini, dirinya sudah dalam perjalanan menuju pulang kembali ke Jakarta.

__ADS_1


" Kalau bukan karena kasih sayang dan karuniaNya, tidak akan pernah terjadi, aku bisa pulang langsung saat ini ke Jakarta, tanpa harus menunda lebih lama di sana.


Alhamdulillah ya Rabb, hambamu mutlak hanya bergantung kepada belai kasihmu ." Dia membatin.


Sambil pikirannya jauh menerawang ke berbagai tempat yang sebelumnya tempat-tempat itu singgah ke dalam ingatannya.


Brazil dengan Josette Cardoso nya, Majalaya dengan Shinta nya, terakhir Pandeglang dengan Fitrie nya.


Yang disebut terakhir ini masih menemaninya dalam perjalanannya menuju Jakarta, walau melalui frekwensi di gelombang radio FM 1. saat ini orangnya sedang siaran di udara, langsung.


Disimaknya dengan seksama, dialog antara penyiar dengan yang tadi diperkenalkan sebagai narasumber, dan di sebutkan pula ustadzah muda.


Ternyata dari suaranya yang lembut dan bermakna, Aji mempunyai penilaian positif terhadap keilmuan sang Nara Sumber tersebut.


Timbul keyakinan, tentang masalah dirinya yang akan diangkat oleh Fitrie ke dalam dialog itu akan terlaksana dan dia berharap membuahkan hasil sebagaimana yang di harapkannya.


" Fitrie memang jeli, tidak salah memilih Narasumber, sungguh dia patut di kagumi dan di acungi jempol, tapi jangan lupa., aku juga tidak salah memilih Fitrie," Batinnya, untuk kemudian senyum kecil tersungging di sudut bibirnya.


Kota Serang baru saja di lewatinya, mobil yang dia kemudikan terasa olehnya begitu nyaman, apakah karena sambil mengikuti acara di Radio yang di pandu oleh penyiar wanita yang telah membuat jauh nya perjalanan kali ini jadi terasa dekat, lambatnya sang waktu dalam perjalanan menjadi cepat. mungkinkah ini yang disebut dalam syair dari lagunya Iwan Fals.


* Kalau Cinta sudah melekat Tai Kucing Pun serasa Coklat .🎶🎵🎼


Berdampingan dengan para pengendara Truk itu, justru malah dia merasa ada semacam hiburan.


Dengan menyalip satu dua Truk di depannya yang sedang tidak bermuatan sekalipun, di tambah dengan kemungkinan, para sopir mobil Truk itu yang hampir rata -rata masih pada sebaya dengannya.


Mereka seolah ngajak untuk balapan. ," Ini Asyiiik !!! ." Teriak Aji. Merasa mendapatkan tantangan, sekaligus dia anggap hiburan.


Oke Driver.! Kita main-main sedikit, untuk mengusir kantukmu bukan ?" Ya...kantuk kita, he he he..." Batin nya, dan di injaknya pedal gas, sedapat dia injak.


Diapun berteriak histeris. Bisa saja para pengemudi Truk yang sedang tidak membawa beban muatan. Jadi enteng dalam manuver kendaraannya itu.


Ada juga mobil Truk Box tiga perempat yang sedang Kosong tanpa muatan.


Dengan muatan yang sarat saja, tidak sedikit mobil Box itu bergaya ala pembalap di sirkuit. Apalagi ini sedang Kosong.

__ADS_1


Serasa saja Sopirnya paling merdeka sendiri, dalam menjalankan truk nya itu, seperti orang yang sedang kesurupan alias kesetanan, walau masih tetap terkendali.


Namun bagi mereka, Itu adalah pilihan, ketimbang terlambat, mengantuk seberat apapun, harus ada solusi. Karena mereka datang ke gudang harus tepat waktu, kemudian mengisi barang disana dan untuk selanjutnya di antar nya ke tempat pemesan.


Itu sebab alasan kenapa para pengemudi.mobil niaga itu dalam menjalankan kendaraan mereka, kesannya ugal-ugalan.


Tapi itu karena tuntutan dari sang Pemilik Barang membutuhkan pelaksana distribusi yang dianggapnya cekatan, manakala tidak masuk kategori itu siap-siap saja, karena, dalam kurun waktu satu minggu atau bahkan kurang, disarankan oleh management untuk mengundurkan diri, dan sang pengganti telah siap untuk duduk di belakang stir.


...ΩΩΩΩΩΩ...


Dengan adanya hiburan gratis, saling bergantian tanpa janjian, terkadang Aji di depan, sementara mobil Box itu berada jauh di belakang.


Selang beberapa saat Mobil Box itu yang berada di depan, di luar dugaan dan perhitungannya, tiba-tiba sekitar 40 meter didepan nya, sebuah Bus Wisata ukuran 60 penumpang, menghidupkan lampu darurat dan mengurangi kecepatan nya sambil mengambil ancang-ancang untuk menepi ke pinggir menuju bahu jalan.


Ketika Aji ikut mengurangi kecepatan mobilnya, Siyeeet...!! Suara berlalu sebuah kendaraan percis di lajur kanan mobil Aji sedang antri untuk keluar dari lajur yang mendapat imbas jalan dengan kecepatan ekonomis, yang di akibatkan oleh Bus wisata di depan tadi.


Mobil Box yang tadi sudah tidak terlihat mendadak sontak melintas begitu cepatnya, percis di lajur sebelah kanan dari lajur yang Aji pergunakan.


Konyolnya lagi, sopir mobil Box pun membunyikan klakson sambil membuka kaca jendela sebelah kiri.


Sang sopir merapatkan dua jari tangannya dan di tempelkan ke ujung topi yang di pakainya, sebagai tanda hormat minta izin untuk mendahului, di sertai anggukan kepala.


Aji menanggapinya dengan mengikuti seperti yang sopir Box tersebut perbuat, dan di sertai senyum tulusnya.":Ambiiil, kau menang !." teriak Aji.


Inilah pengakuan sportif yang sebenarnya. Tanpa timbul ambisi untuk ingin tampil sebagai yang lebih unggul.


Saking asyiknya dalam bermain saling mendahului dengan mobil Box tadi, Fly over di Tomang sudah terlewati dan sekarang sudah di pembagian arah antara jalan menuju Pancoran dengan yang menuju ke Tanjung Priok.


Aji pun berpacu dengan waktu untuk bisa datang tepat waktu di kediaman Haruki, yang bisa di pastikan orang itu pasti sedang menunggunya.


Memang betul adanya dugaan Aji, ketika mobil memasuki halaman rumah Haruki yang pintu pagarnya terbuka lebar-lebar.


" Di dapatinya pintu pagar halaman depan di buka lebar-lebar, semakin memperkuat dugaannya bahwa tuan rumah memang dengan sengaja membiarkan pintu pagar itu terbuka.


Ketika dimatikannya mesin mobil, Aji menyegerakan untuk turun dengan terlebih dahulu membuka Kap mesin mobil tersebut.

__ADS_1


Serrrr...!. Ada aroma yang terhirup oleh Indra penciumannya, dan harum itu sudah tidak asing lagi baginya.


Haruki memang sahabat sejatinya, sulit untuk mencari duanya.


__ADS_2