Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Jebakan Bat Man "


__ADS_3

Bab 4


Rasa malu kepada diri sendiri, menyaksikan betapa demi bertahan untuk hidup, harga diri harus terabaikan.


Ketika sepasang matanya melihat pemandangan yang luar biasa, sebuah keelokan dari bentuk tubuh wanita yang bisa meruntuhkan pertahanan iman seorang laki-laki yang sehat Rohani juga Jasmani seperti dirinya, membuat tubuhnya menggigil. menahan gejolak hasrat manusiawi.


Tubuh sintal, perbandingan pinggang dengan pinggul yang serasi. Kulit kuning langsat tanpa cacat. Bagaikan berkilau dan berminyak, berdiri di depan mata hanya berjarak satu rengkuhan saja, maka, tubuh sintal yang menggemaskan itu akan berada di pelukannya.


Terbayang betapa rasa hangat akan menjalar ke sekujur tubuh, membangun gelora nikmat yang tiada pernah tersirat.


Tubuh polos tanpa balutan selain helai Pita kado yang di lilitkan melingkari pinggangnya, dengan kedua ujung pita tersebut di ikat simpulkan membentuk seekor kupu-kupu. Pas menutupi bagian vitalnya saja, itupun hanya pada bagian tengahnya yang di tumbuhi rambut yang lebat lurus dan lembut di atas bagian yang membukit indah. Terdapat secarik kertas Bertuliskan , "' Selamat menikmati". dengan huruf yang jelas terbaca.


Dengan gencarnya bibir Aji komat-kamit membaca kalimat toyyibah, bukan sekedar hafal, tetapi dia paham betul yang dibacanya, termasuk arti dan peruntukkannya.


Semua itu, diperolehnya dulu ketika mengisi waktu liburan Semester pertengahan dan pada akhir tahun ajaran, kala itu dia masih duduk di bangku sekolah kejuruan tingkat menengah atas.


.Sempat juga dia ikut kegiatan dengan menjadi Santri di pondok pesantren As-Solihin di pelosok pedesaan di daerah pulau Jawa bagian barat. Tepatnya di Banten Timur, kendati waktu itu dia menjalaninya hanya di satu masa libur sekolahnya saja.


Seusai menyelimuti sosok yang semula tanpa busana, kemudian di berikannya kepada wanita itu secarik kertas dari beberapa lembar yang sudah Aji persiapkan pasca dia mendengar langsung pembicaraan di antara Meyriska dengan ketiga wanita yang di akui sebagai anaknya.


Di dalam pembicaraan malam itu, dia dianggap oleh mereka mabuk berat, saat itulah semua rencana yang akan mereka lakukan terbuka sudah, walau tidak keseluruhan rencana mereka didengarnya. Karena mereka pun, sedikit banyak nya ada dalam pengaruh Alkohol, membuat mereka lepas kontrol.


Adapun tulisan yang Aji sodorkan kepada Susan, adalah salinan isi SMS kiriman dari Haruki, bertuliskan " Harus nurut apa kata Aji ",


Lembaran kedua, kertas berisi tulisan tangan Aji bertuliskan desah-desah sensual dari orang dewasa yang sedang melakukan kontak seksual pada ukuran yang umum.


Dengan tujuan saat di perlukan untuk di suarakan, maka Susan harus melakukannya tepat waktu.


Terlihat rona merah diwajahnya, dengan bibir tertutup rapat. Entah apa yang berada dalam pemikirannya saat ini.


Kesal, terpaksa, atau entah apa lagi perasaannya selain dari itu, tapi dia harus konsekuen dengan perjanjian yang telah disepakatinya bersama Aji, dia tidak bisa menolak apalagi mengingkarinya.

__ADS_1


Sekonyong-konyong walau masih sayup, tapi mereka berdua mendengar langkah kaki yang tergesa-gesa, yang mulanya terdengar sayup-sayup semakin jelas terdengar disertai suara percakapan yang juga mulai terdengar semakin jelas, itu tidak lain Haruki dan Meyriska lah orangnya.


Sebelum mereka sampai ke tujuannya, yaitu berdiri dan menguping apa yang sedang berlangsung di dalam kamar Susan.


Dengan ekstra cekatan, Aji memberi isyarat kepada Susan untuk memulai tindakan berkamuflasenya, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya dan berhasil mengelabui Haruki dan Meyriska. Tapi untuk yang sekarang, Aji akan membuat Haruki lah yang merasakan Kejutan, bukan dirinya.


Dengan membuka baju kaus pinjaman dari Haruki. dia matikan kipas angin yang sedang hidup, juga AC yang ada, dia pun mulai dengan aksinya.


Ditekannya pinggiran tempat tidur oleh kedua belah telapak tangannya, dengan posisi kedua kakinya masih tetap di lantai, diambilnya ancang-ancang Seakan dia mau melakukan olah raga push-up.


Diberinya arahan kepada Susan, bilamana suara langkah kaki mulai mendekat ke pintu kamar dimana mereka berada.


Aji yang akan memulai gerakan sesuai yang di rencanakan, setelah sekian kali genjotan pada gerakan naik turun pada tempat tidur, yang tentunya di harapkan menimbulkan suara berderitnya tempat tidur itu, akan terdengar hingga keluar kamar.


Barulah di susul Susan yang mengeluarkan suara desah-desah sensual yang bisa membuat yang mendengar berasumsi sesuai persepsi mereka masing-masing.


Aji dan Susan mendengar langkah kaki yang kian mendekat, sesuai dengan rencana, Aji mulai melakukan gerakan yang akurat, terbukti dengan gerakan teraturnya sehingga suara yg di akibatkan oleh yang di lakukannya itu, menimbulkan irama yang konstan,


Benar saja....


Tidak lama berselang, suara rintihan yang merangsang bangkitnya selera akan syahwat, dari Susan yang terdengar dari nada suaranya memang dia sedang menikmatinya.


Owh...Ah..ya Bang..Ter..ruuuussh..jangan berhenti Bang, ..jangan dulu di cabuuuut....Owh...Aabaaang."


Pendengaran mereka menangkap dengan jelas, langkah-langkah kaki yang mendekat ke pintu kamar, sejurus kemudian kembali sunyi.


Sementara dari dalam kamar, semakin menjadi-jadi suara yang menggelitik kuping, berulang- ulang seperti pita kaset yang kusut. Namun suara ini menaikkan angka libido dan mengalahkan suara sensasional di adegan film-film bokep sekalipun, yang ini membuat greget Haruki hingga tidak terasa dia menggigit lidahnya sendiri, hingga berdarah.


Giliran Meyriska, yang semenjak dirinya di tinggal wafat oleh suami tercintanya, dia konsentrasi penuh dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya untuk nanti dia bekali ilmu dalam menjalani persaingan ketat untuk bertahan hidup di belantara Ibu kota.


Adapun latar belakang yang menyebabkan dirinya berada di sektor bisnis Jasa penyedia kesenangan ini. Setiap dia mendapat pertanyaan yang mengarah kepada kehidupan pribadinya.

__ADS_1


Dia berkilah.." Semenjak dirinya menekuni kegiatan nya ini, sudah lebih dari satu lusin anak-anakan nya yang dicomblangi nya, hingga pada akhirnya mereka tinggalkan sanggar White Horse, dan membina hidup berkeluarga dengan sehat, sejahtera rukun, gemah ripah loh jinawi ." Selalu kalimat komplit itu yang Meyriska kemukakan kepada siapa saja, yang bertanya, kenapa dirinya berkecimpung di bidang jasa esek-esek ini, dia tidak merasa tersinggung, apalagi sampai marah.


Kejadian yang sedang berlangsung bak di dalam cerita yang terdapat di kisah seribu satu malamnya Hans Christian Andersen ini. Meyriska berperan sebagai seorang Sutradara, yang mengarahkan kemana jalur cerita ini akan dia bawa.


Sementara mereka berdua yang berada di dalam kamar, terus menjalankan kegiatan Kamuflasenya. giliran dua orang yang berada di luar, semakin merapatkan kuping mereka ke daun pintu, semakin jelas mendengar, suara yang menggelitik kuping mereka, sehingga mengundang decak dan terlontar ucapan ," Gila..ini benar benar gila ,!" Komentar mereka hampir berbarengan.


" Kuda Arab Mi ! " Sahut Aji seraya mengacungkan kedua jempol tangannya tinggi-tinggi. Yess !" seru nya


Tidak menjadi sebuah kejadian yang aneh, manakala


tepat di jam 11:00 WIB, hitungan mundurnya Susan bersamaan dengan terhentinya suara langkah dua pasang kaki di depan pintu kamar itu.


Kalau bukan karena tadi ketika Aji pergi ke Toilet hanya untuk sesaat saja, Susan seperti menyimpan sebuah rahasia kepadanya, bertepatan dengan kembalinya dari toilet, seketika itu pula telepon selulernya dia matikan, dan langsung di masukkan nya ke dalam tas miliknya yang tergantung di sandaran kursi.


Tidak lama berselang, setelah tidak terdengar lagi suara dari dalam kamar, suasana menjadi senyap.


terdengar suara ketika pada pintu kamar yang berisikan Aji dan Susan. dengan ketukan yang berirama " Tok., tok., tok !" begitu bunyinya berulang.


Terdengar suara jawaban yang cukup lantang dari dalam kamar,


" Ya., siapa !" sahutnya, disusul dengan munculnya sosok utuh dari orang yang Haruki sebut prototipe kuda Jantan dari Arab.


Dia muncul dengan telanjang dada, yang di penuhi oleh rambut lebat dan halus, bersimbah peluh, pemandangan ini membuat Meyriska melongo, tidak sanggup untuk berkata sepatah kata pun, seakan lidahnya menjadi kelu.


Bagaimana dengan Haruki ? ini justru kebalikannya.


" Selamat ya Aji ! ini baru pantas untuk jadi sahabat gua, yang di sebut Pelaut nih, kayak begini." sambil di pandanginya dada bidang bermandikan peluh itu.


Dalam kondisi seperti itu, Haruki masih juga menyempatkan diri, untuk melongok ke dalam kamar, dengan sudut matanya, dia menangkap sebuah pemandangan walau sepintas, Susan sedang duduk di tepi tempat tidurnya, pandangannya terarah ke lantai di hadapannya. dengan tubuh di balut oleh sprei.


Susan lebih memilih membiarkan busananya menumpuk di lantai, sekilas Haruki sempat melihat paling atas pada tumpukan baju itu, pembungkus piranti Wanita.

__ADS_1


__ADS_2