Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGA * " Jebakan Bat Man "


__ADS_3

Bab 3


" Wei...Bang Aji melamun , lama loh melamun nya, yang Abang lamunkan pasti orangnya cantik." Cecar Susan.


" Tuh kan.., sayang kue nya kalau nggak di makan," sembari di ambilnya kue tart Ulang Tahunnya, dan


seperti pertama tadi, Aji di suapi nya lagi.


Hingga tiba saat ada kesempatan Aji untuk bicara.


" Susan, aku harus menyampaikan pesan dari Haruki bahwasanya ada paket spesial untuk ku ambil, ada di kamu." dengan roman serius.


" Paket.., ada di aku ? paket apa ya Bang, dan untuk Abang Aji begitu ?"


" Begini.., nih isi pesannya ," aku di suruh meminta paket, ada disini paket spesial itu, kau tinggal memberikan saja padaku, begitu." Papar Aji.


Susan mengatakan," Iya siap, tetapi apa memang Bang Aji juga sudah siap, untuk mendapatkan paket tersebut?" ini paket spesial loh Bang i." Jelas Susan.


Aji sudah mulai ada gambaran apa yang di maksud dengan paket khusus yang di sebutkan oleh wanita itu, dari hasil menyimak pembicaraan di antara mereka, ketika dia di sangka mabuk berat. Di Pesta ulang tahun Kemarin malam.


Hingga saat ini, dia bersikap seakan belum mengerti. Padahal di dalam hatinya dia berkata, " Hemm.., ini Jebakan bukan permainan ecek-ecek." Gumamnya.


Mendadak dia mendapat ide untuk menyemarakkan permainan cerdas ini, dia yakin idenya ini akan membuahkan hasil, sekarang baru akan di mulainya.


* Awal permainan* di mulai...


" Apa Haruki tidak meninggalkan pesan apapun ke kamu, selain ke aku ?" tanya Aji


" Tidak tuh, mungkin belum. Memangnya ke Bang Aji ada ?" Tanya Susan.


" Ada, tapi singkat seperti terburu-buru begitu, dan nggak jelas apa maksudnya, aku nggak faham apa yang dia maksud."


" memangnya dia tulis pesan ke Abang, pakai bahasa Jepang begitu ? he..he..he.." tanggap Susan, merasa itu lucu.

__ADS_1


" Justru kalau aku bilang ke kamu, mungkin kau akan tertawa lebih dari yang sekarang ." timpal Aji.


" Nggak akan atuh bang Aji, katakan saja..., toh nanti aku akan tertawa kalau pantas untuk tertawa,"


" Baiklah kalau begitu, Haruki kirim pesan melalui watch up, dia bilang " Susan harus nurut ke Bang Aji !" hanya itu saja, gak lucu kan ?"


" nggak lucu banget Bang, tapi serius itu mah, bukan untuk di tertawakan." tanggap nya. " Lagian., tidak perlu di pinta juga, aku orangnya penurut kok, apalagi ke Bang Aji " Rayu nya


" Deal ya...? kau akan nurut ke Aku, ini aku akan tulis di kertas, apa saja yang kau harus manut setiap apa saja yang aku sebutkan."


" Setiap?, kok begitu sih.?.., nggak...nggak !".. nggak setiap, dong Bang." protesnya.


" Baik., ini yang di sebut demokrasi, dan sekarang, apa masih ada yang mau kau usulkan.?" ujar Aji


" Nggak ada Bang., sekarang giliran aku ya, ke Ponselku juga baru saja masuk pesan melalui Watch up." sejurus kemudian Susan membacakan apa isi SMS yang berupa LMS di WA nya itu, sebagai berikut.


" Susan, karena Abang akan kehilangan seorang lagi sahabat yang sudah Abang anggap saudara sendiri, untuk yang kali ini, pasti Abang akan sangat terharu kalau harus menyerahkan langsung paket tersebut.


Itu sebabnya Abang minta tolong kau untuk menyerahkannya paket Spesial itu, harap diserahkan dengan cara yang bikin dia Surprise. 'Arigato Gojaimasta' " Haruki.


.


Terenyuh perasaan Aji, selesai membaca isi pesan yang baru saja Susan bacakan, juga perlihatkan kepadanya.


Dia tidak menyangka sedikitpun kalau orang yang dia tahu gaya hidupnya suka-suka, ternyata begitu apik dalam menjalin tali persahabatan.


Namun dia tidak ingin hanyut oleh momen haru itu, karena bisa berkepanjangan yang nanti nya bisa berakhir " Lebay".


Sekonyong-konyong Susan nyeletuk.


" Bang Aji, aku dengan Bang Haruki sudah ada kata sepakat mengenai hadiah yang harus ku sampaikan kepada Bang Aji, ada baiknya dengan Abang juga harusnya seperti itu."


Kalau Bang Aji keberatan dengan syarat yang aku usulkan, aku memilih untuk batal saja, tidak jadi di mintai tolong menyerahkan Cinderemata untuk Abang." tampaknya sengaja Susan buat wajahnya masam.

__ADS_1


" Memangnya apaan sih syarat nya itu ?" timpal Aji.


" Dijamin tidak akan memberatkan, penyerahan sebutlah 'Kado' kepada Abang, buatku itu sebuah amanat, berat kan Bang? , oleh karena itu harus ada syarat." sekali lagi, itu juga kalau Abang nya mau." Timpal Susan.


" Siap lah, tapi dengan syarat ya. Syaratnya apa ?" tanya Aji, penasaran.


" Di saat detik-detik penyerahan Hadiah itu, Abang tidak boleh melihat dulu, alias menutup kedua belah Mata, kan judulnya juga 'Kejutan', nggak lucu dong kejutan kok pakai melihat segala." kilah nya.


" Oke...., siap !" Sahut Aji.


" Baiklah Bang, sebagaimana telah kita sepakati bersama, nanti ketika akan di mulai penyerahan Hadiah tersebut, aku akan menghitung mundur mulai dari Angka 15.


"Paket itu ada kok Bag, di Jamin akan aku serahkan kepada bang Aji yang berhak menerimanya." Tegas Susan. " Lagian, aku yang di beri amanat, selain itu juga, Bang Aji mendapat pesan, Aku harus menurut, ya kan Bang ?" ujar Susan. meyakinkan Aji.


Aji mulai menunggu, hingga.., " Kenapa sih, hanya untuk mengambil sebuah paket saja, paling banter isinya Cinderemata, harus dengan cara menunggu segala?" gerutu Aji.


Rasa kesal dalam menunggu, mulai merasukinya, untuk mengisi waktu, sambil menunggu entah untuk berapa saat lagi paket pesanan yang kata Susan akan di berikan langsung kepadanya, membuat waktu berjalan terasa begitu lambat. Diapun mulai utak-atik ponsel nya untuk bermain Game.


Tadi, baru saja dilihatnya jam tangan di pergelangan Tangannya, waktu menunjukkan pukul 1:00 Tengah hari.


Terdengar Susan mulai memberi Aba-aba kepadanya." Bang., kan mulai ku hitung mundur dari angka Lima belas, Abang harus jujur dalam menutup mata dan berbalik mengarah ke tembok. Siap ya !"


" Siap." Jawab Aji tanpa ragu, dan di mulailah penghitungan Angka oleh Susan, sebagaimana sudah terjadi kesepakan diantara mereka berdua.


Penghitungan di mulai !!, Lima belas..., Empat belas.., Tiga belas, terus penghitungan berjalan hingga angka yang Susan sebutkan semakin mengecil, sementara Aji cukup Konsekuen mengikuti aturan yang berlaku tidak tertulis itu. melaksanakan aturan yang Susan usulkan sebagai persyaratan.


Pada saat dia membuka mata dan berbalik ke arah yang dianjurkan oleh Susan, kepadanya , terjadilah...


" Astaghfirullah hal Adzim ".. Aji tercengang dan spontan memekik meminta ampunan kepada Tuhan yg diyakininya dan yang dia sembah.


Serta-merta dia alihkan pandangannya, menyusul di tutupkan penglihatan nya. Dan dengan tangan yang meraba-raba sementara matanya tertutup , di raihnya kain sprei penutup kasur di Kamar Susan.


Di raihnya sedapat upaya, apa yang sekiranya bisa di raihnya, dia raih..Sprei ranjang yang tadinya begitu rapi, saat ini di raih dan di cengkeramnya.

__ADS_1


Sementara matanya masih dia pejamkan, Kemudian, dengan gerakan yang amat cepat, di bungkuskan nya sprei itu ke sosok tubuh yang berdiri mematung di hadapannya, yang tadi sempat terlihat oleh kedua bola matanya, malah membuatnya merasa malu.


__ADS_2