Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Fatamorgana "


__ADS_3

Bab 6


Aji benar-benar seperti orang yang terkesima, pandangannya nanar, namun beberapa saat setelah Haruki mengingatkannya dengan batuk yang di buat-buat.


" Haru...Ki...Ruki. Tergagap dia memanggil nama sang sohib, sambil mengucek matanya dengan kedua punggung tangannya.


Mengernyit dahinya, dia ingin meyakinkan dirinya bahwa gadis yang di akui oleh Haruki sebagai orang yang bekerja seluruh waktu di rumahnya itu, tidak pernah bertemu dan bertatap muka dengan dirinya.


Haruki merasa heran dengan sikap Sohibnya ini, ada apa dengan Maemunah, sikap Aji itu membuatnya ingin bertanya.


" Aji., ada apa dengan si Mae, apa tadi dia bikin salah ama Luh ? sembari bertanya, Haruki mengalihkan pandangannya kepada gadis itu.


Tadi saja di tatap tanpa kedip oleh tamu majikannya, sudah cukup membuatnya menjadi salah tingkah, dan gugup, dengan berlari kecil, gadis itu berlalu dari hadapan keduanya.


"Sebentar, sebentar., ijinkan aku minum lebih dahulu, satu atau dua teguk kopi Medan kesukaanku ini." Jawabnya, dan beberapa saat kemudian,


" Ruki., yang tadi membawakan suguhan untuk kita, bernama Mae, bukan ?" Aji meyakinkan dirinya bahwa orang yang mempunyai wajah serupa, tidak harus ada pertalian nasab keturunan dengan yang serupa dengannya.


" Ya ., memang namanya Mae, lantas mengapa dengan dia,? Koq Luh bisa tahu namanya, kenapa juga, lihat dia kayak ngelihat Hantu aja, lucu Luh tuh Ji ! Pelaut tujuh Samudra ?" Tanggap Haruki lempeng tanpa ekspresi.


" Apa aku salah lihat ?, tanya Aji di dalam hatinya. seraya pandangannya tertunduk ke lantai rumah, dia berfikir keras, " Aneh di rumah Haruki ini seperti ada sebuah misteri yang entah sengaja atau tidak, oleh Haruki di sembunyikan." Batin Aji.


Sesaat kemudian...


" Ruki., sejak kapan Mae tinggal di sini.?" Kejar Aji dalam tanya.


" Sudah lama Broo.., selagi mendiang istriku masih ada, Ji.., Luh sih gak pernah kemari, kita hanya bertemu di Bengkel tempat kerja doang, ya kan.?


Perasaan bingung pada pikiran Aji belum pulih, sudah di susul oleh perasaan yang mendesak, dia ingin buang air kecil.


Aji sudah merasa dirinya bukan tamu lagi di rumah itu, setengah berlari dia pergi ke kamar kecil, dengan terlebih dahulu meminta izin kepada tuan rumah.


Di rumah itu ada khusus kamar kecil, yang hanya di peruntukkan untuk pipis.

__ADS_1


Dengan melewati sebuah kamar yang Aji ketahui, kamar itu tidak pernah pintunya terbuka, dan sudah berapa kali dirinya menginap disana, tidak pernah sekalipun dia melihat Haruki memasuki kamar tersebut satu kali pun.


Namun ketika dia berjalan melewati pintu kamar itu, terhirup oleh penciumannya, aroma dari minyak wangi sebuah produk, yang pernah dia temui seseorang yang menggunakan minyak yang tercium wangi parfum yang dia yakini bukan sekadar mirip, dengan wangi yang sekarang tercium, tapi memang ini yang saat itu wanita tersebut gunakan.


Mendadak sontak tiba-tiba saja berdiri bulu kuduknya. Walau dirinya bukan macam seorang lelaki yang penakut.


********


Rasa takut yang datang pada seseorang walau tidak dominan, itu pertanda orang tersebut masih punya Hati. Dengan kata lain, hatinya sehat dan berfungsi dengan baik.


Yang Tidak normal itu justru yang samasekali tidak punya rasa takut untuk kondisi dan situasi yang bagaimanapun, kalau dia adalah seorang anak di bawah umur, masih boleh dianggap wajar, tapi kalau sudah dewasa, bisa di anggap membahayakan.


Aji adalah seorang laki-laki yang masih normal, sehat lahir dan batinnya. Perasaan takut tadi hanya dirasakan olehnya sekilas saja, namun tetap ada namun tidak membatalkan niatnya semula untuk tidak berlama-lama, dengan membiarkan sesuatu yang waktunya harus di buang, hanya karena takut, lantas tidak jadi untuk pergi ke Toilet?" Batinnya.," Oh..No !!" jiwanya berontak, hatinya berteriak.


Tidak di pungkiri nya, malam itu bagi Aji bagaikan sedang ikut bermain di dalam sebuah sinetron dengan tema menyeramkan dan dia terpilih sebagai pemeran utamanya.


Tidak betah untuk berlama-lama di toilet, begitu selesai dengan hajatnya, sesegera mungkin dia keluar dan kembali ke tempat duduknya semula.


Letak pintu masuk ke ruang bagian dalam berada di sebelah kiri tempat duduknya, dan ketika dia kembali dari toilet, Haruki menyambutnya dengan mimik wajah gembira, menyambutnya dengan harapan mendapat Khabar lengkap sebagaimana yang dia harapkan.


" Aji.., Gua setuju banget Luh sudah menempuh cara yang jitu kalau menurut pendapat gua sih, karena yang bisa merambah ke pelosok-pelosok desa sekalipun, ya media elektronik.


Gua salut ma Luh Ji! Luh sohib gua kita sama-sama jomblo pula...he..he..he." Seloroh Haruki yang membuat galau perasaan Aji berkurang dan ikut ber he..he..he juga, larut dalam suasana gembira.


" Memang sudah aku tempuh jalan seperti itu Ruki, tapi hasilnya belum di ketahui, karena Fitrie belum memberi berita sejauh mana hasil dari jalan yang sedang di upayakannya tersebut.". Cetusnya.


Belum lagi Haruki bertanya lebih banyak lagi tentang


situasi terkini yang menyangkut sohibnya ini.


Itu dari sisi Haruki, sementara di sisi Aji Pribadi.


Dirinya merasa belum habis pikir akan gadis bernama Mae, yang telah membuahkan rasa bingung, yang berkepanjangan, di benaknya.

__ADS_1


belum lagi rasa bingungnya habis, tiba-tiba dari bagian dalam rumah, di dengarnya ada suara gesekan sandal yang di seret pada lantai di sertai oleh gemerincing suara semacam kalung perhiasan yang lumrah kaum wanita kenakan di salah satu pergelangan kaki mereka.


Walau sekilas terlihat oleh kerling sudut matanya, sosok seorang wanita muda yang terburu-buru langkahnya menuju ke bagian belakang rumah.


Wanita itu mengenakan busana tidur, sejenis Kimono dan dengan bawahan celana panjang bahan dari kain Satin, keluar dari kamar yang bersebelahan dengan kamar tidurnya Haruki. Yaitu kamar yang tadi mengeluarkan aroma wewangian, Parfum untuk wanita.


Lagi-lagi adegan Aji yang terlongong melihat ada wanita dirumah sohibnya, walau hanya sepintas dia melihat sosok dan perawakan dari wanita yang melintas selintas pada penglihatannya, ada di dalam hatinya berkata ," Itu Melindari...tapi bukankah Melindari sudah tidak ada..?" Celoteh di dalam batinnya.


Sementara adegan Aji yang dalam keadaan asli bingung itu, sangat wajar menurut Haruki, yang sejak pertama tadi melihat kehadiran Mae yang belum terjawab kan boleh nalarnya.


Sekarang sekonyong-konyong hadir hal yang tidak masuk di akal sehatnya, penglihatannya memberi rasa yakin bahwa yang dia lihat tadi itu adalah Melindari.


Berarti dua Peristiwa ganjil dalam waktu yang hampir bersamaan di lihatnya dengan mata kepala sendiri dan dalam keadaan sadar pula.


Dicubitnya lengan dan dia tampar pipinya sendiri walau tidak terlalu keras.nuntuk meyakinkan bahwa kejadian ini bukan dalam mimpi, hingga timbul pertanyaan di dalam batinnya.


Apakah yang tadi dilihatnya adalah nyata Atau kah Fatamorgana ?"


Dari semula Aji datang yang telah menceritakan kepada sohibnya, dari mana dan telah melakukan apa, semua sudah di sampaikan kepada Haruki.


Sekarang Haruki yang melihat penuh perhatian atas sohibnya dari sajak datang, menyalakan klakson mobil, hingga dia izin ikut ke toilet. Tidak lepas dari pengamatannya.


Haruki faham dengan apa yang sohibnya sedang alami hingga saat ini, ada beberapa penyebab yang menurut analisanya sangat beralasan.


Untuk yang pertama; ini di luar jangkauan fikiran nya, mengapa seorang Aji yang dia tahu punya kebiasaan cuwek habis dengan urusan yang sama sekali tidak ada Korelasi dengan dirinya, kenapa ketika berjumpa dengan Mae, tiba-tiba bersikap Kepo, Haruki hafal sekali itu bukan sifat sohibnya.


Yang kedua : Sangat wajar, kalau dia terperangah ketika mendengar bunyi gemerincing perhiasan kaki yang mana dia tahu yang mengenakan perhiasan kaki itu adalah seseorang yang belum lama pergi dari lembaran kehidupannya.


Bukan sekadar pergi, tapi pergi untuk tidak kembali lagi, dengan kata lain " Wafat "


Yang ketiga : yang menunjang semakin kuat dugaan nya tentang kejadian tadi adalah sebuah misteri. Karena dia tahu, kalau sohibnya yang bernama Haruki Gawa adalah seorang kolektor benda-benda pusaka dan percaya akan hal mistik.


Wangi parfum yang arahnya dari kamar yang tidak pernah dia tahu apa yang ada didalamnya, belum lagi ditambah kejadian wanita misterius keluarnya dari kamar yang selalu tertutup itu.

__ADS_1


Inginnya sih dia menyangkal dan meyakinkan kepada Haruki, yang menyarankan dirinya untuk istirahat dan jangan banyak memikirkan dulu, hal yang berat-berat.


Diapun ingin mengatakan kepada Haruki, bahwa dirinya tidak sedang dalam masalah yang besar dan serius, tidak sedang dalam keadaan lelah fikiran ataupun badannya.


__ADS_2