Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Jebakan Bat Man "


__ADS_3

Tersebutlah nama Susan yang tinggal di sebuah rumah berlantai tiga. Tapi dia lebih dikenal dengan sebutan " Cantrik Cantik mami Mey". Dia salah seorang Cantrik disana, ada beberapa lainnya lagi yang kurang begitu dikenal di luar area perumahan, selain hanya di gedung bernama White Horse milik Tante Mey itu saja.


Sudah barang tentu dirinya lebih dikenal, karena ada yang dia punya, yang lain tidak memilikinya, tapi bukan berarti semua yang disebut itu cocok dengan julukan yang dia sandang, kenyataannya...


Baru saja terjadi sebegitu cepatnya mendapat serangan yang mendadak dari Aji, sehebat apapun pengalaman seseorang, ketika mendapat serangan mendadak, kehebatan yang di milikinya luntur. Dia gelagapan dan nyaris tersedak, itu terjadi saat ini pada Susan.


ini membuat persepsi teman-teman satu sanggar tentang Aji jadi buyar, yang mengatakan dia Culun. Saat ini Susan seperti mendapat sebuah anugrah yang dia sendiri tidak menyangka kalau Aji seperti punya kesanggupan yang baru saja di perlihatkan kepadanya.


* Kilas balik. Di lain waktu dan tempat.


" San...Lo Jujur ya ma Gue, kalau Lo di kasih opsi untuk pilihan, Cowok yang Jantan, saking jantannya hingga si Oyib nya loncat-loncat ketika masuk ke gelanggang, sudah begitu, ganteng lagi, dan


baik banget, akan tetapi dia orang biasa.


Sedangkan cowok yang satunya lagi Tajir melintir, tapi Oyib nya gagah di luar, bobok dalam Arena. Lo pilih yang mana?" Tanya Corry, dengan mimik wajah serius.


Susan tidak serta merta menjawabnya, akan tetapi dengan sekilas senyum ikhlas nya dia anggap itu sebuah jawaban, untuk Corry.


⚓⚓⚓


Aji manusia biasa dan lelaki normal, yang berpotensi untuk merespon sebuah tindakan yang tergolong


" Aksi " , Respon fitrah sebagai lelaki normalnya terpancing menimbulkan sebuah tindakan berupa


" Reaksi ".


Reaksi yang spontan tanpa di rencanakannya, yaitu Ereksi pada piranti menurut versinya yang satu itu, dia beri nama si " Oyib " itu, yang baru sekali dan pertama kali mengalami sensasi orang dewasa. belum lama ini.


Majikan si Oyib lah yang pengaruhnya amat besar terhadap perilaku si Oyib itu sendiri.


Sebenarnya Aji menyergap wanita itu bukan untuk tujuan mengikuti hasrat si Oyib nya, akan tetapi kalau dalam peribahasa terdapat rangkaian kalimat,


"Sekali mengayuh, dua tiga pulau terlampaui ".


Seperti itu lah yang Aji lakukan, untuk membayar denda sanksi yang semestinya sudah di anggap gugur oleh panitia penyelenggara pesta saat itu, tapi Susan tidak mau mengikuti kebijakan panitia tersebut.

__ADS_1


Yg ke dua, untuk memberikan kesan kepada Haruki bahwa dia melaksanakan apa yang Haruki mau. Suara rintihan dari Susan yg hampir tersedak itu, terdengar ke luar menembus melalui celah kecil pintu kamar, Haruki tersenyum puas.


"Oh ..o...Lala," sambut Haruki dengan riang. Ternyata yg mendekat ke depan pintu kamar itu mereka berdua, Haruki da si Mami Mey.


Spontan Haruki merasa sesak di bagian dada dan mendadak pula gatal pada tenggorokannya." Ehem",


serunya, entah di sengaja entah tidak, atau memang benar gatal.


Demi mendengar suara yang ganjil menurut pendengarannya, yang dia yakini itu suara Susan, dia acungkan jempol tangannya ke arah wajah Mami Mey yang berdiri di dekatnya.


* Sementara di lain sisi *


Aji merasa kurang nyaman dengan perlakuan orang yang berada di balik pintu, di keluarkannya yg sudah di persiapkan nya, memang sudah di rencanakannya, lembaran kertas dengan tulisan yang di siapkan untuk Susan bacakan.


Begitu usai sesi adegan tutup mulut versinya, di perlihatkannya kepada Susan dengan tanpa bersuara..


Di sini Aji harus mengakui kecepatan berfikir Susan dalam menanggapi rencana Aji yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepadanya..


Terdengar suara dari dalam kamar itu sangat jelas oleh mereka di luar, yang terang-terangan mereka memang dengan sengaja untuk menguping. Dan memang terdengar oleh kuping-kuping mereka.


Aji pun menimpali dengan nada suara yang tidak kalah sensual nya,


" Oowhhh .....sempitnya, niiiih, Suuus..saaaanh!"


Padahal situasi di dalam kamar, ketika Aji da Susan menyuarakannya, mereka duduk di tempat nya masing-masing, Susan di pinggir kasur di atas ranjang, Aji masih ditempat semula dia datang yaitu duduk manis di Kursi yang menghadap ke meja rias.


Adegan kamuflase itu mereka ulangi dan ulangi lagi.


membuat mereka yang mendengarkan di luar kamar menjadi risi dan salah tingkah.


Aji dan Susan mendengar langkah kaki bukan suara sepasang kaki mulai menjauh dari pintu, untuk kemudian menghilang dari pendengaran mereka.


Seraya melangkah pergi, Haruki mengacungkan Dua Ibu jarinya, di hadapan wajah Mami Meyriska sembari tersenyum, dan di sambut oleh senyuman manis Mey pula sambil berucap lirih, " Haruki, temanmu itu, dia Pelaut seperti Popaye ya?" sampai anak Mami di bikinnya kelojotan begitu tuh tu tuh, hi..hi.hi !" Timpal Mami Meyriska dengan di barengi tawa genit nya, sambil mencubit pinggang Haruki.


Sepi suasana di luar kamar, kondisi demikian terpantau oleh mereka yang sedang berduaan di kamar.

__ADS_1


Susan berinisiatif membuka seremonial hari jadi kelahirannya dengan memotong kue tart Ulang Tahunnya bersama dengan pria yang dia angankan berada menemaninya seperti saat ini. " Pria idaman" menurut seleranya.


" Biar saja ya Bang Aji, kita saja berdua yang merayakannya di sini, tanpa kehadiran orang lain." Ucap Susan bernada manja.


Di irisnya kue itu, lalu di tempatkan nya di Piring kecil, kemudian di sendoknya untuk selanjutnya kue itu dia suap kan ke mulut Aji, yang terlongong takjub tidak yakin dengan kejadian yang sedang berlangsung ini.


" Benarkah di Komplek yang luas ini, adalah tempat pembinaan para wanita yang kadung di cap berstatus tidak bersusila ?" Tanya Aji di dalam batinnya.


" Betapa engkau tidak pantas untuk berada di sini, wahai Susan ," suara Aji lirih.


"Godaan Dunia yang tampil mempesona dalam pandangan kita, sebenarnya dialah keindahan yang menipu."


Alangkah indahnya rangkaian kata yang tersusun, menjadi kalimat yang syarat makna kebaikan dan kebenaran itu. yang dia peroleh dari masuk pondok pesantren selama liburan semester. di salah sebuah pondok yang ada di dekat tempat tinggal orang tuanya.


" Semestinya aku mengaji dan mengkaji hasil ngaji ku ." gumamnya merenung dan tafakur, dia tidak ingin diibaratkan dengan binatang Pelanduk.


Menurut peribahasa, binatang yang paling bodoh adalah Pelanduk. Kendati begitu, konon " Pelanduk tidak akan terperosok pada lubang yang sama".


" Tetapi.," katanya lagi , " Aku tidak lebih pintar dari Pelanduk, kalau dulu aku terjatuh oleh kenaifan ku,


berakhir dengan kegagalan,"


" Apabila sekarang, aku harus kembali terjatuh oleh sebab kerapuhan hatiku, maka akulah Pelanduk yang jatuh pada lubang yang sama." gerutu di dalam sanubarinya.


⚓⚓⚓


Dia merenungi rangkaian kalimat dari orang-orang terdahulu, yang di catat di buku ," Mencari hidup makrifat " . yang pernah di bacanya. Peninggalan para pujangga, yang di jadikan acuan di saat Manusia ingin mencari ketenangan, ketika yang di carinya sudah di temukannya, maka hilang sudah minat terhadap Kesenangan."


Di sini di tempat ini, Kesenangan itu di temukan, tapi dia yakin bukan yang ini yang sedang dia cari.


" Biarlah dia, sebaik apapun dia, ada bagiannya yang akan menerimanya, tetapi bukan aku.


Begitulah celoteh batinnya, yang belum selesai.


" Hore ! Bang Aji sedang melamun, kalau aku boleh tahu, siapa sih yang sedang Bang Aji lamun kan ?..

__ADS_1


Bahagia sekali Ceweknya Bang Aji." Sergah Susan. Sambil batinnya mereka-reka cewek seperti yang bagaimana sih, yang telah membuat Bang Aji melamun ?" pertanyaan di dalam bathin Susan, penasaran.


__ADS_2