Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Hadiah Ketulusan "


__ADS_3

Bab 2


Melindari yang tidak mempunyai tahi lalat di bawah kelopak mata kirinya itupun pamit untuk masuk ke rumah, karena alasan dia baru tiba.


Pastinya memerlukan waktu ekstra, sebagaimana lazimnya seorang wanita yang baru pulang dari


bepergian.


Di ruangan dalam, Maemunah menyambutnya dengan senyuman berarti, hanya mereka berdua yang tahu arti senyumannya itu.


...*******...


Maemunah dan Maemanah, bayi kembar yang terlahir dengan Plasentanya masing-masing, itu sebabnya setelah dewasa, mereka sanggup untuk hidup terpisah satu dengan lainnya.


Banyak pendapat berbeda yang mengatakan, tentang Bayi yang dilahirkan kembar dengan Placenta tunggal, cenderung keduanya tidak, atau dengan kata lain sulit untuk di pisahkan, satu dengan yang lainnya.


Berbeda dengan mereka yang tidak demikian, hanya sebatas memperlihatkan kebersamaan yang erat, seperti ketika sakit ataupun bahagia yang dirasakan oleh salah satu dari mereka, yang satunya seakan ikut juga merasakannya. Itu sudah menjadi rahasia umum.


Maemunah dengan Maemanah walaupun mereka terpisah tempat tinggalnya, namun ikatan bathin dan tali rasa diantara mereka sangatlah erat.


Kerinduan satu dengan lainnya teratasi dengan solusi adanya Video Call, rindu dan kangen mereka pun terobati.


Tidak ada sebuah berita pun yang Maemunah ketahui tanpa Maemanah tahu juga, begitu pula sebaliknya.


Ini erat korelasinya dengan Melindari, siapakah wanita tersebut bagi mereka berdua?


...*********...


Ketika Bayi kembar lahir dengan selamat dan tidak kurang suatu apapun, pada phisik kedua Bayi itu.


Seyogianya lah kedua orang tuanya merasa bersuka cita, kebahagiaan mewarnai suasana saat itu, tapi justru Kesedihan lah yang mewarnainya, atas kehadiran Bayi yang walau benar diharapkan pun, tapi tidak sekaligus dua.


Bagi kondisi ekonomi keluarga orangtua sang Bayi yang belum satu tahun berlalu, sang kepala keluarga pencari Nafkah tunggalnya, terkena PHK karena pabrik tempatnya menggantungkan nasib, telah melakukan perampingan tenaga kerjanya, akibat dampak dari Krisis moneter yang berkepanjangan.


Namun berkat uluran tangan dari beberapa tetangga yang berempati juga keluarga terdekat yang walau untuk sementara, mereka telah merasa tertolong.


Berbeda dengan kebaikan dalam cara mengulurkan tangannya, dari sebuah keluarga yang bersahaja.


Walau saat didalam kesempitan pun, mereka masih perduli terhadap keluarga yang menemui kasus yang hampir serupa dengan kejadian terhadap keluarga sang Bayi kembar tersebut.


Apalagi sekarang, mereka yang sedang berada di puncak kejayaannya.


Melindari salah satu putri di keluarga tersebut, yang ketika itu dijanjikan oleh Ayahnya akan mendapat Hadiah, berupa liburan ke Negri Paman Sam, karena sebuah prestasi yang baru saja diraihnya.

__ADS_1


Kebetulan pula, disana ada kakak dari Ayahnya yang tinggal dan bekerja disana.


Hadiah itu diberikan atas kesuksesannya meraih kelulusan dengan nilai tertinggi, pada kelulusan tahun itu, di tempat dia sekolah, Yaitu di salah satu Akademi Keperawatan di Ibu Kota.


Namun Hadiah perjalanan dengan biaya akomodasi selama disana yang rencananya akan berlibur selama dua pekan itu, di hitungnya.


Jumlah Uang yang tidak sedikit itu, diajukannya kepada Ayahnya untuk membantu keluarga anak kembar tersebut, dan diputuskannya untuk dia tidak jadi berlibur.


" Melindari Benarkah Apa yang Ayah dengar dari Mamamu, tentang engkau berniat membatalkan liburan di Amerika? Padahal pakde mu sudah Ayah hubungi, dan dia setuju, malah kau akan di ajaknya untuk berlibur dengan mereka, yang berencana akan pergi ke salah satu negara bagian Nevada." Papar Ayahnya.


" Ya Pap....Aku sudah bilang koq ke Mama untuk keperluan apa, itu pun kalau Papa setuju." Tuturnya


" Papa setuju nak...!"


Sang Ayah, menggeleng-gelengkan kepalanya, namun di hatinya, ada rasa bangga akan keputusan putrinya itu


Keluarga tersebut, bukan orang yang kelebihan harta, namun jiwa sosial mereka yang mendorong untuk perduli, bukan untuk sementara, dan itu telah di buktikannya.


Kedua anak kembar itu mendapat bantuan berupa biaya hidup dan keperluan kesehatannya hingga mereka berumur Lima tahun, bantuan yang di berikan nya tidak berhenti sampai di situ, tapi masih berlanjut.


Putri ke tiga yang menyandang nama Melindari Susilawati, yang mulai menginjak remaja tanggung, itu pun turut perduli dengan mengasuh dan mengasihi putri kembar sang tetangga itu.


Mungkin karena dia anak Ragil ( bungsu ) yang cenderung merindukan ada adik yang tidak mungkin akan bisa hadir, karena ibunya telah melakukan pembatasan kehamilan dengan cara Tubectomi.


Itulah sekelumit silsilah kenapa hubungan emosional antara Melindari dengan Maemunah maupun Maemanah demikian erat. Malah bisa di bilang lebih dari itu.


" Aje gile., Orang Kate ya Tong ?!. Omong kosong nye..aje nih ye, si Mae kembar mah, Mati juga mau engkale tuh anak due-due nye. Buat ngebela in yang name nye si Melindari mah.!"


...*********...


Sukmanya hanyut dan jauh terbawa ke tempat yang indah, yang hanya ada dalam angannya saja, demi mendengar suara lantunan dari surat panjang Al-Baqarah, yang di bacakan oleh suara merdu seorang wanita, dengan langgam qiraat yang fasih dan mahraj huruf demi huruf yang dibacakan dengan benar, juga mengikuti aturan ilmu Tajwid, dengan cara membaca yang benar pula.


Tidak salah, memang semenjak harga dirinya merasa terinjak dan tercabik di karenakan oleh penolakan seorang lelaki yang sekarang dia bisa melihatnya lagi, lelaki itu ada, dan tidak jauh dari tempat kini dia berada.


Dia terhenyak dan baru menyadari, saat itu dirinya bak Ratu Bilqis dari sebuah Kerajaan Negri nan Makmur, "Seba", yang telah di permalukan oleh Nabiyullah Sulaiman AS. atas perintah Penguasa Alam jagat Raya beserta seluruh isinya. Yakni Allah Azza wa Jalla.


Yang lebih mengerucut lagi dan terasa menyentuh bahkan menohok Mahligai harga dirinya yang bagi nya di kala itu. Adalah sebuah keharusan yang mutlak.


Dirinya di posisikan oleh Pria yang di anggap Culun oleh rekan-rekan nya di Sanggar White Horse, tempat yang di kenal paling bergengsi di Lingkungan nya ketika itu. sebagai Zulaikha garwa dari seorang pembesar di negri Mesir. Sedangkan lelaki itu memposisikan dirinya sebagai Nabiyullah Yusuf AS.


Hina dia dibuatnya...., tidak ada lagi wanita yang di nobatkan sebagai Primadona. Dengan sebutan.... Ter Cantik, Ter Sexy dan Ter....lain-lain sebagainya semua atribut nya itu luntur bahkan musnah seketika...


Dari sejak saat itulah air mata seorang makhluk Allah SWT yang telah timbul keinginannya untuk kembali ke Fitrahnya sebagai wanita yang mempunyai harga diri dan martabatnya.

__ADS_1


Tidak cukup sampai disitu saja, di tengah heningnya malam, di hamparkan nya Sajadah yang entah sudah berapa lama lembaran itu tersimpan di dalam lemari pakaiannya tanpa pernah dipergunakannya lagi.


Saat itulah dia menyesal dan malu kepada yang dia sadari siapa yang menciptakannya dan memberi nikmat hidup kepadanya.


Malu yang tiada bandingan, membuatnya tanpa terasakan olehnya. Air mata jatuh membasahi tempatnya bersujud.


Sujudnya seorang hamba Allah SWT, yang merasa telah bergelimang penuh dengan Dosa.


Sekarang menyesal dan sedang melakukan Taubat an Nasuha.


...ΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ruki., Cewek yang tadi baru datang itu Melindari ?" Tanyanya seperti orang yang kebingungan.


" Ya., dia Dari, Melindari, memangnya kenapa dan ada apa dengan cewek yang baru datang dan masuk kedalam, ada yang aneh buat Luh Ji.?" Jawab Haruki.


" O..Ng..nggak Ruki...., aku, .. Aku hanya bertanya." Jawab nya yang mendadak tergagap.


" Dia Melindari Saudara sepupu gua, anak dari Tante gua dari Serang, Banten. Tadi Luh lihat kakinya menginjak Tanah dan nggak bau stanggi atau bunga setaman kan ?" Cecar Haruki dengan nada sedikit naik.


" Aku tidak berfikir seperti itu Ruki, maaf kalau sikapku mungkin menyentuh perasaanmu, sumpah aku masih bingung, belum lama aku menemui Maemunah dan Maemanah. Ini ada lagi Melindari." Sanggah Aji.


" Boleh Gua berteori sedikit Ji ? Kalau gua ngajak ke rumah ini cewek bernama Widya Wati. Apakah cewek itu harus istri dari Sophan Sophiaan ?" sergah Haruki.


Aji mendengarkan ucapan Sohibnya itu, sambil merenungkan akan maknanya, diakuinya semua itu benar.


Haruki berlanjut terus dengan Orasinya, selang beberapa saat dari itu.


Suara merdu seorang wanita kembali terdengar. Kali ini bisa membuatnya goyah dan lupa akan seorang wanita pujaan Hatinya yang sedang di cita-citakannya akan dia datangi dan bermaksud untuk menanyai dan kalau mungkin dirinya bermaksud mengutarakan rencana niat sucinya kepada Fitrie.


Secepat urusan di Negri Samba selesai. Namun dari lubuk Hatinya teramat dalam berkata lain.


begitu tidak terdengar lagi suara bacaan Ayat-ayat suci Al-Qur'an.., hening sejenak.


Perlahan samar-samar terdengar olehnya syair dari sebuah lagu yang menyentuh kalbunya, seolah lagu itu sengaja diputar oleh seseorang dan ditujukan kepada dirinya.


* 🎼 Oh ..,mungkinkah diri ini..dapat merubah buih yang memutih, menjadi Permadani .yang kau ucap dalam janji cinta.🎶


Juga mustahil bagiku 🎵....menggapai Bintang di Langit, siapa lah diriku.. Hanya insan biasa, semua itu, Sungguh aku tidak mampu...


Beberapa saat menghilang dari pendengarannya, suara yang semula syair nya memang tidak begitu jelas terdengar, mungkin karena terbawa oleh Angin ke arah yang berlawanan.


Sesaat kemudian terdengar lagi......

__ADS_1


*🎵🎼 Salah Aku juga...kar'na Jatuh Cinta.... Insan Sepertimu se anggun Bidadari...🎶 Seharusnya aku cerminkan diriku, sebelum tirai hati, aku buka untuk mencintaimu....


Hm....hm..hm...hm...🎵🎼...ha ...ha....ha...🎶🎶


__ADS_2