Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Raga Ini Masih Bernyawa "


__ADS_3

Bab 5


Belum sempat mulut Haruki terbuka untuk bertanya kepada wanita itu, matanya yang belum memerlukan bantuan lensa plus maupun minus, keburu dia kenali siapa adanya wanita itu.


Namun di hadapan Aji, dia berlagak seakan tidak mengenalnya.


Sepengetahuannya, keseharian dari saudara sepupunya itu baik di saat akan pergi ataupun pulang bekerja, senantiasa mengenakan atribut pakaian seragam perawatnya.


Sesekali saja, disaat udara sedikit dingin atau hujan, dia kenakan baju mantelnya, itupun dari bahan yang tidak terlalu tebal.


Dia bekerja di sebuah klinik kecantikan dan Perawatan wajah, sebagai asisten dari Dokter Specialis yang praktik di klinik tersebut, yang berlokasi di pusat keramaian perumahan Pulau Mas. Jakarta Timur.


Bagi Haruki, seharusnya tidak sulit untuk mengenali wanita itu, kendati dalam balutan busana dengan atribut dan aksesori yang bagaimanapun juga.


Namun kenyataannya, kali ini, hampir saja dia tidak mengenali wanita yang sudah dikenalnya dengan baik itu.


Harus di akui, dirinya hampir terkecoh.


Apalagi Aji, meskipun sebenarnya sempat melihat, kemarin malam dia pergoki walau sepintas, wanita dalam balutan busana Kimono.


...******...


Ternyata wanita itu mendengar langsung laporan dari Agen rahasianya yang berinisial M2, yang tidak lain dari Mae Munah, yang selalu up date dalam memberi info kepadanya melalui medsos.


Terbukti, ketika terjadi obrolan diantara dua sahabat itu, sang Agen M2 hadir disana.


Dengan kesan, seakan tidak sengaja untuk menguping isi dari pembicaraan kedua orang sahabat itu.


Tanpa disadari, agen M2 itu telah menyadap hampir seluruh isi pembicaraan mereka, sepanjang waktu yang sengaja dia ulur dalam tugas bekerjanya, menyuguhkan hidangan untuk majikan dengan sahabat karibnya itu.


" Mae., tolong ambilkan lagi gula diet nya." Pinta Haruki.


"' Ya ., baik tuan muda!" Dengan tergopoh-gopoh Maemunah yang tadi sudah pergi meninggalkan ruangan teras, kembali lagi dengan membawa pesanan majikannya, " Kebetulan, bertambah lagi nih info untuk Teh Melin. " Batinnya, dengan senyum kemenangannya.


Dia merasa menjadi pemenang, karena tadi sengaja dia tidak menyediakan gula dalam sachet pada nampan hidangan, dimana mereka memerlukan pasti akan memanggilnya.


Ponsel yang sudah siap untuk merekam pun disiapkannya di simpan di dalam kantung bajunya.

__ADS_1


Sementara Mae menyimpan sejumlah gula Sachet di atas nampan dan dia susun rapi, Haruki melanjutkan pembicaraan seriusnya dengan sang Sohib.


Hasil pembicaraan yang terekam walau sepotong-sepotong, tidak jadi hambatan baginya sebentar saja di rekap pada flash disc.


Untuk kemudian di sampaikannya oleh M2, isi topik pembicaraan itu kepada wanita yang jati dirinya masih di sembunyikan oleh Haruki kepada Aji hingga saat ini.


Ada satu lagi info akurat, yang dia peroleh dari topik pembicaraan kemarin, bahwasanya kedatangan Aji siang ini adalah untuk di pertemukan dengannya.


Itulah alasan sebab utama, kenapa dia bersolek terlebih dahulu di sebuah Salon Rias dan kecantikan, yang merangkap Boutique, sebelum pulang kerumah


Dia telah lama terdaftar di buku kedatangan para Tamu Salon tersebut, sebagai salah satu dari sekian banyak konsumen yang paling setia, dan telah tercatat disana sebagai pelanggan tetap nya, sudah sejak lama.


...********...


Di topang oleh kondisi pencahayaan temaramnya langit yang berhiaskan lembayung Senja.


Dengan di warnai sinar sang Surya yang mulai beranjak ke peraduannya memberkaskan sisa cahaya paduan warna merah dan kuning keemasan di ufuk barat.


Melatar belakangi sosok wanita berbusana khas muslimah nya.


Jauh berbeda dengan kebiasaan yang telah lama dikenal oleh lingkungannya di masa lampau, dia yang paling berani tampil dengan busana minim bahan.


Kini dia telah memilih untuk hijrah secara frontal dan menyeluruh, dia tinggalkan atribut masa lalunya, yang penuh dengan kebimbangan dan ketidak pastian dalam menata hidup yang lebih baik untuk melangkah ke masa depan.


Hati kecilnya yang berisikan pertentangan diantara dualisme, untuk tetap tinggal sebagai dirinya di tempat dimana dia berada saat itu, ataukah kembali menjadi dirinya di masa lampau ?


Namun selalu saja yang keluar sebagai pemenangnya adalah pemegang peran Susan nama komersial yang di sandangnya saat itu.


Yang telah begitu banyak mendatangkan sejumlah keuntungan finansial, bukan hanya bagi sang mami Mamasan Meyriska itu saja, tapi juga bagi dirinya.


Nama Susan telah dikuburnya dalam-dalam, biarlah Susan Mati, namun raga ini masih Bernyawa hingga kini, dan punya beragam asa, walau sejumput, karena itu hanyalah bonus sisa hidupnya.


...ΩΩΩΩΩ...


" Assalaamu alaikum warahmatullahi wa barokatuhu." Sapa wanita yang baru datang itu, yang di tujukan kepada mereka berdua, sambil menangkupkan kedua telapak tangan menyertai ucapan salamnya.


Di jawab dengan balasan salam oleh Aji dan Haruki serempak.

__ADS_1


" Bang Har ! apakah Dari ada di rumah ?" Tanya wanita itu, ( maksudnya Melindari ).


"Dari belum Pulang mbak ! biasanya sih jam 19:00 pas dia baru tiba dirumah, masuk aja, didalam ada Mae." Jawab Haruki.


Aji menemukan lagi yang menurutnya sebuah keanehan sekaligus keganjilan, yang dia temui di rumah Sohibnya ini.


Teka-teki yang belum lama di lalui nya baru saja usai. Karena telah ditemui jawabannya, yaitu dua nama Mae yang berbeda pada ujung namanya.


Sekarang, dia temui lagi kasus yang bisa saja akan sama alur kejadiannya, dengan yang belum lama terjadi.


Baru saja dia dengar sebuah nama disebutkan, walau tidak seutuhnya nama itu disebutkan, tapi membuatnya bertanya, " Teka-teki macam apa lagi yang akan dia hadapi untuk kali ini ?" Batinnya.


Dia yakin, tadi, dirinya tidak salah mendengar, wanita itu telah menanyakan kepada Haruki sebuah nama, padahal sepanjang yang dia tahu penyandang nama itu, sudah berada di alam Barzah.


Wanita itu menganggukkan. Kepalanya kepada mereka berdua, sebagai isyarat bahwa dia tidak berminat untuk berlama-lama berdiri disana, lantas diapun berlalu pergi menuju ruang dalam rumah.


" Teman dekatnya adek gua Ji." dia maupun sodara sepupu gua, dua-duanya lumayan taat menjalankan syariat beragamanya, nggak kayak gua Ji." Kilahnya sambil mengerdipkan sebelah matanya. Dan telunjuknya dia tempelkan ke bibirnya, sebagai isyarat, jangan ribut-ribut !


" Ya .ngerti, lagian .tidak usah bilang-bilang juga, orang sudah pada tahu, kalau kau tidak sebaik saudara perempuanmu he..,he...,he." Timpal Aji.


" iya...iya Luh menang, ambil ! " Rengut haruki.


Dengan entengnya, Haruki menyebutkan kalimat terakhir dari ucapannya " Nggak kayak gua ". kendati dengan berbisik ke telinga Aji. Mungkin tidak ingin ada orang lain yang tahu.


...ΩΩΩΩΩΩΩ...


Cara Haruki memperkenalkan wanita yang dia anggap baik-baik kepadanya, ya caranya seperti itu. Setelah wanita yang bersangkutan pergi, baru dia menyebutkan nama wanita tersebut, termasuk usia, juga status terkininya, dllsb. ( dan lain-lain sebagai nya )


Seingat nya, ini bukan kejadian yang pertamakali baginya.


" Sohib ya tinggal sohib curiga jalan terus, boleh dong Broo !" ujar Haruki, serius.


Kalimat itu Haruki lontarkan kepadanya ketika untuk pertamakali Aji bertamu ke rumahnya, dan kebetulan di sana ada beberapa wanita teman satu pekerjaan dengan adik sepupunya, dari garis keturunan Papi nya.


" Tapi kenapa waktu dia memperkenalkan aku dengan wanita bernama Susan langsung dia kenalkan.


Malah dianjurkan nya agar Susan mengajakku masuk dan mengobrol di dalam kamar wanita itu."

__ADS_1


Batin Aji yang menilai ada sesuatu yang harus diperbaiki pada diri sohibnya ini.


Lantas, siapa yang harus dan bisa memperbaikinya, kalau memang harus diperbaiki ? ..Ada , tapi bukan dirinya.!!


__ADS_2