Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Awal Hidup Nyata "


__ADS_3

Bab 2


Pasar Ular di Tanjung Priok Jakarta Utara, bagi Melindari hanyalah sebuah cerita, jangankan belanja disana. Masuk saja kesana belum pernah.


Tempat transaksi berbagai macam barang bisa ditemukan disana, tinggal siapkan alat untuk bayarnya saja, maka pasar itu akan sangat menarik dan menggoda.


Baginya hanya tahu dari cerita orang lain yang pernah belanja, atau yang sering belanja disana, mereka mengatakan, " Sekali belanja di Pasar Ular, hampir bisa dipastikan selanjutnya akan kembali lagi untuk belanja disana.


Sekali lagi, baginya tahu semua itu hanya dari cerita, orang lain.


Tetapi kali ini, dia berada di tengah-tengah keramaian orang yang sibuk belanja, asyik memilih dan menawar barang yang berada di genggaman calon pembeli. Yang kebetulan berada dekat Melindari berdiri, yang sedang mencari perlengkapan untuk tidur.


Kini dia jadi tahu, betapa di Jakarta, ada pusat niaga yang tempatnya sederhana, namun obyek barang yang dijual tergolong berkelas dan segala ada.


Jam tangan Gucci hingga Rolex, jeans merk Lois asli dari Negri Spanyol hingga sepatu kulit asli buatan Italy atau jam dinding antik dari Swiss.


Barang-barang mewah itu tidak sulit untuk dicari dan di dapatkan oleh orang yang menginginkannya, hampir semua barang tersebut di datangkan dari negara asalnya.


Kendati begitu, tempat ini tidak membuat calon konsumen sungkan lantas berbalik mundur, bagi beragam kalangan dengan status sosial yang berbeda jauh sekalipun.


Pasar Ular, sengaja di kondisikan oleh Pemkot Setempat, dan di peruntukkan bagi semua kalangan.


Baik mereka yang berkantung tebal, maupun orang biasa sekalipun, tidak ada batasan.


Sehingga tidak akan membuat mereka menjadi sungkan, mau apalagi ? kepalang datang kesana.


Tidak perlu tiket untuk masuk kesana dan berbaur dengan banyak orang yang datang dari beragam kalangan.


Bagi yang dengan sengaja datang seolah sedang berburu barang dari Luar Negri yang kebanyakan di bawa oleh Orang Kapal ( sebutan lain bagi Pelaut).


Barang itu di bawa oleh mereka, baik dengan sengaja membawanya ketika Kapalnya singgah di pelabuhan Laut Tanjung Priok Jakarta Utara maupun yang tidak sengaja.


Kalau barang yang tidak sengaja di bawa, tapi nyatanya barang tersebut sudah berada di sana, tidak lain, iru di bawa oleh para Pelaut berbangsa asing dengan kapal berbendera asing pula.


Asal mulanya mereka beli barang dari salah satu negara Eropa, yang di singgahi oleh Kapalnya, untuk kemudian di jual di Australia atau Selandia Baru, tempat tujuan sesuai dengan Rencana perjalanan Kapalnya.


Akan tetapi Kapalnya tersangkut kendala ketika singgah di Tanjung Priok untuk keperluan mengisi Bahan Bakar.


Sehingga jadwal untuk keberangkatan Kapal ketempat tujuan semula itupun menjadi tertunda.


Celakanya lagi, bagi si pelaut asing tersebut.


Pas bertepatan dengan habis masa kontrak kerjanya .


Mau tidak mau dia harus pulang dari Jakarta, di sebabkan oleh Visa kerjanya yang l sudah kadaluarsa.


Mau tidak mau, suka tidak suka, pelaut itupun harus angkat koper dari Jakarta untuk pulang ke Negara nya.

__ADS_1


Dia harus merelakan barang jualannya, dia lepas dengan harga jauh di bawah harga standar, yang biasa dia peroleh di saat terjadi transaksi dengan kondisi normal.


Karena dia menjualnya kepada pengepool, dengan harga sepakat yang terpaksa.


Terpaksa daripada tidak dijadikan uang samasekali.


Pengepool akan membayarnya dengan harga yang rendah terkadang tidak rasional.


Nah ... Atas dasar karena kejadian seperti tadi itulah, salah satu penyebab kehadiran barang-barang dari luar negri di jamin keasliannya. Branded tapi dengan harga ekonomis.


Itulah salah satu kelebihan dan daya tarik bak Magnit dari " Pasar Ular ". Yang telah sanggup membuat kalangan atas tidak sungkan untuk berburu barang yang Ori dari negara asalnya, disana


Sarana berbelanja bukan hanya untuk keperluan di luar badan saja, berupa aksesori sebagai pemuas keinginan, sedangkan untuk kepentingan diluar Badan yang sifatnya kebutuhan.


Bagaimana dengan kebutuhan di bagian dalam badan sebagai tuntutan dari Jasmani, yaitu yang bisa di sebut Pemadam Kelaparan, ternyata itupun disana di fasilitasi kan oleh pengelola setempat.


Ada masakan khas Minangkabau, ada Soto jeroan Khas Betawi. Hingga ke Rujak Cingur khas Jawa Timur. Ada disana.


Berbagai macam kudapan ala Eropa, Amerika hingga Khas Timur Tengah, seperti Nasi Kebuli, juga Kebab.


Gadi-gado, keredok hingga Seblak juga Mie kocok dan Toge goreng. Hingga Siomay , tidak ketinggalan


Pempek Kapal Selam dan Lenjer khas Palembang.


Bagi Melindari, hari ini adalah merupakan sebuah sejarah hidupnya yang akan mencatat kejadian yang Istimewa, dan sangat berarti.


Banyak yang baru dia lihat dan ditemui di tempat ini,


padahal jarak dari sini ke padepokan mamie Mey terbilang tidak seberapa jauh, kalau saat itu dia ada keinginan dan ada kesempatan.


Akan tetapi saat itu, khusus bagi dirinya disana, terlalu banyak pasien yang datang untuk meminta pelayanan perawatannya.


Mamie Meyriska juga akan merasa sangat keberatan, kalau Susan pamit pergi keluar untuk sebuah urusan yang "Mengeluarkan" uang.


"Tindakan Pemborosan !" Ujar mamie Meyriska, di satu saat.


" Sekali-sekali dong Mamie, aku kepingin refreshing." Ujar Susan.


" Hei..., anak Mamie yang cantik, Susan sayang, kalau kau sedang merawat pasien, apalagi dia tamu spesial tetap mu, kau khayalkan dong, kau sedang berlibur di Pantai, nanti kau akan peroleh dua keuntungan. Enjoy nya. Jelas kau dapat, Duit juga dapat, masa tuamu sudah pasti akan menyenangkan,


Inilah Mamie kalian, yang tidak mau menjerumuskan kalian ke lembah kesengsaraan. " Orasi Mamie Mey yang menggebu-gebu.


Bagi Meyriska, Susan adalah "Aset" nya. Ibarat tambang yang menghasilkan, dan senantiasa menambah pundi-pundi nya di sejumlah rekening Bank yang berbeda.


Di tempat yang dia namakan " Padepokan ", menurut istilahnya sendiri, atau mengistilahkan tempat yang sebenarnya lebih pantas kalau di sebut bisnis Lendir nya itu, adalah Stair way to Heaven.


Pernyataannya itu mendapat dukungan dari para pelanggan tetap sanggarnya, dengan antusias dan tepuk tangan riuh, dan tertawa yang terkekeh-kekeh.

__ADS_1


Sambil mengangkat gelas ukuran jumbo berisikan cairan berwarna kekuningan di permukaannya tampak seperti berbusa, ciri khas dan karakteristik alkohol kadar rendah, Bir. Atau yang semacamnya.


Di susul oleh salah satu dari mereka yang berkata;


"Memang benar banyak orang diluar sana, yang tahu Mamie, tapi belum pernah ketemu muka seperti aku yang beruntung, Mamie kita ini kan. Asli.... Genius.., cocok gelar itu baginya!. Nih terbukti Mamie mampu mengadakannya," ujar orang tersebut.


" Bukti nyata, sekarang aku sedang duduk berdampingan dengan Bidadariku." Ujar orang tersebut lagi.


Dia seorang lelaki separuh baya yang sebenarnya sudah bau-bau Tanah.


Atau dengan kata lain, sudah dekat dengan Tanah yang akan menutup tubuhnya dengan kulitnya yang sudah keriput, bagai lembaran kain yang telah di wiron atau di renda.


Namun tidak mau kalah dalam berpenampilan Dandy nya, bersepatu dari bahan kulit Buaya warna krem, celana di bawah pinggang, dengan rambut klimis nya, walau separuh dari tampilan giginya saja sudah hilang separuh, duduk sambil melingkarkan tangannya ke pinggang salah satu wanita asuhan Mamie Meyriska yang duduk mendampinginya.


Sesekali dielusnya dagu wanita muda itu, yang sebenarnya, lebih pantas jadi cucu dari lelaki tua tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bergidik dan meremang bulu kuduknya, manakala terbayang kejadian masa lalunya, bahkan hingga berdiri seluruh bulu Roma di sekujur tubuhnya.


* Wanita tersebut adalah dirinya..............!!!!!. Ketika orang-orang disana memanggilnya dengan nama Susan, ya...Susan.


Diam-diam Aji mencuri pandang terhadap Melindari, entah dengan maksud apa dirinya berbuat seperti itu.


Demi ditemukannya, wanita itu seperti kerap merenung, membuatnya terdorong untuk tidak membiarkan Melindari semakin jauh dan larut dalam lamunan.


" Sudah komplit barang yang kau anggap akan di butuhkan di sana nanti .?" Tanya nya.


" Sudah Bang, tinggal aku bayar saja.," sahutnya sambil berjalan menuju kasir dengan langkah lebih cepat dari Aji yang tadi jalan berdampingan dengannya.


Sembari berjalan tergesa-gesa melebihi kecepatan langkah Aji, dia mengeluarkan dompet dari tas jinjingnya.


Sementara Aji berjalan sewajarnya, sehingga tiba di depan kasir belakangan ketimbang wanita itu.


Namun apa yang terjadi kemudian. Wanita itu tidak kunjung mengerti kenapa wanita petugas Kasir itu menolak alat pembayaran berupa Kartu ATM maupun kartu kredit miliknya, yang dia sodorkan sembari bertanya dengan penuh keheranan.


" Kenapa memangnya mbak, bermasalah dengan kartu kredit saya?. Itu saldonya masih cukup untuk saya belanja beberapa kali dengan jumlah yang sekarang akan saya bayar lho mbak!." Meyakinkan sang Kasir.


" Bukan begitu mbak .., karena pembayaran ini.." belum lagi usai kasir menjawab yang Melindari tanyakan.


" Atau harus dengan Kartu Kredit saya yang nilai Saldonya jauh melebihi saldo di kartu ATM saya yang satu itu mbak ?" Tanya Melindari bernada memborbardir petugas Kasir.


Aji yang berada di belakangnya hanya tersenyum simpul melihat adegan yang dia sadari semua itu yang di akibatkan oleh perbuatannya yang bertujuan, ( hanya dia saja yang tahu ) ....dan Author...he...he..


" Bagaimana ini ya....,? Mana aku nggak bawa uang tunai yang cukup untuk membayar barang yang sudah ada troli ini?" Keluhnya perlahan..


Ada rasa malu. Karena semua barang yang akan di belinya. Telah berada di meja kasir, dan tadi telah membuat antrian orang-orang yang berada di belakangnya harus bersabar, belanjaan Melindari yang lumayan jumlahnya.....

__ADS_1


__ADS_2