
Bab 1
Menjadi objek di sebuah ajang bullying bukanlah sebuah kondisi yang menyenangkan bagi siapapun yang mengalaminya.
Tidak terkecuali bagi seorang yang berkedudukan sebagai pimpinan dari seluruh staff di bagian servis dalam melayani kebutuhan seluruh penumpang.
Terlihat dari raut wajah kepala kru kabin dengan sorot matanya yang apatis menghadapi kenyataan yang tengah berlangsung atas dirinya.
Spontan Aji berinisiatif dengan membisikkan sesuatu kentelinga sang kepala Kabin Kru itu, sebagaimana yang tadi diperbuatnya kepada dua pramugari yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda untuk menghentikan tawanya.
Mereka berdua, Farah Diba dengan Syifa Salma bukannya berhenti dari tawa mereka ketika di peringatkan oleh kepala bagiannya. ini malah tawanya semakin menjadi-jadi.
Dengan posisi membungkukkan badannya, salah satu dari mereka berdua memegangi perutnya.
Dengan suara yang lantang, kepala Kru Kabin pun melerai mereka untuk tidak terus berlanjut dengan tertawa yang berlebihan itu, khawatir akan mengusik
suasana tenang para penumpang yang duduknya di sekitar ruangan itu.
Ternyata yang Aji bisikkan ke telinga kepala Kru kabin itu, berdampak langsung.
Begitu kedua pramugari itu mengangkat wajahnya, spontan kepala Kru kabin pun tertawa terbahak-bahak, demi di lihatnya Alis kedua staffnya yang sebelah kanan bagian sisi luarnya naik keatas, sedangkan yang sebelah kiri, turun ke mengarah ke bawah.
Begitu melihat Supervicer mereka tertawa dengan terbahak seperti itu, bahkan suaranya melebihi suara tawa mereka berdua, yang lebih ekstrim lagi, sang atasan tertawa terpingkal sambil menudingkan telunjuknya ke wajah kedua pramugari itu. Ini membuat tawa mereka berdua terhenti.
Sebenarnya tidak ada yang Aji ubah pada alis mereka bertiga, akan tetapi dengan kekuatan sugesti yang di sampaikan dengan ilmu telepati yang kuat hasil dari ketekunan nya dalam berlatih, telah berhasil menanamkan kedalam fikiran mereka yang di tuntut melaluinya ucapan yang Aji sampaikan. Maka terjadilah peristiwa demikian.
Permainan yang di tampilkan nya itu bukanlah sesuatu yang istimewa, apalagi bagi kalangan para pakar di bidang Hipnotisme.
__ADS_1
Itulah sebab dan alasannya kenapa ketika dirinya punya niat ingin memberikan sebuah kejutan, namun menurut penilaiannya, yang dia suguhkan harus yang mempunyai bobot dan bernilai untuk di berikan kepada yang sedang berulang tahun hari ini. Melindari.
Permainan berlangsung dan tidak ada resiko sekecil apa pun, karena tujuan semua ini hanyalah sekadar hiburan.
Untuk menghindari risiko yang mungkin bisa terjadi, di awal niat permainan akan di mulai dia periksa dengan seksama apakah ada di antara banyaknya jumlah penumpang, .dengan bertanya kepada salah satu penerbangan, karena kalau ada satu saja hadir seorang Maestro atau yang setaraf itu, di bidang keilmuan yang dia akui belum sampai ke taraf itu.
Maka tidak mustahil akan di urungkan niatnya untuk melakukan permainan karena tidak mustahil untuk memulai sebuah permainan, yang baik, harus di awali oleh sikap yang baik, demi mendapatkan hasil yang baik pula.
Seperti itu pesan sang Guru yang pernah memberinya pelajaran ilmu untuk menghibur yang sekarang sedang di praktekan nya
Lebih lanjut sang Guru berpesan, " sebelum memulai permainan, sebaiknya kita meminta izin kepada siapapun yang berada disekitar tempat berlangsungnya permainan, dan harus dengan kerendahan hati." Pesan itu selalu di patuhi nya.
Semua ini dia lakukan demi seorang yang telah mau mengorbankan waktunya untuk dirinya.
Yang lebih khusus lagi, puncak dari semua adegan yang di buatnya ini, semata-mata demi untuk tujuan niat baiknya.
Yang pertama adalah untuk sekadar mengingatkan kepada mereka, terutama Pramugari bernama Farah Diba dan Syifa Salma, bahwasanya slogan.
Akan tetapi harus di sertai oleh tindakan yang kongkrit dengan meningkatkan pelayanan yang lebih baik dari yang di sediakan oleh perusahaan penerbangan lain.
Ini lah yang di sebut Ajang persaingan bisnis yang sehat. Jangan hendaknya sampai terulang kembali peristiwa yang serupa di kemudian hari.
Contohnya peristiwa yang baru saja terjadi belum .berlalu dalam hitungan hari, ketika Aji bertanya tentang apakah ada di antara penumpang yang saat ini ikut terbang dengan pesawat ini, entah karena kebetulan , mereka bepergian Jugal ke tujuan yang sama dengan dirinya.
Orang tersebut adalah mereka yang telah mendapat julukan Magician papan atas, seperti Dedy Corbuzier, Demian atau Limbad....E eh Pramugari yang bernama Farah Diba malah balik bertanya,
" yang Tuan maksudkan Sinbad si Pelaut itu, Tuan ?"
__ADS_1
Aji tidak serta Merta menanggapi pertanyaan balik yang di anggapnya itu lelucon yang tidak perlu di tanggapi dengan tertawa, karena tidak lucu.
Yang di susul dengan kejadian lainnya yang juga sama tidak lucu, ketika dia ke toilet.
Kedua pramugari yang tidak lain dari Farah Diba dan Syifa Salma sedang berdiri di pantry yang letaknya berdekatan dengan Toilet yang akan Aji pergunakan,
Sepertinya mereka sedang menyiapkan pelayanan khusus bagi penumpang berupa sarapan menjelang pesawat akan tiba di tempat tujuan. Yang tinggal beberapa jam lagi kedepan.
Mereka melihat kearah datangnya Aji yang berjalan seakan menuju ke arah mereka berdiri. Di saat itulah
mereka mendadak membahas tentang Sinbad dan Limbad, seperti ditujukan kepada Aji. Seraya tersenyum .
Seakan sengaja percakapan diantara mereka ingin di dengar dengan cara volume suaranya yang di perkuat. Sambil sesekali pandangannya di tujukan kepada Aji.
Bagi Aji sikap mereka seperti itu bukan lah sesuatu yang harus di tanggapi. Dia faham dan bisa untuk memahami. Dia maklum dengan kondisi mereka.
Karena sering mereka alami, sementara hampir seluruh penumpang tidur lelap, justru mereka berbuat kebalikannya.
Tidak jauh berbeda dengan yang dirinya alami, ketika terkena shift malam. Di atas sebuah kapal niaga berbendera Panama yang rute pelayaran nya
mengarungi Samudra Atlantik.
Kapal tersebut dilengkapi oleh peralatan serba komputer, sehingga ketika malam telah menjelang,
di kamar mesin bagi kapal yang telah mengikuti metode komputer. Maka tidak di perlukan lagi Penjaga kamar mesin seperti umumnya di kapal-kapal yang konvensional yang masih menggunakan tenaga kerja untuk menjaga dan mengawasi nya.
Bagi kapal yang disebutkan di atas, maka semakin sedikit saja Tenaga kerja di bidang kemaritiman.
__ADS_1
Ini lah kemutahiran, Tekhnologi semakin maju, akan berdampak pengurangan tenaga kerja Manusia yang semakin berkurang jumlah yang di butuhkan bagi sebuah kapal yang menggunakan perangkat yang serba komputer.
Bagi para ahli mesin di kapal, Ketika menjalani shift malam nya, tidak perlu lagi untuk susah payah tinggal di Kamar mesin untuk berjaga sepanjang malam untuk berjaga-jaga, di waktu malam, cukup penjaga kamar mesin nya untuk tetap tinggal di kamar, dalam menikmati segala fasilitas teknologi berupa alarm yang akan berbunyi nyaring manakala di kamar mesin bermasalah, maka alarm di kamar akan berbunyi mewakili manusia yang berjaga-jaga di kamar mesin.