Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Mimpi jadi Kenyataan "


__ADS_3

Bab 2


Ada sebuah ciri yang membuat Aji semakin yakin bahwa Melindari yang sekarang ada di hadapannya adalah bukan Melindari yang Susan, yang pernah dia kenal hingga ke **********.


Melindari seorang yang .........


" Maaf ya para cowok, yang gak doyan rokok !, daripada aku harus pisah dengan yang lebih setia daripada kalian, dia setia sama aku dimanapun aku berada, kemanapun aku pergi, kapan saja... siapa dia, yooooh tebak?!...


Ya mendingan aku memilih pisah ama yang namanya cowok, catat itu.! Mana buku dan Ballpen nya ?!."


Telunjuknya di tuding kan ke arah Aji yang baru saja datang dan masih berdiri di depan pintu masuk. Sanggar White Horse, kedatangannya kesana saat itu untuk kedua kalinya.


Entah itu disengaja atau tidak, dan ditujukan kepada siapa, sepertinya dia dalam kondisi pengaruh alkohol, terlihat jalannya limbung, dan tidak mengenali lelaki yang baru kemarin malam dia beri kado spesial dan lelaki itu menampiknya.


Dia berupaya mencari sendiri, pemantik api untuk membakar sebatang rokok yang sudah terselip di bibirnya.


Adegan itu di alaminya ketika di satu hari ada keperluan khusus untuk menemui Sohibnya, dia masih ingat dia datangi ke bengkel, disana mendapatkan seseorang yang mengatakan, "Cari Boss Haruki ya mas? Kalau di luar jam kerja, jangan mencarinya di sini.


Di sono noh..di Sanggar White Horse, di mana ya? di .., ehm....ehm..bilangan nggak ya Broo ? !!" Teriak orang itu kepada temannya yang sedang asyik dengan ponsel dalam genggamannya, yang menjawab tanpa menoleh.


" Bilangin aja !, Loh kan harus ikut aturan di Bengkel ini, kalo kagak, di pecat Loh. Baru nyaho !.


Jangan pernah ada tindakan pemalakan ." Ujar salah satu dari montir- montir itu. Menirukan Orasi Boss Haruki, yang hampir di setiap awal bulan, selalu di ulang-ulangnya.


Demi untuk mengingatkan kepada seluruh pekerja disana harus memegang aturan disiplin versi Management PT. NAGASAKI MOTOR SERVIS.


...********...


Mereka adalah para Montir muda yang sedang pada mengisi waktu senggang, sementara belum ada mobil pelanggan yang datang untuk di servis.


Kelompok anak muda itu kenal dengan Aji, mereka tergolong masih para Montir Junior, hampir setahun mereka bareng Aji bekerja disana, dan bukan orang yang iseng bergerombol di bengkel Nagasaki Motor Servis.


Hari ini jatuh pada hari libur Nasional. Mereka adalah Montir di bengkel itu yang sedang mengisi waktunya dengan bekerja lembur.

__ADS_1


...********...


Waktu itu, untuk kedua kalinya mereka bertemu, di tempat yang sama.


Aji menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar cara berkata dan melihat gaya Melindari yang sedang berusaha menyembunyikan rasa resah didalam jiwanya yang kontradiksi dengan yang saat ini sedang diperlihatkan kepada orang di sekitarnya.


Menyaksikan adegan tersebut, seakan melihat cermin dirinya, yang ketika dulu pernah mengalami hal yang sama. Itulah yang namanya " Kecewa".


Betapa berat kecewa yang tengah di rasakan wanita itu. Aji melihat sorot mata yang membuat dia tidak tega untuk menatapnya lebih lama lagi, karena disana ada tangis yang tersimpan, dan tangis itu pastinya telah cukup lama terpendam.


Kalau saja bukan dia, wanita dengan type yang tahan terhadap terpaan dan ujian hidup, entah kejadian apa yang telah berlangsung.


Kali ini, mereka telah duduk berhadapan yang tersedia hanya ada dua kursi dengan posisi bersebrangan di batasi oleh sebuah meja.


Posisi kursi yang mereka duduki, percis di koridor depan menghadap ke tempat parkir, hanya terhalang oleh kaca Ray band.


Mereka bebas melihat ke luar, sedangkan orang yang berada di sana tidak dapat melihat mereka yang tengah berada di dalam ruangan makan.


Juga bukan dari kelas produk yang bergengsinya.


Haruki membelinya, hanya sebagai kendaraan untuk keperluan lapangan, sebagai penunjang kebutuhan Bengkel.


Tidak ada niatan untuk menjual dan menggantinya dengan mobil merk terbaru.


Mobil itu teruji handal walau untuk dipakai keluar kota masih mempunyai kesanggupan, walau untuk di ajak adu cepat dengan mobil lain dari merk terbaru sekalipun.


Di bengkel Nagasaki Motor Servis, ada salah satu montir senior mantan Montir dari kesatuan ABRI tempo dulu, sudah biasa baginya mengotak-atik berbagai macam kendaraan berat dari Truk pengangkut Pasukan hingga Panser, bahkan kendaraan perang seperti Tank Baja. Di tanganinya.


Mobil Merk Nissan Patrol kepunyaan Haruki itu dia serahkan pemeliharaannya kepada Montir senior tersebut sepenuhnya untuk di Kilik, ( istilah populer di kalangan montir, kata lain dari Engine Tune-Up ).


Baik dari segi ditingkatkan kemampuan dalam hal kecepatannya ataupun dengan penggunaan jumlah BBM yang ekonomis tapi menghasilkan kemampuan yang maksimal.


...******...

__ADS_1


Bukan lantaran kendaraan itu khusus diperuntukan kebutuhan lapangan, maka Aji di perbolehkan bebas untuk memakainya.


Haruki seorang Sahabat yang langka di cari persamaannya, demi untuk sohibnya kendaraan kesayangannya pun di pinjamannya kalau Aji mau.


Itulah Aji. Sohibnya memberi Hati, tidak serta Merta dia mengharap Jantung.


Dia lebih suka dan sudah merasa puas dengan menggunakan mobil bermerk Nissan Patrol tersebut.


Di suatu hari Ketika Aji masih aktif bekerja di Bengkel Nagasaki Motor Service. Di hadapan hampir separuh jumlah pekerja keseluruhan.


" Ji.., selama luh jadi Sohib gua, nggak perlu lah Luh beli kendaraan. kalau Luh butuh pake mobil, kapan saja tinggal kasih info ke gua ya Broo!"


Ucapan itu pernah di lontarkan nya di depan para Montir yang bekerja di Bengkel "NAGASAKI MOTOR SERVIS". Kala itu, Haruki dalam keadaan normal, tidak sedang dalam pengaruh obat atau minuman yang memabukkan.


" Kring....kring..Kring." .bunyi nada panggil di Ponsel kepunyaan Aji. Setelah di lihat pada layar monitor, sebuah nama yang barusaja di ingatnya.


( Suara uluk salam dari si penelepon ), dibalasnya dengan salam balasan.


" Dimana dan lagi pada ngapain?" Tegur Haruki.dengan bertanya.


" Di Mall Kelapa Gading, lagi pesan Makan siang." Jawabnya


" Melin masih ama Luh kan Ji.?"


" Masih, aku yang ngajak dia ke sini, Ruki kau mau gabung ?"


" Kalau kagak sibuk, mau juga. Tapi Laen kali saja lah, selamat menikmati makanan nya, Hati-hati libido Luh naik, kemana melampiaskannya, bujangan kayak kita nih, makanannya Keredok, goreng Tahu. atau pepes Oncom.


" Gua perhatiin Luh tuh seneng banget nyari-nyari masalah." Guyon nya ditelepon.


" Gampang Bro, kasih es batu. dalam kondisi darurat, dan tidak perlu keluar banyak biaya."


" He..., he...he.. Pengalaman pribadi kayaknya ya?! . Di rendam, udahannya, es batu tadi jangan di buang, di kasih sirup, lantas di minum, ada bacaannya gak Ji.? Ha..., ha..., ha ! Luh yang Boten-boten aja Ji! " Haruki menanggapi dengan santai, bercanda ringan.

__ADS_1


__ADS_2