Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GRIS TANGAN * " Obsesi "


__ADS_3

Bab 2


Aji bersikap seakan tidak tahu sedang berada di tempat seperti apa dirinya saat ini. Hingga pesta sudah berakhir dia tetap berpura-pura sedang mabuk berat. Untuk berdiri dan pindah tempat saja harus di bantu orang lain.


Perbuatannya semacam itu memang sengaja di lakukannya demi menanggapi niat baik Haruki kepadanya, dan demi menjaga perasaan sahabatnya itu. sekaligus ingin tahu lebih lanjut percakapan di antara mereka berempat, bukan tanpa alasan.


Kalau saja ke empat orang itu tidak menyebut-nyebut namanya, dia pun akan bersikap tidak perduli, bukan dia banget kalau ingin tahu urusan orang lain tanpa alasan yang di terima akal wanita yang di perkenalkan kepadanya tadi sore itu, adalah anaknya.


⚓⚓


" Mama sih..!! Cowok ganteng ku di bikin koplo, jadi saja aku gagal menikmati hadiah ultahku." ujar Susan sedikit iritan.


" kamu itu!... cara mu yang kurang bisa memikat dia, itu yang pasti ." Sela Meyriska sengit, karena merasa di salahkan, membuat Susan jadi stel kendor, menyadari kekeliruannya.


" Padahal jarang-jarang loh, kita kedatangan tamu Maco, resik begitu...ih, bikin gregetan ih !! padahal tadi ya Mam., sengaja aku bikin supaya kena sanksi.


Mami tahu tidak itu si bang Aji ya., sudah bibirnya merah, giginya putih, badannya mam....wow.! bikin gemas . Bang Haruki memang tidak salah dengan janjinya." celoteh Susan.


" Janji apa memangnya Haruki padamu ?" timpal Meyriska.


" Hadiah ulang tahunku Mami, dia berjanji akan membawakan untukku Prototipe kuda Arab.., Tapi jadinya Gatot saja tuh, .u..u..u, sebal, sebal." Umpat Susan berkepanjangan, saking kecewanya. Tampaknya Susan belum puas mengeluarkan uneg-uneg nya.


" Sumpah Mam, aku mau, kalau pun tadi malam Mami kagak kasih bayaran bagianku, tapi kalau sampai kejadian, puas rasanya , kalau sampai bercinta dengan dia." timpal Susan yang membuat Meyriska cemberut .


" Nah., yang begini..nih yang Mami kagak suka, Mami ingatkan kalian semua anak-anak Mami, jangan pernah hati kalian menjadi lembek, seperti yang baru saja kamu ucapkan itu, Susan !" Sergah Meyriska sambil menudingkan jari telunjuknya ke wajah wanita yang di panggil nya Susan, membuat wanita itu terdiam, membisu.


Di sini, Aji masih melanjutkan sandiwaranya, sementara mereka masih berlanjut terlibat dalam dialog sengit seperti tak akan kunjung habis, lebih mirip dengan debat politik.


Isi percakapan di antara mereka semuanya dia ikuti,


tanpa satu kalimat pun yang luput dari pendengaran nya. Hingga tiba ke topik yang paling menariknya, untuk lebih lanjut dia simak.


" Mami sampaikan kepada kamu semua , Meita, Susan dan Vera ya ? Mami malu ke si Haruki. Mami

__ADS_1


janji ke dia, supaya anak-anak Mami yang mana pun yang kebetulan kalau si Aji mau mengencani, agar supaya dia di beri layanan ekstra setaraf kelas Luxury begitu.


Bikin dia kayak Lele di penggorengan. Kan semua Cantrik di sanggar ini, pernah ikut kursus kilat bagaimana mengaduk Kopi di cangkir dengan gaya balik Badung, masih pada ingat ? kulit pada perut di tahan saat bang jago nya dia tarik mundur.


Dan jangan pernah sendok nya yang mengaduk.. tapi Gelas yang berputar seperti ombak banyu, di pentas komedi putar.." Meyriska mengakhiri arahannya.


Lagian kamu tadi malam kasih minumannya, kagak pakai takaran, bikin dia mabuk, e eh..Malah kamu bilang " Mami sih ?" si Mami sedikit keki di buatnya, merasa di salahkan, Susah pun meredakannya.


" Ya Mi...Susan yg salah, pikir ku, dia kan pelaut, bukan kelas ecek-ecek, koq minum whisky tidak sampai satu botol saja sudah Jomplang, pelaut Ocean going Mi...!" Sahut Susan.


" Ya tidak begitu juga Susan, mungkin tadi itu badannya sedang kurang fit ." timpal Meyriska.


" Mami kalau sudah bilang seperti itu, suka ya? apa Mami menaruh hati ke Bang Aji untuk di jadikan Menantu Mami ?" Rajuk Susan.


" Mami tidak tertarik untuk membahas hal itu, ada yang lebih penting dari semua itu, tahu kagak kalian..suara nya hampir tidak terdengar oleh Aji.


Suara orang berdesis dan berbisik-bisik, yang terdengar di telinganya hanya nama Haruki dan Donatur.. selebihnya dia tidak bisa mengikuti lagi apa isi dari percakapan mereka.


⚓⚓


Siapapun tamu itu. Kecuali untuk ikut berbaur merayakan hari jadi mu dan katanya sih perpisahan dengan sahabat nya siapa lagi, kalau bukan yang sudah bikin Susan Klepek-klepek, he..he..he.." di akhiri oleh tawa bahagianya Meyriska.


" Iya Mi., tapi bukan hanya melulu uang kan?" sanggah Wulan.


" Mau apa lagi ? , uang dapat, Arjuna mu tidak sedikit pun menyentuh pinggulmu yg Bohay itu bukan ? kurang enak bagaimana coba.


Khusus untuk kamu Susan, bayarannya pun Dobel, buat kamu doang tuh ! katanya sih sebagai kado ulang tahun.


" Tapi aku hanya dapat uang doang ?" Susan merajuk.


" Tidak begitu juga anak Mami..., kalau tidak salah ini juga ya, demi untuk janjinya sama kau, tadi di HP dia bilang ke Mami, si Aji mu akan di ajaknya kemari besok.


" Dia ingin kasih kamu kejutan, edan itu anak ! tadi juga pesan ke Mami, mewanti-wanti untuk tidak usah kasih tahu kamu, mungkin dia mau bikin lagi kejutan lainnya" Ucap Meyriska sumringah.

__ADS_1


⚓⚓⚓


" Sudah sampai di rumah gua nih ! Pasti mabuknya sudah hilang terbawa angin, ternyata Luh belum gua lihat pelautnya, apa Luh berlaga pilon di depan gua, he ?" gerutu Haruki, dia tidak yakin atas kejadian sepanjang malam tadi di rumah si Mami Meyriska. tapi juga tidak terlihat kesal kepada sahabatnya yang dia suka, karena etos kerjanya selama hampir Enam Bulan di bengkel.


" Mereka berdua langsung masuk ke rumah, karena pintunya tidak terkunci.


Hari mulai subuh, terdengar suara yang membaca ayat suci dari Al-Qur'an di beberapa mesjid yang di kumandangkan melalui pengeras suara.


Bagi Haruki, sekali-sekali kurang tidur seperti tadi malam, bukan lagi sebuah kejadian yang luar biasa, apalagi bertepatan dengan malam Minggu.


Lain dengan Aji, yang tertidur dengan PW nya ( Posisi Wenak ) di sofa ruang tamu yang tadi malam di alih fungsikan menjadi ruangan pesta.


Demi melihat dan mencium, Aroma tidak enak pada pakaian Aji, menurut dugaan kuatnya, tadi malam Aji muntah akibat mabuk berat.


Ditawarkannya kepada Aji, untuk mandi dan di pinjamkan pakaian santai berupa kaus T shirt dan celana bahan kanvas stok pakaiannya yang belum dia pakai. kebetulan perawakan mereka tidak jauh berbeda, paling selisih satu nomor saja.


Waktu terlewati tidak terasa begitu cepat, dengan di isi oleh kegiatan masing-masing, Aji pun baru saja pulang, shalat di mesjid terdekat." Walaupun di rumah Haruki tersedia beberapa perangkat alat untuk shalat, mami nya Aji asli dari Banten. Kakeknya pun rajin menjalankan syariat Agama.


Hari Minggu di lingkungan rumah dan sekitarnya, sudah ramai oleh berbagai macam aktifitas, yang dilakukan oleh banyak warga, baik itu untuk kepentingan perniagaan maupun untuk berolah raga


Haruki cukup faham Kondisi Aji yang baru mengalami mabuk berat.


" Ji.,. Gua mau meregang otot juga melemaskan nya di gelanggang olahraga dekat dari sini, Luh gua sarankan istirahat saja yang cukup, Luh harus menebus rasa malu gua ke Tante Mey."


" Rasa malu ?... kenapa harus dirinya yang menebus rasa malu nya dirinya ?... " celoteh di batinnya.


Haruki pergi, kebetulan ART yang bernama Maemunah sedang di perlukan untuk ikut sibuk di rumah orang tuanya Haruki, masih di wilayah Jakarta Utara.


" Bebas saja lah Ji ! makan untuk Pagi, tinggal ambil di lemari es, Luh panaskan saja di microwave, jangan Luh bilang kagak bisa menghidupkannya, nanti nambah malu gua kepada lingkungan, cukup malu gua ke Tante Mey saja dulu..ok ?" sambil dia balik badan dan mulai lari Jogingnya.


Kembali Aji .di buat bingung dengan ucapan " Malu" Haruki .... sambil berjalan menuju ruang dalam rumah Haruki yang sunyi,.tapi ada rasa nyaman ketika dia memasukinya ...


* Pembaca ..rasa malu Haruki di sebabkan kesalahan yang di perbuat Aji kah, kalau betul, kesalahan dalam bentuk apa ya ? dan kenapa harus Aji yang menebusnya ?..jawabannya tunggu di OBSESI Bab 3.

__ADS_1


__ADS_2