
Bab 3
Pramugari Syifa Salma yang sudah di kenal di perusahaan penerbangan Emirat Saudi Arabia, sudah tidak di ragukan lagi pemahamannya akan segala peraturan dan sanksi yang harus di tanggung oleh di pelaku yang di anggap telah melanggarnya.
Butir peraturan yang sedang di tengarai telah dilakukannya itu adalah, berbunyi sebagai berikut;
" Tidak di perbolehkan untuk dengan sengaja ataupun beragam alasan lainnya, bagi siapapun staff yang sedang aktif bekerja, memakai uniform yang bukan kepunyaan/miliknya.
Apabila kedapatan perbuatan tersebut di langgar dengan sengaja melakukannya, maka dianggap perbuatan pelanggaran berat, oleh karenanya pelaku tersebut dapat di kenakan sanksi berat berupa denda administrasi.
Atau malah pemberitahuan terlebih dahulu berupa SP atau bisa saja langsung di anjurkan untuk membuat surat Pernyataan mengundurkan diri dari Perusahaan Penerbangan Emirat Saudi Arabia tersebut.
Peristiwa yang sungguh telah membuat heboh di hampir seluruh jumlah penumpang. Yang di akibatkan oleh kejadian yang tidak masuk akal tadi.
Bermula dari orang yang duduknya di samping Aji persis.
Penumpang tersebut di tanya oleh rekannya yang duduknya berseberangan dengannya terhalang oleh ruas jalan tempat orang berjalan lalu - lalang, begitu dia mendapat info tentang bagaimana awal terjadinya kejadian yang mereka anggap kericuhan.
Berita kejadian pun menyebar bagaikan tanaman yang merambat tumbuh di tanah yang subur, di siram pula oleh curah air hujan yang deras.
Tidak sampai hitungan jam, mungkin dalam hitungan menit. Berita tersebut telah merembet begitu cepatnya, hingga tersampaikan ke hampir seluruh penumpang tidak saja di kelas VIP yang Aji tempati.
Tapi sudah sampai ke penumpang yang berada di kelas Ekonomi, mereka justru menanggapinya dengan ekspresi Bingung...Batin mereka bertanya seperti protes.
" Bagaimana mungkin, seorang pramugari yang konon katanya senior. Sampai keliru dalam memberi servis.
Walau itu bukan lagi dianggap enteng sehingga tidak boleh dianggap ringan. Apalagi kejadiannya di kelas VIP.
" Salah satu penumpang nya yang minta air Teh, koq bisa- bisa nya di beri Air kopi.?" Celoteh nya
Seperti itulah komentar dari salah satu Penumpang.
__ADS_1
Setelah dia tahu duduk permasalahannya seperti apa.
Sementara itu, masih di ruang kerjanya kepala Kabin Kru, yang raut wajahnya terlihat kurang berkenan atas kejadian yang berlangsung tadi.
Di panggilnya Pramugari yang bernama Farah Diba melalui apat panggil Interkom, tidak seberapa lama kemudian, yang di panggil pun datang memenuhi panggilan dari Kepala Kabin kru nya.
Farah Diba pun datang dan demi yang dilihatnya Farah Diba dengan papan nama yang tersemat di Uniform yang di kenakannya bertuliskan nama Syifa Salma.
Kepala Kru Kabin pun menggeleng-,gelengkan kepalanya, roman mukanya yang merona dan terlihat kak. Semakin bertambah menjadi-jadi begitu melihat dengan mata kepalanya sendiri, para staff nya yang nyata - nyata berani melakukan pelanggaran terhadap kebijakan resmi dari management, dia yakin peraturan itu mereka telah fahami.
Yang lebih celakanya lagi, sikap mereka seolah tidak merasa bersalah.
Ketika Aji menyampaikan suatu yang di sampaikannya berupa pesan ke telinga Syifa Salma dan Farah Diba dan di terima oleh keduanya dengan jelas, padahal cara penyampaiannya seperti berbisik.
Terbukti dengan bahasa isyarat pertanda mereka mengerti, dengan bahasa isyarat keduanya mengangguk - anggukkan kepalanya seraya keduanya tersenyum.
Belum lagi hitungan menit dari saat kepala mereka angguk-anggukkan kepalanya.sang kepala kru Kabin itu sudah kembali ke tempatnya semula, entah dari arah mana kedatangannya. Serta merta dia sudah berada dan berdiri di hadapan mereka. Namun... Alih-alih keduanya bersikap sungkan atau hormat tanpa di pinta, eh... ini malah mendapat sambutan dari staffnya di luar dugaannya.
Tertawa terpingkal-pingkal menahan rasa geli ingin tertawa sepuasnya di luar kendali mereka, demi melihat wajah kepala Kru Kabin, yang notabene dia adalah atasan mereka berdua.
Kalau di tinjau atas kejadian seperti itu, tidak tertutup kemungkinan kedua pramugari tersebut akan di kenakan sanksi yang tidak ringan, telah berani tertawa, bukan sekadar tertawa.
Lebih tepat kalau perbuatan mereka di sebut Menertawakan. Yang sedang mereka berdua tertawakan adalah seorang Supervicer nya.
Perbuatan mereka berdua sudah masuk kategori tindakan tidak menyenangkan yang bisa terkena pasal " Pelecehan " yang bisa di perkarakan.
Aji hanya bisa tersenyum melihat adegan demi adegan kejadian yang sudah di perkirakannya, tapi tidak seheboh ini.
Ini akibat dari keahlian ilmu yang pernah didapatnya dan dipelajarinya dari tetangga yang berprofesi sebagai sebagai pemain sulap amatir, membagikan kepadanya yang menurut pengakuan sang tetangga.
" Aji., ini sekadar ilmu yang ku tahu untuk bisa kiranya berguna di saat terpaksa menggunakannya, jangan sampai kau mengalami seperti aku, perut lapar tenggorokan kering dahaga, sebelum aku belajar ilmu ini." Papar nya.
__ADS_1
Yang dikatakan sekadar oleh sang Pesulap rendah hati itu, ternyata bertuah dan terbukti keampuhannya dengan di praktekkan nya langsung Cespleng .
Dia hanya membisikkan sesuatu kepada kedua pramugari itu, dengan ucapan yang tidak rumit tapi bukan tanpa tehnik sulap yang bisa mengarahkan fikiran orang yang di maksud. disini adalah Farah Diba dan Syifa Salma.
Ucapan yang disertai dengan ilmu telepati yang terasah termasuk sugesti yang menuntun fikiran mereka berdua mengikuti apa yang Aji sampaikan.
Yang Aji sampaikan kepada mereka sebuah kalimat yang meresap kedalam alam fikiran mereka berdua dan tertanam di dalamnya " Alis pak Kepala Kru kabin sungguh aneh ." kalimat sederhana itu saja, tidak lebih.
Begitu sang kepala Kru Kabin datang dan berdiri tegak dihadapan mereka, sebelum mereka melihat wajah sang kepala, ada timbul rasa sungkan bahkan rasa takut walau kadarnya sedikit. Nun ketika pandangan mereka menyapu ke arah bagian wajah sang Kepala Kru kabin.
Spontan tanpa berfikir akan apa jadinya nanti, demi melihat sebuah kondisi yang tidak lumrah, mereka berdua didalam pengaruh sebuah kalimat ampuh yang Aji telah tanamkan ke dalam fikiran mereka Radi.
Maka semakin bertambah aneh saja juga mengundang dan menggelitik rasa yang terangsang untuk tertawa terbahak-bahak.
Betapa tidak, sang kepala yang mereka kenal Jaim dan di segani oleh seluruh staff di atas pesawat ini. Mendadak wajahnya lebih lucu dari mister Been.
Ujung kiri Alis sebelah kanan naik menunjuk keatas sedangkan ujung alis sebelah kiri turun dan menunjuk kearah bawah.
Apapun sanksi yang akan mereka dapatkan kalau di sebabkan oleh kejadian ini, mereka siap untuk menerimanya, apa itu sanksi berupa surat peringatan keras kah, bahkan yang lebih dari itu sekalipun.
Saking tidak bisa lagi mereka menahan rasa ingin tertawa, meledak lah tawa keduanya. Bahkan sampai terpingkal-pingkal di buatnya.
Sedangkan sang kepala Kru Kabin yang masih berdiri mematung, terpukau bahkan menjadi terheran-heran dengan ulah kedua staffnya itu.
" Ada apa dengan kedua pramugari cantik ini ?" Batin nya. " Apa yang telah membuat mereka seperti ini?" dalam keheranan, sementara dia menyadari dirinya sedang manjadi objek tawa dari kedua staffnya tersebut.
Aji merasa kasihan kepada sang kepala Kru Kabin yang terlihat dalam adegan yang mengenaskan itu dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menggeleng gelengkan kepalanya.
Serta Merta Aji menghampiri kepala Kru Kabin tersebut dan....dengan sikap hormat dia menganggukkan kepalanya dan mengucapkan uluk salam sebagai tanda hormat. Dengan mendapat jawaban Salam balasan, mereka berjabat tangan di sertai senyum dari keduanya.
Terjadilah percakapan yang berkisar kejadian yang ada di hadapan mereka, bahkan sementara mereka berdua bercakap-cakap, kedua pramugari itu masih dengan suara tertawanya.
__ADS_1
"