
Bab 6
Kerinduan seseorang akan sahabatnya, tidak bisa di abaikan walau hanya bisa terwakili dalam bentuk sapaan " Halo apa khabar? " itu saja sudah luar biasa nilainya.
Di suatu pagi yang tidak begitu padat oleh kesibukan karena kedatangan konsumen, ponsel yang belum berselang lama dari suara panggilan, tiba-tiba kembali memperdengarkan lagi nada panggil dan berlanjut dengan sebuah percakapan setelah Aji pencet tombol terima.
" Halo sohib owner PT.NAGASAKI SERVIS yang terkenal di Jakarta Timur, apa khabar juragan ?, sampai tidak ada beritanya, ini sudah hampir setengah tahun, betah di daratan dan sudah lupa lautan ya .?" Sapa si penelepon yang tidak lain dari Fauzi.
" Halo lagi Sohibku, sebenarnya sih kalau yang kau tanya soal pekerjaan, aku tidak ada masalah, ada yang membuatku mulai tidak kerasan, ruang lingkup pekerjaan yang memaksa aku terlalu banyak duduk," Tukas Aji.
" Kalau seperti itu kondisinya, lantas apa yang jadi masalah buat kau Ji?, bukankah itu sejajar dengan eksekutif, keren itu mah atuh Ji..!"
" Buat aku itu masalah besar, ada temanku yang profesinya penjahit, belum lama ini, kena penyakit wasir, itu katanya tidak pelak lagi dari akibat banyak bergerak tapi banyak duduk, aku takut juga Bro Faiz.
kalau terlalu banyak duduk dan kurang gerak, apa jadinya ? Nongtot Bo-oy dong namanya."
" Aku mengerti ketakutan kau itu, tapi itu bisa terjadi kalau sudah bertahun tahun, kau kan belum juga separuh Tahun, bilang saja kaki Lo tuh sudah gatal kepingin menginjak lagi hamparan karpet di lapangan udara Schiphol bukan begitu Bro Aji .?" Sanggah Fauzi dengan tawa lepas.
" Sok tau kau Faiz..Nah kau sendiri bagaimana sudah lebih lama dari aku, kapan kau berangkat lagi?, di Kapal pesiar lintas Amerika Latin..
weleh..weleh.. pernah ya di Komplain listrik di kamarnya tidak berfungsi, oleh penumpang super tajir, tapi nenek jomblo, akhir ceritanya ?
Ha..ha..ha , aku gak tega ah meneruskan kelanjutan pertanyaan ini, takut benar dan takut kau orang yg di kisah nyata ini, ha..ha..ha.. itu sebabnya gaji besar berkali lipat ganda pun aku tidak minat kerja di kapal pesiar, belum sanggup bro......., menahan Iman dan menjinakkan Imin ku ." pungkas Aji, Sambil masih dengan deraian tawanya.
" Itu Rumor berlebihan, sumbernya Pasti dari Radio Peking, betul ?, ha..ha..ha " balas Fauzi tidak kalah heboh dengan tertawa nya, dan lanjutnya
__ADS_1
" Aji, takdir kita sama, jadi Pelaut. Masak gaji disana tidak cukup ?, Jagan menyerobot rezeki orang yang memang lahan kerjanya di sini, kualat Lo nanti.
Kalau mau kita sekapal sama aku nanti, bagaimana? akan aku promosikan ke HRD di kantor keagenan, tapi posisi jabatan nya setingkat di bawahku, untuk sementara, posisi masinis ke Dua sedang penuh Bro....! kata HRD, bukan kata ku. " papar Faizal.
Spontan Aji menjawab ," Gak Sudi aku Jadi bawahan mu, takut nantinya kau Jadi reseh." Masih dengan nada bergurau.
" Untuk sementara saja Bro Aji, nanti Trip yg akan datang Masinis kedua pulang, kau yang akan menggantikannya, semangat Bung !"
" Semangat !, tadi aku bergurau, sebenarnya bukan lantaran mendadak kau jadi seniorku, itu mah kecil atuh....yang benar aku sudah punya pendirian untuk tidak pernah bekerja di Kapal pesiar. Apa kau masih tidak yakin dengan pendirian Sohib mu ini Faiz ?"
Fauzi hafal mati dengan pendirian sahabatnya yang satu ini, kalau dia sudah merasa tidak nyaman di tempanya dia bekerja, tidak akan dia hitung gaji besar dan sulitnya untuk lolos di penyaringan ketika melamar untuk di terima dan kemudian bekerja.
" Ah.., perduli syetan dengan semua itu, aku cabut, dari perusahaan itu, apalagi ini ibaratnya gaji hitungan rupiah." ujarnya.
Kali ini dibuktikannya juga, tidak ada sebab Angin, apalagi Hujan, mendadak sontak dia menghadap Direksi langsung orang Jepangnya, yg oleh seluruh pegawai di beri sebutan tambahan yaitu Tuan Shintaro Abe.
" Ya Tuan ! " balas Aji seraya menyerahkan sebuah map bahan kartun yang berisikan selembar kertas, permohonan pengunduran dirinya bekerja di Bengkel Nagasaki Service, yang di pimpin Tuan Shintaro Abe.
Tuan Shintaro Abe menganggap kejadian mendadak seperti ini, bukan lah yang pertamakali baginya, sudah terbiasa menemui kasus pegawainya yang mengundurkan diri.
Terlihat dari ekspresi wajahnya yang datar, seakan tidak menunjukkan perasaan apa pun, walaupun dia merasa kehilangan seorang pegawai yang telah melalui masa percobaan yang lazim di jalani .oleh pegawai yang baru di terima masuk bekerja.
Dalam pandangan Tuan Shintaro Abe, Aji tergolong seorang Pegawai yang juga Pekerja, dengan caranya sendiri dia bertanya, " Apa karena Gaji tidak cukup, dan ingin ada kenaikan " Ujarnya.
" Terima kasih Tuan, bukan itu sebabnya, tetapi saya sudah mendapat Panggilan untuk bekerja lagi di Kapal, " di perlihatkannya surat panggilan dari sebuah perusahaan pelayaran yang berkantor pusat di Norwegia, yang mewakilkan urusan pengadaan tenaga kerja dari Indonesia kepada sebuah Biro kepengurusan tenaga kerja, yang menyandang nama PT.NURFATRIA SEJAHTERA.
__ADS_1
Biro urusan pengadaan tenaga kerja yang satu ini, khusus menangani urusan Dokumen menyeluruh seperti buku Pasport, dan persyaratan penunjang untuk pergi menggunakan moda transport Pesawat terbang untuk sampai ke daerah lokasi, bagi para pekerja di Kapal, mau pun di pengeboran minyak dan Gas Bumi di lepas pantai, yang letak kantornya di komplek perkantoran Cempaka Mas, Jakarta Timur.
Keagenan ini bukan hanya mengirimkan Tenaga kerja Indonesia ke Kapal-kapal milik perusahaan pelayaran di Nusantara saja, perusahaan yang berbasis produsen Minyak Bumi di Timur Tengah pun, Armada angkutan Laut nya mendapat pengiriman Tenaga kerja yang berkualitas melalui PT NURFATRIA SEJAHTERA ini.
Tuan Shintaro Abe, yang di kenal oleh para pekerjanya sebagai sosok Pemimpin yang pantas untuk di jadikan Suri Tauladan. dengan pandangan hidup yang bijaksana, walaupun hatinya merasa keberatan untuk melepaskan Aji pergi, namun dengan wajah yang berseri, dia tersenyum dan berkata,
" Bagus.....,Bagus", akan tetapi, sayang sekali begitu cepat kau harus pergi juga Aji,.
Haruki terenyuh hatinya, melihat Tuan Shintaro Abe. Yang begitu tulus saat Sohibnya tadi berpamitan kepadanya.
Sementara di Kantor Tuan Shintaro Abe, sedang berlangsung proses pengunduran diri Aji, di luar ruangan, seseorang bernama Haruki putra dari Tuan Hasan, yg menduduki kursi sebagai penanggung jawab di bagian Pengadaan.
Kehadirannya saat itu di luar ruangan Tuan Shintaro Abe, bermaksud akan masuk bertujuan untuk melaporkan hasil pengamatan berdasarkan neraca, perihal kenaikan jumlah pemakaian suku cadang yang Orisinil, dengan tidak sengaja pula, ketika dia menangkap sebuah percakapan diantara Aji dan Tuan Shintaro Abe, melalui lubang peranginan dari ruangan yang tidak kedap suara, dan suara percakapan dua orang itu terbawa oleh Angin melalui celah-celah udara, bisa keluar juga kebalikan nya..
Haruki yang sering mendapat julukan wajah Rambo hati Rinto itupun, sangat menyayangkannya, dirinya sudah kadung merasa cocok dan nyaman, bekerja sama dengan orang yang sudah dia hafal betul, perangai dan karakternya.
Saking Cocoknya kerja, dan bekerja sama, terbukti Aji tipe orang yang bertanggung jawab, dia telah membuat laporan mingguan dan juga bulanan, dengan cukup baik, sehingga akan memudahkan bagi penggantinya, dalam pemeriksaan seluruh suku cadang yang belum terpakai dan masih utuh yang tersimpan di Gudang.
Begitu percakapan di dalam ruangan Tuan Shintaro Abe selesai, terlihat Aji keluar dari ruang kerja Tuan Shintaro Abe.
Dengan spontan, di hampiri dan di helanya tangan Aji untuk masuk ke ruang kerjanya yang berdampingan meja kerjanya dengan tempat Aji. Setelah mereka duduk berdampingan.
Haruki mengulurkan tangannya untuk bersalaman sebagai kata berpisah, dan dia menyampaikan sesuatu yang belum pernah ini disampakan kepada siapapun.
Nah saudaraku...Apa ya ?.. kira-kira yang akan Haruki sampaikan kepada Aji..( silahkan ikuti terus )
__ADS_1
* GARIS TANGAN *. di Episode " Transisi " yang berikutnya.