Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Anugrah "


__ADS_3

Bab 3


Suara dering yang mulanya terdengar lembut lama kelamaan suaranya menjadi nyaring. Dengan tergesa di keluarkan ponsel itu dari saku celana yang dikenakan nya seraya di perhatikan dengan seksama, dia baca nama si pemanggil terbaca nama asing di penglihatannya.


Namun masih segar dalam ingatannya dan dia pun berkata dalam gumaman. " Pasti orang ini yang Dimaksudkan oleh Josette."


Di pijitnya tombol terima pada ponselnya itu. Kemudian, " Ya halo. , Buenos Dias, Senor." Jawab Aji menanggapi panggilan dari sebrang.


" Glad to meet you on the phone Senor Aji." Sahut penelepon itu.


" So do I sir, what can i do for you ?" Jawab Aji lagi.


" No., no... Senor Aji, do not anything for me, but i will many thing for you when you need.!" Sahut penelepon itu lebih lanjut.


Percakapan mereka berlangsung lumayan lama yang terakhir terdengar oleh Melindari yang tidak berkomentar sepatah katapun atas isi percakapan mereka berdua yang tetap berlanjut begitu luwes seperti dua orang teman lama yang tidak, atau belum saling berjumpa.


di akhir percakapannya itu, Sang Driver servis tersebut memperkenalkan dirinya dengan menyebutkan namanya, "Diego Morales" . Sesaat kemudian dia berpamitan untuk line off dari hubungan via ponsel dengan Aji.


Sembari menikmati hidangan yang di sajikan oleh pegawai cafe itu, sebagaimana di katakan oleh Diego sebelum dia pamit, sempat mengatakan bahwa dirinya sudah berada di pelataran parkir pelabuhan Udara, bukan keterlambatan tapi sengaja dia atur waktunya agar siapapun yang dia jemput mempunyai waktu untuk rehat sejenak sebelum dia jemput.


Diego Morales seorang sipil yang berkiprah di bidang jasa pengamanan dan bernaung di bawah sebuah Biro resmi yang mendapat ijin resmi dari Pemerintah. Konon dalam menjalani pendidikan sebelum di nyatakan pantas untuk menjalani profesi itu, dirinya mendapat pendidikan dipusat pendidikan militer dan juga kepolisian selama Delapan belas Bulan.


Adapun jasanya yang di pergunakan oleh keluarga Josette, berdasarkan seleksi dari keluarga Josette sendiri, kriteria yang bagaimana pengawal pribadi untuk keluarga keseluruhan atau untuk kepentingan bidang usaha, seperti pengamanan terhadap seorang Dirut sebuah perusahaan besar.


Tapi untuk tugas yang dalam Kontrak kerja antara Diega dengan keluarga Josette tercantum dalam kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya di tulis adalah, " Keluarga" , itu mengandung arti luas, tidak terkecuali Alfonzo yang di gadang-gadang oleh keluarga Josette akan manjadi bagian dari keluarga tersebut.


Sementara mereka berdua menikmati hidangan yang sudah berada di atas meja di hadapannya, Aji mencoba untuk berkomunikasi dengan menghubungi ke nomor ponsel milik Josette.

__ADS_1


Terdengar oleh Aji, nada sambung di Ponsel yang di hubungi nya tersebut bernada sebuah sebuah lagu berirama Musik Samba. yang di lantunkan oleh penyanyi setempat, namun terdengar di kupingnya begitu merdu dan asyik untuk berlama-lama mendengarkannya.


Asyik menggelitik menyentuh Sukma Membuat dirinya seakan sedang kembali ke masa lampau, ketika pertamakali kakinya menginjakkan daratan dan menghirup udara Negri Samba, Brazil.


Dirinya telah terikat kontrak untuk bekerja di kapal milik dari sebuah pengelola angkutan minyak Bumi.


dan kapal tersebut menjalani jalur pelayarannya dari Amerika Latin untuk memuat Minyak Bumi tersebut untuk kemudian mengangkut dan membawanya ke salah satu negara bagia Amerika yakni Texas. Amerika.


Nada sambung berkumandang ke sekitarnya. Serta Merta Aji mematikan nada musik tersebut, dan membuka ponsel yang sedang melayani dalam fasilitas Penggunaan Vcall.


Jreng....Wajah Penelpon terlihat begitu sempurna penampakannya pada layar, dan gambar tersebut yang tidak lain dari Josette, mulai mengeluarkan suara, " Halo ! " katanya. Dan di susul dengan membuka percakapan berupa pertanyaan sekitar kesehatan dan posisi keberadaan Aji dan seperti diketahuinya ada orang lain di samping Aji, Josette tahu dari dugaannya, yang berdasarkan anjurannya kepada Aji untuk mengajak seseorang sebagai pendamping dalam perjalanan, maupun ketika nanti tinggal di Brazil walau hanya untuk sepekan lebih sedikit saja.


" Hari Jose, Aku sudah tiba di Pelud Carlos Jubim setengah jam yang lalu pesawat mendarat dan berlabuh. Sekarang kami sedang menikmati kopi khas Brazil." Tuturnya.


" Wow..., Aji aku bersyukur kau dengan Melindari sudah tiba dengan selamat." Tanggap Josette.


" Well done Aji. By the way Apakah Diego sudah menghubungimu Aji." Lanjut Josette dalam pertanyaan.


" Sudah, dia sudah berada di pelataran parkir. Beberapa saat lagi dia akan siap-siap menyambut kedatangan kami di pintu kedatangan penumpang." Tutur Aji.


Setelah jelas bagaiman langkah selanjutnya yang di bahas di telpon genggam yang seakan langsung terlibat dalam percakapan, karena mereka menggunakan sarana V-call.


" Okey Aji dan Melindari, terimakasih atas pertemuan yang menyenangkan ini, tapi mohon maaf bukan Aku dan Alfonzo yang menjemput kalian berdua". Percakapan pamungkas yang kemudian diapun menutup percakapan mereka berdua.dengan mematikan hubungan V-Call nya tersebut.


Sementara Aji asyik terlibat dalam percakapannya dengan Josette, Melindari juga larut dalam menikmati hidangan kudapan yang khas Brazil di lengkapi dengan melihat berseliweran penumpang pesawat yang melintas didepan jendela kaca yang transparan sementara dari arah luar tidak bisa melihat kebagian dalam dari Cafe tersebut karena dilengkapi oleh kaca Rayband.


Berbagai macam ragam etnis penumpang pesawat yang melintas di depan Cafe dengan beragam mode busana yang di kenakan oleh mereka seakan peragaan busana di ajang kompetisi Mode fashion.

__ADS_1


Semua itu membuat Melindari terkena dan larut dalam bermacam ragam celotehnya yang hanya ada di hatinya saja, demi melihat pemandangan yang hanya dia sendiri yang tahu, perasaan apa yang sedang berkecamuk di dalam batinnya saat ini.


Di luar kendalinya, beberapa kali berdecak sebagai ekspresi tanggapannya.


Tanggapan itulah yang nanti akan dia utarakan kepada Aji berupa pertanyaan manakala di suatu saat ada kesempatan dan waktu Aji sedang luang.


Melindari adalah sosok wanita yang memiliki banyak kelebihan ketimbang wanita lain sebayanya dan berada di lingkungannya.


Dari segi Fisik yang mendekati sempurna sebagai sosok wanita yang bisa membuat seorang pria cenderung untuk menoleh ketika berpapasan dengannya, itu yang nampak terlihat kasat mata.


Belum lagi sikap yang barusan diperlihatkan tadi dengan kesanggupan untuk menahan dan menundanya hasrat ingin tahunya. Sebesar apapun perasaannya tersebut, dia sanggup untuk berbuat itu tanpa keterpaksaan dan tanpa beban.


Itu semua bukan tanpa sebab, manakala diperhatikan sikap maupun kebiasaan Aji yang dia telah hafal betul, tetapi di saat ini sejak pesawat bertolak dari landasan pacu di lapangan terbang Soekarno Hatta, Cengkareng.


Saat itulah pria itu seperti bukan dirinya, menimbulkan pertanyaan dalam batinnya.


" Apakah ada sesuatu penyebab hingga pria ini berubah, terlihat lebih banyak terdiam dalam ketermenungan ketimbang ceria sebagaiman dia hafal akan perangai pria ini." Batin Melindari.


Sejauh yang dia ketahui, Aji yang tidak kaku dalam bercakap maupun bersikap.


Yang dilihatnya seperti itu, namun dia merasa tidak mempunyai kapasitas untuk menanyakan hal tersebut kepada pria itu.


Biarlah, sepanjang dia masih sanggup untuk memendam di perasaannya sendiri, atau mungkin belum saatnya untuk disampaikan kepada orang yang berada di dekatnya. Saat ini adalah dirinya.


Melindari tersenyum, menilai dirinya seperti percaya diri Tinggi " Narsis " . Desisnya di tujukan kepada dirinya sendiri, sambil tersenyum simpul.


Melindari tahu percis. " Lebih tepat kalau kondisi seperti ini di bicarakan dengan Bang Haruki,,, dia orang terdekat dari Bang Aji...." Batinnya.

__ADS_1


.


__ADS_2