Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Nuansa Baru "


__ADS_3

  Bab 2


Dari keterangan yang diperolehnya dari Pramugari yang bernama Farah Diba, diketahui nya bahwa di dalam pesawat yang sedang mengudara ini tidak ada seorangpun dari sejumlah ahli di bidang Magician yang ada di Indonesia turut dalam perjalanan terbang dengan pesawat ini.


Dia bermaksud membuat sebuah permainan kecil yang tujuannya untuk sekedar menghibur Teman seperjalanannya, Melindari.


Baginya untuk saat ini, M lindari bak Dewi Penolong yang tanpa di pinta untuk kedua kalinya langsung Bersedia.


Padahal permainan baru saja akan di mulai, di luar perhitungannya kalau langkah pertamanya ini mengundang banyak perhatian penumpang lain di sekitarnya, bahkan sampai di datangi oleh kepala Kru Kabin ( Cabin Crew ) yang menyaksikan melalui alat monitor ruangan dari ruang kerjanya.


Sebuah kejadian sedang berlangsung, yang kini menurut kepala Crew Cabin, kejadian seperti ini, baru kali ini terjadi, sebuah insiden, penyebabnya hanya satu orang dari sekian banyaknya penumpang. Tetapi telah sanggup membuat sebuah kegaduhan di hampir seluruh penumpang kelas VIP di pesawat terbang tersebut.


Penumpang lainnya yang ingin melihat dari dekat dan ingin tahu apa yang membuat Pramugari dengan salah seorang dari sekian banyak penumpang lainnya itu, terlibat dalam adu argumentasi.


Beberapa orang penumpang yang mulai faham duduk persoalannya, walau belum tahu persisnya. Menyimpulkan lelaki yang akhirnya mereka ketahui bernama Aji itu, sepertinya sedang mengeluhkan satu tindakan dari seorang Pramugari yang dianggap oleh nya, telah melakukan suatu perbuatan yang tidak profesional.


Di paparkan nya kronologis awal kejadian dari masing-masing pihak yang sedang berselisih paham itu dengan terlebih dahulu, kepada seorang yang menurut Aji, orang tersebut yang memegang kewenangan disana.


Dialah kepala Kru Kabin yang kemudian mengajak keduanya masuk ke ruang kerjanya.


Karena dia yang memegang kewenangan sebagai penanggung jawab penuh, atas keseluruhan aktivitas di dalam pesawat, yang erat hubungannya dengan " Servis " dari pihak perusahaan kepada penumpang pesawatnya, yang di wakili oleh seluruh personal yang bertugas di dalam pesawat.


Dalam hal ini, khususnya seluruh awak pesawat di bidang Catering dan pelayanan service di semua kelas yang turut serta dalam penerbangan saat ini, berada di bawah kewenangan dan pengawasannya.


Setelah kedua orang yang dianggap sedang dalam persengketaan satu pihak Aji sebagai penumpang,


Pihak lainnya, yakni Pramugari pesawat bernama Syifa Salma.


Kemudian, mereka berdua diajaknya masuk ke ruang kerjanya, dia mempunyai tanggung jawab moril untuk memelihara suasana yang kondusif di setiap sudut ruangan di seluruh bagian pesawat demi kepuasan penumpang atas nama pelayanan yang maksimal dari perusahaan penerbangan yang

__ADS_1


kepalang sudah mendunia ini.


Dengan bergantian mereka berdua memberi keterangan yang dianggap perlu oleh sang pemegang tanggung jawab ketertiban, untuk kemudian merekapun menjelaskannya dengan dasar versi masing-masing.


Setelah di anggap cukup untuk ditampung dalam sebuah rangkuman kejadian, kembali penuturan keduanya di konfirmasikannya dengan hasil rekaman dari CCTV, seluruh adegan atau suasana sejak dari persiapan Pesawat akan mengadakan penerbangan hingga detik kejadian yang menurut pendapat kepala kru Kabin itu adalah Miss communication saja, yang tidak perlu di besar-besarkan.


walaupun pada kenyataannya nanti, tidak demikian bagi Seorang yang berprofesi sebagai Pramugari untuk dimaafkan begitu saja tanpa melalui proses verbal yang tidak mustahil di kemudian hari akan ada tindakan berupa sanksi administratif dari Fihak management perusahaan.


Seperti itu yang Aji dengar langsung dari kepala bagian Katering merangkap keamanan juga ketertiban di atas pesawat tersebut.


Belakangan diketahui, sang kepala Kru Kabin itu bernama Omar Al Badawi. terpampang jelas tulisan nama tersebut di dada sebelah kanan pada setelan atas pantalon yang dikenakannya.


Percakapan sedang berlangsung di antara mereka bertiga, dengan menggunakan bahasa komunikasi Internasional, bahasa Inggris. Dengan pengucapan kata perkata yang cukup fasih.


" Saudara Aji, saya ingin tahu dari penuturan anda, bagaimana mula terjadinya yang saya sebut lebih tepat ini adalah insiden." Ujarnya.


" Dapatkah kiranya anda Tuan Swakarsa, untuk menceritakannya kepada saya ,?" Ujar Kepala kru Kabin tersebut. Lebih lanjut, dengan tetap tersenyum


" Baik, siap Chief !, semula berawal dari saya yang memanggil Nona Farah Diba." Seraya telapak tangannya yang terlentang diarahkan ke Pramugari yang sejatinya bernama Syifa Salma itu. Namun pada kenyataannya Pramugari tersebut, kini sedang menggunakan Uniform Pramugari lengkap dengan aksesoris nya termasuk papan nama yang bertuliskan Farah Diba.


Selanjutnya masih Aji yang dipinta untuk menjelaskan kronologis kejadian yang belum lama terjadi itu.


" Beliau datang, kemudian saya minta penjelasan Nona Farah Diba ini, kenapa dia memberi saya minuman yang tidak saya pinta?" Seperti itulah Aji menyampaikan dengan ekspresi datar.


Sebenarnya dia tahu, yang disebutkannya Farah Diba itu adalah Syifa Salma. Di dalam hatinya ada rasa kasihan kepada pramugari bernama Syifa Salma, namun permainan sudah terjadi, " The show muat go on !" Batinnya , dia menyadari ini semua karena ulahnya.


Setelah di anggap cukup bagi Aji untuk memaparkan


kronologi kejadian, kemudian gantian kini dari lisan Syifa Salma yang mendapat giliran untuk menjelaskan duduk persoalan kejadian menurut versinya.

__ADS_1


Benar saja dugaan sang kepala Kru Kabin, terbukti.


Sebagaimana hampir dalam setiap kejadian. Menurut pengalamannya yang sudah cukup makan asam garam di dunia penerbangan.


Manakala kejadian itu melibatkan satu orang lain apalagi lebih dari itu, sepanjang kesaksian tersebut keluarnya dari lisan.


Maka., kesimpangsiuran pun menjadi warna dominan dari hasil kesaksian dua kubu yang berbeda, yang dihasilkan dua pendapat yang berbeda pula, bahkan cenderung hasil pengakuan yang kontroversial pun menjadi warna yang akan mendominasi.


" Well.., kita lihat juga di layar monitor hasil dari rekaman CCTV yang tidak di sangsikan lagi akan akurasinya." Ujar sang Kepala Kru Kabin, seraya pandangan matanya terus fokus tertuju ke layar monitor yang sedang menayangkan rekaman hasil pantauan dari CCTV.


" Nampaknya tidak ada suatu kejadian yang istimewa, itu kejadian yang biasa saja, yang mungkin terjadi pada siapa saja, yang Saya ingin tanyakan disini, kenapa sampai terjadi kerumunan dan hiruk pikuk? Anda berdua juga melihatnya bukan?" seraya pandangannya masih fokus ke layar tayangan.


Namun ketika dia melihat slide Zoom pada papan nama dari Pramugari yang dia tahu betul bernama Syifa Salma, akan tetapi yang dia baca pada papan nama tersebut adalah " Farah Diba".


Di hentikan nya jalannya adegan tayangan itu. Dengan menggunakan remote kontrol alat monitor tersebut..lantas Di ulangnya tayangan hasil shooting dari kamera CCTV yang mengekspose papan nama dari Pramugari yang sejatinya bernama Syifa Salma.


Di Zoom ulangnya hasil tayangan tersebut. Dan tampaklah dengan transparan papan nama " Farah Diba" pada uniform yang di kenakan oleh Pramugari


Yang dia tahu betul staffnya itu bernama Syifa Salma.


" Ini sebuah perbuatan Indisipliner yang tidak mudah untuk di tolerir " Batin kepala Kru Kabin itu.


" Bukankah anda Bernama Syifa Salma ?" pertanyaan yang di tujukan kepada yang bersangkutan, dengan di barengi dahi nya yang mengernyit.


" Ee..iya..ya..Saya Chief ," Sahut Syifa Salma gugup.


" Saya juga tidak habis pikir, kenapa pelat nama saya jadi Farah Diba.?" Sahutnya sambil tangannya memegang pelat nama pada baju Uniform yang di kenakannya dan diperlihatkannya kepada kepala kru Kabin tersebut.


Masih dengan perasaan herannya, membuat kepala Kru Kabin belum bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


" Kalau saya sampai salah atau keliru dan tertukar dengan Uniform kepunyaan Farah Diba, ba'da shalat subuh tadi juga tidak mungkin, karena ukuran tubuh kami jauh berbeda, pakaian miliknya juga mustahil bisa saya kenakan." Dengan nada suara tersedak di dada.


__ADS_2