
Bab 3
* Aku ingin tetap bertahan untuk berdiri, walau hanya sanggup untuk sekadar berdiri, bukan karena pernah kau sakiti., tetapi karena engkau sakiti dengan luka yang tak terobati, malah membuat semangatku untuk ingin berlari *
Dering telepon yang berulang-ulang, membuatnya terjaga dari tidur siangnya. Diangkatnya dan mulailah dia bicara, di awali nya dengan ucapan uluk salam, dengan jawaban salam balasan dari si penelepon, dan lanjutnya, " Bro.., masih pagi begini sudah telepon, pasti ada sesuatu yang amat penting ," Aji mengawali percakapan.
" So pasti, malah setingkat di atas penting, pasti kau penasaran kan bro ? jawab si penelepon yang tidak lain dari sohibnya, Faizal yang biasa dipanggilnya Faiz.
" Sejak kapan kau kalau mau ngomong pakai mukadimah segala, macam pejabat mau pidato saja kau Faiz, langsung saja ngomong." sergah Aji
" baiklah, tapi jangan di sanggah dulu aku ngomong nih ya !"
" nggak dong, asal yang di omongkan nya bukan hoax."
" Siap komandan !" meniru kebiasaan Faizal dahulu, ketika bertindak sebagai komandan regu kesatuan Maha Tirta, sebuah kegiatan Militer yang di adakan di lingkungan kampus, sebagai kegiatan ekstra Maha siswa.
Mendadak sontak teringat akan salah seorang dari rekan satu angkatan keturunan Tionghoa yang di tunjuk oleh komandan peleton, untuk menjadi komandan regu pada kesatuan jurusannya yaitu Tata laksana, bernama Tan Cing Kun.
Dengan aksen Tiong hoa nya yang masih kental, di kesatuan Militer Maha Tirta , yang berdiri resmi dibawah komando dan pengawasan Kesatuan Angkatan Laut Indonesia, yang bermarkas di Tanjung Priok, Jakarta.
Ketika di selenggarakan upacara resmi dalam rangka Peresmian para Teruna, dari calon menjadi Teruna.
Tersebutlah Tan CIng Kun tampil sebagai Komandan regu, maju ke depan untuk memberi laporan kondisi anggotanya dalam Keterlibatan di hari yang monumental tersebut.
Dengan sikap siaga sempurna, dia berdiri di hadapan Komandan upacara. Danru Tan Cing Kun berseru dengan lantang layaknya seorang komandan regu,
" komandan regu resimen Maha Tirta Jurusan Tatalaksana siap melapor !, Siki satu siki dua.. ****** Teruna lesoooot ,!
Dengan pengejaan yang panjang pada huruf ' O ' nya, 'selanjutnya dia menyebutkan jumlah anggota dan lain sebagainya, tanpa merasa dalam pengucapannya terdengar janggal bagi yang mendengarnya, Seru
" Laporan di terima, kembali ketempat !" perintah komandan Upacara.
__ADS_1
" Siap kembali ketempat !" jawab Danru Tan Cing Kun.
* Catatan :
Bahasa Sunda; Siki \= biji
Lesot \= lepas
Yang di maksud Danru Tan Ceng Kun adalah, " Seksi satu seksi dua Kantor Teruna resort "
Di lingkungan kampus terdapat Kantor Khusus untuk kegiatan Kemiliteran yang terdiri dari beberapa bagian di dalam lingkungan Teruna lebih di kenal dengan sebutan " resort ".
Kejadian dalam upacara itu tercatat sebagai sebuah kejadian yang langka dan berkesan miris, namun banyak kalangan hadirin yang sengaja diundang dan Hadir, malah memberi tanggapan yang positif, karena.
Betapa masyarakat di NKRI pada umumnya, lebih khusus lagi di sebuah lingkungan Kampus pencetak para kader abdi negara di bidang kemaritiman tercipta sikap yang begitu tolerannya dengan tidak mendiskreditkan suku bangsa mana pun.
Sebagai wujud perlakuan kesetaraan dan sikap adil terhadap warga Negara Indonesia dengan mengabaikan etnis atau kesukuan. Semua warga yang ada di Tanah Ibu Pertiwi adalah bangsa Indonesia.
" Sudah bro, aku gak kuat nih perutku sampai pegal begini ". lerai Aji ," Bro Faiz, aku sudah kau buat penasaran, jadi apa kiranya Khabar yang kau sebut bisa membuat aku jadi penasaran itu?" timpalnya.
" Begini Bro Aji, yang kemarin menerima teleponmu itu Adik sepupuku seperti yang ku bilang dia teman se asrama Fitrie semasa mondok di pesantren Al Huda di Garut, juga sebelumnya di Pondok pesantren Turus, bahkan terakhir mereka bertemu dan satu pondokan lagi di Pondok pesantren Cukir, kota Jombang. berdua seperti kentut ama Tokai deh,
padahal mereka beda generasi jauh. Sampai disini Faizal berhenti bertutur kata, dan menghala nafas.
Benar saja yang dikatakan Faizal tadi, terbukti. Faizal seperti sedang mengingat sesuatu, karena terdorong oleh rasa penasaran, Aji bertanya dengan tidak sabar berlama - lama menunggu.
" Lantas, apa hubungannya mereka yang kau sebut lengket macam apa tadi ? kentut dan Tokai ., kagak nyambung tuh Bro !" tanggap Aji, nada bicaranya terdengar sedikit nge gas di pendengaran Faiz.
" Take it easy..my friend " Timpal Fariz, untuk memenangkan sohibnya, kemudian, " Ada dong korelasi nya dengan Paduka Aji, karena aku kan sohib mu yang telah teruji, jadi tidak rela melihatmu yang terus menerus hidup sendiri, mau sampai kapan ini akan berlangsung." godanya.
" Kau yang sok tahu, lama tidak bersua sekali bersua
__ADS_1
macam kesambet saja kau Faiz .tadi baru lewat gedung tua mana lagi Wei ?"
" Sumpah Ji, aku dalam keadaan sadar. Justru aku ingin mengingatkanmu Sohibku, kau lihat aku, sebentar lagi akan hadir ke tengah keluargaku, seorang penghibur suka dan duka, pelepas penat dan pelipur lara, anak kedua kami yang akan ku beri nama Zaskia di lengkapi dengan namaku Zaskia Fauzi. Aku Sohib mu Ji, Percayalah dengan apa yang aku katakan ."
" Percaya aku kepadamu Faiz, kau Sohibku yang tidak akan tergantikan, jangankan benarnya kau ngomong, bohong kau saja aku percaya, apalagi benar nya !" ucap Aji serius.
" Terima kasih Ji, ternyata kau masih tetap Aji yang aku kenal, tapi ada yang ingin aku sampaikan, yang ini lebih serius dan akan membuat kau penasaran, lebih dari yang pertama tadi." sahut Faizal, kali ini irama penuturannya seperti mellow. di pendengaran Aji.
" kalau kau di mataku bukan Faizal yang dulu aku kenal, karena sejak pertama kita ngomong hingga detik ini, aku gak kunjung faham arah tujuan yang kau ucapkan bikin kepala atas maupun bawahku pening, bagaimana ini Bro Faiz ?, langsung saja pada pokok masalah apa yang mau kau katakan. Jangan putar puter, putar puter." Aji ngedumel.
" Baiklah sahabat, kalau itu mau mu, aku bermaksud untuk mempertemukan kau dengan adik ku itu Bro ! kalau yang kedua nanti saja setelah kau menanggapi yang pertama ini ." jawab Fauzi dengan tenangnya.
" Nah, kalau begini kan enak., aku langsung jawab saja ya ? Bro.. Aku belum ada fikiran ke arah itu, mohon maaf ya ?!"
" Boleh tahu mengapa ?"
" Aku belum bisa menjawab pertanyaan ' mengapa' mu langsung saat ini ya Bro..please !" pohonnya.
" Benar, karena kau belum tahu sih, nikmatnya menikah, tahu tidak, kau Ji ? begitu orang itu tahu.. tidak sedikit yang nikah lagi... nikah lagi, uwenak Ji.". balas Fauzi sambil tertawa lebar, terdengar membahana di pendengaran Aji.
" Belum Bro, bukan tidak. Teori nya kan begitu." Jawab Aji
" Setuju!" Tukas Fauzi
Hingga di situ percakapan mereka berdua dengan topik Perjodohan dan tidak berlanjut, beralih ke Fauzi yang bertanya sehubungan dengan beberapa hari lagi istirahat cuti sakitnya Aji akan habis.
" Apa sudah ada rencana untuk mengembangkan l Layar lagi ?"
" kalau untuk pergi berlayar dalam waktu dekat , belum ya, tapi ada tawaran untuk bekerja di darat, ada relasi bokap, temannya di masa gerilya, Asli orang Jepang, Beliau buka usaha Auto motif di Jakarta.
Nah...pembaca yang Budiman...bagaimana kelanjutan Langkah Aji, ketika mendapatkan tawaran untuk bekerja di darat ? betulkah dia akan menjalaninya?... tentunya dengan gaji Rupiah..sedangkan dia biasa mendapat Bayaran lembaran US Dollar...kita lihat di episode berikut.. masih di *GARIS TANGAN* ...." Transisi "
__ADS_1