
Bab 4
Melindari yang sekarang telah hijrah dan bukan lagi Melindari yang dahulu dikenal Aji nyaris menyeluruh, hingga luar dalam tidak ada yang terhalang.
Bahkan Hutan lebat di bawah pusar yang melindungi garis lurus identik tanda seru itupun juga dilihatnya.
Bilamana Aji saat ini sampai bisa melihat kembali walaupun haya sebagian kecil dari keseluruhannya.
Tapi Melindari ini bukan yang suaranya serak yang di sebabkan oleh minuman beralkohol dan asap rokok.
Namun demi melihat bagian sensitif wanita yang dia kenal dengan busana muslimah yang benar menurut syariat.
Bukan karena wanita ini dengan sengaja membuka auratnya untuk memamcing.kejantanannya.
Yang sebenarnya Wanita ini sudah mengakui pria ini sudah teruji dengan Piranti Maskulinnya yang sekeras Kayu dan seukuran terung ungu.
Memorinya masih menyimpan kejadian yang sebenarnya baginya itu memalukan.
Namun ini bukan pertama kali, karena setiap ingatannya merekap ulang sehingga setiap slide itu muncul, setiap kali itu pula dia menelan ludah, menahan hasrat yang belum terlampiaskan.
Aji manusia pada umumnya pria remaja yang masih memiliki gelora membara manakala indra penglihatannya menangkap sebuah objek yang bisa membuat darahnya mengalir lebih cepat dari biasa.
Namun dirinya tumbuh kembang dengan disertai bekal Agama dan keimanan, sepanjang dirinya dalam keadaan waras tanpa pengaruh benda asing seperti Narkoba yang bisa membuatnya khilaf,
Dia yakin semua permasalahan yang berkaitan dengan yang namanya syahwat Insya Allah dia bisa mengatasinya.
Tidak lain karena dia di bekali oleh wejangan Ayahnya akan hal yang berkaitan dengan urusan syahwat, sehingga dia mempunyai pegangan yang kokoh takkan tergoyahkan, bahwasanya ;
Bagi dirinya tidaklah akan mendatangkan sebuah kenikmatan dan hasrat yang terpuaskan, kalau hanya sebatas pegangan tangan atau hanya sekadar bersentuhan saja, kendati itu dalam kondisi tanpa busana sekalipun.
Kepuasan nikmat yang akan tergapai, adalah di penghujung puncak ejakulasi atau orgasme, jelas itu harus melalui penetrasi piranti Maskulinnya.
Tapi jalannya harus Halalan Toyiban, kalau jalan itu belum ditempuh dirinya tidak ingin berspekulasi, dengan menanggung sebuah resiko. Kita ini yang telah didapatkannya melalui majlis taklim rutin sewaktu dia masuk pesantren. Sang pengajar menyampaikan dengan dasar keilmuannya.
" Tidak akan seorang manusia yang mengaku punya keyakinan akan Agamanya, namun dia berbuat zina, Allah SWT tidak akan izinkan orang itu untuk masuk ke dalam Surganya, terkecuali dia telah bertaubatan Nasuha, dan setelah melalui masa 40 Hari tidak Allah SWT terima amalan shalatnya."
Takdir dan Garis tangan tidak selalu harus sejalan dengan kehendak Manusia.
__ADS_1
Apakah fenomena buah Qolbi atau ada sebagian orang menyebutnya Buah Kuldi, akankah terulang dan ulangan itu Aji yang menjalaninya atas kehendak Takdir ?
Quldi atau Qulbi itu sendiri apakah sebuah kata dengan wujud nyata ?.ataukah hanya sebuah kata kiasan semata ?.
Aji yang telah menjawabnya, dengan memegang prinsip yang di Doktrin kan oleh Ayahnya kepadanya. Yang kini telah menjadi prinsipnya.
Dengan dasar prinsip itu, dirinya tidak habis pikir ketika di dalam berita yang belum lama ini dia baca,
" Seorang laki-laki di keroyok masa hingga babak belur," sampai di situ dia berhenti, lalu melanjutkan untuk mencari tahu apa penyebab hingga orang tersebut di hakimi oleh banyak orang. " Lelaki tertangkap masa sedang melakukan aksi begal." Dia berfikir begal apa lelaki nekat ini sendirian di siang hari bolong.?" Batin nya.
Eeeh ternyata di akhir berita yang dibacanya, konyol bin Tolol ..
Ternyata lelaki itu telah kepergok melakukan begal Payudara seorang wanita pengendara sepeda motor, sang begal pun melakukannya sambil mengendarai sepeda motor.
Dia hentikan wanita mengendarai sepeda motor itu dengan cara disalip nya, untuk selanjutnya, terjadilah aksi yang dilakukannya.
" Sontoloyo itu laki-laki, dia harus membayar mahal dengan masuk ruangan yang berjeruji besi hanya untuk perbuatan yang tidak rasional.
Apaaa enaknya hanya menyentuh saja, mana barangnya masih terbungkus oleh lapisan pakaian dan masih terbungkus Bra pula... eu...ehh !! tahi di kepala ! Dasar otak udang banget tuh cowok.! " Omelnya sendirian, sembari menahan gemas hingga terdengar gigi bagian atas yang beradu dengan gigi bagian bawahnya.
Malam yang dingin oleh siraman air hujan yang turun begitu deras, seakan ditumpahkan dari langit, membuat penghuni dari rumah disekitarnya memilih untuk tidak keluar rumah, kalau bukan untuk urusan yang dianggap sangat penting.
Itu salah satu sebab membuat suasana jalan di bagian depan maupun samping kanan juga sebelah kiri rumah Haruki yang letaknya di pojok. semakin sepi dirasakan oleh kedua orang yang berada di dalam rumah itu.
Tidak terdengar suara dari kegiatan rutin yang biasa di lakukan oleh pedagang keliling seperti bakso malang dengan suara khas dari kentongan yang di pukul berkesinambungan.
Atau pedagang sekoteng dengan suara dentingan Mangkuk yang di pukul oleh sendok yang mengeluarkan suara yang lumayan mencekam.
Biasanya pedagang itu selalu melewati jalan di depan rumah Haruki.
Saat ini lengang tidak terdengar satupun dari kedua suara khas mereka selain suara terpaan air yang bercampur hembusan angin yang cukup kuat.
Begitu juga keheningan di ruangan dalam rumah, yang saat ini hanya ada mereka berdua, rumah yang terbilang cukup besar untuk ukuran sebuah tempat tinggal di Jakarta.
Empat kamar tidur, tiga kamar mandi selebihnya standar.., ada Dapur, ruang keluarga dan juga garasi.
Halaman yang kalau di cukup-cukupkan, bisa untuk menampung lima unit kendaraan roda empat seukuran mobil jenis Van. Itu di luar dari Garasi yang telah dibangun permanen di samping kiri rumah.
__ADS_1
Sejarah dari rumah itu sendiri, bagi Haruki berarti bingit ( meminjam gaya-anak muda ).
...*******...
Tuan Hanura Gawa, saat itu sudah kehabisan akal dalam menghadapi kenakalan tingkat remaja, yang di perbuat oleh anak laki-lakinya ini.
Mungkin saja kenakalan yang Haruki perbuat itu, belum termasuk perbuatan kriminal, karena yang diperbuatnya baru sebatas tidak pulang kerumah untuk beberapa hari saja, atau sekalinya pulang di setiap malam selalu larut itu karena baru mengikuti balapan liar tanpa judi .maupun Miras.
Atau dia ikut panjat tebing dan mendaki gunung.
Tuan Hanura Gawa tidak mengkhawatirkan dengan kegiatan positif anaknya itu, karena kedua kegiatan tersebut aman dari jerat Hukum yang berlaku di NKRI.
Yang membuat sang Papi khawatir, adalah keselamatan jiwa anak lelaki satu-satunya, yangbdi milikinya, tiga anak lainnya adalah wanita.
Haruki adalah generasi.penerus marga Gawa yang melalui jalur Hanura, yakni jalurnya dan sebagai pewaris tunggal dari usaha yang dirintisnya.
Suatu hari, tuan Hanura yang merasa dirinya sudah mulai beranjak tua. Menuturkan kepada Haruki bagaimana ketika dia memulai merintis usaha jasa perbengkelan dengan sebelum menyandang nama NAGASAKI SERVIS, bengkelnya tersebut berganti nama hingga dua kali, karena menurut keyakinan leluhurnya Nama dapat membawa keberuntungan.
Dua nama terdahulu tidak menunjukkan tanda-tanda mendapat keberuntungan.
Ketika pergantian nama terus berlangsung, dengan penggantian nama yang ketiga dengan menyematkan nama NAGASAKI MOTOR SERVIS, inilah nama yang cocok di sematkan hingga sekarang." seperti itulah penguraian panjang dari Tuan Hanura.
Kini nama itu sudah cukup di kenal sebagai Bengkel resmi dari Mitsubishi corporation dan sudah menjaring banyak langganan pemilik kendaraan roda empat terutama yang bermerk MITSUBISHI.
Hingga di suatu hari, Tuan Hanura Gawa, tengah terlibat dalam bahasan yang serius dengan istrinya,, terlihat dari raut muka dari keduanya.
" Mamie...,Papi punya sebuah gagasan untuk menghadapi anak kita, sudah lama Papi perhatikan,
Dan telaah, anak kita prilakunya macam orang yang kurang kerjaan saja.
Padahal menurut Ahli Jiwa yang pernah kita datangi, dan kita pernah konsultasi dengannya.?!" Ujar Hanura Gawa kepada istrinya.
" Ya Pap, Mamie juga masih ingat yang dokter sampaikan " Dia anak yang berbakat dan penuh tanggung jawab untuk membela nama baik atas
buyut, Nenek dan kakek juga kedua orang tuanya dan yang terakhir adalah juga dirinya sendiri." Pungkas Tuan Hanura Gawa.
" Lantas .?.bagaiman dong agar anak itu tidak lagi keluyuran...???? " Tanya Nyonya Hanura penuh harap akan jawaban...
__ADS_1