Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Anugrah "


__ADS_3

Bab 1


Upacara kecil yang di adakan oleh Manager di dalam pesawat, sebagai sebuah penghargaan dari fihak management perusahaan penerbangan kepada Aji dan Melindari telah terselenggara.


Dengan di akhiri oleh acara pemberian secara simbolis sebuah hadiah berupa tiga lembar voucher untuk bisa masuk ke tiga tempat hiburan seperti wahana berbagai macam permainan, kebun binatang dan cafe terbesar di pusat kota Rio De Janeiro.


Semua kejadian di luar dugaan baik Aji maupun Melindari, ternyata diantara sekian banyaknya penumpang di pesawat yang mereka naiki, ada salah seorang dari beberapa Mentalist terkemuka di Brazil yang baru pulang mengadakan tournya di Singapore atas undangan kedutaan besar negara Brazil di Singapore, untuk memberikan hiburan dalam sebuah acara internal diplomatik disana.


Sang Mentalist tersebut secara kebetulan hadir di sana dan menempati kursi tepat disamping kiri Aji. pesawat yang ukuran nya lumayan besar itu dengan tiga tempat duduk pada samping kiri kanan badan pesawat dan empat tempat duduk di bagian tengah.


Dengan keahliannya dan kepiawaian yang sudah berada di kelas master Nasional di Negaranya,


secara diam-diam dia telah ikut membantu Aji dalam mempengaruhi seluruh penumpang, sehingga bukan hanya dua pramugari itu saja yang terpengaruh oleh permainan yang Aji lakukan, seluruh penumpang dan juga pilot juga Co Pilot nya tanpa kecuali.


Oleh sebab itulah suara riuh tawa yang membahana begitu keras terdengar di seluruh pelosok kabin Pesawat yang entah mencapai di angka berapa desibel, bersatu dalam satu paduan suara seperti dipimpin oleh seorang konduktor koor penyanyi latar dalam sebuah konser musik Akbar.


Kejadian yang tidak pernah ada dan alami di sepanjang karier yang di jalani oleh seluruh awak pesawat baik yang sudah tingkat senior oleh lamanya pengabdian ikut terbang dengan armada pesawat yang dioperasikan di bawah management Saudi Arab Air Line, apalagi yang belum lama pengabdiannya di perusahaan itu.


" Peristiwa yang luar biasa, langka dan juga unik". Seperti itu komentar seluruh penumpang dan kru yang kebetulan ikut dalam kesempatan terbang dengan pesawat tempat mereka bekerja, sungguh mereka merasa telah memperoleh bahan untuk dijadikan obyek cerita nanti, dan cerita yang tidak akan pernah bisa terlupakan.


Bagi Aji sendiri yang merasa kagum bercampur heran dengan sikap dan perilaku sang Mentalist yang begitu piawai dalam mempraktekkan keahliannya, ini baru di sadari olehnya dan terlontar dalam sebuah gumaman.


" Seorang yang telah mumpuni di bidangnya, namun sungguh rendah hati dan tanpa pamrih dalam mengulurkan tangan, padahal aku baru bertemu dan berkenalan dengannya." untuk kemudian dia mengangguk-anggukkan kepalanya... Dan..,


" Pantesan....., tadi dia menanyakan maksud dan tujuanku ketika aku memulai bermain dengan salah satu dari dua Pramugari itu." Aji menyadari bahwa

__ADS_1


semua yang telah terjadi bukan hasil kerjanya sendiri.


Namun sudah terlambat untuk mengucapkan rasa terimakasihnya kepada orang tersebut.


Karena dia telah tidak terlihat lagi di sekitar itu. Entah pergi kemana. Menghilang di balik kerumunan dan ditengah sibuknya para penumpang yang seakan berlomba menuju kearah luar Bandara untuk secepat mungkin menuju rumahnya masing- masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Irama musik lembut yang terdengar mengalun, menyambut kedatangan para penumpang pesawat yang baru saja mendarat di pelabuhan udara tersebut.


Musik yang bernafaskan irama Samba menggugah salah seorang dari sekian banyak penumpang yang keluar dari badan pesawat dan tengah berjalan menapaki jalur menuju pintu pemeriksaan petugas Duane untuk kemudian menjalani pemeriksaan surat-surat kedatangan dan surat lainnya, yang nantinya penumpang pesawat tersebut di nyatakan sebagai pendatang yang syah masuk ke Negara Brazil menurut undang-undang Imigrasi setempat.


Sepanjang jalan yang di langkahi kakinya, terlihat Aji begitu asyik menikmati lembutnya alunan musik dengan suara yang sekadar bisa terdengar oleh kuping.


Dia menikmati setiap bait yang di dendangkan oleh penyanyi legendaris mendiang Julio Iglesias, yang telah mampu menggiring memorinya mengenang dan mereka-ulang kejadian yang membekas di benaknya, walau kejadian itu di luar kehendaknya.


Dia harus mengakui peristiwa tersebut telah terpatri di dalam ingatannya berupa sebuah album yang bisa saja sewaktu-waktu di buka dan di lihat kembali sebagaimana terjadi saat ini.


Tidak terasa, oleh sebab keasyikannya dalam mengikuti pemutaran ulang tayangan dalam ingatannya yang menyimpan seluruh kejadian yang dialaminya di negara ini dan dengan orang yang tidak akan lama lagi bakal di temuinya.


Kini di hadapannya telah berdiri beberapa orang yang sedang berduyun melakukan antrean di depan meja petugas Imigrasi yang akan dan harus di lalui menjalani pemeriksaan yang harus di jalani oleh semua penumpang pesawat yang turun dan menuju keluar dari Bandara.


Sebagaimana lazimnya adegan seperti itu di jumpai di setiap Pelabuhan Udara di seluruh Negara manapun, para penumpang mendapatkan dirinya untuk bersedia di periksa.


Apakah di periksa dari segi surat jalannya, ataupun barang-barang yang di bawanya serta, dan yang tidak kalah pentingnya di berlakukan di setiap Bandara berstatus Internasional, di setiap Negara.

__ADS_1


Ketika kedatangan baik itu penduduk Negara itu sendiri ataupun penduduk asing yang sebelumnya tidak pernah atau belum pernah berkunjung ke Negara tersebut.


Dengan melalui layar monitor yang terdapat di meja setiap petugas terdapat data penumpang secara lengkap.


Diantara sekian banyak penumpang pesawat yang barusaja tiba, ditemukan wajah-wajah baru bagi Negara tersebut, Melindari adalah diantaranya.


Aji adalah kekecualian, Mereka berdua datang dari Indonesia sebagai pelancong untuk tujuan berlibur dan sekaligus sebagai Undangan sebuah persepsi pernikahan Akbar di Kota Santos.


Hal itupun jadi sebuah pertanyaan dalam dialog singkat antara petugas dengan Aji. Yang di jawab singkat oleh Aji. " Ya !".


" Ok....Selamat datang di Brazil dan selamat menikmati Suasana berliburnya di sini dengan segala macam keindahan di Negri kami, Tuan!".


Ucap petugas Duane tersebut, dengan senyum ramahnya.


" Ok.., Gracias Senor .!" Balas Aji dengan senyuman pula.


Di Saat yang hampir bersamaan, Melindari yang tadi berbeda barisan antreannya, dengan tanpa menemui kendala, di saat melalui meja proses pemeriksaan.


Sesaat kemudian mereka berdua kembali bergabung untuk kemudian mereka berjalan menuju Lori otomatis penghantar barang bawaan yang selama penerbangan di simpan dari dalam Bagasi pesawat.


Setelah mereka mendapatkan Kopor kepunyaannya masing-masing, Aji berinisiatif mengajak Melindari untuk sejenak mengambil rehat dengan menggunakan waktu yang tidak begitu banyak sebelum menemui seseorang yang konon khusus di tugaskan oleh Josette untuk menjemput mereka berdua.


" Melin.., yok kita cari dulu minuman yang barangkali bisa menghalau pekak pada kuping, mungkin ini efek dari ketinggian." Ajak Aji, yang di sambut oleh Melindari dengan anggukan dan ." Iya Bang, setuju ." Sambutnya.


kemudian mereka pun berjalan berdampingan mencari yang mereka berdua maksudkan itu.

__ADS_1


__ADS_2