Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Gagal Total "


__ADS_3

Bab 1


" Jangan naif Ji., jangan aneh kalau suatu saat kita mendengar mereka yang sedang duduk di kursi empuk, berkata ;


" jabatan itu titipan." Kalimat itu di ucapkan, ketika pembacaan mukadimah di depan forum resmi rapat pleno.


Tapi kenyataannya tidak demikian, karena, ketika merasa jabatan pada periode ke duanya itu, ada indikasi oknum lain menginginkannya. Maka sibuk dia mencari orang pintar, sebagai solusi.


Oleh karena itu, Kau melihat dari sudut pandang mu, tidak perlu ada masalah, Kau kan hanya menghantar, menolong. Itu katamu ! ...tidak begitu bagi mang Onon. Ini yang namanya celah.". Papar Anggi.


" Sudah terfikir sih Kak olehku, semenjak ada dua orang yang bertanya dan gelagatnya mencurigakan,


tidak sampai hitungan minggu, sudah tersebar fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan itu." tanggapnya, senyum sinis tersungging di sudut bibirnya.


" Kalau yang oleh Emah sampaikan ke kakak sih, konon pengobatan alternatif ibu Sarinah yang ke sohor itu, yang kau dan Shinta datangi."


" Ku dengar dulu, ibu itu pernah dinyatakan melanggar dan terjerat hukum hingga ketahap proses penyelidikan akan keabsahan izin praktiknya oleh pemerintah setempat, yang melibatkan aparat penegak hukum" Tutur Anggi,". dan lanjutnya lagi,


" Sehubungan dengan kejadian saat itu, salah satu dari pasiennya, seorang ibu muda, wafat di tempat praktiknya.


Di karenakan mengalami pendarahan saat menjalani proses kelahiran anak pertama yang di kandungnya, kau belum tahu kan, berita itu ? Kakak juga tahu dari Emah." papar Anggi.


" Lantas Emah tahu berita itu dari siapa kak..?"


" Dari mang Onon, nama bapak paruh baya yang kau bilang tadi." Tutur Anggi lagi.


" Argh..lagi-lagi Onon..!" Itu sebabnya Kak, waktu Papa menganjurkan aku untuk kuliah di jurusan kepemerintahan, aku terang-terangan menolak, walau pun dengan bahasa santun." Papar Aji.


" Ya lah., jurusan yang kau pilih itu aman Ji ! Jalan-jalan ke luar negri gratis. Gaji dapat.." Timpal Anggi.


" Kak Anggi., kalau begitu, Shinta kesana untuk urusan menggugurkan kandungan dong." Aji berlagak belum tahu tujuan Shinta pergi kesana.


" Tidak seperti itu juga sih, karena penyidikan dan penyelidikan dengan melibatkan team medis dari Rumah Sakit pun berjalan, namun tidak di temukan bukti bahwa itu adalah tindakan Malpraktik ibu Sarinah."


" Lantas bagaimana kelanjutan proses penyelidikan itu kak ?" Aji bertanya dengan rasa penasaran.


." Ya begitu Ji, walau sebenarnya di negara kita ini sudah terbilang cepat dan bagus tindakan Aparat penegak hukumnya, dalam menangani berbagai macam kasus baik itu pelanggaran yang dianggap berat, maupun yang ringan." Papar Anggi.


" Kesimpulannya ibu Sarinah, bebas murni atas tuduhan Malpraktik nya ya kak?" tanya Aji.


" Betul sekali, terbukti waktu kau kesana. Dia melayani kedatangan Shinta bukan ?" Anggi balik bertanya.


" Ketika aku di tempatkan di teras rumahnya, sambil menunggu, kulihat ada tanda-tanda orang datang kesana sebelum kami berdua kak." Jawab Aji yakin.


" Alhamdulillah." Sambut Anggi dengan wajah berseri.

__ADS_1


" Masih nyambung nih kak, satu lagi saja ya?"


" Apa lagi , cepat berangkat nanti kesiangan sampai di sananya." Saran Anggi.


" Nggak akan kak, aku punya pertanyaan, apa hubungannya kejadian di tempat praktiknya ibu Sarinah dengan rencana ku untuk menemui yayang Fitrie?" sengaja berseloroh, sekedar menghibur kakaknya yang sudah hampir seminggu di tinggal oleh suaminya ke Kalimantan dalam rangka niaga kain songket asli Kalimantan.


" Erat hubungannya Ji.! Kan yayang mu juga punya telinga, pasti mendengar, lagi ramai disana. Kau salah satu selebriti nya.


" Itu sebabnya Emah mewanti-wanti pesan ke Kakak untuk disampaikan ke dikau, agar sementara ini jangan berkunjung dulu kesana." Papar Anggi.


" Lantas kalau aku maksa juga untuk pergi kesana, apa akan ada masalah serius kak?"


":Entahlah , aku tidak berani memastikan tidak akan, biasanya orang tua kalau berkata bukan hanya, ucapan dari lisannya, tapi dari sini nih !" Jawab Anggi sambil menempelkan telapak tangan. kanannya ke Dadanya.


...ΩΩΩΩΩ...


Dilema tengah melanda pikirannya, ibarat buah Simalakama.


Dimakan Ibu yang wafat, tidak di makan Bapak yang wafat.


Hati sudah berontak, ingin segera menemui kekasih pujaan hati, belahan jiwa.


Dia ingin cepat bertemu muka, dan memandangi wajah natural gadis desa nan rupawan.


Tetapi kalau untuk urusan rindu dan kangen sampai berani melanggar pesan Ibunda tercinta ?.


Di cobanya membuka ponsel yang sudah beberapa hari belakangan ini tidak pernah di aktifkan nya.


" waduh..! Banyak amat ini kiriman pesan singkat ke WA ku, " kata Batinnya.


pesan itu berasal dari berbagai tempat, dan juga beragam tulisan, hampir dari semuanya mempertanyakan keberadaan dirinya.


Seluruhnya dia baca, namun tidak satupun dari sederet pesan yang membuatnya tertarik untuk membacanya ulang.


Eeiit....! Tunggu dulu, ada satu pesan lain dari yang telah dia baca hampir seluruhnya, keburu kurang menarik minat nya untuk membaca. Tapi begitu dia baca yang paling bawah posisinya pada deretan kolom pesan singkatnya


Di bacanya perlahan, ," ini sih bukan SMS tapi LMS." Batinnya.


Kendati mulanya membuatnya merasa geli.


" Massage koq panjang banget ?" Gumamnya.


Namun begitu isi pesan yang dibacanya itu mungkin mendekati separuh dari pesan keseluruhan. Yang tadi dia anggap menggelitik membuatnya geli dan ingin tertawa, ternyata......


Malah membuat jemarinya men scroll..., lagi . , lagi..., dan lagi, hingga pada penghujung kalimat yang lumayan panjang itu, malah membuatnya tertarik, untuk terus membacanya. terbaca olehnya, begini dari pesan panjang tersebut.

__ADS_1


Di mulai dengan prolog, " Tidak ada yang kebetulan, atas kejadian yang manusia alami,.


Aji., datanglah nanti ke pesta pernikahan kami, yang akan di selenggarakan, dengan sengaja kami percepat dari rencana semula, atas alasan yang urgent tapi rasional.". Tutur tulisan pada kertas putih tersebut. Yang dikiranya selesai sampai di situ. Tapi setelah di scroll lagi, ternyata masih bersambung.


" Nanti bila tiba saatnya, kau akan kemi beri tahu.


Untuk penyelenggaraan resepsi itu sendiri, di Akhir bulan ini, di gedung ( tertulis Nama Gedung, tempat, alamat , dan waktu penyelenggaraan di mulai.


" Aji.., khusus untuk kehadiranmu, aku akan memberi fasilitas Tiket penerbangan, untuk Jakarta Brazil pulang pergi untuk dua orang, pasilitas menginap hingga sarana transportasi akan aku siapkan keseluruhan setibanya kau di Brazil nanti."


Untuk pembelian Tiket penerbangan sudah aku transfer langsung ke nomor rekening tabungan mu, Aji., kau jangan merasa heran dengan semua ini.


Dan bertanya, tahu dari mana Nomor Rekening mu, bukan begitu ?, aku mendapatkannya dari Kapten Kapalmu dahulu, kau pernah berlayar sekapal dengannya, Kapten Hendrik Bossman Van Dijk. Tentu kau masih ingat akan dia...


Dia itulah yang telah banyak menolongku untuk kepentingan yang erat hubungannya dengan kita.


Dia juga yang memberi info bahwa. Di kantor pusat Pelayaran di Delaware, New York City. CV berikut Nomor Rekening Bank mu, masih teregister di sana, memang harus di akui bahwa :


Dia seorang kapten kapal yang pantas jadi contoh teladan bagi kapten kapal yang lain, terutama mereka yang masih muda.


" Aji tahu kah Kau? berapa jumlah yang aku tuntut kepada kelima belas anak buah kapal, termasuk dia sebagai kaptennya ?.... Dua puluh lima ribu Dollar Amerika per orang, khusus untuk Kapten sendiri Aku menuntutnya tiga puluh lima ribu Dollar.Amerika


Fantastico bukan ?..., mereka harus mau, dan menyanggupi, kenyataannya mereka sanggup.


Bayar denda tersebut, atau operasi bongkar muat minyak di hentikan untuk sementara, tertunda hingga denda tersebut tunai. silahkan pilih mau yang mana.


Perlu aku beritahu kau Aji, kami sudah sepakat yaitu antara Aku dan Alfonzo.


Separuh dari jumlah keseluruhan uang hasil denda itu sudah aku transfer ke nomor rekeningmu. atas namamu,


Bilamana kau datang untuk menghadiri pesta pernikahan kami, atas hasil pemikiran kami berdua, maka jumlah yang separuhnya lagi akan di serahkan kepadamu langsung dan kontan di depan seorang pejabat Notaris, di tempat yang Alfonzo pilih, tapi bukan tanpa syarat.


Di Dunia ini tidak ada yang percuma Aji. Begitu juga dengan sejumlah uang yang akan kami serahkan kepadamu. percayalah kepadaku Aji.


Tidak akan ada resiko yang di akibatkan oleh kesepakatan yang akan Alfonzo pinta kau menyetujui nya. Dan dia yakin engkau tidak akan keberatan.


Nanti kau akan tahu kesepakatan seperti apa, dan kesepakatan untuk apa.


waktu nya akan tiba, tentunya dia, Alfonzo harus sudah resmi menjadi suamiku, kau hadir di resepsi itu nanti. Selanjutnya membuat kesepakatan di depan pejabat Notaris yang kami tunjuk.


Untuk lebih jelasnya , kau dan Alfonzo berhadapan muka, di depan Notaris, di Santos.Brazil..


Santos, medio Desember


Salam, kami yang berbahagia

__ADS_1


( Alfonzo & Josett.M.Cardoso )


Hilang semangatnya, untuk membuka-buka .kiriman banyak pesan yang masuk ke laman WA di ponselnya. "Jadi Mumet dan cape pikiran di buatnya". Aji membatin.


__ADS_2