
Bab 1
Terlihat wajah Haruki yang memancarkan rasa puas.
" Luh memang pantas jadi sahabat gua ! , Jantan, ya kan mi?" Komentarnya di tujukan kepada Aji, di barengi dengan menepuk pundak pria yang berdiri di hadapannya, yang di sebutnya jantan sejati, seraya tertawa, membuat mami Mey tersipu tiga M ( Malu-Malu-Mau )
" Aji, karena gua harus tepati janji kepada keluarga, untuk balik lagi ke RSU, menengok Ayah mertua, Luh tenang saja dengan Yayang Susan luh, Mobilnya kagak usah di antar ke rumah gua ya, kalau Luh mau bawa ke tahlilan 40 harinya Almarhum K.H.Sahamah, Luh bawa saja sana." Anjur Haruki.
" Gua bawa mobil yang Van," sambil mengerdipkan matanya. Aji sudah hafal gaya sahabatnya ini, dia menanggapinya dengan tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. Ketika menoleh ke arah belakang, disana Susan masih terduduk di tepi tempat tidur masih dengan wajah yang mendung seperti menahan tangis.
Di tempat ini, dulu, pertamakali dia di daulat oleh seluruh penghuni padepokan White Horse, sebagai Primadona dan tidak ada yang mampu menyainginya, ada penghuni lain di sana yang berkata, " Berat bagi siapapun cewek disini untuk sejajar dengan Susan."
* Terhempas
Bukan tanpa alasan pengakuan yang terlontar dari tetangga kamar, status dirinya dengan latar belakang lulusan dari pendidikan, ber diploma di bidang keperawatan dan pernah bekerja sebagai asisten Dokter ahli di bidang Kosmetik, yang praktek di sebuah klinik di kawasan bergengsi di Jakarta Selatan.
Di sanggar yang lumayan lebih menonjol dari tempat serupa di sekitarnya, baik di lihat dari penataan ruangan, maupun hiburan yang di sediakan disana terutama penghuninya yang kesemuanya lulusan sekolah menengah atas, rata-rata berpenampilan menarik dalam pembicaraan mereka bisa mengimbangi para tamu yang datang dengan wawasan mereka yang tidak terbelakang.
Susan berada disana tanpa dirinya yang memposisikan berada di ranking teratas semenjak dia datang hingga saat ini, tidak berlebihan setiap tamu yang datang berkunjung kesana sudah bisa di pastikan akan mencarinya, yang lain hanyalah alternatif.
Akan tetapi., Hari ini, di hadapan pria bernama Aji, dia hanyalah sebutir Debu.
Dirinya yang diperlakukan bak seorang Ratu di dalam hidup kesehariannya, hari ini, disini, ditempat yang sama dia merasa tercampak, tidak di hargai.
Kebanggaannya yang selama ini akan kepemilikan Rupa dan tubuhnya yang elok rupawan, menggoda iman siapapun tamu lelaki yang datang bertamu ke tempat Mami Meyriska, semua atribut itu sirna dalam waktu sekejap.
Ya.., Laki-laki tampan ini, alih-alih merengek untuk minta bercumbu dengannya, memandang kelebihan yang ada pada dirinya dengan sengaja saja tidak. sungguh telah membuat dirinya merasa amat terhina.
⚓⚓⚓
__ADS_1
Diambilnya Kue tart yang masih utuh diatas meja, dan di bawanya kue yang sengaja dia pesan untuk menyambut pangeran yang semula hanya ada di dalam mimpinya, yang di gadang-gadang akan melewatkan hari yang indah berkesan yang akan mengisi lembaran album hidupnya untuk di simpan sebagai kenangan yang terindah, apa daya, setelah kini hadir di hadapannya. Dia terjaga dari mimpi indah itu.
Kue itu diambilnya dan akan di buangnya ke tempat sampah, jemarinya menyentuh lembaran kertas pada alas kue Tart yang akan di buangnya,.
Tergugah rasa ingin tahunya, begitu pandangan matanya diarahkan ke arah bagian bawah Kue Tart itu. Disana berserakan beberapa lembar pecahan bernilai Seratus ribu.
Tidak syak lagi pasti ini tangan lelaki ini yang telah sengaja meletakkannya.
Diraupnya uang lembar ratusan ribu itu dan di berikannya kepada orang yang dia yakin pasti pemiliknya. Sambil berkata ;" Maafkan aku yang telah salah menilai mu, ku kira engkau lelaki seperti mereka yang datang kemari." ucapnya lirih terdengar, Aji terdiam.sesaat kemudian.
" Tapi dengan bukan berarti kau menolak untuk menerima pemberianku bukan.? sergah Aji.
" Tidak Bang, sekali lagi terimakasih, ambil kembali uangmu, bagiku pertemuan kita ini saja, nilainya tidak bisa di setarakan dengan apapun," Timpalnya seraya mengembalikan lembaran uang tadi.
" Susan, dengan sikapmu ini, justru Aku semakin tidak mengerti akan dirimu, sejak awal kita bertemu." Sergah Aji.
Hening beberapa saat, tanpa suara percakapan terdengar diantara mereka.
" Bang, sampai kapan pun, tak akan kau pernah mengerti aku," suasana kembali hening, sesaat berlangsung, kemudian....
" Kalau kau masih menganggap ku seorang wanita sama seperti yang lain yang pernah kau kenal, fitrah nya wanita bukan untuk di mengerti, tapi untuk di cintai."
Sampai disitu dia terdiam, sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan ucapannya.
⚓⚓⚓
Mutiara yang terjatuh ke dalam kubangan lumpur yang sekotor apapun, dan berada disana dalam kurun waktu yang cukup lama, dia tetap Mutiara."
Ujar Aji.
__ADS_1
Tersanjung hatinya, melambung jiwanya, mendengar tutur kata lelaki yang datang kepadanya, walau hanya sekadar singgah mengisi lembaran hidupnya yang kelam, dengan secercah cahaya, dan meninggalkan kesan yang membekas yang sulit untuk di lupakan.
Saat perpisahan pun tiba, lelaki yang telah membuatnya jatuh hati, namun ternyata dia telah bertepuk sebelah tangan.
" Aji.., hadirmu di dalam hidupku, bagaikan air yang jika ku minum tidak membuat dahagaku kan jadi hilang, tapi aku akan merasa haus karena nya, jika aku tidak meminumnya."
Ingin kalimat ini dia sampaikan, tapi dia merasa sudah tidak sanggup lagi bibirnya untuk menyampaikan.
Rangkaian kata dan kumpulan kalimat yang tersusun, ditorehkannya untuk tidak sirna dan terlupakan, bukan dia tulis diatas secarik kertas.
Tetapi di lubuk hatinya yang teramat dalam. Tidak pernah hati nya terisi oleh puisi-puisi seindah apapun sebelumnya.
" Aji, Aku cinta kamu," tetapi sekali lagi, dia tidak sanggup untuk mengutarakannya, suara hatinya terwakili oleh butiran derai air mata, ketika lelaki itu mengatakan kepadanya.
" Susan , aku akan pergi, maafkan kalau aku telah mengusik hidup nyaman mu, kau kenal baik dengan Haruki, dia sahabat yang baik untuk siapa saja," tutur Aji.
Tadi pagi, ketika pertama pria tersebut datang kesana sendirian, di ambang pintu ini dia peluk erat tubuhnya.
Sekarang ..., ingin dia melawan keinginannya untuk tidak memeluknya kembali, walau dia tahu, mungkin ini pertemuan yang terakhir kali dengannya.
Jiwanya berontak, di peluknya tubuh kekar pria itu. Yang belum lama dikenalnya, tetapi rasanya seperti sudah bertahun-tahun saling kenal, malahan dia berharap untuk lebih dari itu.
Kebalikan dari itu, Aji bukan karena rasa iba semata, terhadap wanita yang menurut penilaiannya layak untuk mendapatkan ranking. Kalau saja dirinya sebagai seorang staf pengajar di Sekolah dan wanita itu salah seorang Siswanya.
Di nilai dari segi sopan santunnya, saat bicara, saat bersikap, dan saat-saat lainnya.
Bukan karena kecantikannya semata, tidak berlebihan kalau dirinya menilai, wanita itu memang cantik.
Membuatnya jadi teringat akan masa lalu, saat dirinya ikut berlayar di salah satu kapal milik maskapai pelayaran asing , Shell Tankers B.V..Rotterdam.Holland.
__ADS_1
Saat itu kapal memasuki pelabuhan laut di kepulauan Curaqau Netherland Antillen salah satu dari kepulauan Trinidad. Dia mengalami hal yang masih berkesan di sana... sebuah pengalaman yang luar biasa.