Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Setimpal tak Sebanding "


__ADS_3

Bab 1.


Josette bergegas dengan sigap, mengumpulkan semua berkas yang telah di susunnya, sebagai persiapan untuk proses mengajukan pengaduan melalui jalur di Institusi yang mempunyai kewenangan untuk menanggapi, memproses , dan menindaklanjuti kasus yang telah terjadi atas dirinya.


Di tundanya keberangkatannya ke Rio De Janeiro, entah untuk berapa lama, dia harus tinggal di sini, guna mengurus kasus yang di targetkan nya, tidak melebihi waktu yang akan berakibat terbentur dengan persiapan pesta pernikahan yang akan di selenggarakan 2 Bulan yang akan datang.


Berkecamuk berbagai macam persoalan di dalam benaknya, walau dirinya merasa yakin kasus yang sedang dihadapinya saat ini lumayan berat, terlihat dengan kasat mata, walau penampilan fisiknya tampak biasa-biasa saja, tapi dari sisi kejiwaannya, hanya orang yang sangat dekat dengannya bisa melihat dan menilai, dia sedang dalam masalah.


Beda perlakuan masyarakat terhadap kaum wanita, dirasakannya.


" Belum setara sebagaimana yang kaum Pria dapatkan." umpatnya terlontar berupa ucapan yang terdengar meski perlahan.


Tanpa sengaja, kakinya menginjak pedal gas mobil yang dikemudikannya, membuat Aji yang duduk di sebelahnya terhenyak, dan..


" Jose..! ada apa denganmu me Amor ?," selorohnya


yang hanya di jawabnya singkat tanpa ekspresi,


" Nada !".


Memang, semenjak ada peristiwa di antara mereka, walau hanya sekali saja, kejadian yang mereka anggap sebuah kecelakaan. Karena keduanya adalah Insan dewasa lahir dan batinnya. Kejadian itu murni bukan oleh sebab dorongan hasrat yang liar.


Tetapi akibat pengaruh sebuah rekayasa entah untuk tujuan ' Just for Fun ', dari seseorang atau kelompok, atau ada modus lain, ini yang Josette sangat ingin mengetahuinya.


Dalam kondisi seperti sekarang, di antara mereka berdua, seakan ada rasa 'senasib dan sepenanggungan', prihatin bersama, memang terdengar ' Mellow ', tapi, memang kenyataannya seperti itu ?'


Dari panjang percakapan di antara mereka berdua, Josette yang berprasangka baik saja terhadap Aji, tidak ada sedikitpun, niatan mempermasalahkan pria ini dalam kasus yang akan dia lanjutkan ke persidangan di kantor pengadilan dalam waktu dekat, kalaupun memang terjadi, mungkin saja, Aji akan hadir di persidangan, namun Aji hanya akan didudukkan nya sebagai saksi Hukum saja, tidak lebih dari itu.

__ADS_1


Keberadaan keluarga Ayahnya di kota pesisir Santos


di Brazil ini, yang bukan hanya Satu atau Dua Tahun, itu yang pertama, yang kedua nama beliau telah terukir di hati masyarakat , dikancah Politik, maupun di pemerintahan.


Berbagai macam kalangan termasuk para praktisi hukum, juga para pengusaha, telah masuk bahkan tercatat di dalam agenda rutin nya, pada acara non formal, untuk berdiskusi ataupun berbincang santai di waktu-waktu yang di anggap tepat oleh Ayahnya.


Josette teringat dan terasa olehnya, begitu luar biasa Ayahnya dalam membesarkan dan mendidiknya, bukan sebatas memberi fasilitas untuk kebutuhan raganya saja, Rohaninya pun di penuhinya, sejak usianya menginjak masa akil balig, Ayahnya mendatangkan seorang wanita pengajar privat di bidang tersebut.


Begitu masuk ke jenjang usia dewasa, acap kali Ayahnya mengajaknya untuk menjumpai para relasi baik di bidang kedinasannya maupun yang di luar bidang kemiliteran. Ayahnya, selain berdinas di Kemiliteran, juga membidangi usaha meneruskan perniagaan orang tuanya di bidang Konveksi, dan kain Tenun khas Brazil


Alhasil, keberuntungan lah yang sekarang dirasakannya, di saat seperti ini baginya bukanlah hal teramat sulit untuk meminta pendapat ataupun masukan, dan kepada siapa dirinya harus bertanya juga mengadukan kejadian yang sebenarnya, demi mendapatkan jalan keluar yang terbaik, tanpa membuat resah kedua orang tuanya.


Perkembangan Zaman seiring dengan kebutuhan manusia akan sarana komunikasi di antara kebutuhan lainnya, telah terpenuhi sesuai peruntukan bidang yang diperlukan.


Begitu pula dengan Josette, tidak perlu dirinya berbasa-basi untuk mendapatkan kiat yang dianggapnya langkah yang tepat dan efektif tanpa membuat kegaduhan yang bisa saja terjadi, disebabkan oleh tindakan yang kurang pertimbangan yang matang.


Salah seorang pejabat yang cukup sering Josette temui , saat dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Acap kali Ayahnya mengajaknya bertandang kerumah pejabat tinggi tersebut di Santos, walau sekarang dia berdinas di kantor pusat kejaksaan tinggi di Rio De Janeiro. Tapi hubungan kekeluargaan diantara mereka tetap terjalin.


Di beberapa hari yang telah lalu, dirinya menyampaikan kronologis kejadian yang telah dialaminya, kepada sang Jaksa agung tersebut, dengan harapan ada masukan yang bisa di jadikan Refferensi dalam mengajukan tuntutan melalui jalur hukum.


Sebagai Jaksa Agung, yang sedang menduduki tampuk pimpinan pada institusi pemerintah, Antonio Carlos Suares, yang sedang menjabat di periode kedua kalinya, bukan tanpa alasan, Pemerintah mengabulkan untuk dirinya memperpanjang masa baktinya di instansi itu.


.


Reputasi dalam karier yang disertai kinerja yang telah teruji, layak untuk meneruskan satu periode lagi, masa jabatannya bagi seorang jaksa Agung yang dikenal dengan julukan ' Clean and Clear' itu.


" Jose !, Kasus yang sedang kau hadapi ini kasus besar, memerlukan penyelesaian melalui jalur hukum, hingga ke tingkat proses hukum di kantor Pengadilan." Ucap Antonio Carlos Suares, serius.

__ADS_1


Masukan yang Josette dapat dari seorang Jaksa.


Tidak cukup hanya sampai disitu saja upayanya dalam mencari bahan penunjang untuk menghadapi orang-orang yang dianggapnya bukan orang biasa, nanti di depan meja hijau.


Dia Hubungi seorang yang pastinya akan sangat erat kaitannya dengan kasus nya ini, via telepon selulernya, kepala Administrasi Pelabuhan Laut alias Syahbandar yang menangani seluruh pantai pelabuhan dan kelautan di kawasan Santos, merupakan teritorial di bawah wewenangnya.


Kepala dinas kelautan Adpel Kota Santos. Don Bosco Gonzales. Untuk yang satu ini, dia orang nomor satu di wilayah kelautan, asal muasalnya Josette bisa kenal dengannya, sebagaimana dia kenal dengan Jaksa Agung yang belum lama dia melangsungkan percakapan dengannya.


Hasil dari percakapan mereka berdua melalui telepon genggamnya, memberitahukan kepada Josette,. jalur hukum mana yang terbaik untuk dia tempuh.


Lebih jauh lagi, Don Bosco menguraikan melalui tulisan di Jalur WA nya, bahwa kejadian tersebut adalah mutlak tanggung jawab penuh Nakhoda Kapal, dalam hal ini Kapten yang berkebangsaan Belanda, bernama Hendrik Bosman Van Dijk.


Lebih lanjut Don Bosco menulis di WA , ditujukan kepada Josette untuk dijadikan sebagai tambahan pengetahuan bagi wanita itu, kisi-kisi tentang kewenangan dan sanksi terhadap seorang Kapten Kapal, dengan lumayan panjang dan memakan waktu.


Di hampir penghujung penguraian itu, tulisan yang sangat menarik bagi Josette adalah sebagai berikut.


" Maka, yang bersangkutan akan dikenakan atas dirinya, tindakan di cabut untuk sementara, atau permanen, sebanding dengan pasal yang sedang dihadapinya, diantaranya yakni, di cabut kewenangan atas ijazah kelautannya, dan atau kewenangan jabatan yang sedang dalam tanggung jawabnya."


" Pasal Ini nih Jose !, yang sering di jadikan senjata ampuh oleh para jaksa penuntut umum, pada banyak kasus pelanggaran oleh para Pelaut di Dunia kedirgantaraan." Pungkas Don dalam percakapan seriusnya.


Josette yang lumayan cerdik, dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi adu argumentasi nanti di kancah peradilan, dia faham dan hafal, siapa yang akan di gugatnya.


Demi menjaga kewibawaannya sebagai seorang Kapten Kapal di perusahaan sekaliber itu, tidak mustahil, fihak tergugat , akan menghadirkan seorang pembela yang mempunyai reputasi dan prestasi yang telah teruji.


Erat korelasinya antara keberadaan seorang Don Bosco, sebagai kuasa pelabuhan dan kelautan, dan juga Antonio Carlos yang Jaksa Agung. Mereka telah mengatakan kepada Josette, demi hubungan baik mereka dengan Ayahnya, mereka menyatakan bersedia untuk berada di belakangnya, selama belum di perlukan untuk hadir dengan terang-terangan untuk berseteru nanti di meja hijau.


Nanti, setelah persyaratan penunjang untuk kelancaran proses telah lengkap tanpa cacat, barulah dia akan melakukannya, dia akan menghubungi fihak tergugat, akan di rundingkan secara kekeluargaan, atau melewati jalur Hukum, yang pastinya akan memakan waktu tidak sebentar, mengingat para tergugat bukan penduduk setempat.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan dari isi cerita dalam episode Setimpal tak Sebanding Bab 1 ini, pembaca ?


__ADS_2