Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Mimpi jadi Kenyataan "


__ADS_3

Bab 1


Untuk yang keduakalinya, kembali Aji bertanya dengan ucapan yang sama.


" Melin., sudah kau temukan kah pengganti sementara mu itu ?" Ujarnya.


Melindari yang belum tuntas dengan ingatannya sedang menerawang ke masa lalunya itu, terperanjat mendapat pertanyaan mendadak, pas pula perihal yang ditanyakan itu justru yang sedang membuatnya pusing tujuh keliling.


" Ya...iya..ya, be..belum bang Aji," Jawabnya gugup


" Menurut perkiraan mu dalam waktu berapa lama akan bisa kau temukan pengganti yang di maksud oleh Dokter Teja.?" Tanya Aji


" Itu yang sedang kupikirkan Bang !" Jawab Melindari, selanjutnya lagi....


" Jujur Bang, kalau dengan waktu yang mendadak seperti sekarang, bukan tidak mungkin ada calon yang berminat dan memenuhi kriteria yang Dokter Teja inginkan, tapi sedikit sulit." jawabnya, ada nada kurang yakin.


" Tapi belum di coba bukan ?"


" Belum Bang.! baru juga kemarin lusa permintaan pak Dokter seperti demikian, itu juga sekretaris nya yang menyampaikan kepadaku." Ujar Melindari.


" Biasanya Haruki cepat tanggap untuk kasus yang serius semacam ini." Tanggap Aji


" Sudah Bang., memang dia juga ada menanggapi nya dengan menghubungi relasi bengkelnya yang, punya hubungan erat dengan Direksi dari sebuah Rumah Sakit Swasta di Jakarta pusat."


" Ada tindak lanjutnya, atau titik terang, belum?"


" Alhamdulillah ada, katanya hari ini bang Ruki akan menghubungiku, malah dia bilang, " Jangan-jangan Perawat pengganti itu satu angkatan Ama Luh Melin!" Tutur Melindari.


" Ya syukur kalau begitu, berarti sudah ada calon penggantimu dan masuk kriteria yang Dokter Teja inginkan." Aji menanggapi dengan sukacita.


...*******...


Dahulu Melinda sangat mengharapkan Pria yang di hadapannya ini untuk menjadi kekasihnya, namun atas berbagai macam pertimbangan dan kejadian, kini dia sudah tidak berharap apapun lagi.


Sebaliknya bagi Aji walaupun dahulu pernah ada sedikit perasaan terhadap Melindari ketika masih ada, semata-mata karena rasa kasihan, yang dia tahu wanita itu kini telah tiada.


Sedangkan bagi wanita yang bersedia untuk menyertai perjalanan Aji pergi ke Brazil adalah orang yang sama dengan wanita yang pernah menjadi Susan.


Melindari juga Haruki akan tetap menjaga Skenario ini, hingga satu saat nanti, di momen yang tepat, semua akan mereka berdua katakan kepada Aji apa adanya, untuk tujuan apa mereka membuat skenario semacam ini? Juga sejak kapan ide yang tidak biasa ini mulai di jalankan.?!

__ADS_1


Semenjak dia mengikrarkan untuk " bertaubat an Nasuha " Dia bersedia mendampingi lelaki ini untuk menempuh perjalanan yang lumayan jauh beribu kilometer.


Bukan karena berharap mendapat belai kasih atau rasa iba dari pria yang pernah di idam-idamkan nya itu.


Dia bersedia mendampingi karena untuk


membalas budi, dirinya merasa berterima kasih yang tak terhingga, walau tanpa sepengetahuan pria itu.


Bahwa keajaiban yang terjadi pada Melindari ini semua Lantaran pria itu, sekarang dia telah kembali menjadi makhluk Tuhan yang bermartabat, sebagai wanita seutuhnya, bak Bayi yang baru dilahirkan.


Tentu saja bagi Pria itu Melindari atau Susan sudah tidak ada, kecuali dia melihat kembali dua tanda yang tidak bisa di sangkal bahwa wanita itu mutlak Melindari alias Susan.


Dahulu dia melihatnya bukan atas kehendaknya,


berbanding terbalik dengan laki-laki lain yang memang sengaja berani membayar demi ingin melihat tubuh keseluruhan wanita Primadona yang bernama Susan.


Bahkan, Para lelaki itu berani berkorban dengan nilai bayar yang tidak sekadar.


Entah dari mana dan cara bagaimana jalan yang mereka tempuh dalam memperolehnya, demi untuk bayaran tersebut.


Dunia dengan segala iming-iming gemerlapnya dan keindahan yang menipu, kesemuanya itu telah dirasakannya, namun tidak ada sejumput pun kebahagiaan yang di diperolehnya dari jalan itu.


Ketika Aji menyebut tentang imbalan bagi siapapun yang mendampinginya, Melindari berikrar didalam Hatinya, " Itu bukan tujuan utamaku."


...********...


Di Pelataran parkir, di Kantor pelayanan terpadu urusan keimigrasian.


Dengan tergopoh-gopoh Aji mengajak Melindari, meninggalkan tempat parkir kendaraan roda empatnya, untuk segera memasuki pintu masuk gedung utama Kantor Imigrasi itu, dan menuju ke loket pendaftaran dengan harapan agar dapat nomor antrean dengan nomor urut sekecil mungkin.


Tersedia Bangku panjang di ruang proses pembikinan Pasport. tertata berbaris, Sudah berjubel yang duduk menunggu giliran di panggil sesuai nomor antrean berdesakan Manusia yang sengaja datang kesana dengan masing-masing keperluan.


Beberapa dari orang yang berkerumun, ada yang mengenali Aji, mereka datang kesana dengan keperluan yang serupa dengan keperluan Melindari, yaitu untuk perpanjangan masa berlakunya Buku Pasport.


Ada perbedaan sedikit, teman-teman Aji, sedang mengurus perpanjangan masa berlaku bukunya seorang Pelaut dan untuk tujuan Melaut. Dengan kata lain " Berlayar" alias kerja di Kapal.


Sedangkan Melindari, perpanjangan masa berlaku buku pasport nya untuk pergi memenuhi undangan acara pernikahan sekalian berlibur.


Mereka membawa Surat Tanggungan ( Guarantee letter dari Perusahaan ) sebagai fihak yang memberangkatkan pegawainya menuju satu tempat di luar Negri.

__ADS_1


Sedangkan persyaratan berangkat bagi Melindari, sama seperti yang di syaratkan bagi Para pelaut itu,


Yang berbeda disini, tujuan ke keberangkatannya, juga yang mengeluarkan Guarantee Letter nya.


Tidak di kisahkan disini, bagaimana Melindari menjalani proses dalam pembikinan Buku pasport barunya berikut persyaratan yang harus di lakukannya seperti vaksin dengan segala prosedur permohonan hingga keluar sertifikatnya.


Pada kenyataannya mereka tidak menemukan kesulitan yang membuatnya Harus berlama-lama tinggal di sana.


Mungkin juga semua kemudahan diperolehnya, karena, surat-surat kelengkapan seperti data pribadi nya lengkap dan memenuhi syarat penunjang lancarnya pembuatan buku pasport yang di inginkan terpenuhi.


Selain faktor tadi, bantuan yang berarti dari petugas


Jasa Travel, ketika menyiapkan syarat kelengkapan pembuatannya.


Hanya lewat sedikit dari Tengah Hari, mereka berdua sudah bisa pergi meninggalkan Kantor tersebut. kedatangan selanjutnya kesana, untuk pengambilan Hasilnya saja.


Mereka berdua pulang menuju Rumah tempat tinggal Haruki, juga Melindari ikut tinggal di rumah itu.


Melin.., Kalau aku mengajakmu ke satu tempat yang sedang di gandrungi oleh kawula muda seperti kita- kita. Apakah kau mau ,? " Tanya Aji.membuka pembicaraannya.


" Terserah bang Aji." Jawab Melindari singkat.


" Di Kelapa Gading Mall, ada tempat makan yang pasakan nya di kenal sebagai sajian yang lumayan enak, tempatnya juga cocok untuk orang punya waktu luang semacam Aku." Kata Aji lebih lanjut.


Sambil berkata panjang lebar Aji mengarahkan dan parkir mobilnya percis di hadapan Restoran dengan sajian komplet makanan Laut, berbagai macam jenis.


" iyyyy itu ikan yang di piring besar, siapa yang pesan ya bang?" Tanya. Melindari kepada Aji, demi di lihatnya ukuran Ikat mateng, yang siap untuk di sajikan, tidak tanggung-tanggung ukurannya, sebesar anak usia tujuh tahun.


" Ya begitu .., seperti yang kau lihat, orang sekarang kan suka bikin sensasi, dengan tujuan agar jadi Viral.


Kau sendiri bagaimana, apakah mau pesan makanan Laut yang ukuran sedang? Misalnya ikan bakar Kakap merah, yang menjadi menu andalan di restoran ini kau suka makanan Laut Melin.?" Tanya Aji.


" Belakangan ini aku baru tahu enaknya makanan Laut.." Jawabnya.


" Koq belakangan ini? Memangnya sebelumnya tidak suka hidangan masakan khas dari Laut ?" Desak Aji.


Wanita itu hanya mengangkat kedua bahunya, dengan bola mata yang bundar dan pandangan nya yang teduh.


" Melindari banget ini sih, kalau menjawab pertanyaan, tidak dengan jawaban dari lisan. Tapi dia angkat kedua bahunya, dan pandangan matanya yang tajam namun menyejukkan. Tapi suara Melindari yang begitu lembut. Tidak ada sedikitpun serak-serak basah.... Benar ini bukan Melindari yang Susan... Ini Melindari saudaranya Haruki, yang terlihat punya tingkat kecerdasan lumayan tinggi." Batin Aji.

__ADS_1


__ADS_2